"Mengapa kau benci cermin?" Tak ada suara, selain dengung angin. Akhirnya Jess menengadah. "Entahlah," katanya. "Mungkin karena setiap kali aku melihat cermin sewaktu masih kecil, ayahku bilang aku tak boleh pongah." "Pongah?" Aku menatapnya dengan mata lebar. "Apa, setiap kali?" "Hampir setiap kali." Ia mengangkat bahu, lalu melihat raut mukaku. "Kenapa? Kalau orangtuamu bilang apa?" "Orangtuaku dulu selalu bilang..." Sekarang aku sedikit malu. "Mereka dulu selalu bilang aku malaikat kecil paling cantik yang pernah jatuh dari surga." "Nah." Bahu Jess melorot seolah ia bilang "pantas saja". (halaman 440)
Hehehe... pantes ya Becky beda banget ma sodaranya, beda pola asuh, tapi akhir buku ini keren, apalagi pas adegan Becky nyusul Jess ke gunung tapi pake kostumnya Becky yang nggak buat ke gunung banget...