Memenuhi janji pada
Mbak Roostinah, saya akan memaparkan sepercik
kesan mengenai masing-masing karya. Beberapa sudah diceritakan di
jurnal terpisah, jadi saya akan menuturkan selebihnya saja.
Kumpulan Cerpen Lebaran dan Tahun Baru Valens. Tujuh cerpen saya
terpilih dalam buku ini. Saat itu saya diminta menulis sebanyak
mungkin dan membawa belasan ke kantor redaksi. Keputusan diambil oleh
dua orang yang berwenang dan membaca bergantian. Mengesankan karena
saya masih menggunakan disket untuk menyimpan file naskahnya. Dan yang
saya ingat, sekretaris redaksi menyukai cerpen berjudul
Sandal Sintayang diilhami pengalaman pribadi saya semasa kecil.
Jatuh Bangun Cintaku. Seperti halnya
The Real Dezperate Housewives,
saya hampir lupa telah mengirimkan esai ketika Mbak Asma
mengumumkannya di milis. Penantian sekitar enam bulan tidak terasa
karena tahun itu saya sedang asyik ngomik. Esai I
dola Bergitar adalah
pengalaman yang menggelikan sekaligus penuh pelajaran. Entah apa
komentar teman-teman SMP jika membacanya, hahaha..
Kumpulan Cerpen Tiga Belas. Ini pengalaman menyunting pertama dan
langsung ketemu fiksi. Kumpulan cerpen, pula. Penerbit Malka baru akan
meluncurkannya. Saat-saat menyunting lebih merupakan kegiatan membaca
karena
kedua penulis sudah matang dalam berbahasa dan berolah ide.
Kisah Kehidupan. Pengalaman menyunting buku terbitan Avatar Press ini tak terlupakan.
Pemilik gagasan
memberi pengarahan untuk menguntai kisah-kisah nyata dalam urutan
peristiwa: esai pertama mengenai kelahiran dan penutup tentang
kematian. Termasuk di dalamnya esai saya,
Sabar yang Romantis. Tulisan
tersebut menceritakan hari-hari permulaan mengayuh bahtera rumahtangga
bersama Mas Agus. Dengan sedikit daur ulang, esai yang pernah gugur
di proyek berbeda ini lolos seleksi.
Lelaki yang Menangis. Kendati idenya sudah lama menghuni benak saya,
pengejawantahannya memakan waktu karena saya tidak ingin melahirkan
naskah yang bombastis dan sensasional. Pilihan jatuh pada penerbit
Akar Media, lini populer Mirqat. Keseluruhan naskah yang melalui
linangan airmata dalam penggarapannya ini memuaskan sebab bersih dari
sentuhan korektor. LYM adalah sebentuk teguran bagi diri sendiri,
bahwa seorang istri, anak, orangtua, tante, atau apa pun posisinya
harus berhati-hati dalam bertindak dan memperlakukan anggota keluarga.
Nama-nama Islami Pilihan Untuk Si Buah Hati. Terbitnya sang ilham
sungguh merupakan rahmat, dan akan sangat dimudahkan bila Sang Maha
Pintar telah berkehendak. Buku ini merupakan hasil pengendapan dan
renungan panjang, riset sejumlah besar bacaan termasuk referensi
online, yang alhamdulillah...berkembang terus hingga sekarang. Tahukah
Anda kapan idenya menampakkan diri? Saat saya membaca suatu edisi
Matabaca yang mengupas kesuksesan Imelda Akmal, sang penulis seri
arsitektur!
Rahasia Sukses Bekerja Tanpa Kantor. Judul aslinya B
ekerja TanpaKantor. Naskah yang diselesaikan dalam tempo sebulan ini menghadiahkan
pembelajaran bahwa saya harus lebih teliti dan cermat menyunting isi
sebelum proses penerbitan terjadi. Buku tersebut debut saya, sebuah
kenangan berarti dalam jalur kepenulisan sekaligus kemantapan saya
menjadi seorang freelancer.
Spirituality in Work. Undangan menjadi kontributor datang ketika saya
sedang lahap-lahapnya menulis non fiksi, khususnya esai dan bertema
dunia kerja. Berbagai pengalaman ngantor sampai menjadi penerjemah
lepas saya tuangkan dalam empat artikel, yang lolos dalam kumpulan
cerita terbitan Pustaka Inti tersebut.
Nello. Sebuah kerja penulisan ulang (istilah Read! adalah menggubah)
yang cukup 'menyesakkan'. Pasalnya, saya tak henti-henti menangis
membaca kisahnya. Saat mengetik sub plot kematian Kakek Nello, saya
berjuang menahan airmata karena dalam ruangan yang sama ada keponakan
dan ibu saya.
The Lost Princess of Oz. Lebih dikenal dengan judul
Wizard of Oz.
Pertama kali mendengarnya semasa SMA, kala menggemari Radio Oz.
Kemudian sepenggal frasa yang tertera di sebuah halaman buku Menjadi
Penerbit. Ceritanya sangat imajinatif namun logis, sehingga saya
terdorong menjadikannya subjek dalam esai Apresiasi Dongeng komunitas
Apresiasi Sastra.
Kumpulan cerpen
Sahabat. Menulis kumpulan cerpen adalah impian
semenjak dulu kala, akan tetapi kesempatan baru mampir tahun kemarin
kendati tidak diterbitkan untuk umum. Saya sangat bersyukur karena
cerpen-cerpen lama dalam arsip serta beberapa yang kalah lomba dapat
disertakan di buku ini. Pemilihan nama pena Rinurbad pun atas
keputusan penerbit.