Rini's posts with tag: kerja

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag kerja
Blog EntryMata Pedih dan PegalJul 9, '08 11:31 PM
for everyone
..karena hari Senin lalu ngegeber sebuah naskah komik. Penulis keras
kepala model saya nggak pernah mau membiarkan tulisan lama jadi
residu. Obrak-abrik folder (yang sekarang hang melulu, sepertinya ada
penyakit) dan permak sana-sini..jadilah. Lunas satu hutang.

Hari kedua mata masih sakit karena..kelamaan ngegoodreads! Rela deh
dicemberutin Mas Agus lantaran (merasa) bersalah sampai menahan lapar
segala. Saya terpukau oleh deretan bacaan seorang penulis senior yang
mencapai 3000 buku dari aneka genre. Beliau tidak gengsi melalap novel
pop, teenlit, komik Jepang, keren abis deh!

Oleh sebab itu, kemarin saya beristirahat. Usai makan malam, nonton
Molly di Trans7 sama keponakan. Film anak-anak yang bermutu dengan
latar belakang perang, ceritanya sederhana namun amat berbobot. Saya
membahas semua adegan setiap kali iklan dengan ponakan (aturan di
rumah kami: nonton TV jangan sampai membungkam komunikasi). "Anak
perempuan begitu deh, banyak masalah kecil tapi jadinya rumit," saya
menjelaskan.

Nulis lagi jeda, tapi baca buku jalan terus. Sudah tamat dua buku,
tapi masih mikir-mikir untuk resensinya. Semalam menyalakan Dynabook
begitu keponakan tidur (kesannya anak bayi, ye..padahal sudah 20 tahun
lebih), mencoba kerja sebentar dan.. ngantuk deh:p


Blog EntryEmpat Anak Sastra dan MengajarJul 9, '08 10:34 PM
for everyone
Yang pertama, Mas Agus. Sastra Arab pilihan kedua setelah Pertanian.
Alasan: batal masuk pesantren. Spesialisasi Sastra.
Ngajar ngaji waktu masih kuliah saja.
Darah guru yang diwariskan almarhumah Ibu diteruskan dalam
bentuk..ngajar Statistik.

Setelah itu, saya. 'Bakat warisan' dari pengalaman Mama ngajar TK
selama dua tahun, era 70-an. Sastra Prancis pilihan kedua setelah
Inggris (tadinya mau Jerman). Spesialisasi Linguistik. Terakhir ngajar
tahun 2002, bidang IT.

Kemudian, ponakan dari Mas sulung kami. Jurusannya Kependidikan Bahasa
Inggris, di bawah Fakultas Ilmu Budaya. Meneliti kata-kata makian
dalam film Eminem untuk bahan skripsi. Kakaknya dosen dan bilang
dengan sangat yakin bahwa ia amat 'terpengaruh' keseharian saya dan
Mas Agus menjadi freelancer. Keponakan kami suka dan pernah
menerjemahkan, namun untuk jadi guru, ia bilang, "Memang masa depannya
sudah jelas mau ke sana-sini. Tapi aku lebih tertarik yang belum
kelihatan itu."

Lalu, ponakan dari kakak perempuan tertua. Sastra Inggris, dinaungi
FISIP dengan sebutan Humaniora. Bapaknya orang pendidikan, ibunya
guru. Di kampusnya sendiri ada jurusan Terjemahan dan Kependidikan
selain Lingustik dan Sastra. Saya tanya mau jadi apa setelah ini,
jawabannya, "Pokoknya nggak ngajar." Dalam hati saya nyengir,
o..ow..kecipratan pengaruh juga ini anak.


Blog EntryReposisiJul 8, '08 3:14 AM
for everyone
Dua hari yang lalu, Mas Agus bilang bosan dengan lokasi meja kerjanya
yang sangat dekat dapur. Entah itu membuatnya lapar terus atau lebih
rajin berurusan dengan kerjaan rumahtangga daripada PR dari klien.
Begitu dikatakan, langsung jebred. PC dan mejanya nangkring dekat
pintu ruang tamu, kursi rotan digeser ke sebelah tengah dan karpet
dicopot. Bikin lebih luas, memang. Lagian repot bersihin karpetnya.

Dasar sudah bertekad bulat, malam harinya dia..ngepel. Saya nggak
ngeh, tahu-tahu pagi lantai sudah enak diinjak saja. Kadang saya ledek
'meja resepsionis' karena begitu dekat dengan pintu. "Segar," katanya
sambil membuka pintu dan memandang ke luar. Alasan lain jelas, biar
bebas ngerokok lantaran banyak angin. Lagipula dia jadi sekertaris
panitia HUT RI di RT kami tahun ini, disebabkan adanya komputer di
rumah (sekali lagi peringatan/perayaan tanpa dangdutan, horeeee!).

Giliran berikutnya, meja saya. Repot sih, harus menyalakan lampu duduk
(yang berefek romantis itu) di musim byar pet listrik sekarang ini.
Pindahlah sang meja ke sisi lain, dekat jendela. Gampang membuang
pandangan kalau mata lelah, seperti langit biru yang bening sewaktu
saya mengetik postingan ini.

Mungkin karena suasana baru, tidur kami jadi lebih lelap. Bahkan hari
pertama setelah ditata ulang, kesiangan:p

Supaya tempat tidur tidak mudah menggoda di tengah kesibukan kerja,
saya ganti sprei dan tetek-bengeknya dengan warna kuning. Bukan
kesengajaan sih, tapi hadiah satu set (tepatnya: hibah) dari kado
mantenan Teteh di Jakarta. Katanya, warna terang bikin hangat.


Blog EntryDu Chocolat..Mon CopainJul 6, '08 1:04 AM
for everyone
"Pasti coklat," tebak seorang sahabat, yang menginap di rumah kami,
penuh keyakinan saat saya ngemil beng-beng usai makan. Saya nyengir
sementara ia sendiri...makan jelly.

Biarpun gigi tidak karuan dan sempat vakum ngunyah coklat selama
setahun sejak Ibu wafat, saya tetap gemar makanan manis ini. Lagi
deadline, lagi PMS, coklat adalah penganan wajib.

Pagi ini saya mencoba kerja dan..jdar! Laptop kena oleh-oleh virus
dari sebuah file Word. Sambil nunggu scan selesai, saya minum jus
sayuran. Jangan tanya deh rasanya..tapi ditutup dengan sekotak coklat.
Sedapnya..


Blog EntryBien OccupéeJul 6, '08 1:02 AM
for everyone
..il y a trés longtemps que je ne fais la siéste. Il fait plus froid de jour en jour,
mais je dois toujours faire le ménage. Pas d’excuse.

Il y a presque une semaine que je quitte une révision. Heureusement, j’ai encore
du temps pour lire (avant coucher), mais jamais pour écrire.
Je me trouve assez difficile de concentrer à des pages d’un livre.
Une silence est tellement mon besoin.

Il faut arranger mieux mon emploi du temps. Je suis en train de penser à mes boulouts,
puis un neveu va venir chez nous dans deux jours. Plus d’attention,
certainement, car il devra finir le plus tôt que possible
un grand devoir: son mémoire.

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryIngin Bersih-bersihJun 30, '08 8:25 AM
for everyone
..bukan rumah, sih. Sudah rapi jali karena ada yang lebih rajin:p
Bukan pula beresin rak buku, karena belakangan saya lagi males baca
maka semua masih pada tempatnya.

Pengennya bersih-bersih PC, tapi Mas Agus selalu di sana pada
saat-saat yang bersamaan. Daripada merusak konsentrasi kerjanya, saya
mundur dulu. Meski begitu banyak file tak berguna yang ingin saya
buang dan hanya memadati harddisknya.

Bersih-bersih email, baru separuh jalan. Sebagian milis saya set
nomail, bahkan unsubscribe. Banyak yang crossposting. Jadi demi
penghematan waktu dan biaya, diseleksi yang benar-benar dibaca saja.

Bersih-bersih MP, ini agak sulit. Lebih repot daripada delete SMS yang
tinggal pencet - Cleanup Messages.
Jumlah entry membuat saya dua kali dicurigai robot oleh admin.
Wajar saja, numpuk sih. Hari Minggu sudah
di-sweeping beberapa, terutama yang basi-basi. Info tahun lalu, atau
bahkan posting yang sudah kadaluarsa namun masih dipertanyakan. Itu
prioritas untuk 'disikat'.

Revisi tulisan baru 4 halaman, nyetrika dulu ah..


Blog EntryDi Saat Sangat Sibuk..Jun 30, '08 8:25 AM
for everyone
..saya bisa menjadi orang yang sangat menyebalkan. Kemarin sore,
sedang membaca ulang draft yang harus direvisi berikut pengarahannya,
seorang sahabat menelepon. Kemudian ponsel saya tinggalkan di ruang
tamu.

"Kamu reject? Sadis juga," kata Mas Agus. Saya angkat bahu. Sahabat
tersebut sangat paham bahwa saya jungkir balik mengatur waktu. Apalagi
kemarin ada empat undangan khitanan di tempat yang sangat berdekatan,
ditambah musik dangdut hingar-bingar sampai sore dan bikin kami tak
bisa istirahat apalagi kerja. Masih untung saya bisa bantu Mas Agus
cari bahan. Tidur? Lupakan.

Saat saya telepon kembali, sahabat tadi tentu saja sangat mengerti. Ia
bahkan tertawa-tawa dan kami saling ledek mengenai RBT masing-masing
(namanya juga gratisan).

Mas Agus sendiri balapan dengan waktu. Walau badan pegel abis nyuci
segudang, habis Maghrib ia harus meluncur ke rumah klien. Telepon
berdering dari teman sekampung yang ingin berkunjung, ia tak sampai
hati menolak. Jadilah iring-iringan habis Isya, yang buntutnya tetap
saja membicarakan pekerjaan juga:p

Soal persadisan, sebenarnya dialah yang memberikan 'contoh' untuk
berlaku tega di saat-saat tertentu. Misalnya seorang teman lama
(ngakunya) yang mencoba bergurau melalui SMS ke nomor Mas Agus
kemarin. Dijawab: siapa ini?
Teman itu masih bercanda, menganggap Mas Agus pura-pura lupa.
Diketiklah jawaban 'Mun teu nyebutkeun ngaran, moal diwaro deui' (Kalo
nggak nyebutin nama, nggak akan ditanggepin lagi). Sinyal tegas itu
tak ditangkap. Begitu melihat pesan bernada kelakar lagi, Mas Agus
langsung menghapus semua SMS dari nomor bersangkutan.
"Dadah.." katanya, kemudian berpaling ke meja kerja. "Mengganggu orang
sibuk."

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryHarus Revisi LagiJun 28, '08 9:56 PM
for everyone
Alhamdulillah, draft saya tak dikembalikan. Cukup dengan catatan
singkat yang saya pahami. Suka serem membayangkan draft itu di-resend,
ingat cerita guru-guru di Malory Towers yang mengembalikan PR sampai
dikerjakan dengan benar..

Merenung semalaman, memikirkan saran-saran untuk mengubah sedikit
naskah itu. Sedikit, tapi harus mikir keras. Ada panggung manten sunat
dekat rumah, semoga tak bising seharian. Mana mungkin saya minta
pengertian hanya karena seorang pekerja tak lazim (baca: freelancer)
butuh konsentrasi di hari Minggu. Besok bersih-bersih rumah, kakak
dari Demak hendak berkunjung. Rencananya, Mama juga.

Bantu Mas Agus nyuci dulu, kali ya..

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryMengubah KebiasaanJun 26, '08 6:18 AM
for everyone
Tadinya, saya sering merasa bersalah kalau ngejogrok di depan komputer
pagi-pagi. Apalagi jika piring dan baju kotor menanti. Tapi terkadang
sore hari saya ingin keluar atau sekadar nangkring di teras sambil
istirahat. Kerja malem? Jauh-jauh, deh.

Belakangan ini saya mengubah jadwal. Masak dilakukan sore hari, kadang
malam. Asyik juga makan malem dadakan, anget-anget dan nggak bikin
males. Tidur jadi lebih lelap, meskipun bangun paginya udah laper
berat lagi..:p

Dengan demikian, saya bisa menulis di pagi hari. Siang juga, kalo mau.
Pikiran tidak terbelah-belah. Seperti pagi ini, satu revisi sudah
kelar. Revisi selanjutnya nanti siang, insyaAllah.

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryTo Do List Berkurang, Hore!!Jun 21, '08 9:05 PM
for everyone
Leganya..setelah berjibaku mengelola waktu dengan pemadaman bergilir, USB hub yang mendadak rusak dan sakitnya Mas Agus,  beberapa PR tergarap juga. Ini hasilnya:
                                     (sumber foto: sxc.hu)
1. Menyerahkan satu draft novel remaja sepanjang 19 ribu kata. Dibuzz oleh editor sebuah penerbit waktu online di YM. Kepadanya juga, saya layangkan satu draft non fiksi sepanjang kurang-lebih sama.

2. Sebuah esai sepanjang 1133 kata. Ngopreknya hampir seharian dari nol, dan ganti judul 3 kali.

3. PR terbesar: revisi sebuah draft cerita sepanjang 19 halaman. Nulis ulang dari awal, selesai dalam 3 jam. Belum bisa cerita genre dan proyeknya secara detil. Yang jelas, draft ini rampung setelah saya mereset pikiran bahwa saya sedang menulis sesuatu yang baru dan bukan revisi.

Alhamdulillah. Sekarang bisa konsentrasi pada tugas ini
dan ini.

Blog EntryBenar atau Tidak, Tetap Sajalah BingungJun 20, '08 4:33 AM
for everyone
Sering saya membaca atau mendengar pernyataan Perempuan lebih suka dibohongi. Sebenarnya, menurut saya, manusia pada dasarnya tak suka mendengar kebenaran. Baik yang benar-benar pahit bagi semua pihak, maupun yang pahit bagi dirinya karena menyenangkan bagi orang lain.

Ini pun terkait soal kerja, hal yang cukup sering ditanyakan kepada saya dan Mas Agus. Baru-baru ini Mas Agus menjawab dengan jujur, "Saya jualan teh botol." Dia tidak bohong, benar-benar naro teh botol satu krat di sebuah bengkel di kota sebelah utara sana. Namun pandangan dan pertanyaan berikutnya meluncurkan ketidakpuasan serta ketidakpercayaan. "Masa sih? Masa sarjana jualan teh botol?" Seolah-olah jualan teh botol itu haram dan melanggar hukum.

Menyangkut bengkel, itu juga menggelikan. Mas Agus mengelolanya bersama beberapa teman, walaupun ia menolak keras disebut pemilik. Melihat bengkel tersebut ramai pengunjung sejak hari pertama dibuka, seseorang yang cukup dekat berkomentar, "Wah, kapan nih 'gajian', Gus?"

Kemarin dia memasang pompa air baru di rumah Mama yang dikontrakkan. Ibu penyewa memperhatikan Mas Agus bolak-balik meminta adik saya mengambil obeng dan alat lainnya di dalam tas (tasnya tuh gede kayak mahasiswa S2 atau tugas belajar gitu), dan bingung. "Wah, isinya apa aja, Mas? Komplit banget." Doraemon kale..

Dunia memang aneh. Kalo nggak aneh, nggak rame kali ya.



Blog EntryMabalJun 19, '08 8:30 PM
for everyone
Istilah populernya, bolos.
Dulu, ada teman kuliah yang tak pernah muncul di kampus sampai
berhari-hari. Tak jelas alasannya. Dia bilang bahwa orangtuanya tidak
mempertanyakan sebab ia selalu ada di rumah.
Teman KKN saya tak pernah meninggalkan tempat kosnya pada hari-hari
UTS atau minggu tenang. Dia bilang, "Nggak belajar nggak apa-apa, asal
jangan keluyuran."

Sikap saya setali tiga uang. Satu-dua kali saudara atau kerabat
mengajak ketemuan atau pergi bareng ke suatu acara, saya jawab, "Nggak
bisa. Ada kerjaan/deadline." Ketika ia menelepon dan bertanya, "Kamu
lagi ngapain, Rin?" terkadang saya sedang tidur, nyuci baju, atau
baca buku.
Apa saja, pokoknya bukan sedang main. Biar tidak merasa terlalu
bersalah:p

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryTerpaksa Jadi KalongJun 8, '08 10:52 PM
for everyone
..karena pemadaman bergilir. Hari ini meluncur pagi-pagi ke Jatinangor, dan...tebakan saya tepat. Mati lampu lagee..

Dua pekan ini jadwal rutin saya berubah total. Kerja malem-malem, selain males dan nggak biasa, sebenarnya nggak menghemat energi juga. Padahal yang digarap tuh setrikaan..masak nasi..dan sebagainya yang membutuhkan listrik. Ga nahan juga kalo melek sampai midnight mulu, sempet ambruk soalnya.

Akhirnya diubah, bangun jam 3 pagi dan memulai rutinitas rumah..nyuci, cuci piring, masak nasi (ini paling vital, kalo beli mulu bisa tekor!), berkomputer-ria, ngecharge HP, dsb..dsb.. Seperti tadi pagi, dinihari sudah 'nemenin' Mas Agus yang kerja sambil nonton F1

Apa boleh buat, deh. Semoga darah rendah nggak kambuh di saat-saat serba genting begini. Kalo masuk angin sih, biasa..heheheh..

Blog EntryMengenang Seorang Pemberi SemangatApr 25, '08 7:33 AM
for everyone
Senin mendatang, 28 April, adalah hari lahir seorang wanita
yang cukup penting dalam kehidupan kami.

Beliau yang membiasakan para keponakan terhadap ritme kerja saya dan
Mas Agus di rumah, kendati orangtua mereka pun tak lagi berpayung di
bawah satu perusahaan. Saya ingat setiap kali si Tengah terlihat duduk
di samping saya, beliau akan bertanya, "Meis, kamu sudah tanya apakah
Tante Ade sedang sibuk?" atau "Tante Ade sedang kerja, Meis, bukan
main. Sedang business (demikian beliau melafalkan kata bisnis)."

Sekali waktu, saya berkutat di depan komputer dalam keremangan.
Mendadak beliau muncul dari dalam rumah dan menyalakan lampu meja,
lalu berkata tegas, "Kamu mau mata kamu rusak?"
Kali lain, ketika saya dan Mas Agus membelikan keponakan-keponakan
nasi goreng, beliau berkomentar, "Kenapa jajan-jajan terus? Lebih baik
simpan uangnya, untuk beli rumah."

Walaupun usianya sudah sepuh, beliau senantiasa menjadi teman diskusi
yang menyenangkan soal pekerjaan. Saat saya sakit dan tenggat tak
terkejar, disarankannya untuk tidak ragu mengontak klien dan meminta
perpanjangan waktu. Tatkala terjemahan selesai dicetak, beliau membuka
halaman-halaman yang ditata rapi dan tersenyum penuh kelegaan.

Menurut kakak sepupu saya, menjelang wafatnya pun beliau
masih mencemaskan kami. Katanya, "Mereka berdua itu punya potensi,
tapi belum 'berbunga'."

Kini, di rumah ini, saya terkenang dan merasa rindu kepada beliau.
Mungkin suatu hari kelak, jika mental sudah siap, saya akan
mengunjungi tempat peristirahatan terakhirnya di kota sebelah.

Mama, doamu sudah terkabul.

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryMengalah Pada KlienApr 19, '08 9:26 AM
for everyone
Rencananya, malam Minggu ini Mas Agus dan saya akan jalan-jalan ke
Jatinangor. Nostalgia sambil 'berlagak kayak ABG malam Mingguan',
begitu katanya seraya terkekeh.

Sebelum itu, kami mampir ke warnet dulu. Sinyal di rumah jeleknya
minta ampun, jadi memaksakan koneksi untuk browsing sama saja dengan
memboroskan pulsa. Saya punya kesempatan memenuhi permintaan si Bungsu
untuk memperbaiki blognya, bahkan menemukan theme Nightmare before
Christmas
favoritnya. Ia langsung menelepon dan mengucapkan terima
kasih dengan suara serak.

Mendadak Mas Agus menghampiri bilik dan mengajak pulang. Kirain karena
masuk waktu Maghrib. Ternyata kliennya menelepon dan minta ketemu
malam ini. Batallah acara jalan-jalan. Nasib..nasib..

Beberapa menit setelah tiba di rumah, Mas Agus berkutat dengan
pekerjaannya agar cepat selesai. "Maaf ya Sayang, mudah-mudahan besok
kita bisa pergi," katanya. Saya tidak marah, sih. Ini bukan yang
pertama kalinya. Kesibukan Mas Agus sedang tinggi sekali,
sampai-sampai kliennya menelepon hampir setiap waktu.


sumber foto: sxc.hu


Blog EntrySirup Terong dari KlienMar 29, '08 2:15 AM
for everyone
Bekerja freelance memungkinkan saya dan Mas Agus membangun hubungan
personal dengan klien tanpa memandang jabatan dan umur, sejauh minat
dan cara berpikir cocok serta - tentu saja - hasil kerja sesuai
harapan. Tidak jarang mereka memberikan buah tangan yang beragam namun
penuh kesan, sehingga menorehkan keindahan tersendiri dalam perjalanan
kami sebagai pekerja lepas.

Salah satunya sirup terong Belanda ini, berikut teh bubuk khas yang
baru diterima Mas Agus tadi malam. Kadang-kadang sang klien memberikan
sebotol sirup Markisa yang kami nikmati sekeluarga. Pada suatu tahun,
Mas Agus memperoleh sejumlah beras sebagai bonus. Ada juga klien yang
menghadiahkan liburan gratis di sebuah pemandian air panas dekat
kediamannya.

Tetapi yang paling tak terlupakan adalah ketika Mas Agus menjadi
ghostwriter untuk seseorang yang diundang menjadi pembicara di sebuah
kota di pulau seberang. Seminar diadakan oleh himpunan pengusaha kecil
dan menengah, maka sang klien turun dari pesawat membawakan kami
...berkilo-kilo kerupuk! Saking banyaknya, ibu saya juga kebagian:)


Blog EntryTeman Kerja Berkaki DuaMar 16, '08 11:21 PM
for everyone
Risiko tinggal di kaki gunung berhutan adalah berbagi ruang dengan
makhluk hidup lainnya, termasuk merpati-merpati peliharaan tetangga.
Mereka sering megat-megot masuk ke dalam rumah sejak kami kerap
memberi makan dengan nasi sisa kemarin. Kadang-kadang ada yang
menemani saya mencuci piring sambil mematuk-matuk butiran nasi di
lantai dapur.

Kemarin pun demikian. Saya sedang memusatkan perhatian pada naskah
terjemahan ketika terdengar langkah kaki yang tidak asing lagi di
belakang. Tidak masalah meski saya harus mengawasi kalau-kalau para
burung ini pup dan kena cucian yang tengah dijemur. Mas Agus pernah
menggoda pemiliknya, "Japati abus ka imah, yeuh. Peuncit wae?"
(Merpati masuk ke rumah, nih. Sembelih aja?) Tetangga kami menjawab
dengan tawa.

Burung-burung itu berkeliaran dengan centilnya (dengan suara yang
menurut Mas Agus 'lagi pacaran') di belakang dan halaman. Lucu juga
sih, bikin saya makin menjiwai cerita anak di depan mata. Namun begitu
satu kaki mereka menginjak ubin dalam rumah, saya menghentakkan kaki
dan para merpati beterbangan menjauh.

Foto di sebelah ini diambil beberapa minggu lalu. Tetapi si merpati
berbulu coklat sudah nongol di ambang pintu, mengucapkan selamat pagi
kepada kami. Mungkin juga mencari-cari butiran nasi yang biasa
disebarkan sebagai sarapan.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help