Blog EntryKami dan Buku di Hari Minggu MalamFeb 4, '08 9:21 PM
for everyone
Saya ketiduran menunggu Mas Agus pulang rapat RT malam itu. Sekitar
jam sepuluh, saya mendapatinya duduk di sebelah tempat tidur
membuka-buka halaman sebuah buku yang belum saya tuntaskan dengan
kening berkerut dalam.

"Editingnya nggak berfungsi, nih," ia berkata. "Masa' salah ketik
dibiarin aja? Hal-hal yang mendasar mestinya dikasihtahu ke penulis."

Pendapat Mas Agus tak bisa disalahkan. Salah ketik dalam novel itu
bertaburan dan cukup mengganggu. 'anda' dan 'dating' termasuk di
antaranya. Kemudian kami membahas lebih jauh buku karangan seorang
penulis anak yang pernah diwawancarai sebuah media cetak ibukota
tersebut.

Kami sepakat bahwa fantasi yang dikisahkan penulis cilik ini kurang
natural, bahkan bisa disebut 'bentukan'. Saya pernah membaca cerpen
karya anak-anak, antara lain di Kompas Minggu, dan nuansa polosnya
amat terasa. Dalam novel yang kami hadapi, penulis berusaha untuk
canggih dan nampaknya banyak terpengaruh oleh tontonan. Bukan bacaan.

Sangat disayangkan, logika cerita terkesan lemah. Saya teringat
obrolan dengan seorang sahabat perihal kawan editor yang sangat
teliti. Ia melontarkan pertanyaan, "Apakah anak SD sudah bisa berpikir
sejauh itu? Anak umur berapa yang mampu berbuat A dan B seperti ini?"

Mungkin editor novel fantasi anak yang kami baca ini tidak sampai
hati, khawatir melemahkan semangat kreatif si penulis. Namun, meminjam
kata Nanny Stella dalam episode Nanny 911 hari Minggu kemarin, ada
sesuatu yang disebut 'tough love'. Alangkah baiknya bila penulis cilik
ini mengetahui kekurangannya sejak awal dan menggunakannya sebagai
dasar untuk membangun karya yang lebih bagus. Tentu saja kritik yang
disampaikan dengan mengenakkan hati, tidak memojokkan apalagi
menyerang secara pribadi.

Saya teringat pengalaman lain dengan seorang penulis yang
sungguh-sungguh meminta masukan. Yang saya katakan tidak banyak, hanya
agar ia lebih banyak membaca karya sejenis dengan tema yang digarapnya
supaya semakin matang karena sebelumnya ia menekuni bidang penulisan
yang berbeda sama sekali. Reaksinya sungguh menyenangkan.
Tidak setiap hari kita bertemu dengan
penulis yang mau menerima kritik, penulis yang mendorong saya untuk
menyusun umpan balik agar kian 'berterima' (pinjam istilah Mas Agus)
di hati yang bersangkutan.


htanzil wrote on Feb 4
Kalau tak salah Mbak Rini ultah hari ini kan?
Met Ultah ya...God Bless You !!!
rinurbad wrote on Feb 4
Betul, Kang Tanzil. Thank you:-)
run2top wrote on Feb 5
asyik ya membahas buku bareng2
rinurbad wrote on Feb 5
Iya, Ran. kadang jadi berantem juga tuh, adu pendapat:)
run2top wrote on Feb 5
hihihi... kan biar rame...
rinurbad wrote on Feb 5
Rame pisan, Ran, suka bawa ego jurusan masing-masing:)
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help