Bila penyedia jasa service (komputer atau ponsel khususnya) dianggap sengaja mencicil perbaikan agar dipanggil lagi, itu salah besar. Tidak jarang trouble yang terjadi sebenarnya dapat ditangani sendiri alias sudah diketahui penyebabnya.
Tiga hari yang lalu, saya dihubungi klien masalah komputernya yang mendadak ngaco. Terakhir saya cek, memang lambatnya super parah. Waktu itu masih bisa bergurau, "Pentium 3-nya udah rontok kali, tinggal Pentium 0,5." Jawabannya klise, virus yang ngendon lama dan perlu ditumpas segera.
Klien mengadu bahwa ada seseorang di lingkungan dekatnya main tancap Harddisk eksternal yang memang sudah error dan naga-naganya menularkan virus ganas. Kasihan, sih, namun saya gregetan juga. Setelah menghitung sampai dua puluh agar intonasi tidak membuat urat leher menyobek kerongkongan, saya menegaskan untuk kesekian kalinya bahwa komputer ber-network harus selalu diproteksi anti virus. Masing-masing, dan tak ada alasan untuk males update.
Ngubek-ubek Google sampai kepala nyaris botak, nggak ada tuh jalan keluar untuk jenis sindromnya. Mau tidak mau harus diformat.
Kalau setelah ini masih ogah ngurus antivirus, entah deh..
Ganti ke Linux aja teh. Aku tiap kali ke warnet trus nyolokin USB, pas pulang dan kulihat di laptop ternyata ada banyak file bonus. Tapi karena di Linux, file2 tersebut gak berdaya.