Rini's posts with tag: klasik

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag klasik
ReviewReviewReviewReviewReviewThe RestlessDec 22, '07 2:09 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Yi Gwak (Jung Woo-seong) adalah seorang pembasmi setan. Penduduk
mengira kemampuan melihat setan adalah milik Yon-hwa (Kim Tae-hee),
kekasihnya, sehingga menganggapnya penyihir dan membakarnya
hidup-hidup. Dalam dukanya, Yi Gwak direkrut oleh Ban Chu sebagai
kepala pasukan Chuyongdae, pembasmi setan kerajaan. Ban Chu mempunyai
dendam terhadap pemerintah karena istrinya yang sedang hamil diperkosa
anak-anak pembesar. Sang istri bunuh diri, namun setelah lama
berselang, Ban Chu tidak memperoleh keadilan yang diharapkannya. Oleh
sebab itu ia mengerahkan para Chuyongdae untuk menyerang ibukota.

Yi Gwak seorang yang menolak. Karena suatu insiden, ia terdampar di
Midheaven (Jungcheon), suatu tempat antara Dunia dan Surga. Di sana
para roh bersemayam selama 49 hari sampai tiba saatnya reinkarnasi. Di
Jungcheon pula Yi Gwak bertemu So-hwa (Kim Tae-hee), yang tidak lain
Yon-hwa namun telah melupakan dirinya. Sebagai seorang Chunin, So-hwa
tidak memiliki ingatan atau kesedihan apa pun.

Untuk menebus ketidakberdayaannya di dunia, Yi Gwak melindungi So-hwa
dari ancaman Ban Chu dan para roh Chuyongdae. Mereka ingin merebut
Batu Suci yang dipercayakan kepada So-hwa. Sang Chunin bertugas
menjaga Midheaven, termasuk gerbangnya agar tidak disusupi setan.
Namun Ban Chu berkeinginan menggunakan Batu Suci untuk mengubah Dunia.

Di samping efek khusus dan fotografi yang menawan, pesona film ini
terletak pada detil ceritanya. Sebagai manusia yang tak semestinya
berada di Jungcheon, Yi Gwak tak dapat mencium bau bunga atau mengecap
rasa makanan. So-hwa tidak dikisahkan sebagai makhluk lemah
sebagaimana dirinya di dunia dahulu, namun ia memiliki kemampuan untuk
bertarung meski dengan bantuan Batu Suci. So-hwa juga menegur para roh
di Jungcheon karena tak pernah rela melepaskan kenangan semasa hidup
mereka. Kepercayaan masyarakat tradisional Korea kental sekali di
sini, tatkala So-hwa berkata, "Bila kalian tak mau melepaskan ingatan
itu, kalian takkan dapat bereinkarnasi."

Bukan film Korea jika tidak menguras airmata. Sungguh menyentuh kala
Yi Gwak terpaksa menghabisi saudara-saudara seperjuangannya di
Chuyongdae dan memegang plat nama mereka setelah roh masing-masing
binasa. Ia juga merelakan dirinya ditembus pedang Hyo, Chuyongdae yang
mencintainya, dan merasuk ke 'raga' So-hwa.

DVD The Restless dilengkapi video musik dan greeting dari para
pendukung. Jung Woo-seong tanpa riasan ternyata ganteng sekali:-)


LinkThe Waste Land di Project GutenbergMay 8, '07 7:31 PM
for everyone
Link: http://www.gutenberg.org/dirs/etext98/wslnd11.txt

Menemukan ini sewaktu mencarikannya untuk keponakan yang lagi skripsi

Photo AlbumHouse of Flying Daggers (3 photos)Sep 17, '06 3:34 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Film action klasik Hongkong yang dibintangi Andy Lau, Takeshi Kaneshiro dan Zhang ZI Yi. Dua kali tayang di Indosiar.

ReviewReviewReviewMadelineAug 19, '06 8:37 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Kids & Family
sumber foto: http://www.imdb.com/title/tt0123987/
Film ini saya tonton maraton setelah Big di Trans TV kemarin. Awalnya saya kira kartun, ternyata diangkat dari novel anak-anak. Lokasinya di Paris, namun tampaknya anak-anak yang bersekolah di asrama (sekaligus rumah) Lord Covington berasal dari luar Prancis.
Madeline ialah nama salah satu dari 12 murid, yang kebetulan yatim piatu. Hubungan ke-12 gadis cilik ini sangat erat dengan guru mereka, Bu Clavel (Frances McDormand). Geli juga melihat suster satu ini sebentar-sebentar berkata, “Something is not right.” Dugaan saya meleset, Bu Clavel sama sekali tidak bertangan besi. Bahkan ia melindungi Genevieve, anjing piaraan para murid yang telah menyelamatkan Madeline di sungai meski harus bersin-bersin.
Pembuat film dan penulis novel Madeline ini benar-benar memperhatikan dampak karya mereka pada pemirsa anak. Nyaris tidak ada kekerasan, walau adegan kaburnya Madeline dan Pepito (anak duta besar Spanyol yang semula dimusuhinya) menjadi garing. Dugaan saya yang lain bahwa ayah Pepito-lah yang membujuk Lord Covington agar mempertahankan gedung sekolah dengan alasan berhutang budi pada Madeline juga meleset jauh sekali. Film yang sangat menarik.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help