Rini's posts with tag: hadiah
 Baru kemarin ngobrol sama Kang Iwok tentang buku-buku diskonan di BBC Suci. Murah sih, tapi saya sedang kurang minat pada teenlit. "Kalau buku anak, hajar bleh," ucapan saya ditanggapi ngakak di YM oleh beliau. Memang sih, kemarin bilang saya akan dikirimi novel anyar ini. Tapi tak sangka, siang ini kurir JNE sudah mengetuk pintu (langkahnya kayak kucing, hehehe..) dan ..jreng jreng.. Misteri Hilangnya NovelisTerkenal telah tiba untuk saya. Sayang nggak ada tandatangan Ichen:p Ada bonusnya, lho! Kirain surat (ngapain juga Kang Iwok nyurat-nyurat), ternyata..karcis bis yang dinaikinya ke Jakarta tempo hari! Hahaha..kenangan yang cukup unik  Syik asyik, bacaan baru lagi. Makasih, Kang Iwok dan Ichen. sumber foto: blognya Ichen 
 Alhamdulillah, bisa beli Jangan Berkedip! langsung dari Donna dan Isman dengan harga spesial (baca: belum naik). Teman yang hendak dikirimi ternyata sudah punya, hohoho..rizki saya deh. Sudah pernah baca sedikit, tapi belum memilikinya. Ada tandatangannya lagi. Tengok-tengok Rumah Pernik, rupanya Master of the Game-nya Sidney Sheldon masih ada. Cihuy..15 ribu untuk buku hardcover meskipun second! Karya Sheldon satu inilah yang membius saya dalam pesona hingga jatuh cinta padanya 11 tahun silam. Waktu itu saya pinjam terjemahannya dari teman KKN, tamat 3 buku dalam semalam. Nggak nyangka juga buku ini begitu tebal. Begitu menyentuh bungkusan paket, saya tahu ada yang lain di dalamnya. Horeee..hadiah bros karya Donna sendiri! Memang suatu saat, saya pernah berbincang dengannya dan bilang bros pasti lebih sering dipakai dibanding aksesoris lain. Tak menyangka Donna mengingatnya. Senaaaang deh.  Bros itu saya sematkan di jaket bermotor saya (sok keren gini ya, kesannya saya yang nyetir) biar tidak terlalu maskulin. Warnanya yang coklat kehijau-hijauan bikin jaket ini sering saru dan disangka milik Mas ipar saya. Oh ya, minggu ini saya juga menerima hadiah dari seorang karib. Buku Bestseller Sejak Cetakan Pertama terbitan Indiva. Keren abis..walaupun belum kelar dibaca:) Alhamdulillah.  Donna dan Nursalam, semoga rizki kalian berlimpah ruah. Amin. 
Cintanya Ichen masih buat Benny (yang juga menulis di buku terbitan Jendela ini) dan Saski. Buku keroyokan mengenai curhat cinta suami-istri ini tiba melalui kurir JNE menjelang Dhuhur. Senaaang deh, bacanya sambil tidur-tiduran melepas lelah (kebiasaan jelek yang sulit dihilangkan:p). Bacanya acak, mulai dari tulisan Ichen dulu. Ketahuan deh rahasianya Benny..ehm.. juga ‘masa lalu’ Ichen yang sampai disangka cowok sama camer. Wakakaka.. Ada tulisan Fita yang semanis orangnya, pengalaman Teh Pipiet sendiri, Anneke Putri, Kang Iwok, dan tentu saja..Dedew yang selalu heboh lagi seru saat berkisah. Ciri khasnya dapet banget. Tengkyu, Chen. Semoga cintamu dan Benny selalu bertaut erat seindah kisah-kisah dalam buku ini.
Minggu lalu saya menerima paket dari Rani. Salah satunya buku Keajaiban Al Quran (Harun Yahya), hasil terjemahan duet dengan Mbak Ai dan diterbitkan Arkan (grup Sygma). Sudah lupa karena hampir 4 tahun sejak dikerjakan bareng. Senang deh menimang buku hard cover bertaburan foto ini. Tapi belum sempat membaca ulang. Pengen nyari file terjemahannya dulu, untuk melihat sejauh mana disesuaikan oleh editor. Rani membuat saya makin bahagia hari itu (saya inget banget, Jumat) dengan dua buku barunya. Kisah 25 Nabi yang berilustrasi warna-warni. Membukanya hati-hati sekali. Hatur nuhun, Ran. 
Kemarin adik saya telepon, ada paket dari Mizan katanya. Novel King Sulaiman yang dua hari lalu saya timang-timang di Togamas (lirik Kang Iwok). Senangnyaaa..jadi endorser, hehehe.
 Kami baru saja selesai brunch ketika terdengar suara motor memasuki halaman. "Kiriman, kali," kata saya pada Mas Agus, yang menyongsong Pak Pos dengan handuk membelit kepala. Petugasnya tinggi besar, lain dengan yang biasa datang kemari. Walah..ternyata bapak ini dari kantor Pos Asia Afrika berhubung paketnya ekspres. Bukan dari Cileunyi yang sudah saya hafal suaranya:)
Tak sabar membuka kemasannya, eng ing eng..La Tahzan dari Nopi:-). Tepat sesuai kebutuhan saya. Sempat saya bacakan beberapa bait syair di dalamnya dan Mas Agus berkomentar, "Terjemahannya bagus banget, tuh."
Makasih ya, Nop..semoga Nopi selalu diberkahiNya dalam setiap tarikan nafasmu. Amin. 
 Saya memang sedang menunggu beberapa kiriman minggu ini. Karena sendirian di rumah dan kurir bisa datang kapan saja (begitu juga pak pos), saya sering tak tenang melakukan sesuatu. Seperti siang ini, saya terkantuk-kantuk dan berpikir takkan ada paket yang datang karena sudah hampir jam tiga sore.
Samar-samar terdengar suara motor berhenti. Ada suara orang menanyakan nama saya kepada tetangga. Saya siap-siap membuka pintu dan menerima uluran kertas untuk ditandatangani. Tulisan tangan serba mungil di sampul paket itu familiar..dari Donna!
Ow, lihatlah dompet biru itu. Wow, kantungnya pun berbintang-bintang seperti langit Manglayang di malam musim kemarau (jadi ingat keponakan saya yang naksir berat kantung kemasan asesoris Rumah Pernik). Dan..kalungnya yang sungguh unik! Saya kehilangan kata-kata.
Terima kasih, Don. Semoga Rumah Pernik senantiasa dibanjiri pelanggan (yang memborong dan selalu kembali lagi), dan semoga Donna sekeluarga selalu mengalami saat-saat mengesankan juga. Amin. 
 Sudah sepekan lalu saya menerima kabar bahwa sebuah paket buku dititipkan melalui sebuah alamat. Karena masih berjibaku dengan PR ini dan itu, baru sempat diambil kemarin. Aih senangnya, dua novel retelling cerita rakyat klasik karya Femmy Syahrani. Genre yang sangat saya sukai, apalagi dari Jawa Barat. Biar bersaing deh dengan buku-buku Jawa Tengah (dan Timur) di rak buku (melirik Mas Agus:p). Sangkuriang saya baca duluan, karena legendanya berkaitan dengan gunung tempat kami bermukim ini. Tamat dalam satu jam! Merci beaucoup, Fem. Tepat datangnya, saat saya lagi beteeeee pisan. 
 Selasa siang, saya tergeletak sakit di rumah Teteh. Mas Agus menelepon dan bilang bahwa ia terbangun jam 9.30 oleh ketukan pak pos yang baik hati di pintu depan. "Ada kiriman buku dari Dewi," katanya. "Dewi?" Harap maklum, nama Dewi sama banyaknya dengan nama Rini dalam daftar teman dan saudara saya. "Dewi..Rieka." Horeee!! Itu pasti Anak Kos Dodol, buku terbarunya Dedew. Alhamdulillah, tak sangka sampai seawal ini. Tengkyu Dew, sudah berpayah-payah ke kantor pos dengan bayimu yang hampir mbrojol itu.  Pagi ini saya nekad pulang bersama Mas Agus. Homesick berat dan merindukan hawa murni (istilah Mas Agus untuk udara bebas polusi) serta kesenyapan di sekitar rumah. Saat motor baru memasuki teras, seorang tetangga yang sering ketitipan paket menyerahkan sebuah bungkusan. Wow, sepuluh edisi tabloid Parle dan buku Interlude-Jeda dari Pak Syafruddin Azhar. Tulisan beliau berdua Kurnia Effendi, yang biasa saya sebut Kang Kef di milis Apsas. Senangnya..tak sia-sia pulang menerobos rombongan buruh yang hendak demo dan patwal yang mengiringi mobil Kapolda (kayaknya sih:p). Langsung baca duluan AKD, tergelak-gelak dan sangat terhibur. Ah, saya takkan bosan beristirahat ditemani bacaan sebanyak ini. 
 Buku termahal yang kami beli: Novel Remy Sylado, Pangeran Diponegoro. Sekitar enam puluh lima ribu. Kalau kamus dihitung, maka yang termahal adalah KBBI (270 ribu). Buku termurah: Dongeng-dongeng Asia Kanggo Bocah-bocah. Dua buku langka berbahasa Jawa ini diperoleh di stand Kiblat Buku Utama dalam pameran buku Bandung dengan harga 2 ribuan saja. Buku terlama dalam koleksi: Lotta dan Anak-anak Bullerbyn. Bandrol dua ribuan masih menempel di sampul belakang. Dibeli ketika saya masih SD dan sudah hijrah ke rak buku keponakan. Buku pegangan kuliah yang masih dipertahankan selain kamus: Espaces I berikut latihannya, diktat Sejarah Kebudayaan Prancis (entah yang keberapa), Grammaire, Jawahirul Adab milik Mas Agus. Yang lumayan penting seperti Diksi dan Gaya Bahasa-nya Gorys Keraf beterbangan entah kemana. Buku paling berkesan dari masa-masa 'ngantor': Seajaib Lampu Aladdin(Kaifa, 2002). Dapat langsung dari penyuntingnya, Steven Haryanto, yang waktu itu merupakan atasan saya di Masterweb Magazine. Buku tak terlupakan dari sesama freelancer: Understanding Comic dari Anom, karib komikus. Buku fisika dari Esvandiari. Monte Carlo dari Nad. Hostage dari Nursalam. Buku ter-oke dari penulis/penyusun: 99 Kisah Menakjubkan Al-Quran dari Kang Iwok. Lost in Teleporter dari Tria Barmawi. Juz-Amma Bergambar dari Rani. 365 dari Mbak Ai. Quarter Life Dilemma dari Donna. Bertanya atau Mati! dari Isman. Menerbitkan Buku Itu Gampang! dari Bang Jonru. Selamat Datang di Pengadilan dari Daniel Mahendra. Hadiah-hadiah seru: Jejak Hujan dari lomba resensi Apsas. Momo dari Kang Iwok. Alamak! dari Teteh. Turquoise dari seseorang (saya tak berani menyebutkan namanya). How to Write and Market a Novel dari Daniel. Mahasati dari Akoer. Rahasia Penggalian Al-Aqsha dari Ufuk Press. Khadijah dari Pustaka Iiman. sumber foto: sxc.hu 
 Bekerja freelance memungkinkan saya dan Mas Agus membangun hubungan personal dengan klien tanpa memandang jabatan dan umur, sejauh minat dan cara berpikir cocok serta - tentu saja - hasil kerja sesuai harapan. Tidak jarang mereka memberikan buah tangan yang beragam namun penuh kesan, sehingga menorehkan keindahan tersendiri dalam perjalanan kami sebagai pekerja lepas.
Salah satunya sirup terong Belanda ini, berikut teh bubuk khas yang baru diterima Mas Agus tadi malam. Kadang-kadang sang klien memberikan sebotol sirup Markisa yang kami nikmati sekeluarga. Pada suatu tahun, Mas Agus memperoleh sejumlah beras sebagai bonus. Ada juga klien yang menghadiahkan liburan gratis di sebuah pemandian air panas dekat kediamannya.
Tetapi yang paling tak terlupakan adalah ketika Mas Agus menjadi ghostwriter untuk seseorang yang diundang menjadi pembicara di sebuah kota di pulau seberang. Seminar diadakan oleh himpunan pengusaha kecil dan menengah, maka sang klien turun dari pesawat membawakan kami ...berkilo-kilo kerupuk! Saking banyaknya, ibu saya juga kebagian:) 
 Benar kata orangtua, bangun pagi menjemput rizki. Saya melonjak senang mendengar dering ponsel dan mendapati nama Tiki Kopo di layar. "Bu Rini, ada paket buku dari Cimahi," kata agen langganan saya itu. Aah, airmata saya berebutan mengalir. Meskipun buku belum sampai ke tangan (harus dijemput nanti sore di agen Jatinangor) dan saya sudah dikabari kemarin sore oleh penulisnya, tetap saja ini hadiah yang spesial. Mendapat kesempatan belajar menulis cerita anak langsung dari sebuah karya menakjubkan karangan penulis, penerjemah dan editor kesayangan saya, sekaligus mengobati kesedihan lebih dari 20 tahun lalu ketika saya kehilangan buku dongeng berukuran kurang-lebih sama. Mbak Ai, terima kasih banyak. Harus siap-siap tisu nih biar nanti pas baca, halaman bukunya nggak basah. Itulah yang terjadi ketika membaca Misteri Burung Merah, Samurai dan Shiloh. Tiga ratus enam puluh lima hari saya akan bertambah indah dengan keberadaan buku ini di rak. Bila keponakan-keponakan datang bulan depan, biarlah mereka menangis meraung-raung untuk mendapatkannya..  Ulasan menyusul. Mau tahu cerita sang penulis kala berjibaku 'melahirkannya'? Simak juga fase kerja editornya. sumber foto: multiply Mbak Ai 
 Ulang tahun perkawinan kami masih satu hari lagi, tapi alhamdulillah kami sudah menerima kejutan menyenangkan di Senin pagi yang cerah ini. Dua buah buku, cetakan pertama dan kedua, kiat sertifikasi guru yang diterbitkan sendiri oleh penulisnya: Mas Muhammad Zen. Sangat menarik, khususnya bagi Mas Agus. Penampilannya baik, tidak kalah dengan cetakan penerbit non independen. Terima kasih, Mas Zen. Kami doakan karya-karya Anda berkah dan bermanfaat, amin. 
 Saya mendapat kejutan sangat menyenangkan di Jumat siang yang cerah ini. Begitu Mas Agus menerima paket, ia bilang, "Dari siapa hayooo?" Pengirimnya sih sudah tertebak, tapi kami sama-sama tersentuh oleh puisi indah dan kotak yang menawan di dalamnya. Tiada kata terlambat untuk hadiah ulang tahun, begitu kata saya kepada sahabat karib satu ini di telepon. Jika tiba bulan depan pun, masih berlaku untuk ulang tahun perkawinan kami:-) Kini saya dapat bekerja ditemani musik, mengingat harddisk laptop tidak 'ditaruhi' Mp3. Tak perlu lagi nyetel VH1 sekadar untuk mendapatkan lagu-lagu yang berbeda dari biasanya. Terima kasih, Mbak Ai. Atas doa, persahabatan, perhatian yang tak dapat diukur dengan kata-kata. On vous remercie tellement et profondement. 
 Tiga kebiasaan saya yang diakibatkan pelupa adalah: 1. Tidak mencicipi masakan yang sudah matang 2. Tidak membaca sinopsis sampul belakang buku yang akan saya beli 3. Tidak menanyakan pengirim paket bila dihubungi oleh kurir
Karena kebiasaan nomor tiga, saya mendapat kejutan minggu lalu .. sebuah buku baru dari Ufuk Press. Belum tamat dibaca, tapi cukup menarik. Surat pengantar yang berkop warna-warni seru membuat saya senyum-senyum sendiri. Terima kasih, Ufuk:-) 
  Pagi ini Mas Agus baru bisa ambil paket di agen Tiki terdekat, karena kemarin sore hujan lebat. Sempat bingung karena nggak ada nama pengirim, tapi dari tulisan tangan di pembungkus paket dan isi kotaknya..wow! Ini dari Donna dan Isman  Sekalian deh pajang foto hadiah-hadiah lain dari para sahabat yang sudah saya terima minggu-minggu sebelumnya. Terima kasih, terima kasih, alhamdulillah..
 Seorang sahabat menyampaikan pendapatnya bahwa trilogi jin yang sangat unik ini kurang cocok untuk anak-anak. Bahasanya lebih dapat dinikmati, minimal, oleh anak yang sudah duduk di bangku SMP.
Saya membaca satu bab lebih dahulu. Wah, benar sekali. Peralihan sudut pandangnya menuntut konsentrasi tinggi. Tanpa bermaksud menyepelekan kemampuan membaca anak-anak, dalam hal ini si Bungsu yang akan saya hadiahi, bahkan pelajar SMP pun harus benar-benar gemar membaca supaya dapat meresapinya. Novel fantasi ini bukan jenis yang dapat di-skim. Mendadak saya teringat catatan di rapor si Bungsu, bahwa ia belum menguasai skimming pula.
Bila saya 'nekad' memberikannya kepada keponakan, bisa dipastikan kakak-kakaknya yang akan membaca. Bukan tidak mungkin saya malah dicemberuti si Sulung, yang pernah bilang, "Barangkali Tante akan dapat inspirasi untuk membeli Bartimaeus buat aku." Bisa aja saya membeli trilogi ini sekaligus kemudian 'menjatah' mereka bertiga masing-masing satu supaya membacanya dengan rukun, namun itu berarti saya tidak mengerti perasaan mereka bahwa anak pun ingin mempunyai propertinya sendiri.
Setelah berpusing-pusing, saya tetapkan membatalkan kado ini dan menggantinya dengan buku lain. Si Bungsu suka sekali Ulysses, tetapi ternyata lanjutannya memang belum terbit. Mudah-mudahan hari ini saya menemukan Clockwork dan Firework Maker's Daughter di Jatos. Itu bacaan yang sangat sesuai sebab si Bungsu sangat menggemari Nightmare before Christmas.
Plong sudah. Alasan lainnya? Saya sudah terjerat pesona Bartimaeus sejak halaman pertama, hahaha.. Telah terbetik maksud untuk membeli buku ketiganya. Jika si Sulung benar-benar menginginkannya, nanti saja dibelikan lagi. Toh ulang tahunnya masih lama. 
 Sore berangin keras ini, buku Di Balik Penggalian Al-Aqsha diantar oleh Mas Tiki yang sudah biasa datang. Kasian amat, katanya dia dari cabang Kopo sana dan sering ngos-ngosan kemari. Iyalah..bisa dua jam hanya untuk nganter satu barang.
Setelah berunding, kami sepakat untuk meletakkan semua kiriman di agen Jatinangor saja. Agen tersebut rupanya berada di rumah kos saya tahun 1994 dulu. Ada bagusnya, kalo mau niki (maksudnya maket pake Tiki) nggak perlu jauh-jauh ke kota.
Setelah dilepas dari kemasannya, buku tersebut bergabung dengan tumpukan lain untuk menanti giliran disampul. 
 Keasyikan di komputer, nggak sadar hari sudah siang. Seorang tetangga mengantar petugas kurir. Horeee..buku jatah juri lomba esai datang! Cepet juga. Liat bungkusannya kok gede banget. Ternyata..ada tambahannya. Tengkyu Nopi, tau aja kalo di sini banyak kucing:p 
sumber: milis Escaeva Bookclub Hi, Novel terbaru dari Penerbit Escaeva telah beredar di toko buku, yaitu TURQUOISE yang ditulis oleh Titon Rahmawan. Nah mungkin ada rekan-rekan yang sudah membacanya, bagaimana komentarnya? Eit, tunggu dulu. Tuliskan komentar Anda tentang Turquoise di website Penerbit Escaeva. Satu komentar paling menarik akan mendapatkan bingkisan paket buku dari Penerbit Escaeva. Judulnya? Tentu saja bukan Turquoise lagi. Jadi tuliskan saja komentar Anda tentang Turquoise, apa saja. Caranya: 1. Anda harus terdaftar dulu sebagai member di website Penerbit Escaeva. Jika belum, daftar di sini: http://www.escaeva.com/create-an-account.htmlSetelah mendaftar, Anda akan mendapatkan email dari Penerbit Escaeva untuk verifikasi pendaftaran tersebut. Setelah Anda sudah terverifikasi, Anda sudah resmi menjadi member. Jadi pastikan gunakan alamat email yang benar. Karena email tersebut akan digunakan untuk berkomunikasi 2. Setelah Anda terdaftar menjadi member, silakan login. Kemudian masuk ke http://www.escaeva.com/novel-umum/turquoise/detailed-product-flyer.htmlSetelah terdaftar Anda baru bisa menuliskan komentar Anda tentang TURQUOISE. Kotak isian komentar ada di bagian bawah halaman website tersebut. 3. Apabila Anda lebih dari satu komentar yang menarik, akan diundi untuk mendapatkan satu yang beruntung 4. Acara asyik ini berlaku sampai 31 Desember 2007. Pemenang diumumkan awal tahun 2008 Jadi, tulis komentar Anda tentang TURQUOISE sekarang Salam Penerbit Escaeva http://www.escaeva.com
| |