Blog EntrySoal Royalti dan Laporan PenjualanDec 17, '07 8:03 PM
for everyone
Royalti yang ditetapkan penerbit buku berbeda-beda. Tidak semua
penerbit menentukan 10% -- yang jamak diketahui kalangan penulis. Ada
yang 7, 8, diambil dari harga netto, atau bahkan berkala: misalnya
jika buku tersebut laris, maka cetakan berikutnya persentase royalti
dinaikkan dari sembilan menjadi sepuluh persen. Beberapa penerbit
(beberapa berarti sedikit, berdasarkan pengalaman saya)
memberikan uang muka. Oleh sebab itu, kita perlu mengetahui dan
mempelajari kebijakan penerbit sebelum memutuskan mengajukan naskah.
Ketika penerbit memberikan contoh surat perjanjian, baca pasal demi
pasal dan tanyakan setiap butir yang kurang jelas.

Periode pembayaran royalti pun berlainan. Ada yang empat bulan sekali,
ada juga yang enam bulan sekali. Laporan penjualan akan menunjukkan
jumlah eksemplar yang dicetak, yang laku, serta perhitungan perolehan
royalti penulis. Penerbit tertentu bahkan mencantumkan toko atau agen,
berikut item lain seperti pajak pendapatan terhadap penulis.

Karena laporan penjualan melalui pos biasanya agak lama, sebaiknya
minta pengiriman via fax. Usahakan mencari wartel, bila rumah kita
tidak dilengkapi mesin fax. Hindari sedapat mungkin menerima fax
laporan tersebut di kantor. Kita tidak ingin rahasia dalam negeri
diketahui rekan kerja atau atasan, bukan?

Satu poin lagi, tidak ada cara untuk mengetahui kebenaran isi laporan.
Hubungan penulis dengan penerbit benar-benar berlandaskan kepercayaan.
Apabila ragu menerbitkan di suatu badan (walaupun meyakini selentingan
mentah-mentah sangat tidak dianjurkan), sebaiknya kita tidak
bekerjasama dengan penerbit tersebut daripada dihantui rasa curiga dan
prasangka buruk (yang kadang-kadang belum tentu benar, tapi sukar
dibuktikan).

Semoga uraian singkat ini bermanfaat.

sumber foto: cover asli Remains of the Day, dari wikipedia





20 CommentsChronological   Reverse   Threaded
ferryzanzad wrote on Dec 17, '07
Pengalaman saya mbak; salah satu pengikat kita ke penerbit tertentu adalah bagusnya sistem royalty. Masalah kepercayaan......
themoststubb wrote on Dec 17, '07
ini juga bermanfaat... makasih ya mbak...
rinurbad wrote on Dec 17, '07
Mas Ferry, bagus saya artikan lancar. Kadang ada hal-hal lain yang perlu dimaklumi, sejauh terjalin keterbukaan dalam komunikasi.
Nisa, alhamdulillah. Terima kasih kembali.
shrie wrote on Dec 17, '07
Wah , buku WRm di salah satu penerbit hingga saat ini belum di bayar royalti :(. Memang sih mereka bayar di muka tapi... over 1 tahun nggak ada laporan *sigh*
akunovi wrote on Dec 17, '07
percaya aja, deh, hehehe :D
lagian baru punya 1 surat perjanjian, itu juga nulis ulang, hehe...
emang enaknya nerbitin sendiri... :D
kapan ya? ;)
nadnuts wrote on Dec 17, '07
Semoga uraian singkat ini bermanfaat.
Alhamdulillah, insya Allah bermanfaat :D

Thanks ya, rin...
adisubiyanto wrote on Dec 17, '07
sip, tenan lah!
Ada tambahan wawasan yang positif nih. Nanti kalau ada masalah yang aneh-aneh dengan penerbit, saya akan konsultasi dg mbak Rinurbad aja, ya? Oke?

Adi--FLP Surabaya
ichenzr wrote on Dec 17, '07
Bermanfaat sekaliiii.....tq ya say :)
siapa tauu nanti akan mengalami menerima royali hehe :)
ryutri wrote on Dec 17, '07
sangat bermanfaat!
rinurbad wrote on Dec 17, '07
Mbak Shrie, sudah coba dikontak? Pake surat resmi barangkali?
Nopi, surat perjanjian apa hayoo..
Nad, Mas Adi, Ichen, Ryu, alhamdulillah. Terima kasih sudah membaca.
Mas Adi, monggo..saya coba bantu sebisanya.
Ichen, yakinlah..akan mencicipi royalti. Pede aja, ok?
iwok wrote on Dec 18, '07
betul! Sistem kepercayaan harus kuat antara kedua belah pihak. Tentunya agar semua terus berjalan lancar ya? Kalo memang kita nggak percaya, ya jangan kirim naskah ke penerbit itu. Hehehe
rinurbad wrote on Dec 18, '07
Betul, Kang. Yang yakin-yakin aja:-)
popeyeq wrote on Jan 29
aduh mbak saya sekarang sedang menyiapkan naskah untuk diterbitkan
seapes apesnya saya berapa royalti yg saya terima
dan berapa lama saya menerima royalti mulai naskah saya diterima(paling cepat)
dan kira kiraberapa sih uang muka yg diterima jika naskah akan diterbitkan
rinurbad wrote on Jan 29
Saya nggak bisa menjawab, karena semua relatif. Tergantung penerbit, aturannya kan lain-lain. Belum tentu semua penerbit kasih uang muka.
arynsis wrote on Jan 30
yang jelas, royalti baru terasa kalau bukunya nggak cuma satu atau kalau buku kita menjadi best seller, laku 3000 exp per bulan misalnya. Tapi umumnya, sekali cetak buku perlu waktu setahun habisnya, itu sebabnya harus punya minimal 10 judul di pasaran agar pemasukan tahunan cukup besar. he he he. hayo nulis lagi!
rinurbad wrote on Jan 30
Hahaha..3 ribu eksemplar dalam sebulan, ajaib kali ya, Mbak:-)
rumahkerudungaliyah wrote on Feb 21
Assalamu'alaikum wr wb, alhamdulillah minggu kmaren naskah buku saya dikontrak 6 seri kata penerbitnya. tapi saya sudah ditawari honor per serinya sekian sekian begitu. dan mereka sama sekali tidak menyebutkan royalty, apa memang beberapa penerbit begitu jg ya mbak rinurbad?lalu apa saya bisa kira2 melihat contoh surat kontrak yang mbak punya untuk membandingkan :)? makasih
rinurbad wrote on Feb 21
Waalaikumsalam wr.wb. Mbak, pertama-tama selamat untuk bukunya. Berarti penerbit menerapkan sistem beli putus. Bila Mbak merasa berkeberatan, silakan ditanyakan kembali. Tentunya jika transaksi belum terjadi.
Maaf, kontrak penerbitan saya semua dalam hardcopy dan konfidensial. Tetapi tiap penerbit mempunyai aturan sendiri dalam hal ini
rumahkerudungaliyah wrote on Feb 24
Terima kasih mbak. oo gitu ya :).terima kasih ya mbak atas infonya
rinurbad wrote on Feb 24
Sama-sama. Sukses ya Mbak, semoga tidak kapok menulis terus:)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help