Rini's posts with tag: fantasi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag fantasi
Blog EntryTalisman Telah DatangJun 23, '08 2:28 AM
for everyone
"Punten," suara kurir JNE yang biasa datang terdengar di teras. Dari
kertas kado lucu yang mengemas paketnya, bisa ketahuan siapa
pengirimnya.

Jreng jreng..Talisman-nya Stephen King dan Peter Straub! Wow, masih
sangat bagus kondisinya dan bersampul plastik pula. Sempat buka-buka
dan baca satu halaman pertama, rasanya kayak mau lari..susah berhenti.
Tapi harus, karena nanti tulisan yang sedang saya garap terpengaruh
nuansanya..hehehe..

Tengkyu, bukumurmer.


Blog EntryKutipan Novel Fantasi Terjemahan: MomoFeb 7, '08 9:51 PM
for everyone
..kadang-kadang jalanan membentang panjang di depan kita. Dan kita
pikir jalanannya panjang sekali, takkan ada yang sanggup, begitu kita
pikir."
..."Dan habis itu kita mulai terburu-buru. Semakin lama kita semakin
terburu-buru. Dan setiap kali menoleh, kita melihat bahwa jalanan yang
belum dikerjakan tetap saja panjang. Dan kita semakin kalang-kabut,
kita mulai ketakutan, akhirnya kita kehabisan napas dan tidak sanggup
meneruskan pekerjaan. Dan jalanan tetap saja membentang. Itu cara yang
keliru."
..."Kita jangan pikirkan seluruh jalanan sekaligus, kau mengerti?
Pikirkan langkah berikut saja, tarikan napas berikut, ayunan sapu
berikut. Lalu yang berikutnya lagi."
.."Dengan cara itu, pekerjaan kita akan menyenangkan. Itu penting,
sebab kita jadi bekerja dengan baik. Dan begitulah seharusnya."
..."Tiba-tiba kita sadar bahwa seluruh jalanan sudah selesai
dikerjakan, selangkah demi selangkah. Kita sendiri tidak ingat
bagaimana caranya, dan kita juga tidak kehabisan napas."
(halaman 42-43)


Blog EntryKami dan Buku di Hari Minggu MalamFeb 4, '08 9:21 PM
for everyone
Saya ketiduran menunggu Mas Agus pulang rapat RT malam itu. Sekitar
jam sepuluh, saya mendapatinya duduk di sebelah tempat tidur
membuka-buka halaman sebuah buku yang belum saya tuntaskan dengan
kening berkerut dalam.

"Editingnya nggak berfungsi, nih," ia berkata. "Masa' salah ketik
dibiarin aja? Hal-hal yang mendasar mestinya dikasihtahu ke penulis."

Pendapat Mas Agus tak bisa disalahkan. Salah ketik dalam novel itu
bertaburan dan cukup mengganggu. 'anda' dan 'dating' termasuk di
antaranya. Kemudian kami membahas lebih jauh buku karangan seorang
penulis anak yang pernah diwawancarai sebuah media cetak ibukota
tersebut.

Kami sepakat bahwa fantasi yang dikisahkan penulis cilik ini kurang
natural, bahkan bisa disebut 'bentukan'. Saya pernah membaca cerpen
karya anak-anak, antara lain di Kompas Minggu, dan nuansa polosnya
amat terasa. Dalam novel yang kami hadapi, penulis berusaha untuk
canggih dan nampaknya banyak terpengaruh oleh tontonan. Bukan bacaan.

Sangat disayangkan, logika cerita terkesan lemah. Saya teringat
obrolan dengan seorang sahabat perihal kawan editor yang sangat
teliti. Ia melontarkan pertanyaan, "Apakah anak SD sudah bisa berpikir
sejauh itu? Anak umur berapa yang mampu berbuat A dan B seperti ini?"

Mungkin editor novel fantasi anak yang kami baca ini tidak sampai
hati, khawatir melemahkan semangat kreatif si penulis. Namun, meminjam
kata Nanny Stella dalam episode Nanny 911 hari Minggu kemarin, ada
sesuatu yang disebut 'tough love'. Alangkah baiknya bila penulis cilik
ini mengetahui kekurangannya sejak awal dan menggunakannya sebagai
dasar untuk membangun karya yang lebih bagus. Tentu saja kritik yang
disampaikan dengan mengenakkan hati, tidak memojokkan apalagi
menyerang secara pribadi.

Saya teringat pengalaman lain dengan seorang penulis yang
sungguh-sungguh meminta masukan. Yang saya katakan tidak banyak, hanya
agar ia lebih banyak membaca karya sejenis dengan tema yang digarapnya
supaya semakin matang karena sebelumnya ia menekuni bidang penulisan
yang berbeda sama sekali. Reaksinya sungguh menyenangkan.
Tidak setiap hari kita bertemu dengan
penulis yang mau menerima kritik, penulis yang mendorong saya untuk
menyusun umpan balik agar kian 'berterima' (pinjam istilah Mas Agus)
di hati yang bersangkutan.


Blog EntryMenjemput Harry PotterJan 13, '08 5:10 AM
for everyone
Tujuan utama pagi ini ialah mengambil pesanan Harry Potter di Tisera.
Merchandise baru datang lusa. Akhirnya tengak-tengok sebentar,
Bartimaeus terakhir masih nangkring. Selebihnya, nggak ada yang baru.

Kami melangkah ke BBC, ada titipan untuk melihat harga kamus hukum dan
Catatan Pinggir Gunawan Muhamad. Busyet deh, harganya setara dengan
koleksi 1 Darren Shan. Mas Agus menemukan benda yang sudah lama saya
inginkan: penahan rak buku warna biru dengan bentuk cantik!

Tujuan terakhir adalah membeli soto Adi Ada Aja. Di sebelah Munggaran,
nampak sebuah toko kecil memampang sederet buku dengan tulisan BUKU
ANAK SEPULUH RIBU 3. Singgah, deh. Lumayan, dapat buku mengenai
skenario terbitan Kaifa seharga 15 ribu saja.


Blog EntryMendekap BartimaeusJan 12, '08 7:26 PM
for everyone
Seorang sahabat menyampaikan pendapatnya bahwa trilogi jin yang sangat
unik ini kurang cocok untuk anak-anak. Bahasanya lebih dapat
dinikmati, minimal, oleh anak yang sudah duduk di bangku SMP.

Saya membaca satu bab lebih dahulu. Wah, benar sekali. Peralihan sudut
pandangnya menuntut konsentrasi tinggi. Tanpa bermaksud menyepelekan
kemampuan membaca anak-anak, dalam hal ini si Bungsu yang akan saya
hadiahi, bahkan pelajar SMP pun harus benar-benar gemar membaca supaya
dapat meresapinya. Novel fantasi ini
bukan jenis yang dapat di-skim. Mendadak saya teringat catatan di
rapor si Bungsu, bahwa ia belum menguasai skimming pula.

Bila saya 'nekad' memberikannya kepada keponakan, bisa dipastikan
kakak-kakaknya yang akan membaca. Bukan tidak mungkin saya malah
dicemberuti si Sulung, yang pernah bilang, "Barangkali Tante akan
dapat inspirasi untuk membeli Bartimaeus buat aku." Bisa aja saya
membeli trilogi ini sekaligus kemudian 'menjatah' mereka bertiga
masing-masing satu supaya membacanya dengan rukun, namun itu berarti
saya tidak mengerti perasaan mereka bahwa anak pun ingin mempunyai
propertinya sendiri.

Setelah berpusing-pusing, saya tetapkan membatalkan kado ini dan
menggantinya dengan buku lain. Si Bungsu suka sekali Ulysses, tetapi
ternyata lanjutannya memang belum terbit. Mudah-mudahan hari ini saya
menemukan Clockwork dan Firework Maker's Daughter di Jatos. Itu bacaan
yang sangat sesuai sebab si Bungsu sangat menggemari Nightmare before
Christmas.

Plong sudah. Alasan lainnya? Saya sudah terjerat pesona Bartimaeus
sejak halaman pertama, hahaha.. Telah terbetik maksud untuk membeli
buku ketiganya. Jika si Sulung benar-benar
menginginkannya, nanti saja dibelikan lagi. Toh ulang tahunnya masih
lama.


Blog EntryBuku dan Mimpi BurukJan 5, '08 7:04 PM
for everyone
Secara kejiwaan, membaca buku yang 'berat' -- dalam arti membuat kita
berpikir-- sangat tidak dianjurkan sebelum tidur. Tapi saya nggak bisa
menghilangkan kebiasaan ini. Berhenti baca sambil makan jauh lebih
mudah, namun baca buku justru bikin tidur makin lelap.

Karena penasaran, saya terus menyimak halaman demi halaman The
Bookaholic Club ini. Keteledoran saya ialah tak pernah mengintip
sinopsis sampul belakang dengan baik (yah, namanya juga cuman
ngintip). Begitu liat..heh? Ada hantunya segala. Glek..inget apa yang
terjadi saat menemukan penampakan dalam novel Tarothalia dan baca
malem-malem beberapa bulan lalu.

Cerita sudah menuju klimaks dan keseraman merambat. Oh, stop
dulu..imajinasi saya udah menjalar sana-sini. Dan semalam saya mimpi
buruk. Nggak menakutkan sih (dalam arti ada jurig atau sebangsanya),
tapi bikin saya khawatir sama ibu saya yang lagi sakit. Syukurlah
nggak ada ekstra jejeritan yang bikin Mas Agus ngebangunin kayak dulu,
tapi pake nangis. Mimpi yang sama sekali nggak ada kaitannya dengan
isi novel remaja tersebut.

Jadi pagi ini, saya terusin lagi bacanya sampai kelar. Hehehe..


Blog EntryNyerah..Dec 27, '07 4:59 PM
for everyone
Kemarin siang saya dan Mas Agus jalan-jalan sesuai niat sejak pagi.
Rencananya sih beli sampul plastik lagi karena udah abis. Saya juga
kepingin beli cemilan yang banyak, pokoknya pengen makan enak setelah
suatu insiden yang lumayan ngeselin.

Muter-muter Tisera, takjub liat raknya yang berubah posisi. Makin
rapi. Sempat liat buku anak-anak karangan seorang teman yang sudah
senior. Penasaran lirik Pullman, yah..stoknya masih yang kemaren
(lagian baru dua hari gitu:p). Bukan rizki si Bungsu deh. Males nyari
di BBC. Selain bukan hari diskon, banyak sales maksa berseliweran di
sekitarnya.

Udah niat nggak akan beli, nggak akan beli..tapi kayaknya tekad kurang
kuat. Saya menghampiri sebuah rak dan menemukan novel Sarah Singleton,
Century. Covernya menarik, juga ceritanya. Saya ingin sekali tahu
novel fantasi remaja yang bernuansa dark begini..apa lagi harganya
sangat terjangkau. Dua puluh lima ribu saja. Mas Agus tersenyum lebar
melihat bandrol tersebut.

Sampai sekarang, novel itu belum dibuka plastiknya:p


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help