 Petualangan saya di dunia komik independen berawal pada tahun 2005. Browsing dan berkomunikasi dengan seorang penggagas komik strip indie, Wisnoe Lee, yang kemudian berkembang pada kerjasama penulisan cerita. Saya ingat betul saat itu belum bergabung dengan milis perkomikan yang senantiasa riuh.
Dengan konsep dasar Mas Wisnoe, saya menulis naskah komiknya. Menggelikan juga permulaannya. Saya kasih contoh 7 halaman dulu karena nggak pede, dan dibilang kependekan. Lalu saya diberi kesempatan kedua, serabutan memanjangkannya. Heboh deh, karena bolak-balik ke warnet di komplek seberang untuk mengirimkannya via email. Saat itu beliau belum sesibuk sekarang dan masih bisa dikontak melalui SMS pula.
Di situ saya merasakan 'keuntungan' suka nonton film action. Walaupun ada bumbu dramanya juga, ide utama Namaku Bram adalah action. Saya lupa siapa yang menyematkan judul:p tetapi Bram merupakan sosok seorang pemuda yang menyukai Bruce Lee dan ingin melawan kesewenang-wenangan preman. Saya sangat menikmati proses penulisannya hingga berkembang menjadi seratusan halaman dalam tempo seminggu. Mungkin karena pada dasarnya saya kurang ahli membuat deskripsi, sedangkan format naskah komik terbilang singkat dan bermuatan banyak dialog. Seluruh sumber daya saya kerahkan sebagai referensi. Bahkan teori penulisan naskah komik dari sebuah studio di Bandung sampai lecek karena saya buka-buka untuk memastikan bahwa panel yang ini dizoom sekian, tampak belakang, VCU, atau BCU, atau malah LS.
Namaku Bram tamat dalam sepuluh episode. Yang pertama diolah oleh Jagoan Studio, disulap menjadi 'Blacan'. Rel ceritanya jauh berbeda, tapi merangkum intisari skenario komik saya. Pengalaman ini menjadi bekal kala berkecimpung di penulisan komik selanjutnya. 
 | Wuihhh... Rini, jagoan komik juga... _^ |
 | Haha, Rani..jagoan komik itu nama penerbit komik ini..hihihi..nuhun, Ran. |
 | oh... nama penerbit ya... baru tahu Riiiin... beneran ^_^ sip, terus berkarya ya... |
 | Makasih, Ran. Iya, penerbit ini di Jakarta. Masih baru memang. |
| |
|