Rini's posts with tag: kenangan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kenangan
Blog EntryJJSdJMay 17, '08 8:37 PM
for everyone
..alias Jalan-jalan Sore di Jatinangor. Serunya menyusuri warnet demi
warnet, mengamati alternatif yang mungkin kami kunjungi sebagai
variasi. "Yang itu sepi," komentar Mas Agus. "Meragukan." Saya
mengiyakan, seraya menunjuk ke arah warnet lain yang tampak tertutup.
"Ber-AC. Ogah ah."

Seperti itulah 'kelakuan' kami menjelang akhir tahun 2000, ketika
warnet baru menjamur di Jatinangor. Pindah-pindah, nyobain koneksi,
membandingkan harga dan pelayanan. Karena pesatnya perubahan
(kemajuan?), nggak inget lagi posisi rental komputer milik almarhum
sahabat yang habis digasak maling saat ia sedang shalat Jumat.
Buntutnya malah ngafalin letak BTN. Bayar angsuran rumah nggak perlu
jauh-jauh ke kota, hehehe..

Yang paling kentara, tiap dua langkah nemu penjual voucher. Mas Agus
memperhatikan hal lain, "Weleh, dulu mau bikin duplikat kunci mesti ke
Dago..nih udah ngejogrok." Warung-warung indomi rebus tampak rada
minggir.

Beli pulsa adalah bagian dari acara je je es kami kemarin. Mas Agus
membelokkan motor ke sebuah outlet langganannya yang dijamin murah.
Kalo sudah difavoritkan beliau, biasanya pelayanannya oke punya dan
penjaga toko nggak banyak omong. Sementara ia melayani Mas Agus, saya
cuci mata di etalase panjang dan mengamati berbagai harga kartu
perdana. Jadi tahu harga starterpack CDMA yang termahal sekarang ini,
kode-kode digit awal baru..misalnya XL baru (0878), Smart (0881) dan
M3 baru (0857).

Di parkiran, kami baru sadar bahwa tepat di sebelah outlet terdapat
sebuah warnet yang menarik. Hmm, bisa dicoba kalo main ke sekitar
situ lagi.

Ketika menyusuri jalan Cibeusi yang sedang mengalami pelebaran, saya
bertanya, "Kalo pas kita baru nikah, Jatinangor udah rame kayak gini,
berani nggak kamu hidup di sini?" "Berani aja," jawab Mas Agus santai.

Kembali ke soal pedagang voucher, di sepanjang jalan masuk Manglayang
(Cikandang) juga lumayan rapat. Malah ada pedagang jamu yang juga jual
voucher. Saya ingat penjual celengan dan peuyeum dalam buku Bertanya
atau Mati! dan berseloroh, "Apakah kaitannya jamu dengan voucher?"
"Minum jamu, dijamin seger dan nggak ngantuk. Pasti kuat ngomong di
telpon berjam-jam," sahut Mas Agus.


Blog EntryMomotaro ke KampusMay 17, '08 8:35 PM
for everyone
Kemarin sore kami turun gunung, sempat terhenti menonton rombongan
Lengser Art yang menyuguhkan kuda renggong di dekat salah satu
komplek. Mereka baru akan berangkat dan sudah mulai menari-nari. Dobel
bonus deh, soalnya kami juga nonton kesenian ini hari Rabu lalu.
Menurut pengalaman semasa KKN dan ngekos dulu, orang Sumedang suka
hajatan hari Rabu.

Langsung menuju warnet Kubus di Jatinangor, sebelah Hotel Citra Papan
yang disebut Mas Agus 'hotel balong'. Enak memang di warnet ini. Lega,
kenceng, dan pelayanannya oke. Pas daftar di resepsionis,
alhamdulillah dapat yang lesehan. Di pojok lagi, bisa nyender ke
tembok.

Kali ini Mas Agus memenuhi permintaan saya: ngelencer ke kampus! Mau
motong lewat Unwim dekat halte Damri, weh..ditutup. Mungkin jalan kaki
sih bisa, tapi kendaraan cuma bisa sampe BNI dan Mandiri. Sebelahnya
ada jalan juga yang lagi dibangun. Eks kebun jagung yang dulu sering
jadi jalan motong dari dekat GOR menuju Damri. Mulailah saling ejek
antar jurusan. "Kelasnya kamu mah mana pernah jalan sini," ledek Mas
Agus. "Nggak ada tuh sejarahnya anak Prancis jalan kaki." Tentu saja
saya nggak mau terima, wong dulu sering mblusuk ke situ meski
deg-degan karena pohonnya serba rapat dan takut salah belok:p

Akhirnya muter deh ke gerbang utama yang dipadati kaki lima itu. Wow,
pohon-pohon yang dulu masih kecil sekarang sudah rimbun sepanjang
jalan. Trotoar jadi teduh semua. Sayang kami nggak bisa masuk Fasa
lantaran sepi dan dijaga satpam (di mana-mana ada portal). Tapi sempat
lihat jalan belakang kantin yang dulu terkenal dengan sebutan Tanjakan
Mesra. Di seberang bunderan, gedung FKU yang pas madep kamar mayatnya.
Dulu sering dipake uji nyali jaman ikutan panitia opspek, gelap geto
loh..

Belok kanan, mengagumi Student Center. Terus ke Fapet, yang sebelahnya
ada Milk Shop dan Kandang Kelinci. Di dekat kebun, tampak beberapa mahasiswa
sedang praktikum dengan bimbingan seorang cowok ganteng yang kami asumsikan
sebagai kakak pembina atawa asisten lab. Terjadilah reka adegan oleh
dua alumni iseng di seberang jalan, di atas motor.

Saya mendubbing ucapan salah satu mahasiswi dalam hati: "Nggak apa-apa
deh, bela-belain Sabtu sore naik ke kampus. Demi kakak pembina yang
keren."
Mas Agus melanjutkan: "Kak, aku jomblo."
Saya: "Aku padamu, Kak. Bagaimana dengan Kakak?"
Sebelum mereka menyadari ulah kami, cabs deh.. melintasi Faperta yang
rindang dan sejuk. Jauuuh deh dengan terakhir kali kami di sini.

Karena nggak direncanakan, saya nggak bawa digicam. Foto ini diambil
di ujung jalan dekat rumah, untuk memperlihatkan betapa cerahnya cuaca
kemarin sore. Kapan-kapan kami akan ke sana lagi pada hari kerja,
nangkring di Kansas alias Kantin Sastra.


Blog EntryMengenang Seorang Pemberi SemangatApr 25, '08 7:33 AM
for everyone
Senin mendatang, 28 April, adalah hari lahir seorang wanita
yang cukup penting dalam kehidupan kami.

Beliau yang membiasakan para keponakan terhadap ritme kerja saya dan
Mas Agus di rumah, kendati orangtua mereka pun tak lagi berpayung di
bawah satu perusahaan. Saya ingat setiap kali si Tengah terlihat duduk
di samping saya, beliau akan bertanya, "Meis, kamu sudah tanya apakah
Tante Ade sedang sibuk?" atau "Tante Ade sedang kerja, Meis, bukan
main. Sedang business (demikian beliau melafalkan kata bisnis)."

Sekali waktu, saya berkutat di depan komputer dalam keremangan.
Mendadak beliau muncul dari dalam rumah dan menyalakan lampu meja,
lalu berkata tegas, "Kamu mau mata kamu rusak?"
Kali lain, ketika saya dan Mas Agus membelikan keponakan-keponakan
nasi goreng, beliau berkomentar, "Kenapa jajan-jajan terus? Lebih baik
simpan uangnya, untuk beli rumah."

Walaupun usianya sudah sepuh, beliau senantiasa menjadi teman diskusi
yang menyenangkan soal pekerjaan. Saat saya sakit dan tenggat tak
terkejar, disarankannya untuk tidak ragu mengontak klien dan meminta
perpanjangan waktu. Tatkala terjemahan selesai dicetak, beliau membuka
halaman-halaman yang ditata rapi dan tersenyum penuh kelegaan.

Menurut kakak sepupu saya, menjelang wafatnya pun beliau
masih mencemaskan kami. Katanya, "Mereka berdua itu punya potensi,
tapi belum 'berbunga'."

Kini, di rumah ini, saya terkenang dan merasa rindu kepada beliau.
Mungkin suatu hari kelak, jika mental sudah siap, saya akan
mengunjungi tempat peristirahatan terakhirnya di kota sebelah.

Mama, doamu sudah terkabul.

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryIn Memoriam: Seorang Penggemar BukuJan 13, '08 7:35 AM
for everyone
Saya mengenalnya sebagai salah satu panitia Opspek Fakultas. Mas Agus
mengenalnya ketika sama-sama menginap di masjid kampus, selaku anak
rantau yang belum memiliki tempat kos semasa penataran P4.

Ia pembaca buku yang haus. Pengetahuan bahasa Arabnya luar biasa. Oleh
sebab itu, teman-teman mendatangi biliknya yang kecil namun rapi untuk
membantu tugas terjemahan. Uang sakunya sering habis dibelikan buku,
termasuk sepaket buku pelajaran bahasa Inggris yang dilengkapi kaset
dan sering kami diskusikan waktu main bareng.

Sahabat kami ini dipanggil Sang Khalik tujuh tahun yang lampau.
Sebulan sebelumnya, Mas Agus mendampinginya di RS Hasan Sadikin untuk
cuci darah. Ia meninggalkan beberapa buku yang kami rawat sebagai
warisan. Sampai sekarang, nggak ada yang tahu ke mana dan di mana
koleksi bukunya yang segudang itu.


Blog EntryKangen Sahabat..Aug 12, '07 9:25 PM
for everyone
Di kelas 1 SMP, saya mempunyai sahabat bernama Aryadi Wiguna. Kami
satu kelas dan sama-sama paling muda.
Sebuah peristiwa yang takkan saya lupakan ialah bertukar karangan.
Saat itu guru olahraga tidak masuk dan memberikan tugas mengarang
tentang pentingnya olahraga. Setelah selesai, saya dan Aryadi
memperlihatkan karya masing-masing. "Bagus," katanya ketika
mengembalikan karangan saya. "Karangan kamu juga bagus," kata saya
tulus.
Tujuh tahun yang lalu, saya bekerja di sebuah majalah IT sebagai
kontributor tetap. Chief Editornya, Steven Haryanto, sangat baik
memperlakukan kami. Ia tidak bertindak selaku atasan yang main
perintah. Tidak pelit ilmu, dan sepanjang saya mengenalnya, ia belum
pernah mengatakan sesuatu yang melukai hati.
Kenangan yang berkesan juga bertukar karya. Kali ini, komik. Steven
memperlihatkan coretan gambarnya dengan pensil. Saya membuat
balon-balon di Word dengan bantuan Callout. Tidak ada yang saling
mencemooh, meski komik masing-masing sangat sederhana.
Bakat Steven dalam penerjemahan dan penyuntingan amat besar. Ia
mendorong saya untuk mengembangkan potensi diri, walaupun kini
berkecimpung sepenuhnya di bidang IT.
Mes grands amis, vous me manquez..

sumber foto: Frosted Forest, dari album MP Mbak Eva


ReviewReviewReviewReviewReviewTitip Rindu Buat AyahAug 5, '07 3:55 AM
for everyone
Category:Music
Genre: Classical
Artist:Ebiet G. Ade
Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
Namun kau tetap tabah..
Meski nafasmu kadang tersengal
Memikul beban yang makin sarat
Kau tetap bertahan

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari kini kurus dan terbungkuk..
Namun semangat tak pernah pudar
Meski langkahmu kadang gemetar, kau tetap setia

Ayah..dalam hening sepi kurindu
Untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang hanya menanggung beban

ReviewReviewReviewReviewAyang ayang GungJul 30, '07 11:16 PM
for everyone
Category:Music
Genre: Childrens Music
Artist:Kawih Sunda
Ayang-ayang gung
Gung goongna ramé
Ménak Ki Mas Tanu
Nu jadi wadana
Naha manéh kitu
Tukang olo-olo
Loba anu giruk
Ruket jeung Kumpeni
Niat jadi pangkat
Katon kagoréngan
Ngantos Kangjeng Dalem
Lempa lempi lempong
Ngadu pipi jeung nu ompong
Jalan ka Batawi ngemplong

sumber: http://su.wikipedia.org/wiki/Kakawihan

Blog EntryPARCE QUE TOUT EST POSSIBLEJul 14, '07 8:47 PM
for everyone
... faire un boulot avec un ami est inclus. Quelques expériences dans le passé, ce sont les preuves.
Il est mon grand ami. Je le connaîssait depuis très très longtemps, plus de dix ans. Un jour, nous avons devenu collégues en traduisant une liste longue des mots informatique. On peut dire qu’il est le chef de projet. Pourtant, il ne s’est pris comme patron, mais comme frére.
Ce travail n’est pas facile du tout. Nous avons dû le faire jusqu’au minuit –de temps en temps presque le petit matin— et avons eu seulement quelques heures pour rester. Faire la siéste ? Jamais. Tous les jours, il a fallu de s’asseoir devant un ordinateur.
Mon ami, je l’appelle aussi mon vieux, était un employé. Alors, il m’a donné des instructions par téléphone ou chatting. Ce temps-là, pas d’Internet chez nous. En conséquences, j’ai dû aller au cyber café très très souvent. J’ai eu besoin des explications tellement car des terminologies qu’on a été en train de faire consistent quelques mots technicaux. Même, de l’HTML.
La fatigue me rend plus têtu que d’habitude. Nous avons argué sur beaucoup de choses dans le travail, mais jamais..nous avons eu une querelle. Comprenant ma condition, il nous a rendu visite après travailler et nous avons discuté sérieusement.
Le boulout a eu fini. Nous nous sommes remerciés pour une bonne coopération. Bien sûr, nous n’avons pas oublié de se pardonner. Le projet est dûr, mais nous avons pu le finir en souriant --alhamdulillah. Plusieurs mois après cela, nous avons devenu collégues encore une fois. C’était agréable. Notre amitié est toujours un trésor.
Il y a du temps quand un papier officiel n’est pas trop important. Des attitudes, surtout du croyance, sont numéro un.




Photo AlbumJatinangor (44 photos)Jun 15, '05 11:52 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
ada kampus, KKN, acara ultah-ultah, tanding bola...akan selalu kangen jatinangor.

Photo Albummon amour (16 photos)Jun 15, '05 11:46 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Karena kuyakin, cinta dalam hatiku hanya milikmu sampai akhir hidupku..
karena kuyakin, di setiap hembus nafasku, hanya dirimu satu yang slalu kurindu
(Aku Bukan Pilihan - Ungu)

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help