Blog EntryMempertanyakan Profesionalisme PenerbitFeb 3, '08 5:32 AM
for everyone
Masalah yang sudah sering mengemuka ini dibahas di milis
Escaevabookclub beberapa hari ke belakang. Saya mengutip tanggapan mas
Didik, Managing Editor Penerbit Escaeva, sebagai berikut:

'Usahakan mendapatkan beberapa informasi dari beberapa
orang, jangan cuma satu supaya tidak bias.'

Saya setuju dengan pendapat beliau. Sekarang ini informasi berlimpah dan
kita harus pandai-pandai memilahnya.

Masih ada saja penulis yang khawatir karena penerbitnya tidak punya
situs web, misalnya, atau menggunakan alamat email berdomain gratisan
dan/atau hanya menerima naskah via email.

Menurut pengalaman saya, profesional atau tidaknya sebuah penerbit tak
ada hubungannya dengan itu semua. Soal web, contohnya.
Ada sebuah penerbit yang lumayan top dan punya situs web, tapi tak
pernah diupdate. Bahkan link Contact Us-nya pun broken.

Kemudian account email berdomain gratis ada keuntungannya, yakni kapasitas
yang relatif lebih besar. Bayangkan jika pakai account perusahaan,
tapi jarang dicek karena kesibukan editor/redaksi sementara naskah
yang menyerbu inbox tak henti-henti. Pengirim naskah bisa kecewa
karena over kuota. Kondisi seperti ini pernah membuat saya kapok
ngirim ke email sebuah majalah ibukota, karena terjadi lebih dari satu
kali.

Demikian pula naskah via email, yang buat saya pribadi menguntungkan.
Selama ini saya berurusan dengan penerbit via email, nggak pernah ada
masalah.

Tapi kembali lagi, semuanya serba relatif. Istilah gaulnya,
jodoh-jodohan. Bukan berarti yang nerima naskah print-out itu tidak
profesional, dan memang ada penerbit gadungan yang mengumpan pakai
email. Berbekal pengalaman dan kewaspadaan yang proporsional,
insyaAllah bisa terhindar dari hal-hal yang tak dikehendaki.
Ringkasnya sih, kalau Anda percaya, teruskan. Jika ragu-ragu, jangan.

sumber foto: sxc.hu


10 CommentsChronological   Reverse   Threaded
ferryzanzad wrote on Feb 3
Lihat sliwar-sliwernya di milis.
Makasih mbak....
rinurbad wrote on Feb 3
Sama-sama, Mas Ferry.
bukumurmer wrote on Feb 3
just follow ur heart...
itu prinsipku skrg, kalo hati dah gak sreg, ya jangan dijalanin ;D
igloodesigndecor wrote on Feb 3
wah aku selalu kirim berupa print out tuh mbak suka kuatir kalo pake email.....
rinurbad wrote on Feb 3
Nad, c'est exactement ca. Tak ada paksaan, semua boleh berpendapat sesuai pendirian masing-masing.
Bang Timmy, ya ndak apa-apa. Kan pertimbangan setiap orang lain-lain. Aku pribadi makin mantap untuk ber-email ria setelah seorang teman editor cerita, dia bingung mau diapakan naskah print out yang ditolak. Mau dibuang, riskan. Aku sendiri pernah dapat berkas order dari penerbit yang diprint di balik kertas naskah kiriman orang, hehehe.. lumayan ada penyegaran, bisa baca-baca di sela kerja.
quavi wrote on Feb 4
mungkin kalo uda kenal ma editornya ato uda perna diterima di pernerbit yang bersangkutan lewat email lebih gampang, lagian nggak bakal takut kalo kecolongan. tapi menurutku kalo penerbit yang baru yang kita belum kenal, mending lewat printout aja...

menurutku sih mba...
adimarhaen wrote on Feb 4
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

rinurbad wrote on Feb 4
Mbak Lia, boleh juga kok seperti itu. Sah-sah aja:)
Wah, Mas Adi. Beruang yang lucu.. je vous remercie beaucoup:-)
mayssari wrote on Feb 4
Mbak, SELAMAT ULANG TAHUN ya..........
HAPPY B"DAY
Semoga Allah semakin melimpahkan dan menjaga bakat yang dimiliki Mbak Nurul
dikaruniai kesehatan dan rizqi, kebahagiaan serta keistiqomahan untuk menjaga berkah NYA....
AMIN....
rinurbad wrote on Feb 4
Amin..makasih, Mbak.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help