Rini's posts with tag: anak-anak

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag anak-anak
Blog EntryVitalitasMay 17, '08 8:38 PM
for everyone
Suatu hari saya menemani si Tengah nonton TV. Waktu itu tayangan di
sebuah saluran mengangkat tema Mitos Bebek Menunjang Vitalitas.

Jujur aja, saya sering geli sendiri karena ingat dalam konteks apa
kata 'vital' diperkenalkan dahulu. Mendadak si Tengah bertanya,
"Vitalitas itu apa, Tante?"

Glek. Saya berpikir sejenak. "Tenaga."

Adegan pertama menerangkan sejelas-jelasnya maksud tema tayangan itu.
Suami-istri makan bersama, menyantap hidangan serba bebek. Terakhir si
suami meneguk madu campur telur bebek. Kemudian mereka bergandengan
dan bilang, "Yuk."
Saya melirik si Tengah. Biar gimanapun dia sudah remaja dan dapat
pendidikan seks dari sekolah. "Kamu ngerti apa maksudnya yang tadi?"

"Yap," ia mengangguk.
Syukurlah dia tak terus membahas, malah tertarik pada adegan seorang
reporter mengejar bebek dan berusaha menangkapnya di sawah. "Aku mau
jadi reporter kayak gitu!" katanya penuh semangat.

"Boleh," saya mendukung. Malah saya teringat janji yang sudah lama
belum dipenuhi, memperlihatkan buku nikah. Dasar pikooon:p


Blog EntryBacaan Baru dari NunikMay 16, '08 2:39 AM
for everyone
Alhamdulillah, kegembiraan datang susul-menyusul. Siang ini saya
menerima kiriman dari Nunik, buku 40 Kisah Pengantar Anak Tidur
terbitan GIP. Makasih ya, Mama Rexy.

Karena untuk mengantar tidur, fotonya di atas bantal (seperti
biasa:p). Saya tergolong balita (bawah lima puluh tahun)
yang doyan baca sebelum tidur, hehehe..


Blog EntryMenikmati Novel Anak LagiMay 13, '08 5:47 AM
for everyone
Insomnia saya masih berlanjut. Tadi malam, saya terjaga dari jam dua
belas sampai sekitar setengah tiga pagi. Sambil mengisi perut yang
mendadak kruyukan, saya membaca sebuah novel anak koleksi masa SD.
'Liburan di Peternakan Cherry' karya Enid Blyton, terbitan 1986.

Nggak pernah bosan menyimak uraian Tammylan mengenai kehidupan satwa
di alam terbuka. Cara-caranya menyesuaikan diri dengan flora dan
fauna. Pengetahuannya yang luas perihal aneka hewan. Dan yang selalu
saya ingat, gerakan dan suara sangat perlahan agar binatang-binatang
tidak kaget.

Wilayah kediaman kami tergolong sunyi sepi. Para ibu dan ayah rajin
mendiamkan anak mereka bila sedang rewel. Apakah karena itu
para belalang, capung, lintah, congcorang, rama-rama, kepik, kumbang,
ulat bulu, tikus, merpati, burung hantu, kaki seribu, tonggeret, dan
kawanannya betah berada di sekeliling rumah? Dalam novel ini,
diterangkan juga soal penglihatan dan pendengaran yang tajam jika
terbiasa berinteraksi dengan hewan. Apakah karena itu jugakah saya
mudah mendapati seekor ulat bulu yang hitam legam di atas karpet biru
gelap kami di ruang tengah sebelum terinjak?

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryMulai Baca dan Nulis LagiMay 12, '08 7:37 PM
for everyone
Saya memutuskan untuk menjemput pulang beberapa buku anak yang tadinya
hendak diwariskan kepada si Tengah dan si Bungsu. Mereka tak pernah
menyentuhnya lantaran, mungkin, sudah terlalu besar dan beralih minat.
Mengamati rak buku si Tengah yang nano-nano, saya tersenyum juga. Ada
Philophobia-nya Tessa Intanya, beberapa novel Sitta Karina, Zauri,
Upit Kejepit, buku nama bayi saya, Pacarku Tulalit, Dan Hujan Pun
Berhenti, Kambing Jantan, Fairish, Chicken Soup for the Teenagers
Soul, buku Dale Carnegie untuk remaja, Query Pita, Ayat-ayat Cinta,
berbaur dengan buku agama dan buku pendukung pelajaran yang bersampul warna-warni.

Sampai rumah, saya bernostalgia dengan Tamasya Panci Ajaib karangan
Edith Unnerstad. Lumayan, memanaskan otak yang sempat mogok diajak
baca kemarin-marin. Minggu malam saya bahkan menuntaskan baca
Interlude-Jeda. Sebuah pertanda baik.

Saat meneruskan tulisan fiksi yang baru 6 halaman, saya terpaku
sejenak. Ketahuanlah sebab kelambatan prosesnya. Saya asyik
mengutak-atik tema besar yang memang banyak cabang untuk dikembangkan.
Seperti biasa, tak ada ide untuk sub plot. Semua konflik mengacu ke
pokok masalah itu. Kali ini saya tak mau mempermasalahkannya. Ada
beberapa novel, yang penulisnya saya kagumi, tetap menarik meski fokus
dari awal sampai akhir. Tak menjemukan. Jadi pede aja, deh.

sumber foto: sxc.hu


Blog EntrySelamat Datang, RizkiMay 1, '08 6:54 AM
for everyone
Pada tanggal 28 April lalu (pukul 20.36, jadi sudah masuk 29), lahir
seorang keponakan yang sudah lama saya tunggu. Seorang bayi laki-laki
yang sehat dan lucu, meskipun terbelit tali pusar. Beratnya 3,8 kg dan
panjang 52 cm.

Teteh, kakak sepupu saya, meminta saya menggendongnya. Ini pertama
kalinya saya menggendong bayi di bawah umur 6 bulan (melirik Nad).
Perasaan tenang hadir karena ibunya mempercayakan saya melihat dari
dekat bayi yang sangat kalem itu, tak pernah menangis ataupun rewel.
Sama dengan kakak-kakaknya.

Kakaknya nomor dua, Windi, wanti-wanti agar saya yang memberikan nama.
"Kan punya koleksi nama bayi," katanya. Saya sendiri tak ingat pernah
memberitahu keponakan yang termasuk paling dekat ini (karena sama-sama
anak nomor dua:p). Sejak lama memperhatikan dari kandungan ibunya,
saya mantap memberi nama si bungsu Muhammad Rizki. Simpel saja.
Teriring doa agar rizkinya senantiasa dimudahkan. Amin.

Saat menjenguk Rizki, saya tidak membawa digicam. Khawatir juga
memotret bayi umur sehari dengan blitz. Maka saya pampang foto
keluarganya saja, dalam pernikahan kakak tempo hari. Rizki masih
berada dalam perut waktu itu:)


Blog EntryBuku-buku Para KeponakanApr 20, '08 10:29 PM
for everyone
Tatkala menulis jurnal ini, saya teringat seorang keponakan di Jawa
Tengah. Ia pernah menghubungi saya untuk mengkonfirmasikan harga
Laskar Pelangi yang didapatinya di Semarang. Mengingat keponakan saya
ini bergerak di bidang pendidikan, ia merasa perlu membaca novel
tersebut.

Beberapa waktu kemudian, saya menanyakan kesan dan pendapatnya.
Jawabannya benar-benar di luar dugaan, "Baru dipegang aja, belum
dibaca." Gemes, deh. Minat bacanya memang bermasalah, kalah oleh
adiknya yang bekerja di bidang sejenis tetapi masih sempat menjenguk
perpustakaan terdekat.

Soal buku keponakan-keponakan, saya sering bertindak sebagai Tante
Galak. Saat si Tengah hendak ulangan umum dan mendadak kehilangan buku
pegangannya, saya biarkan ia mencari sendiri meski makan waktu
berjam-jam. Melihat buku si Bungsu - apalagi yang saya berikan -
tergeletak di lantai, saya langsung berseru, "Lima menit nggak
dirapikan, milik negara ya!" Maksudnya saya akan langsung mengambilnya
kembali dan takkan pernah memberinya lagi.

Si Bungsu tahu saya tidak main-main. Lucunya, setiap kali saya datang
ke rumahnya, ia memperlihatkan jejeran buku pemberian saya yang ditata
rapi. Perkembangan minat baca berpengaruh langsung pada prestasi
belajar mereka. Dalam rapor, tercantum poin-poin seperti Pemahaman dan
Membaca. Di situlah saya memperhatikan komentar guru mereka, bukan
sekadar angka.

sumber foto: sxc.hu


ReviewReviewReviewReviewAsyiknya Menulis CeritaApr 19, '08 9:31 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Other
Author:Celia Warren
SMS dari Nunik Utami pagi ini:
'Ya ampun, bukunya enaak bgt! Cakeeeep bgt! Seneng bgt bs jd penerjemah buku keren begini.'

http://nunikutami.multiply.com


Blog EntrySatu Malam Bersama si TengahApr 19, '08 9:25 AM
for everyone
Kalau sudah tergerak berbuat sesuatu, saya akan segera melakukannya.
Demikian pula si Tengah. Maghrib baru saja turun sempurna saat saya
dan Mas Agus mendengar suaranya di halaman, diantar omnya yang lain
dengan motor. Ia terpesona melihat lampu-lampu mobil yang melintasi
jalan tol dari teras rumah, sementara Mas Agus merapikan 'kantor'nya
agar si Tengah bisa duduk nikmat dan melakukan kegiatan favoritnya:
makan mi goreng.

Laptop saya matikan, buku-buku masuk kolong meja. Bukan karena takut
dipinjam, tapi agar saya dapat menyimak dan menanggapi obrolan si
Tengah dengan atensi penuh. Sewaktu kecil, bila saya atau Mas Agus
(juga orangtuanya) meleng, ia spontan bernyanyi, "Teu diwaro, teu
ngeunah hate
.." (Nggak dianggep, nggak enak hati)

Sambil mencicipi manisan belimbing dan kerupuk kampung (lupa namanya),
ia berbincang-bincang dan menanyakan segerobak hal. Mulai dari mengapa
kami menabur garam di ambang pintu sampai mendiskusikan cita-citanya
kelak. Saya tak tahan melawan kantuk kendati sempat menemaninya nonton
Indonesian Idol. Alhamdulillah, tak ada angin kencang atau hujan.
Masih bisa tergelak-gelak menyimak komentar si Tengah terhadap apa
saja yang muncul di layar kaca. Tentang Fedi Nuril yang rambutnya
belah tengah di iklan sebuah kartu GSM, 3 diva yang dikatainya
'tua-tua centil', juga soal gorila yang menurut saya lucu banget di
iklan sebuah operator.

Setelah tidur nyenyak sekali, si Tengah bangun dengan segar pagi
harinya dan melancarkan sejumlah celotehan lagi. Kalau sudah
berhadapan dengan hal-hal yang dipandangnya 'aneh' (karena tidak
biasa), sama sekali ia tak terlihat akan masuk SMA. Ia meminta saya
memegang congcorang untuk mengetahui apakah serangga itu menggigit,
melonjak gembira melihat merpati berjalan memasuki halaman kami, dan
burung kutilang yang melompat-lompat riang di kebun seberang. Matanya
membulat melihat tumpukan berkas Mas Agus dan mereka asyik
bercakap-cakap mengenai dunia kerja.

Sayang, ia harus pulang sebelum kangkung kesukaannya matang. Tak
apalah, meski kunjungan perdana ini singkat tapi si Tengah akan
kembali. Mungkin pasca ujian. Katanya ia berminat 'memanjat' gunung
yang nampak jelas puncaknya dari halaman samping rumah kami. Terima
kasih, Nak. Keberadaanmu tak hanya menceriakan, tetapi menerbitkan
ide-ide bagiku.


Blog EntryHari Keluarga Belum BerakhirApr 17, '08 8:32 PM
for everyone
Rangkaian acara pernikahan kakak belum benar-benar usai, tapi saya
sudah harus kembali mendampingi Mas Agus di rumah. Mama sudah berkutat
dengan tradisi 'mulang', yakni mengirimkan makanan kepada keluarga
dekat yang berhalangan hadir namun menitipkan angpau. Saat membahas
ini dengan seorang sahabat (yang tinggal di pedesaan seperti kami),
dia bilang kalau ikut 'aturan' lebih ribet lagi. Harus benar-benar
senilai. Ngado piring, dikasih piring juga. Makanya kasian anak
bungsu, karena mulangnya lebih banyak.

Namun bukan berarti saya sudah lepas total dari urusan keluarga. Kala
menjenguk para keponakan, mereka manyun mengetahui kami akan pulang.
Ngalah, deh, sebab telah berkali-kali kami menolak nginap. Bukan untuk
bersantai, tentu saja, tetapi memantau perkembangan anak-anak dengan
mengobrol. Seperti si Tengah yang penuh semangat mengatakan, "Tante
harus baca Ayat-ayat Cinta. Ulysses Moore juga rame banget! Trus
bukunya Sitta Karina rameee pisan!" Saya menjawab, "Jadi aku harus
baca yang mana dulu?" Dia tersenyum lebar. Senang sih melihat
keceriaannya di tengah rasa bete menghadapi UAN. Ia dan si Bungsu
menghadiahi saya pelukan. Si Tengah karena saya belikan All About Prom
Nite yang cocok dengan kegiatannya sebagai panitia prom nite nanti, si
Bungsu karena saya hadiahi buku terjemahan Asyiknya Menulis Laporan
sesuai tugas sekolah (busyet deh, kelas 1 SMP ada pelajaran
Pengembangan Diri segala). Ibunya pun saya belikan buku psikologi
Ketika Anak Remaja, yang langsung dinikmati dengan asyik.

Saya memberikan buku penuh ilustrasi itu lantaran memang diperlukan
oleh si Bungsu. Sebenarnya saya bertekad 'mengeluarkan' dia sedikit
demi sedikit dari dunia kanak-kanak yang begitu ia nikmati, dengan
memperkenalkan bacaan yang agak lebih berat. Tetapi rupanya ia ingat
pada Ulysses Moore dan bertanya, "Buku lanjutannya belum ada ya,
Tante?" Heheh..memang nggak boleh ngakalin anak:p

Gairah membaca si Tengah makin oke aja, sampai diskusi panjang lebar.
Rupanya ia ingin memiliki buku Kisah 25 Nabi. Catat deh..nggak ada
salahnya karena ia baru saja khatam Al Quran. Saya godain, "Kalau di
desa, kamu udah boleh dinikahin lho."
Makin seru setelah kumpul dengan keponakan perempuan terbesar sebelum
kembali ke kantor. Mereka menghendaki saya nginep lagi sih, tapi
pekerjaan benar-benar tak bisa ditunda. Si Bungsu dadah-dadah sampai
ribuan kali di hadapan guru ngajinya. Dalam perjalanan, sudah terasa
capek dan tak kuat kerja tadi malam. Tapi seperti kata Sara Henderson
dalam Chicken Soup for the Working Woman's Soul (halaman 25), 'Lama
sedikit dengan kehidupan dengan mereka sebelum mereka tumbuh besar dan
pergi. Memangnya kenapa jika target karierku tidak sesuai dengan
rencana awalku?'



Blog EntrySaat Menerjemahkan Asyiknya Menulis LaporanMar 18, '08 10:30 AM
for everyone
Menjenguk materi ini mengingatkan saya pada para keponakan, yang kerap
mengeluh jika mengerjakan tugas sekolah berupa makalah, pidato atau
laporan buku. Dengan tekad memenuhi kebutuhan mereka, saya berusaha
menerjemahkan sebaik mungkin.

Buku karya Anne Faundez ini paling saya senangi karena topiknya
menyangkut penulisan non fiksi. Bukan berarti menerjemahkannya menjadi
mudah seratus persen. Saya mengotak-atik Dangerzone menjadi Zona
Rawan, Jones' Journey Jeopardy menjadi Jebakan Jalan untuk Joni agar
aliterasinya utuh, dan 'wd like 2 c my band m'bers agn menjadi ingin
btm anggota2 band sy lg. Cukup leluasa.

Editor kebanyakan melakukan sentuhan pada pemilihan nama-nama.
Misalnya Elsa Lidya menjadi Elsa Lukman, Johan Marga mungkin terdengar
aneh sehingga diganti Juno Bim, dan klub olahraga Unggul menjadi
Primajava. Di bagian lain, Mama dan Papa dikonversi jadi Ayah dan Ibu.
Panekuk dianggap kurang populer dan diubah menjadi ayam goreng.
Hal-hal seperti ini terkesan 'sepele' tetapi merupakan bekal penting
di kemudian hari.


Blog EntryKisah Penerjemahan Asyiknya Menulis PuisiMar 18, '08 10:29 AM
for everyone
Dari keempat buku, puisi adalah sesuatu yang benar-benar 'baru' bagi
saya. Saya membaca naskah aslinya sambil belajar, dan manggut-manggut
ketika menerjemahkannya. Bisa dikatakan ini buku yang paling sulit,
mengingat saya tak pernah bersentuhan dengan puisi. Tahu haiku pun
hanya sekilas, dari milis Apsas.

Adaptasi berlangsung pula di sini. Setelah konsultasi dengan editor,
saya mendapat pijakan bahwa puisi sekalipun tak boleh diubah. Maka
saya harus bengong cukup lama ketika menyesuaikan puisi di halaman 8
(teks aslinya mengenai salju atau musim dingin) menjadi hujan, tetapi
unsur lainnya tak boleh diganti. Tiap bait mengandung satu nama hari
dan semuanya berima dua-dua. Contohnya sebagai berikut:

Hari Senin diguyur hujan
Air menggenang di semua saluran

Selasa, angin sungguh kencang
Mematahkan cabang-cabang

Persoalan lain timbul kala saya menghadapi clerihew (halaman 12).
Kalang-kabut saya mengubek wikipedia dan googling.
Saat tahu bahwa clerihew adalah puisi
jenaka, saya ingin menangis. Menghasilkan teks bernada lucu sungguh
tidak mudah, ditambah lagi clerihew mengandung aturan suku kata dan
berima. Untuk mendapatkan ide pengubahan puisi, saya keliling-keliling
ruangan, bolak-balik ke depan dan belakang, kadang sambil loncat satu
kaki. Begitu banyak usaha untuk memutuskan bahwa 'naked' diterjemahkan
'hanya pakai baju dalam'.

Kendati demikian, banyak sekali yang saya pelajari dari naskah ini.
Keseluruhannya menarik. Salah satunya soal asonansi, seperti 'Kucing
kuning berkeliling di tanah kering' (halaman 20).

Alhamdulillah, koreksi editor di buku ini hampir tidak ada.


Blog EntryDapur Terjemahan Asyiknya Menulis CeritaMar 18, '08 10:29 AM
for everyone
Inilah buku yang paling cocok dikonsumsi orang dewasa, selain
anak-anak. Menggarapnya teramat menyenangkan (bukan berarti yang lain
tidak). Saya mendapat banyak masukan seputar penulisan fiksi:
mengumpulkan ide, menciptakan karakter, dan sudut pandang serta alur
cerita.

Di halaman 12, terdapat contoh karakter bernama Grandpa Gregor. Sesuai
sifatnya yang gaul dan suka mendengarkan musik di Mp3 player, saya
mencari nama yang keren tapi berwibawa. Pilihan saya jatuh pada Alex,
nama seorang klien yang menghubungi lewat telepon pada waktu itu.
Jadilah Kakek Alex umur 70 tahun, padahal klien saya jauh lebih muda:p


Lima halaman kemudian, saya menemukan frasa 'Kenneth Grahame's gentle,
friendly Reluctant Dragon.' Konteksnya simbol hewan dengan karakter
berlawanan dari stereotipe. Berhubung penulis dan karyanya ini kurang
familiar bagi anak-anak Indonesia, saya menggantinya dengan 'kera yang
sakti dalam legenda Tiongkok, Kera Sakti'. Sebelumnya saya
mempertimbangkan Hanoman, tapi ragu-ragu.





Pekerjaan ini saya dapatkan 'tidak sengaja'. Mbak Andar dari penerbit
Tiga Serangkai
memposting lowongan freelance di milis bahtera. Tadinya
saya pikir, akan kalah saing dengan para ahli bahasa senior di sana.
Alhamdulillah, Mbak Andar menanggapi email saya. Setelah
bincang-bincang singkat, termasuk kesanggupan menerima materi dalam
format PDF dan kecocokan jadwal, saya memulai tugas ini.

Melihat pictorial book yang begitu ceria, saya bertambah semangat.
Mengetahui seri buku ini menyangkut tulis-menulis pun sudah memompanya
ke level tertinggi. Saya bisa belajar tentang penulisan non fiksi
untuk anak-anak dan menyerap suguhan penulis lebih dulu.

Tantangan pertama adalah penyesuaian jumlah karakter, agar sebisa
mungkin muat dalam gambar-gambar mulai dari lingkaran, kotak, dan
sebagainya. Saya sempat berkonsultasi dengan seorang kawan desainer
grafis di sebuah majalah bergambar ibukota. Di situlah alotnya,
sampai-sampai saya melupakan satu poin: mengubah beberapa hal
bernuansa luar negeri dan mengadaptasinya agar dipahami oleh pembaca
Indonesia. Masukan itu saya ingat benar untuk ketiga buku berikutnya.

Bahasan tentang surat terkesan tidak menonjolkan sesuatu yang baru,
meski disertai topik email yang sekarang lebih ngetrend. Tetapi buku
ini menjelaskan hal-hal yang perlu diketahui ketika menulis surat
formal pula, termasuk ucapan terima kasih bila menerima hadiah yang
kurang disukai. Hmm, itu sering terjadi pada saya. Boleh juga.

Topik yang lumayan memeras otak saya ialah Surat Rahasia (halaman 26).
Asyik sebenarnya, orang dewasa saja suka pakai kode-kodean. Bisakah
Anda menebak isi surat di bawah ini?

Pisang adalah buah Lena, siang hari ini temanku Leah dan aku tolong
tak akan bisa temui lagi segera. Jika Jul tidak ada lagi di rumah
seminggu, ke sumur!

Bagian favorit saya adalah penulisan surat fantasi. Seru membayangkan
anak-anak (atau kita) menulis surat dengan pena bulu.


Kita tidak ingin surat kita terlihat seperti halaman diary atau
autobiografi, misalnya 'Keadaanku sejauh ini'. Hindari mengawali
kalimat dengan 'Aku' (walaupun boleh saja menggunakannya sesekali!)

(halaman 12)


  • Tips

    Sangat dianjurkan menulis jenis cerita yang kalian sukai.

    Bacalah buku dengan genre berbeda sebanyak mungkin. Makin banyak
    membaca, makin meningkat kemampuan menulis kalian.

    (halaman 5)



Dalam penulisan puisi, menggambarkan atau membandingkan sesuatu
seolah-olah seperti hal lain disebut metafora, yakni pemakaian kata
sebagai lukisan atau gambaran suatu persamaan atau perbandingan
misalnya, 'angin adalah singa yang mengaum'.

(halaman 10)


Meresensi Buku Cerita atau Buku Bergambar

Beritahukan lokasi cerita dan gambarkan karakter-karakter utamanya
kepada pembaca. Jelaskan hubungan antarkarakter tersebut. Apakah
mereka satu sekolah atau bertemu secara kebetulan? Jelaskan plotnya,
tapi jangan terlalu detail. Lalu, berikanlah pendapat kalian tentang
buku itu. Apa yang kalian sukai dari ceritanya? Plotnya meyakinkan?
Karakternya masuk akal? Memesona? Jika disertai ilustrasi, bagian apa
yang kalian sukai? Apakah ilustrasi tersebut sesuai?

(halaman 12)


Blog EntryMemeluk Buku-buku TerjemahankuMar 18, '08 3:32 AM
for everyone
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Siang ini saya dan Mas
Agus meluncur ke Tisera mencari seri Asyiknya Menulis. Langsung ketemu
di rak paling depan dari arah kasir. Saya membelai-belainya dengan
penuh sayang, karena setelah sekilas membuka..sedikit saja yang kena
koreksi editor. Alhamdulillah. 

Mumpung ke toko buku, saya menyambar Catatan Hati di Setiap Sujudku  
karena ingin baca tulisan Nunik dan memenuhi janji pada keponakan
tersayang..Ayat-ayat Cinta! Alhamdulillah dia sudah dipinjami trilogi
Laskar Pelangi, jadi tak perlu dibelikan lagi:p

Langsung deh potret-potret dan membalik-balik perlahan halaman 365
yang dijemput dari agen dalam perjalanan pulang. Nanti saya akan
cerita 'di balik layar' keempat buku ini.


Blog Entry365 Hariku Akan Semakin CerahMar 17, '08 11:11 PM
for everyone
Benar kata orangtua, bangun pagi menjemput rizki. Saya melonjak senang
mendengar dering ponsel dan mendapati nama Tiki Kopo di layar. "Bu
Rini, ada paket buku dari Cimahi," kata agen langganan saya itu.

Aah, airmata saya berebutan mengalir. Meskipun buku belum sampai ke
tangan (harus dijemput nanti sore di agen Jatinangor) dan saya sudah
dikabari kemarin sore oleh penulisnya, tetap saja ini hadiah yang
spesial. Mendapat kesempatan belajar menulis cerita anak langsung dari
sebuah karya menakjubkan karangan penulis, penerjemah dan editor
kesayangan saya
, sekaligus mengobati kesedihan lebih dari 20 tahun lalu ketika
saya kehilangan buku dongeng berukuran kurang-lebih sama.

Mbak Ai, terima kasih banyak. Harus siap-siap tisu nih biar nanti pas
baca, halaman bukunya nggak basah. Itulah yang terjadi ketika membaca
Misteri Burung Merah, Samurai dan Shiloh. Tiga ratus enam puluh lima
hari saya akan bertambah indah dengan keberadaan buku ini di rak. Bila
keponakan-keponakan datang bulan depan, biarlah mereka menangis
meraung-raung untuk mendapatkannya..

Ulasan menyusul. Mau tahu cerita sang penulis kala berjibaku
'melahirkannya'? Simak juga fase kerja editornya.

sumber foto: multiply Mbak Ai


Blog EntryPakcik Ahmad tentang How to Write PoemsMar 11, '08 7:00 AM
for everyone
Sore ini Pakcik Ahmad, seorang rekan Apsasian (sebutan untuk member
milis Apsas), berkomentar sbb:

selamat teh Rini..
saya sudah lihat buku2 ini di Gramedia Pondok Indah.
berbaur dalam tumpukan buku2 anak2 yang campur aduk.
yang saya baca 2, how to write stories dan how to write poems...
kepada 2 panglimaku aku katakan, "buku ini yg terjemahkan kawan baba
lho.. ini namanya Rini Nurul Badariah".

aku selalu senang ke toko buku untuk menemukan banyak nama-nama yang
aku kenal.

menurutku buku How To Write Poems nya cukup simple dan dapat
dijadikan text book untuk para pembimbing kelas sastra pada murid2
pada tahap awal mereka mengenal puisi.
bisa-bisa ini menjadi step 1 sebelum membaca Menapak Ke Puncak
Sajaknya Hasan Aspahani...

salam Daun Sirih


Saya terharu sekali. Mendadak pusing kepala jadi nggak terasa:-)


Pages:123
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help