 Saya ketiduran menunggu Mas Agus pulang rapat RT malam itu. Sekitar jam sepuluh, saya mendapatinya duduk di sebelah tempat tidur membuka-buka halaman sebuah buku yang belum saya tuntaskan dengan kening berkerut dalam.
"Editingnya nggak berfungsi, nih," ia berkata. "Masa' salah ketik dibiarin aja? Hal-hal yang mendasar mestinya dikasihtahu ke penulis."
Pendapat Mas Agus tak bisa disalahkan. Salah ketik dalam novel itu bertaburan dan cukup mengganggu. 'anda' dan 'dating' termasuk di antaranya. Kemudian kami membahas lebih jauh buku karangan seorang penulis anak yang pernah diwawancarai sebuah media cetak ibukota tersebut.
Kami sepakat bahwa fantasi yang dikisahkan penulis cilik ini kurang natural, bahkan bisa disebut 'bentukan'. Saya pernah membaca cerpen karya anak-anak, antara lain di Kompas Minggu, dan nuansa polosnya amat terasa. Dalam novel yang kami hadapi, penulis berusaha untuk canggih dan nampaknya banyak terpengaruh oleh tontonan. Bukan bacaan.
Sangat disayangkan, logika cerita terkesan lemah. Saya teringat obrolan dengan seorang sahabat perihal kawan editor yang sangat teliti. Ia melontarkan pertanyaan, "Apakah anak SD sudah bisa berpikir sejauh itu? Anak umur berapa yang mampu berbuat A dan B seperti ini?"
Mungkin editor novel fantasi anak yang kami baca ini tidak sampai hati, khawatir melemahkan semangat kreatif si penulis. Namun, meminjam kata Nanny Stella dalam episode Nanny 911 hari Minggu kemarin, ada sesuatu yang disebut 'tough love'. Alangkah baiknya bila penulis cilik ini mengetahui kekurangannya sejak awal dan menggunakannya sebagai dasar untuk membangun karya yang lebih bagus. Tentu saja kritik yang disampaikan dengan mengenakkan hati, tidak memojokkan apalagi menyerang secara pribadi.
Saya teringat pengalaman lain dengan seorang penulis yang sungguh-sungguh meminta masukan. Yang saya katakan tidak banyak, hanya agar ia lebih banyak membaca karya sejenis dengan tema yang digarapnya supaya semakin matang karena sebelumnya ia menekuni bidang penulisan yang berbeda sama sekali. Reaksinya sungguh menyenangkan. Tidak setiap hari kita bertemu dengan penulis yang mau menerima kritik, penulis yang mendorong saya untuk menyusun umpan balik agar kian 'berterima' (pinjam istilah Mas Agus) di hati yang bersangkutan. 
 | Kalau tak salah Mbak Rini ultah hari ini kan? Met Ultah ya...God Bless You !!! |
 | Betul, Kang Tanzil. Thank you:-) |
 | asyik ya membahas buku bareng2 |
 | Iya, Ran. kadang jadi berantem juga tuh, adu pendapat:) |
 | hihihi... kan biar rame... |
 | Rame pisan, Ran, suka bawa ego jurusan masing-masing:) |
| |
|