Rini's posts with tag: dunia maya
 ..bukan rumah, sih. Sudah rapi jali karena ada yang lebih rajin:p Bukan pula beresin rak buku, karena belakangan saya lagi males baca maka semua masih pada tempatnya.
Pengennya bersih-bersih PC, tapi Mas Agus selalu di sana pada saat-saat yang bersamaan. Daripada merusak konsentrasi kerjanya, saya mundur dulu. Meski begitu banyak file tak berguna yang ingin saya buang dan hanya memadati harddisknya.
Bersih-bersih email, baru separuh jalan. Sebagian milis saya set nomail, bahkan unsubscribe. Banyak yang crossposting. Jadi demi penghematan waktu dan biaya, diseleksi yang benar-benar dibaca saja.
Bersih-bersih MP, ini agak sulit. Lebih repot daripada delete SMS yang tinggal pencet - Cleanup Messages. Jumlah entry membuat saya dua kali dicurigai robot oleh admin. Wajar saja, numpuk sih. Hari Minggu sudah di-sweeping beberapa, terutama yang basi-basi. Info tahun lalu, atau bahkan posting yang sudah kadaluarsa namun masih dipertanyakan. Itu prioritas untuk 'disikat'.
Revisi tulisan baru 4 halaman, nyetrika dulu ah.. 
Bukan Kawan Lama yang perusahaan apa pula itu, tapi sobat yang sudah lama tak sua di YM.
Seperti biasa, dia masih 'gila'. Kirain udah 'sembuh':p Saat saya bertanya dengan seterus-terang Phillips, "Loe ngerti perangkat infra red nggak?" Dia menjawab, "Doh, ditanya soal IT sama orang IT."
Hwadoh.
 Kemarin sore kami turun gunung, sempat terhenti menonton rombongan Lengser Art yang menyuguhkan kuda renggong di dekat salah satu komplek. Mereka baru akan berangkat dan sudah mulai menari-nari. Dobel bonus deh, soalnya kami juga nonton kesenian ini hari Rabu lalu. Menurut pengalaman semasa KKN dan ngekos dulu, orang Sumedang suka hajatan hari Rabu.
Langsung menuju warnet Kubus di Jatinangor, sebelah Hotel Citra Papan yang disebut Mas Agus 'hotel balong'. Enak memang di warnet ini. Lega, kenceng, dan pelayanannya oke. Pas daftar di resepsionis, alhamdulillah dapat yang lesehan. Di pojok lagi, bisa nyender ke tembok.
Kali ini Mas Agus memenuhi permintaan saya: ngelencer ke kampus! Mau motong lewat Unwim dekat halte Damri, weh..ditutup. Mungkin jalan kaki sih bisa, tapi kendaraan cuma bisa sampe BNI dan Mandiri. Sebelahnya ada jalan juga yang lagi dibangun. Eks kebun jagung yang dulu sering jadi jalan motong dari dekat GOR menuju Damri. Mulailah saling ejek antar jurusan. "Kelasnya kamu mah mana pernah jalan sini," ledek Mas Agus. "Nggak ada tuh sejarahnya anak Prancis jalan kaki." Tentu saja saya nggak mau terima, wong dulu sering mblusuk ke situ meski deg-degan karena pohonnya serba rapat dan takut salah belok:p
Akhirnya muter deh ke gerbang utama yang dipadati kaki lima itu. Wow, pohon-pohon yang dulu masih kecil sekarang sudah rimbun sepanjang jalan. Trotoar jadi teduh semua. Sayang kami nggak bisa masuk Fasa lantaran sepi dan dijaga satpam (di mana-mana ada portal). Tapi sempat lihat jalan belakang kantin yang dulu terkenal dengan sebutan Tanjakan Mesra. Di seberang bunderan, gedung FKU yang pas madep kamar mayatnya. Dulu sering dipake uji nyali jaman ikutan panitia opspek, gelap geto loh..
Belok kanan, mengagumi Student Center. Terus ke Fapet, yang sebelahnya ada Milk Shop dan Kandang Kelinci. Di dekat kebun, tampak beberapa mahasiswa sedang praktikum dengan bimbingan seorang cowok ganteng yang kami asumsikan sebagai kakak pembina atawa asisten lab. Terjadilah reka adegan oleh dua alumni iseng di seberang jalan, di atas motor.
Saya mendubbing ucapan salah satu mahasiswi dalam hati: "Nggak apa-apa deh, bela-belain Sabtu sore naik ke kampus. Demi kakak pembina yang keren." Mas Agus melanjutkan: "Kak, aku jomblo." Saya: "Aku padamu, Kak. Bagaimana dengan Kakak?" Sebelum mereka menyadari ulah kami, cabs deh.. melintasi Faperta yang rindang dan sejuk. Jauuuh deh dengan terakhir kali kami di sini.
Karena nggak direncanakan, saya nggak bawa digicam. Foto ini diambil di ujung jalan dekat rumah, untuk memperlihatkan betapa cerahnya cuaca kemarin sore. Kapan-kapan kami akan ke sana lagi pada hari kerja, nangkring di Kansas alias Kantin Sastra. 
Kemarin masih 'ngewarnet' informal alias nebeng akses di rumah sepupu. Penuh dengan 'risiko', di ruang kerja dia karena sering dilewatin orang. Anak-anak kalo pulang juga langsung masuk ke situ menuju lorong ruang tengah. Mau pindah ke kamar tengah? Busyet deh, jejak browsing anak-anak yang terdiri dari game, musik de el el segambreng. Takut keclose jadinya. Ditambah lagi mouse wireless, gapteknya dirikuw.. Di kamar si Sulung? Ribut oleh ABG-ABG yang main PS dengan segala kehebohannya. Halah.. Puas sih, dari beberapa jam itu sudah bisa cek email, chat dengan beberapa sahabat, bantu kakak sepupu ngoprek setting internet PDA-nya yang tak mau konek juga karena salah setting gateway, kemudian makan whities (brownies putih) nyaris setengah piring dan menemani si Tengah nonton film jadul John Travolta di HBO. Seru deh, bisa 'meracuni' dia untuk ikutan ngefans cowok ini..hahahaha.. Abis Maghrib, nyempetin nongkrong berdua di Ujungberung. Aih, serasa makan malam di..manaaa gitu (kayak sering dinner aje). Sampai rumah jam 20.00, nyungsep di kasur!! Walhasil, bangun subuh dengan segar dan penuh stamina untuk menyelesaikan semua kerjaan rumahtangga. Di antaranya nyuci baju sebelum berubah jadi setrikaan tujuh bakul (pinjem istilah Mbak Poppy). Penuh tantangan karena dalam prosesnya 'bertemu' dua ekor cacing yang lumayan panjangnya., kemudian masakan saya agak gosong..sementara Mas Agus berkutat dengan rak buku buatannya sendiri di teras, yang dikomentari para tetangga 'mirip lemari'. Sore ini, turun gunung lagi deh. Menikmati warnet baru di Jalan Percobaan Cileunyi. Rada lambat memang, tapi mantap deh suasananya...hening banget! Ruang duduknya bak lobi kantoran. Dan di daftar yang tertempel di sebelah monitor, tertera sejumlah larangan di antaranya Dilarang Mengganggu User Lain. Asyik juga, online sambil mendengarkan suara bus AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) yang lalu-lalang. Ide pun tumbuh subur di kepala. Tralala..
Semua telah berlangsung secara bertahap. Membatasi download kecuali update anti virus, membatasi chatting dengan install Instant Messenger jadul, mengalihkan ke HP, mengurangi posting di MP (meski awalnya karena 'tuduhan' robot dari MP sendiri), membatasi email belaka...kemudian membuka telinga lebar-lebar pada keluhan Mas Agus perihal seringnya saya online daripada jalan-jalan dengan beliau..
Kemudian bermunculan banyak alasan lain. Maka.. setelah saya berhasil menginjak pedal rem untuk belanja buku, kini saatnya saya diet online. Bukan puasa, yang sekali buka kayak balas dendam dan buntutnya jebol-jebol juga. Disiplin hanya berlaku pada diri saya dengan 'kekerasan'. Demi kesehatan, demi keselamatan perekonomian, demi konsentrasi pada pekerjaan, dan demi-demi yang lainnya (demikianlah).
Terima kasih pada sahabat-sahabatku yang senantiasa mendukung dan mengarahkan pada kebaikan, pada Geng Kompor: Kang Iwok, Nunik, Dedew, Nad..yang telah memberikan semangat, pengertian terhadap prioritas berkeluarga dan contoh baik secara langsung maupun tidak, bahwa kita nggak akan mati meski 'hanya' berselancar di warnet. Paling oke deh masukan dari bapak dan sesama ibu-ibu erte ini.. Doakan ya..
 1. Apakah saya mengikuti semua lomba dan peluang menulis yang diposting di MP?
Tidak selalu. Saya masih pemalas lomba yang lumayan akut (ya kan, Nad?) dan memilih-milih tema yang sesuai. Paling tidak dengan ide yang tersedia saat ini, atau naskah di harddisk yang belum dapat 'rumah'. Kadang-kadang saya kebablas deadline. Bukan bermaksud bangga, lho.
2. Apakah saya mengenal semua contact person penerbit yang infonya disebarkan di MP ini?
Kebanyakan tidak. Saya menjumput info dari milis-milis, dengan standar pertimbangan seleksi pribadi. Bukan apa-apa, saya tak dapat menjawab kesangsian user perihal penerbit yang penjelasannya kurang rinci. Karena itulah tak semua yang saya temukan di milis atau blog orang lain saya copy paste. Apalagi yang sudah banyak diumumkan.
3. Dari semua karya, termasuk terjemahan dan menyunting, adakah yang paling memuaskan atau mengecewakan?
Bagi saya semuanya menyenangkan. Ukuran hasil memang sangat relatif, dan banyak faktor yang mempengaruhinya. Akan tetapi buku-buku yang saya tulis, terjemahkan dan sunting menghadirkan pengalaman berharga.
4. Dalam sehari, berapa kali posting di MP?
Tidak menentu. Bisa dikatakan minimal satu. Syukurlah ada fasilitas posting via email yang sangat memudahkan. Untuk blog resensi, saya usahakan seminggu paling tidak ada satu ulasan baru. 
 Pagi ini, mumpung koneksi lancar, saya bersih-bersih account email melalui web. Ingin cek folder Trash-nya karena saking rapatnya sang filter, terkadang email dari teman yang isinya bukan spam pun digolongkan Junk dan langsung masuk kotak.
Di baris pertama yang tampil, sebuah email membuat saya ngakak. Nama pengirimnya tak dikenal. Subject berbunyi: ARE YOU DEAD OR ALIVE? (pakai huruf kapital, kayaknya isinya juga begitu). Kalo nggak sayang waktu dan pulsa, ingin rasanya menjawab: I'M HALF-DEAD AND GONNA HAUNT YOU. WATCH YOUR BACK.
sumber foto: sxc.hu 
Hihi..tadi pagi ngintip blog indonesia, blog buku saya yang masuk 10 Popular Today. Lho, malam ini kedudukan sudah digantikan oleh MP ini. Urutan bontot sih, nggak kayak blog buku yang agak ke tengah. Tapi alhamdulillah.. Semangat lagi, walaupun masuk angin:p Tancap!!
Sambil mengenang masa lalu saat menjadi website reviewer, kali ini saya memilih mengulas blog. Dan yang saya tunjuk pertama adalah blognya Isman. Tidak direncana, mendadak saja, ketika baca buku nama bayi dan menemukan data bahwa Isman (lupa dalam bahasa apa) berarti 'suami yang setia'. Uhuy.. Saya pernah main ke blogspotnya juga, tapi entah mengapa saya lebih sering bertandang ke Multiply-nya. Mungkin nanti blogspotnya dapat giliran dibahas juga. Membaca-baca konten blog The Fool sangat baik untuk memperluas wawasan bahasa Inggris, walaupun sekarang sih saya merasa belum sefasih dia cas-cis-cusnya hehehe.. Tapi yang terang, saya suka cara bertuturnya yang seperti dosen 'enakeun' (apa ya bahasa Indonesianya?). Runut, selalu didukung data mendasar, dan tidak membosankan disimak. Tagnya tidak ramai, itu poin oke lainnya. Dan saya perhatikan, Isman selalu mau 'repot-repot' menanggapi komentar pengunjung atau pembaca jurnalnya. Soal lucu? Jelas, meski relatif. Humornya memang rada-rada pahit, tapi sejauh ini sih masih dalam kadar 'aman' buat saya:) http://thefool.multiply.com
| |