Dalam beberapa hari ini, saya mendapat berbagai kabar. Sebuah draft
dinyatakan tidak sesuai dengan sebuah penerbitan cukup ternama,
setelah menanti hampir empat bulan lamanya. Tidak mengejutkan kendati
ini penolakan ke-4 (atau ke-5?). Naskah fiksi memang harus menembus
seleksi ekstra di tengah pertarungan bisnis penerbitan yang dihimpit
kenaikan harga kertas sekarang ini. Saya akan merombaknya sedikit nanti,
sambil memikirkan penerbit lain yang dirasa cocok untuk itu.
Sementara itu, sebuah draft lain di-acc setelah melalui empat kali
revisi. Sebuah kenikmatan tersendiri untuk saya yang tergolong kurang
sabaran ini, ditambah genrenya yang jarang saya sentuh. Saya diminta
melanjutkan ke tulisan berikut, namun..filenya hilang. Dasar pikun
dimakan sendiri:p, syukurlah penyeleksi masih menyimpan arsip arahan
terakhir dan mengirimkan kembali ke email saya.
Kepikunan belum berakhir. Saat teman-teman Blogfammers heboh oleh
pengumuman Komedi Cinta 2
Gradien-
Blogfam kemarin, saya masih sibuk
mengingat judul cerpen yang diikutsertakan waktu itu.
Kang Iwok-lah
yang menyegarkan kembali memori sekaligus menyampaikan bahwa cerpen
saya lolos seleksi. Alhamdulillah, setelah tersungkur di
Komcin 1. Terima kasih pada pihak panitia dan kawan-kawan yang memberi
semangat selama ini. Untuk pertama kalinya, saya satu buku dengan
penulis komedi favorit saya (yang dodol bangets):
Jeng Dedew.
sumber foto: sxc.hu