Sewaktu singgah di Gunung Agung Merdeka tempo hari, saya sempat jalan-jalan mengitari rak demi rak. Senyum sendiri melihat Virgin Mary yang mejeng di dekat pintu masuk, kemudian berkeliling. Saking asyiknya, diomelin Mas Agus karena nggak denger suara telepon yang dibenamkan ke dalam saku jeans.
Kejutan! Kumpulan cerpen terbitan Darussalam ini masih nangkring di rak novel. Ada beberapa eksemplar. Senang juga mendapatinya.
Cerpen Jodoh Jelita bertema perkawinan, seperti judulnya. Jelita adalah nama seorang gadis yang mapan dan dianggap sudah cukup umur untuk menikah, namun malah dilangkahi adiknya. Alih-alih meledek, sang adik justru berusaha membuat Jelita tidak minder dengan statusnya karena masyarakat sekitar sudah terlalu sering mendesak dengan aneka pertanyaan. Hubungan kakak-adik ini pula yang coba saya rangkum dalam sebuah potret manis, tidak melulu menguarkan hawa persaingan di kalangan saudara sesama jenis.