 Nama asli pengarang The Count of Monte Cristo (Le Comte de Monte-Cristo) ini adalah Dumas Davy de la Pailleterie. Alexandre Dumas, père (dalam bahasa Inggris berarti Senior), demikian ia dikenal, lahir tanggal 24 Juli 1802 di desa Villers-Cotterêts, sebelah timur laut Paris. Ia kerap dilecehkan karena neneknya dari pihak ayah adalah mantan budak dan berdarah Afro-Karibia.
Walaupun masa kecilnya sulit akibat kemiskinan, Dumas sukses sebagai penulis naskah drama dan novelis pada tahun 1840-an. Ibunya tak mampu memberikan pendidikan yang cukup baik namun minat bacanya tak terbendung. Dumas membaca apa saja sebisa mungkin. Ketika berumur 20 tahun, ia dan ibunya pindah ke Paris. Berkat koneksi sang ayah, yang petinggi militer, Dumas muda memperoleh pekerjaan di kantor duc d'Orléans. Di sela pekerjaannya, ia mulai menulis artikel untuk majalah dan naskah teater.
Tahun 1840, naskah keduanya yang berjudul Christine meraih sukses besar sehingga Dumas dapat sepenuhnya menjadi penulis. Setelah menulis banyak naskah teater yang mendapat sambutan baik, barulah ia beralih pada novel. Cerdiknya, pria yang bergaya hidup besar pasak daripada tiang ini menulis ulang salah satu naskah drama menjadi novel serial perdananya. Ini dilakukan Dumas setelah melihat tingginya permintaan surat kabar terhadap cerita bersambung.
Dalam berkarya, ia banyak dibantu orang lain. Salah satunya, Auguste Maquet. Maquet-lah yang mengkonsep plot The Count of Monte Cristo dan berkontribusi dalam The Three Musketeers (Les Trois Mousquetaires),serta sekuelnya. Saat bekerja, Maquet mengajukan plot dan menulis draft sedangkan Dumas menambahkan detil, dialog dan bab-bab akhir.
Pada tahun 1851, Dumas melarikan diri ke Brussel untuk menghindari penagih utang. Ia melakukan perjalanan ke Rusia dan menjadi terkenal di sana. Toh, sikap orang-orang yang rasis tidak berubah. Bahkan lama setelah ia berpulang di Puys, tanggal 5 Desember 1870.
Karya terakhir penulis roman tentang Marie-Antoinette ini baru dipublikasikan tahun 2005. Judulnya Le Chevalier de Sainte-Hermine (The Knight of Sainte-Hermine). Novel yang diterbitkan secara berseri ini hampir rampung menjelang kematian Dumas. Kisahnya menyangkut Perang Trafalgar dan menjelaskan penyebab wafatnya Lord Nelson. Dua setengah bab terakhir ditulis oleh murid Dumas, Claude Schopp, yang mengambil sumber dari catatan awal sang pengarang.
Tanggal 30 November 2002, President Jacques Chirac memerintahkan makam Dumas dipindahkan dari tempat kelahirannya ke Panthéon of Paris bersama orang-orang berprestasi gemilang lain. Dalam upacara yang diliput televisi itu, peti mati sang penulis yang dilapisi kain beludru biru digotong oleh empat pria berkostum Musketeers. Penghormatan ini dilakukan mengingat karya Alexandre Dumas paling banyak dibaca orang dibandingkan penulis Prancis terkemuka lainnya. Buah penanya diterjemahkan dalam hampir 100 bahasa dan menginspirasi lebih dari 200 film (termasuk The Man in the Iron Mask).
Kediamannya, le Château de Monte Cristo, di luar Paris telah direstorasi dan dibuka untuk umum.
sumber: wikipedia

 | wah ternyata ini toh foto org yg beberapa karyanya sdh saya baca.. dan saya suka.. :-) Thanks for sharing ya mbak... |
 | Sama-sama, Mbak:) Saya juga suka fotonya. Berwibawa. |
 | Dumas...Dumas, ternyata gemuk ya. padahal kubayangkan mudanya kayak Leonardo diCaprio dan dewasanya Liam Neeson. Hihihi itu sih bayanganku untuk karakter-karakter bukunya:) Love his books, love the films too. |
 | aku baca The Count of Monte Cristo pertama waktu sma, kemudian baca lagi saat kuliah, ini salah satu buku paling berkesan, bukan karena balas dendamnya tapi perjuangannya itu lho..lalu dibikin kecewa ama filmnya yg memangkas banyak hal. btw, bukunya punya tanteku dan sampe sekarang aku nggak punya. ada ide Rin ? aku udah ubek2 toko buku termasuk palasari.. |
 | Hahaha, Mbak Ai, menurutku fotonya sesuai dengan darah campuran yang dia miliki. Mbak Echy, nanti aku kabarin kalo jalan-jalan dan nemu buku itu:) |
 | Terima kasih. Kapan-kapan saya tengok ke sana. |
| |
|