Membicarakan Alexandre Dumas tidak lengkap jika tidak membahas putranya yang satu ini. Alexandre Dumas, fils (junior) lahir dari hubungan gelap sang novelis dengan seorang penjahit bernama Marie-Laure-Catherine Labay. Ia diakui sang ayah pada umur 7 tahun dan hukum waktu itu memperkenankan Dumas senior mengambil si kecil dari ibunya. Kesedihan tersebut mengilhami Dumas junior untuk menciptakan karakter wanita bernasib malang dalam karya-karyanya. Bahkan dalam naskah drama berjudul Le fils naturel (The Illegitimate Son), ia mengemukakan opini bahwa pria yang mempunyai keturunan di luar nikah berkewajiban mengakui anaknya secara hukum dan memperistri kekasih gelapnya.
Tahun 1844, Dumas junior pindah ke Saint-Germain-en-Laye dan menetap di sana bersama ayahnya. Ia berjumpa Marie Duplessis, seorang wanita penghibur, yang menginspirasinya menulis novel romantis La dame aux camélias (The Lady of the Camellias). Novel ini diadaptasi ke dalam drama dengan judul bahasa Inggris Camille dan menjadi landasan opera Verdi, La Traviata, pada tahun 1853. Camille sukses besar meski Dumas junior mengaku mengadaptasinya lantaran butuh uang.
Pada tahun 1874, ia diterima di Académie française dan memperoleh penghargaan Légion d'honneur dua puluh tahun setelahnya.
Alexandre Dumas fils meninggal pada usia 71 tahun dan dimakamkan di Cimetière de Montmartre, Paris. Secara kebetulan, kuburannya hanya berjarak seratus meter dengan Marie Duplessis.