Rini's posts with tag: film klasik hongkong
 Di samping kaset lagu Barat, berlangganan video silat klasik Hongkong berkontribusi besar dalam pengenalan bahasa Inggris ketika saya masih duduk di bangku SD. Awalnya selera persewaan ini mengikuti usul adik saya, yaitu film seri Jepang. Megaloman lah, Goggle Five lah, Lion Man lah.
Nonton silat Hongkong adalah aktivitas keluarga yang menyenangkan. Saya mengira bahasa Inggris yang bagus dan fasih itu diucapkan sendiri oleh para pemainnya, dan baru ngeh saat nonton film seorang pendeta konyol Chi Kung yang pake bahasa asli. Saking seriusnya, saya megang kipas dan menirukan peragaan adegan tarung Miao Chiao Wei sebagai Chor Lau Heung si Pendekar Harum (bukan versi Adam Cheung). Kami semua terpukau oleh aktor dan aktris yang tetap rapi make-up serta asesoris rambutnya walaupun sudah terbang melayang dan berciat-ciat dengan pedang. Gemas melihat polah Tony Leung di The Duke and Mount Deer, kesal ketika sebuah film diperpanjang karena karakter yang diperankan Moon Lee mendadak ada kembarannya (cikal bakal sinetron Indonesia nih), pula saat seorang perempuan memerankan laki-laki dalam Yang's Saga. Paling seru waktu suatu hari Minggu, kami sekeluarga nonton sebuah seri pendekar golok (pokoknya ingetnya si jagoan bernama Wu Yat Do) sampai tamat episode ke-20. Hujan turun seharian jadi nggak ke mana-mana.
Salah satu dampak nonton serial klasik Hongkong pada saya adalah doyan mi bakso. Kalo bisa, di depan layar TV sambil makan mi juga. Jadi meresapi:p
Kegemaran ini tak berlanjut sampai sekarang. Nggak kuat lagi nonton berseri-seri. Tapi masih suka yang klasik.
foto: House of Flying Dagger 
| |
|