Rini's posts with tag: foto
|  | Tak perlu jauh-jauh untuk menikmati hawa Bandung yang sesungguhnya. Di sinilah kami sering menghabiskan waktu, melepas kejenuhan dan mensyukuri udara yang tak berpolusi:) |
|  | Langit bagai lukisan, ketika awan berjumput-jumput mengitari matahari yang siap menuju peraduan. Semburat abu dan keemasan..menawan. |
|  | Foto-foto ini dijepret setelah hujan yang lumayan lebat kemarin sore, tepatnya menjelang Maghrib. |
|  | Memandang alam dari atas bukit, sejauh pandang kulepaskan.. Sungai tampak berliku, sawah hijau membentang Bagai permadani di kaki langiiit.. Gunung menjulang, berpayung awaaan.. Ooh indah pemandangan.. (Lagu siapa ya ini? judulnya apa:p) |
|  | Melihat kegiatan seperti ini setiap hari, tetangga kami nggak pernah bertanya apa pekerjaan suami saya. |
|  | hari cerah, berjemur deh.. Ini hasil jepret-jepret di sekitar rumah. Tadi siang sempet turun gunung, sayang banget nggak bawa kamera. Liat burung elang terbang dengan gagahnya dan nonton seni benjang renggong juga.. |
|  | Sejak kedatangan kami sepekan yang lalu, kupu-kupu beterbangan menyambut kami. Malah pada malam pertama, ada seekor yang ikut nginep. Bahkan nemplok di baju saya pagi harinya. Sore ini sewaktu hujan, suami menemukan satu yang besar dan bagus. Entah spesies apa. Sayang, sayap kanannya robek di ujung. Selain dua yang nempel di tembok depan rumah, ada satu lagi di tembok kamar mandi dan nggak mungkin saya potret. Motifnya mirip kok, kayak daun kering. Allah Maha Tahu, saya suka banget kupu-kupu:) |
|  | Sesuai janji, saya posting foto-foto panorama lingkungan rumah kami. Yang berikut sudah diseleksi dan diresize sebelumnya, semoga tidak mengurangi keindahannya. Manglayang : Gunung Manglayang tempat kami tinggal di kakinya. Gunung Geulis berada di seberangnya. Sewaktu kuliah pernah sampai Jatiroke aja, dan liat kebakaran hutannya dari jendela kamar kos. Dari tikungan menuju rumah, terlihat Bandung yang tercemar polusi. Sedangkan lembah di ujung jalan menampakkan kebun singkong dan kampung sebelah, entah apa namanya. |
|  | ..selain teras dan kamar tidur. Dari halaman, kami bisa duduk-duduk sambil memandang lembah dan kampung sebelah yang menyejukkan. Dari jendela kamar tidur, kami dapat memandangi mendung. Hobi ngelamun saya tertunjang deh:)
Tapi kami paling sering berada di ruang kerja, apa lagi pagi hari. Selain lebih cepat bangun karena genteng kaca menampakkan langit biru (meski 'dihiasi' tembok tinggi rumah tetangga belakang), ventilasi di ruangan ini paling baik. Suami sengaja membiarkan langit-langitnya berupa genteng seperti aslinya, sehingga angin yang segar menelusup dengan leluasa. Tentu saja kalo malam, di sini lebih dingin.
Cahaya di ruangan ini pun sangat terang sehingga mengalahkan lampu. Ketika mengetik posting ini, saya mendengar jangkrik menyanyi. Betah banget, privasi terjaga karena terletak dekat ruang belakang. Bahkan saya batal meletakkan laptop di kamar depan. Biarlah di depan menjadi tempat istirahat dan bersantai aja. Pada hari pertama pindah, saya dan suami tidur di ruangan ini supaya dapat melihat langit malam yang menenangkan.
Sekarang laptop sudah dipasangi meja. Tapi jangan tanya berantakannya, hehe..Ruang kerja ini multifungsi, bisa digunakan sebagai kamar, tempat shalat, dan tempat nyetrika. |
| |