Blog EntrySepotong Pengalaman PenjurianDec 27, '07 7:07 PM
for everyone
Pada suatu ketika, saya menjadi anggota sebuah tim juri lomba cerpen.
Timnya kecil saja. Kami berkoordinasi sesekali, namun lebih pada
pemeriksaan kelengkapan rekapitulasi naskah, pengelompokan berdasarkan
skor, dan mengabaikan biodata sejauh mungkin. Bahkan arsip biodata
diletakkan terpisah, kalau perlu dihide dalam komputer.

Saat itu saya menyelesaikan penilaian lebih dahulu. File hasil disetor
kepada kepala tim, tetapi tidak langsung dibukanya. Anggota tim lain
diharapkan menyerahkan bersamaan pada waktu yang ditentukan. Penilaian
yang telah saya buat tidak ditembuskan kepada sesama juri dan panitia
lomba supaya tidak mempengaruhi pendapat mereka. Dengan alasan yang
sama, ketua tim juri baru membuka file tersebut setelah ia selesai
membaca keseluruhan naskah. Oleh sebab itu, saya diwanti-wanti untuk
tidak menghapus file naskah peserta berikut penjurian kalau-kalau ada
kerusakan teknis saat ia mengakses daftar yang saya kirimkan
sebelumnya.

Diskusi berlangsung lancar. Setelah keputusan mengenai juara satu dan
seterusnya diambil, ketua tim menceritakan sebuah pengalamannya. Ia
pernah teledor menembuskan hasil penjurian suatu lomba kepada panitia
dan salah satu anggota panitia itu membocorkannya pada peserta.

Peristiwa yang sudah lama berselang ini senantiasa saya camkan,
terutama dalam penjurian tertutup. Lain dengan lomba yang melibatkan
peserta atau anggota milisnya untuk turut menilai, seperti Ajang
Cerpen Escaeva tahun lalu dan beberapa lomba di milis Apsas.


Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help