 Suatu hari, keponakan yang kuliah Sastra Inggris meminta bantuan mencari bahan untuk tugas telaah cerpen. Saya menawarkan buah pena sendiri. Ia berkata spontan, "Cerpennya Lik Rini bukannya buat anak-anak?" Saya tertawa geli. Rupanya ia menarik kesimpulan itu setelah melihat beberapa majalah Valens (kini menjadi majalah komik) yang memuat cerpen saya dan kami kirimkan kepada sepupunya yang masih SD. Dari tampilan hasil scan dan ilustrasinya, nyata benar karya saya satu ini memang untuk anak-anak. 'Negeri Bianglala' ialah cerita bersambung pertama yang saya tulis. Kalau tidak salah, dimuat dalam 8 kali terbit. Saya tidak menyimpan keseluruhan naskahnya tetapi ingat betul bahwa temanya adalah bayi manusia yang terdampar di negeri para hewan. Binatang-binatang kebingungan karena belum pernah melihat manusia, kemudian bersama merawatnya. 
| |
|