Rini's posts with tag: freelance

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag freelance
Blog EntryMata Pedih dan PegalJul 9, '08 11:31 PM
for everyone
..karena hari Senin lalu ngegeber sebuah naskah komik. Penulis keras
kepala model saya nggak pernah mau membiarkan tulisan lama jadi
residu. Obrak-abrik folder (yang sekarang hang melulu, sepertinya ada
penyakit) dan permak sana-sini..jadilah. Lunas satu hutang.

Hari kedua mata masih sakit karena..kelamaan ngegoodreads! Rela deh
dicemberutin Mas Agus lantaran (merasa) bersalah sampai menahan lapar
segala. Saya terpukau oleh deretan bacaan seorang penulis senior yang
mencapai 3000 buku dari aneka genre. Beliau tidak gengsi melalap novel
pop, teenlit, komik Jepang, keren abis deh!

Oleh sebab itu, kemarin saya beristirahat. Usai makan malam, nonton
Molly di Trans7 sama keponakan. Film anak-anak yang bermutu dengan
latar belakang perang, ceritanya sederhana namun amat berbobot. Saya
membahas semua adegan setiap kali iklan dengan ponakan (aturan di
rumah kami: nonton TV jangan sampai membungkam komunikasi). "Anak
perempuan begitu deh, banyak masalah kecil tapi jadinya rumit," saya
menjelaskan.

Nulis lagi jeda, tapi baca buku jalan terus. Sudah tamat dua buku,
tapi masih mikir-mikir untuk resensinya. Semalam menyalakan Dynabook
begitu keponakan tidur (kesannya anak bayi, ye..padahal sudah 20 tahun
lebih), mencoba kerja sebentar dan.. ngantuk deh:p


Blog EntryBien OccupéeJul 6, '08 1:02 AM
for everyone
..il y a trés longtemps que je ne fais la siéste. Il fait plus froid de jour en jour,
mais je dois toujours faire le ménage. Pas d’excuse.

Il y a presque une semaine que je quitte une révision. Heureusement, j’ai encore
du temps pour lire (avant coucher), mais jamais pour écrire.
Je me trouve assez difficile de concentrer à des pages d’un livre.
Une silence est tellement mon besoin.

Il faut arranger mieux mon emploi du temps. Je suis en train de penser à mes boulouts,
puis un neveu va venir chez nous dans deux jours. Plus d’attention,
certainement, car il devra finir le plus tôt que possible
un grand devoir: son mémoire.

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryDi Saat Sangat Sibuk..Jun 30, '08 8:25 AM
for everyone
..saya bisa menjadi orang yang sangat menyebalkan. Kemarin sore,
sedang membaca ulang draft yang harus direvisi berikut pengarahannya,
seorang sahabat menelepon. Kemudian ponsel saya tinggalkan di ruang
tamu.

"Kamu reject? Sadis juga," kata Mas Agus. Saya angkat bahu. Sahabat
tersebut sangat paham bahwa saya jungkir balik mengatur waktu. Apalagi
kemarin ada empat undangan khitanan di tempat yang sangat berdekatan,
ditambah musik dangdut hingar-bingar sampai sore dan bikin kami tak
bisa istirahat apalagi kerja. Masih untung saya bisa bantu Mas Agus
cari bahan. Tidur? Lupakan.

Saat saya telepon kembali, sahabat tadi tentu saja sangat mengerti. Ia
bahkan tertawa-tawa dan kami saling ledek mengenai RBT masing-masing
(namanya juga gratisan).

Mas Agus sendiri balapan dengan waktu. Walau badan pegel abis nyuci
segudang, habis Maghrib ia harus meluncur ke rumah klien. Telepon
berdering dari teman sekampung yang ingin berkunjung, ia tak sampai
hati menolak. Jadilah iring-iringan habis Isya, yang buntutnya tetap
saja membicarakan pekerjaan juga:p

Soal persadisan, sebenarnya dialah yang memberikan 'contoh' untuk
berlaku tega di saat-saat tertentu. Misalnya seorang teman lama
(ngakunya) yang mencoba bergurau melalui SMS ke nomor Mas Agus
kemarin. Dijawab: siapa ini?
Teman itu masih bercanda, menganggap Mas Agus pura-pura lupa.
Diketiklah jawaban 'Mun teu nyebutkeun ngaran, moal diwaro deui' (Kalo
nggak nyebutin nama, nggak akan ditanggepin lagi). Sinyal tegas itu
tak ditangkap. Begitu melihat pesan bernada kelakar lagi, Mas Agus
langsung menghapus semua SMS dari nomor bersangkutan.
"Dadah.." katanya, kemudian berpaling ke meja kerja. "Mengganggu orang
sibuk."

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryHarus Revisi LagiJun 28, '08 9:56 PM
for everyone
Alhamdulillah, draft saya tak dikembalikan. Cukup dengan catatan
singkat yang saya pahami. Suka serem membayangkan draft itu di-resend,
ingat cerita guru-guru di Malory Towers yang mengembalikan PR sampai
dikerjakan dengan benar..

Merenung semalaman, memikirkan saran-saran untuk mengubah sedikit
naskah itu. Sedikit, tapi harus mikir keras. Ada panggung manten sunat
dekat rumah, semoga tak bising seharian. Mana mungkin saya minta
pengertian hanya karena seorang pekerja tak lazim (baca: freelancer)
butuh konsentrasi di hari Minggu. Besok bersih-bersih rumah, kakak
dari Demak hendak berkunjung. Rencananya, Mama juga.

Bantu Mas Agus nyuci dulu, kali ya..

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryMengubah KebiasaanJun 26, '08 6:18 AM
for everyone
Tadinya, saya sering merasa bersalah kalau ngejogrok di depan komputer
pagi-pagi. Apalagi jika piring dan baju kotor menanti. Tapi terkadang
sore hari saya ingin keluar atau sekadar nangkring di teras sambil
istirahat. Kerja malem? Jauh-jauh, deh.

Belakangan ini saya mengubah jadwal. Masak dilakukan sore hari, kadang
malam. Asyik juga makan malem dadakan, anget-anget dan nggak bikin
males. Tidur jadi lebih lelap, meskipun bangun paginya udah laper
berat lagi..:p

Dengan demikian, saya bisa menulis di pagi hari. Siang juga, kalo mau.
Pikiran tidak terbelah-belah. Seperti pagi ini, satu revisi sudah
kelar. Revisi selanjutnya nanti siang, insyaAllah.

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryTo Do List Berkurang, Hore!!Jun 21, '08 9:05 PM
for everyone
Leganya..setelah berjibaku mengelola waktu dengan pemadaman bergilir, USB hub yang mendadak rusak dan sakitnya Mas Agus,  beberapa PR tergarap juga. Ini hasilnya:
                                     (sumber foto: sxc.hu)
1. Menyerahkan satu draft novel remaja sepanjang 19 ribu kata. Dibuzz oleh editor sebuah penerbit waktu online di YM. Kepadanya juga, saya layangkan satu draft non fiksi sepanjang kurang-lebih sama.

2. Sebuah esai sepanjang 1133 kata. Ngopreknya hampir seharian dari nol, dan ganti judul 3 kali.

3. PR terbesar: revisi sebuah draft cerita sepanjang 19 halaman. Nulis ulang dari awal, selesai dalam 3 jam. Belum bisa cerita genre dan proyeknya secara detil. Yang jelas, draft ini rampung setelah saya mereset pikiran bahwa saya sedang menulis sesuatu yang baru dan bukan revisi.

Alhamdulillah. Sekarang bisa konsentrasi pada tugas ini
dan ini.

Blog EntryHappy-Go-Lucky di Tisera Jatinangor Town SquareJun 20, '08 8:50 AM
for everyone
Iseng-iseng ke Jatos sepulang dari warnet, tak disangka nemu
Happy-Go-Lucky bertengger di rak Cerita Remaja toko buku Tisera.
Hore! Stok arsip saya tidak bolong lagi.

Mudah-mudahan tersedia juga di Tisera cabang yang lain.


Blog EntryBenar atau Tidak, Tetap Sajalah BingungJun 20, '08 4:33 AM
for everyone
Sering saya membaca atau mendengar pernyataan Perempuan lebih suka dibohongi. Sebenarnya, menurut saya, manusia pada dasarnya tak suka mendengar kebenaran. Baik yang benar-benar pahit bagi semua pihak, maupun yang pahit bagi dirinya karena menyenangkan bagi orang lain.

Ini pun terkait soal kerja, hal yang cukup sering ditanyakan kepada saya dan Mas Agus. Baru-baru ini Mas Agus menjawab dengan jujur, "Saya jualan teh botol." Dia tidak bohong, benar-benar naro teh botol satu krat di sebuah bengkel di kota sebelah utara sana. Namun pandangan dan pertanyaan berikutnya meluncurkan ketidakpuasan serta ketidakpercayaan. "Masa sih? Masa sarjana jualan teh botol?" Seolah-olah jualan teh botol itu haram dan melanggar hukum.

Menyangkut bengkel, itu juga menggelikan. Mas Agus mengelolanya bersama beberapa teman, walaupun ia menolak keras disebut pemilik. Melihat bengkel tersebut ramai pengunjung sejak hari pertama dibuka, seseorang yang cukup dekat berkomentar, "Wah, kapan nih 'gajian', Gus?"

Kemarin dia memasang pompa air baru di rumah Mama yang dikontrakkan. Ibu penyewa memperhatikan Mas Agus bolak-balik meminta adik saya mengambil obeng dan alat lainnya di dalam tas (tasnya tuh gede kayak mahasiswa S2 atau tugas belajar gitu), dan bingung. "Wah, isinya apa aja, Mas? Komplit banget." Doraemon kale..

Dunia memang aneh. Kalo nggak aneh, nggak rame kali ya.



Blog EntryMabalJun 19, '08 8:30 PM
for everyone
Istilah populernya, bolos.
Dulu, ada teman kuliah yang tak pernah muncul di kampus sampai
berhari-hari. Tak jelas alasannya. Dia bilang bahwa orangtuanya tidak
mempertanyakan sebab ia selalu ada di rumah.
Teman KKN saya tak pernah meninggalkan tempat kosnya pada hari-hari
UTS atau minggu tenang. Dia bilang, "Nggak belajar nggak apa-apa, asal
jangan keluyuran."

Sikap saya setali tiga uang. Satu-dua kali saudara atau kerabat
mengajak ketemuan atau pergi bareng ke suatu acara, saya jawab, "Nggak
bisa. Ada kerjaan/deadline." Ketika ia menelepon dan bertanya, "Kamu
lagi ngapain, Rin?" terkadang saya sedang tidur, nyuci baju, atau
baca buku.
Apa saja, pokoknya bukan sedang main. Biar tidak merasa terlalu
bersalah:p

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryMenoleh 'Dunia Lain'Jun 17, '08 12:45 AM
for everyone
Di samping ngoprek komputer, hobi saya lainnya yang tak terlalu
berkaitan dengan tulis-menulis adalah otak-atik ponsel. Seperti halnya
komputer, saya gagap berurusan dengan hardware. Berani membuka baterai
(jika ponsel hang) atau mengganti simcard pun setelah sebuah ponsel
berumur lebih dari enam bulan di tangan kami.

Saya pernah menekuni hobi ini dengan amat serius.
Siemens M55 saya sampai habis dicincang karena ganti casing
transparan, error phonebooknya (entry hilang semua tanpa sebab), dan
saya mengalami 'kecelakaan' karena salah membidik kamera bawaannya
sehingga blitz mengenai mata. Lumayan tuh, ongkos ke dokter
bolak-balik. Ditambah obat tetesnya yang bikin nangis guling-guling
karena kesakitan.

Sekitar 3 tahun lalu, minat pada bidang ini mereda. Saya mulai keteter
dan kebalap ponakan-ponakan dalam urusan pergigibiruan (bluetooth
maksudnya), infra merah, Java, Symbian, dan seterusnya. Mereka terus
bereksperimen, sampai menginstall software khusus pengusir nyamuk
segala. Bahkan belum lama ini si Tengah memperoleh software Bluetooth
Hack yang dapat mengendalikan ponsel orang lain (dalam jarak dekat)
dan menguras habis pulsanya untuk telepon serta membaca inbox SMSnya.

Saya dan Mas Agus terlanjur menapakkan sebelah kaki di dunia satu ini.
Saat ramai registrasi kartu perdana, saya duduk di depan meja dengan
ponsel berjejer di rumah sepupu. Penghuni rumah ada enam orang dan
masing-masing punya ponsel lebih dari satu. Kebayang deh jereng mata
dan pegelnya meregistrasi satu demi satu, apalagi tiap operator
memiliki format berbeda. Ada yang kasih nomor registrasi, ada yang
tidak. Tapi seneng juga sih, dapat imbalan spaghetti dan JCo..hehehe..

Dalam perjalanan ke Jakarta April lalu, kedua teman Mama spontan
meneriakkan nama saya untuk urusan Combo nomor masing-masing.
Alamak..kesannya kita tahu segala, deh. Udah biasa banget ditelepon
atau SMS saudara, teman atau Mama dengan kalimat, "Hpku anu anu
anu..kenapa ya?"

Makin sulit menjauhkan diri ketika baru-baru ini seorang relasi yang
sudah akrab sekali meminta saya memeriksakan GPRS di PDA-nya. Ia tak
mau tahu saya sudah amnesia dengan oprekan PDA itu, katanya, "Kan dulu
sukses connect juga sama Rini." Pengen menciut jadi miniatur dan
kabur..tapi oke, deh. Otak-atik gatewaynya, berhasil.

Beberapa hari belakangan saya dan Mas Agus dapat pekerjaan berbau
lapangan (halah) untuk tes koneksi Internet dengan beberapa kartu
CDMA untuk keperluan seorang klien. Mondar-mandir ke service dan CSR,
telepon sampai panas, nguping pelanggan lain kalau-kalau masalahnya
sama, kembung deh nyedot AC yang bikin mata perih. Saya sering ngerem
di 'lab' (sok gaya banget:p), membandingkan kecepatan kartu A dan kartu
B. Ponsel dan kabel berserakan. Untuk urusan ini, saya bisa tahan
melek sampai hampir pagi. Lupa waktu, kayak kalau asyik baca dan
nulis. Semua perangkat boleh dibawa pulang karena akan lebih
meyakinkan mengujinya di tempat kami yang mirip gua lantaran susah
sinyal. Lagipula saya nggak akan bisa konsentrasi di tempat lain.
Suara printer aja bisa bikin kesel kalau sedang fokus mendengarkan
pengarahan operator.

Seru juga sih, buat penyegaran dan ngasah otak. Tinggal bagian yang
paling males, bikin laporan. Catatan saya bertebaran, harus
dikumpulkan lagi deh..


Blog EntryTerpaksa Jadi KalongJun 8, '08 10:52 PM
for everyone
..karena pemadaman bergilir. Hari ini meluncur pagi-pagi ke Jatinangor, dan...tebakan saya tepat. Mati lampu lagee..

Dua pekan ini jadwal rutin saya berubah total. Kerja malem-malem, selain males dan nggak biasa, sebenarnya nggak menghemat energi juga. Padahal yang digarap tuh setrikaan..masak nasi..dan sebagainya yang membutuhkan listrik. Ga nahan juga kalo melek sampai midnight mulu, sempet ambruk soalnya.

Akhirnya diubah, bangun jam 3 pagi dan memulai rutinitas rumah..nyuci, cuci piring, masak nasi (ini paling vital, kalo beli mulu bisa tekor!), berkomputer-ria, ngecharge HP, dsb..dsb.. Seperti tadi pagi, dinihari sudah 'nemenin' Mas Agus yang kerja sambil nonton F1

Apa boleh buat, deh. Semoga darah rendah nggak kambuh di saat-saat serba genting begini. Kalo masuk angin sih, biasa..heheheh..

Blog EntryJernihnya OtakkuMay 16, '08 6:35 AM
for everyone
Setelah sempat mengalami hang yang lumayan beberapa hari lamanya,
tampaknya otak saya tak butek lagi. Tanda-tandanya sbb:

1. Sudah bisa ketawa ketika membaca ulang Anak Kos Dodol.
2. Sudah bisa menikmati baca novel tebal. Percobaan awal, Pangeran
Diponegoro-nya Remy Sylado. Dapet dua bab pagi ini.
3. Sudah bisa menulis dan menguntai ide lagi, walaupun baru dihimpun
di kepala. Biarkan Dynabook menikmati cutinya, hehehe..(alesan:p)
4. Sudah enak makan dan tidur
5. Sudah bisa mendengarkan curhat si Tengah yang tergila-gila film
Ayat-ayat Cinta dan terus mengutip dialog, "Kamu percaya jodoh,
Fahri?" untuk ke-1500 kalinya.
6. Sudah menamatkan nonton VCD Postman Pat yang baru diliat
setengahnya (melirik Uci).

Alhamdulillah, tidak sia-sia mengarungi siang dan malam
untuk...jalan-jalan berdua (kikikik..). Ditambah beberapa masa dalam
kesenyapan, tiada dering telepon tak diundang, SMS iklan yang bikin
kepala panas dan kepengen banting HP (seolah-olah duit tinggal meraup
di kolong meja), bahkan tayangan TV yang sampai kini masih nginep di
tempat service. Senangnya hatiku, turun panas demamku..

sumber foto: sxc.hu


Blog EntrySedapnya Jadi Freelancer..May 6, '08 1:18 AM
for everyone
Pukul 9.45 Waktu Indonesia Bagian Manglayang, Mas Agus sudah meringkuk
nyaman. Jam 5.45 tadi dia meluncur ketemu klien, dan kembali pukul
7.30 menenteng beras. Seperti nasihat mas kami yang sulung, "Tangine
gasik, ben rejekine ora ilang
."

Sebelum lelap, ia merangkai dialog imajiner sebagai berikut.
"Kerjanya jam berapa?"
"Dari pagi, pulang pagi lagi..di hari yang sama."
"Dua puluh empat jam?"
"Dua puluh empat menit." (baca: keluar dari rumah klien)

Usai sarapan, terima telepon dari klien satunya. Sementara saya cuci
piring, dia masak. Terus..terjun bebas deh ke tempat tidur.

Indahnya hidup ini. Versi Mas Agus, "Uenak-e puolll!"


Blog EntryMengenang Seorang Pemberi SemangatApr 25, '08 7:33 AM
for everyone
Senin mendatang, 28 April, adalah hari lahir seorang wanita
yang cukup penting dalam kehidupan kami.

Beliau yang membiasakan para keponakan terhadap ritme kerja saya dan
Mas Agus di rumah, kendati orangtua mereka pun tak lagi berpayung di
bawah satu perusahaan. Saya ingat setiap kali si Tengah terlihat duduk
di samping saya, beliau akan bertanya, "Meis, kamu sudah tanya apakah
Tante Ade sedang sibuk?" atau "Tante Ade sedang kerja, Meis, bukan
main. Sedang business (demikian beliau melafalkan kata bisnis)."

Sekali waktu, saya berkutat di depan komputer dalam keremangan.
Mendadak beliau muncul dari dalam rumah dan menyalakan lampu meja,
lalu berkata tegas, "Kamu mau mata kamu rusak?"
Kali lain, ketika saya dan Mas Agus membelikan keponakan-keponakan
nasi goreng, beliau berkomentar, "Kenapa jajan-jajan terus? Lebih baik
simpan uangnya, untuk beli rumah."

Walaupun usianya sudah sepuh, beliau senantiasa menjadi teman diskusi
yang menyenangkan soal pekerjaan. Saat saya sakit dan tenggat tak
terkejar, disarankannya untuk tidak ragu mengontak klien dan meminta
perpanjangan waktu. Tatkala terjemahan selesai dicetak, beliau membuka
halaman-halaman yang ditata rapi dan tersenyum penuh kelegaan.

Menurut kakak sepupu saya, menjelang wafatnya pun beliau
masih mencemaskan kami. Katanya, "Mereka berdua itu punya potensi,
tapi belum 'berbunga'."

Kini, di rumah ini, saya terkenang dan merasa rindu kepada beliau.
Mungkin suatu hari kelak, jika mental sudah siap, saya akan
mengunjungi tempat peristirahatan terakhirnya di kota sebelah.

Mama, doamu sudah terkabul.

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryHari Membaca NasionalApr 24, '08 11:49 PM
for everyone
Pagi ini, saya ambruk. Sakit kepala, batuk-batuk, dan demam. Tidak
begitu mencemaskan karena masih punya selera makan. Memang sudah dua
malam saya tak dapat tidur. Entah 'ketularan' keponakan yang telepon
dan cerita bahwa dia stres berat, padahal saya rasanya tidak sedang
banyak pikiran.

Sejak kemarin mata sudah pedas dan badan pegal-pegal. Mas Agus sudah
terkapar duluan. Saya malah berpikir keras merevisi sebuah naskah
novel sampai sore. Sempat tergoda untuk menyerah saja, tapi saya
melawannya. Jangan sampai naskah yang ditulis susah payah itu berakhir
di Recycle Bin. Alhamdulillah, usai revisi saya dapat mengirimkan
outline kepada penerbit. Mudah-mudahan bersesuaian.

Setelah Mas Agus berangkat, saya lelap sampai siang. Dininabobokkan
oleh suara degung dan kawih dari acara pernikahan di kampung sebelah.
Langit gelap tapi tidak hujan, hanya ditingkahi suara jangkrik. Karena
bosan harus berbaring terus, saya membaca. Lumayan untuk mengurangi
utang.

Mendengar hebohnya acara sawer di pernikahankampung tetangga itu, saya ingat pada
mimpi yang mengganggu tidur saya dua malam berturut-turut. Mimpi itu
berkaitan dengan outline sebuah novel yang sudah hampir sebulan
menganggur saja. Semakin banyak membaca, semakin ingin meneruskan
nulis.

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryLagi Ngerjain Proyek Apa?Apr 22, '08 8:29 PM
for everyone

Semasa sekolah, kosakata proyek identik dengan pekerjaan di lapangan.
Yang paling cepat terbayang adalah pembangunan rumah atau gedung.
Sewaktu ngantor, malah saya menganggap proyek sama dengan ngobyek
(terima job di luar). Baru beberapa tahun ini saya memahami bahwa
proyek di kantoran itu lazim, terima kasih antara lain
pada Donna melalui Quarter
Life Dilemma
-nya dan Tria melalui The Lunch Gossip-nya.

Kembali pada peristilahan yang saya tangkap maknanya di jaman ngantor
dulu, itulah makna yang dilekatkan pada seorang freelancer. Sering
sekali saya ditanya, "Lagi garap proyek apa, Rin?" Pengertian proyek
kerap disamakan dengan order. Padahal menurut saya, proyek bisa
diciptakan sendiri. Menulis, misalnya, dapat dikerjakan setiap hari
tanpa perlu menunggu ada lomba, undangan menulis atau pesanan dari
penerbit.

Inilah daftar pekerjaan sementara:

1. Persiapan sebuah naskah komik untuk studio independen di Jakarta.
Draft kontrak sudah disetujui, menunggu print-outnya dikirim ke rumah.
Proses pencarian ide dipergiat, sebab gagasan yang tempo hari diterima
sebenarnya telah dieksekusi untuk proyek sejenis 3-4 tahun silam.
Pikunnya diriku..

2. Revisi besar sebuah naskah fiksi. Ada angin sejuk dari sebuah
penerbit yang saya kontak beberapa hari lalu. Senang sih, karena saya
hampir bete memikirkan nasib novel satu ini. Tapi banyak yang harus
dijahit dan dibuang, huaaa..operasi bedah habis-habisan nih.

3. Menulis sebuah naskah non fiksi. Kemarin menjajaki ketertarikan
pembaca melalui diskusi dengan dua orang sahabat. Mereka mendukung dan
menyatakan suka pada judul yang saya rancang (setelah diubah untuk
kelima kalinya).

Ada beberapa lagi, tapi belum pasti. Kerja..mari kita kerja..

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryYang Mana Dulu Ya?Apr 22, '08 8:29 PM
for everyone
Kalau deadline mepet, jantung berpacu lebih kencang dan..stress.

Kalau deadline panjang, malah malas-malasan. Ntar lagi..ntar lagi.

Duh, kenapa saya cuma bisa berkeluh-kesah? Bukankah menunda berarti
mencuri waktu? Teringat cerita seorang sahabat kemarin, naskah proyek
yang diselesaikannya makan waktu terlalu lama sehingga akhirnya tak
jadi diterbitkan. Hmm..

Jadi, kerjakan saja. Tak ada waktu untuk berleha-leha.


sumber foto: sxc.hu


Blog EntryKerja di Hari MingguApr 20, '08 10:59 AM
for everyone
...adalah hal biasa bagi seorang freelancer. Karena itulah, keluarga
dekat kami tak lagi heran bila saya dan Mas Agus buru-buru pulang
setelah meluangkan waktu untuk mengikuti suatu acara atau bahkan
berhalangan sama sekali. Komentarnya, "Lagi banyak kerjaan ya?" Mau
malam Minggu kek, mau malam Jumat nek, kalau memang ada tenggat ya tak
ada istilah libur.

Demikian pula hari ini. Sejak kemarin, saya sudah memantapkan hati
untuk menuntaskan PR dengan batas waktu terdekat. Rupanya Mas Agus
juga harus setor kerjaan besok. Jadilah kami menekuri meja
masing-masing. Alhamdulillah, saat adzan Dhuhur berkumandang, tugas
saya selesai. Langsung email ke klien, lalu...main! Terasa benar
manfaat 'play hard' yang dipraktikkan belakangan, sebagaimana masukan
kakak saya. Kala ngebut tugas satu ini, jedanya juga banyak. Telepon
sahabat (dapat ide baru deh buat nulis), cek email, sarapan, dan
mandi.

Saya belum menjenguk tabel pekerjaan. Masih menimbang-nimbang mana
yang sebaiknya dilakukan lebih dulu.

1. Mencuci piring yang sudah bejibun.
2. Menyetrika pakaian kering yang menggunung di kamar sebelah.
3. Meneruskan nulis.
4. Melanjutkan baca sebuah novel.
5. Tidur.
6. Makan lagi (untuk kesekian kalinya).

Yang saya pilih adalah ... nonton VCD:p

sumber foto: sxc.hu





Blog EntryMengalah Pada KlienApr 19, '08 9:26 AM
for everyone
Rencananya, malam Minggu ini Mas Agus dan saya akan jalan-jalan ke
Jatinangor. Nostalgia sambil 'berlagak kayak ABG malam Mingguan',
begitu katanya seraya terkekeh.

Sebelum itu, kami mampir ke warnet dulu. Sinyal di rumah jeleknya
minta ampun, jadi memaksakan koneksi untuk browsing sama saja dengan
memboroskan pulsa. Saya punya kesempatan memenuhi permintaan si Bungsu
untuk memperbaiki blognya, bahkan menemukan theme Nightmare before
Christmas
favoritnya. Ia langsung menelepon dan mengucapkan terima
kasih dengan suara serak.

Mendadak Mas Agus menghampiri bilik dan mengajak pulang. Kirain karena
masuk waktu Maghrib. Ternyata kliennya menelepon dan minta ketemu
malam ini. Batallah acara jalan-jalan. Nasib..nasib..

Beberapa menit setelah tiba di rumah, Mas Agus berkutat dengan
pekerjaannya agar cepat selesai. "Maaf ya Sayang, mudah-mudahan besok
kita bisa pergi," katanya. Saya tidak marah, sih. Ini bukan yang
pertama kalinya. Kesibukan Mas Agus sedang tinggi sekali,
sampai-sampai kliennya menelepon hampir setiap waktu.


sumber foto: sxc.hu


Blog EntryPindah Posisi LagiApr 14, '08 11:14 PM
for everyone
Kembali ke rumah setelah empat belas hari, kemarau masih saja
menggigilkan kulit. Beberapa bagian rumah diserang tikus, termasuk rak
buku yang acak-acakan. Syukurlah tak ada buku yang jadi korban, dan
pagi ini satu tikus sukses dijerat.

Berhubung keluarga dari Jawa sempat menginap, PC naik ke meja guna
memberikan ruang lebih lapang. Mau kembali ke posisi lama, malas. Maka
hijrahlah laptop dan meja kerja saya ke dalam kamar. Biar bisa duduk
di tempat tidur, nggak pegal-pegal. Capek tinggal baring. Aman dari
terpaan angin yang kian keras saja, tinggal tarik selimut. Saat saya
bilang mesti menyalakan lampu terus, Mas Agus berkata bahwa itu
membuat saya hangat. Kamar memang lembab, bahkan kursi sampai berjamur
selama kami tinggalkan.

Penempatan baru ini menyenangkan, kendati bersebelahan dengan TV yang
kerap menjadi benda kontra produktif. Remote-nya hancur, gara-gara
dilempar Mas Agus untuk mengagetkan tikus yang berisik di
langit-langit rumah. Jadi TV tetap lebih banyak nangkring membisu.
Risikonya, Mas Agus harus bangun lebih cepat. Jam enam saya sudah
menyalakan laptop dan membuka tirai jendela supaya cahaya matahari
masuk.

Apa yang sudah dikerjakan pagi ini? Pembenahan progress report. Naskah
X sekian halaman, naskah Y sampai bab anu, naskah Z baru ide kasar.


Pages:12345678
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help