Rini's posts with tag: komik
 Membaca tak dapat dipisahkan dari menulis. Saya rasakan benar itu. Dalam dua pekan 'libur' untuk keluarga kemarin, saya tetap membaca buku dan menyisihkan sedikit waktu menulis. Baru saja menjejak rumah  kakak di Soreang, Tiki menelepon. Paket buku dari Jakarta, katanya. Berhubung dekat dengan kantornya, saya minta tolong Mas Agus mampir mengambilkan. Terpesona deh melihat ketiga komik Sube produksi Pragat Comic ini. Ahmad Zeni dan kawan-kawan sukses menelurkan karya di jagat komik Singapura. Saya tak paham sehuruf pun bahasa Tamil yang digunakan, tapi tetap senang dengan semangat dan pencapaian mereka. Di bagian dalam ada tulisan 'buat Rinurbad' lho. Hehehe.. Ada pula sebuah komik independen, Pendekar X, yang merupakan bahan referensi untuk suatu naskah yang dipercayakan kepada saya. Senangnya hatiku:-) Hatur nuhun, Zen. 
 1. The Best of Factory Outlet Boys. Dalam komik lokal terbitan Terrant ini, trio Iput-Oyas-Ipot tidak berusaha melucu. Mereka mengangkat superhero yang ramah, fenomena boyband yang sedang menjamur, analisis logis kekuatan Kapten Kilat Khusus, factory outlet yang menyesaki Bandung, dan tetap tampil segar.
2. Palestina - Joe Sacco. Komik yang sudah lama saya incar ini ternyata jilid keduanya, namun ceritanya menepiskan anggapan bahwa komik sekadar bacaan anak yang tidak berbobot.
3. Pokemon - Asada Miho. Empat jilid yang tak pernah bosan saya baca ulang. Adik saya, yang membelikan buku ini, ngomel-ngomel ketika di TV karakter Ash diubah namanya menjadi Ali.
4. Crayon Shinchan - Yoshito Usui. Lupa terus mencari volume 3 dan 7 yang hilang, tapi saya selalu membacanya saat suntuk. Keponakan pernah menyampaikan kabar bahwa nantinya Shinchan meninggal akibat kanker otak. Saya juga pernah ngubek-ngubek Internet dan mendapati info bahwa Masao cenderung jadi homo saat dewasa kelak.
5. Sukab Intel Melayu - Misteri Harta Centini. Kiprah Seno Gumira dalam komik amat menarik untuk ditelusuri, penuh dengan sentilan sosial dan nuansa sastra di dalamnya. Pernah mau beli komik lainnya di pameran buku, tetapi urung karena sama dengan kumpulan naskah teaternya yang sudah saya miliki.
6. Bangor. Komik independen yang saya temukan tak sengaja di Tobucil. Nggak pernah gagal bikin saya terhibur, apa lagi dengan celetukan Sundanya yang asal. Saya menyebut nama Raditya Eka Permana, komikusnya, sebagai favorit sewaktu diwawancara Rekamatra beberapa tahun lalu.
7. Lovehatefamily. Komik indie karya Jerry Lazarus yang memparodikan secara satir kondisi surga dan neraka. Cukup pahit dan berat.
8. Tintin. Kenal di rental buku, lucu abis terutama Kapten Haddock dan Profesor Calculus. Paling inget Snowy yang minum minuman keras. Versi Prancisnya cuman bisa ketawa pas Haddock bilang: Mille de mille tonneres!
9. Komik Nina. Lumayan mengagetkan zaman SD karena menyisipkan gambar-gambar yang 'ehm'. Tidak membosankan sebab tiap buku menyuguhkan cerita berbeda, mulai dari misteri sampai percintaan. Salah satu yang saya ingat adalah Peggy dan Jeroen, cerita dari Belanda. Kesel banget deh sama cewek satu ini.
10. Pengantin Demos. Seru banget karena komik serial Jepang ini kian melekatkan saya dengan sahabat di luar kota, yang bahkan memfotokopi beberapa halamannya. Sayang ceritanya tidak dilanjutkan sampai sekarang. Setelah membaca PD, saya tergila-gila pada Serial Misteri.
11. Conan. Sekali lagi terima kasih pada rental buku yang berjasa besar. Bukan metode pembunuhannya yang memikat perhatian saya (kesannya mau ngikut dan mempraktekkannya), melainkan motif. Satu yang cukup berkesan adalah seorang fotografer yang dibunuh kekasihnya karena di masa lalu membakar sebuah apartemen demi kepentingan foto. Kadang-kadang nonton filmnya juga di TV, antara lain cerita seorang pelukis tua yang membunuh karena pemandangan Gunung Fuji di jendelanya terbelah bangunan pencakar langit.
12. Seven Magic Flower - Yu Asagiri. Adik saya bela-belain beli serialnya lengkap karena kepincut kisah remaja ini. Jilid yang menceritakan kematian Bi secara mengenaskan lantaran ditabrak mobil sebelum keberangkatannya ke luar negeri sampai dekil karena saya baca berulang kali.
Masih banyak lagi yang pernah saya baca tapi nggak inget semuanya, seperti komik lokal karya Dino AS, komik HC Andersen, komik Jepang serial Cantik, serial Misteri, dan ada yang judulnya nggak boleh disebut di sini. 
|  | Insya Allah segera bertambah. |
Link: http://www.neilgaiman.comKreator Sandman, penulis novel Stardust yang mengagumkan dan meraih banyak penghargaan. Keren bangeeed!
 'Harap ingat, di balik Tintin (Herge), Donal Bebek (Carl Barks), Peanuts (Schulz), Akira (Katsuhiro Otomo), Spiderman (Lee-Kirby), Arzach (Moebius), ada kerja keras penciptaan. Kerja keras yang mancakup teknik, keterampilan, riset, jam terbang, perenungan, bahkan filosofi. Kerja keras yang, meminjam Danarto, bernama: proses, proses, proses, proses, proses, proses, proses...' (halaman 84) 
 ..sehingga saya tertarik untuk terus membacanya, bahkan berulang-ulang. Tentu saja banyak faktor pemikat lain. Dunia kepenulisan dihadirkan melalui karakter Usoto Yoshii (pencomotan nama dengan membalik penulis serial komik kontroversial ini). Urusannya apa lagi kalau bukan deadline. Penulis yang memiliki banyak penggemar ini sampai harus pura-pura sakit kala editor menelepon, bekerja seorang diri karena menyinggung istri sekaligus asistennya hingga mejanya diacak-acak, bahkan ditangkap polisi karena diduga sedang merencanakan pembunuhan yang ditulisnya di taman sebagai ide cerita. Kisah editor yang tidak memperpanjang tenggat waktu kendati Pak Yoshii sedang tur ke luar negeri mengingatkan saya pada sisipan komik tentang penulis komik Pokemon, yang menuturkan kejadian serupa ketika dikirim ke Amerika untuk riset. Profesi penulis sarat dengan kerja keras. Ini digambarkan sekilas dalam suatu episode yang mengisahkan Shinchan sebagai seorang pemanah cinta (anak buah Dewa Cinta). Jika ia gagal mencapai target untuk menyatukan dua anak manusia (kayak salesman aja ya:p), Shinchan akan dihukum turun ke dunia sebagai penulis komik. Satu panel menunjukkan sang penulis tengah bekerja keras sambil mengeluh, "Pinggangku sakit. Aduh, tidak boleh tidur lagi.." Aroma kerja yang serupa muncul pada karakter Ohara Shijuro, ayah Nanako yang diidamkan Shinchan. Keterangan mengenai dirinya sempat rancu di awal perkenalan. Ohara dikisahkan sebagai pengarang novel, namun buku-buku yang dipaparkan sebagai karyanya merupakan tema manajemen dan pengembangan diri (antara lain seri Orang Sukses). Salutnya, Ohara telah menjalani profesi ini selama 25 tahun. Ini memperlihatkan bahwa seorang penulis dapat 'hidup' di Jepang. Deskripsi pekerjaan Ohara mulai sinkron pada episode berlibur di pantai. Ia terilhami menulis cerita mengenai seorang penyelam ketika melihat pemandangan indah di jendela villa. Bukan berarti Ohara tidak pernah jungkir balik menyiasati tenggat. Ia pernah sampai didampingi oleh editor saat mengikuti putrinya bepergian, supaya penyerahan naskah tidak terlambat. 
Saat itu saya masih kelas 3 SD. Sedang getol-getolnya membaca dan banyak terima suplai, termasuk komik. Shakuntala adalah komik yang lumayan tebal untuk anak SD masa itu, dan saya sayang-sayang banget. Komikusnya kalo nggak salah Dino AS. Lupa cerita utuhnya, yang jelas Shakuntala ditolak raja saat menyusul ke istana membawa anak laki-laki mereka. Padahal gadis itu merelakan masa mudanya yang indah di pertapaan brahmana, sang ayah, karena terpikat cinta. Waktu itu saya mikir, lhah rajanya kok tua begini..mau-maunya Shakuntala sama dia:p Komik ini sempat membuat saya sewot sama seorang teman sekelas yang meminjamnya. Waktu balikin setelah susah-susah ditagih, dia keluarkan dari tas sambil dibanting di meja. Huh, pengen ngebanting balik rasanya..banting orangnya:>, tapi cuma saya pelototin dan nggak dipinjemin lagi.
 | Category: | Books | | Genre: | Comics & Graphic Novels | | Author: | Yoshito Usui |
Seperti yang terlihat di sampul depannya, edisi kali ini didominasi oleh konflik keluarga Nohara dengan Musae Koyama. Adik Misae ini numpang tinggal di rumah kakaknya karena patah hati dianggap tidak berbakat sebagai fotografer. Misae dibuat pusing tujuh keliling sebab adiknya hanya bermalas-malasan. Ia membujuk suaminya untuk berbicara dengan Musae, tetapi justru Hiroshi kalah debat oleh adik ipar yang mengatainya takut kepada istri. Akhirnya persoalan ini melibatkan Masae, kakak Misae, dan ayahnya, Koyama. Kehadiran Koyama cukup menarik karena memperlihatkan bahwa anak perempuan pun dididik dengan tegas, meski ia berpesan agar Musae pulang saja untuk menikah jika tidak mau berubah dan mencari pekerjaan. Bab-bab selanjutnya dikelompokkan menurut tema cerita. ‘alau Sudah Besar Nanti Saya Ingin Jadi Pekerja yang Hebat!!’ antara lain mencakup perselisihan Koji, seorang pekerja bangunan yang ikut merenovasi rumah keluarga Nohara, dan calon mertuanya, Onigawara. Dalam bab ini, muncul seorang pemusik jalanan yang menyanyikan lagu penuh sindiran. “Aku mau bayar pajak kalau digunakan dengan benar, aku mau bayar pensiun kalau nanti aku benar menerima..” (hal. 53). Dalam bab ‘Bakat Saya Ini Berasal dari Papa dan Mama Juga Kok!!’, terdapat kisah yang menyentuh. Misae merasa risih ketika diajak ke klub dengan pria-pria muda penghibur oleh sahabatnya, Okei. Ia memarahi pemuda yang duduk menemaninya, apalagi saat si pemuda memintanya dibelikan minuman mahal. “Enak saja!! Kau menghabiskan 30 ribu yen milik suamiku? Apa kerjamu?” (hal. 65). Seperti biasa, volume ini diselingi kisah plesetan fantasi dan ditutup komik singkat mengenai ulah Himawari yang makin badung namun entah kapan dapat berdiri, berjalan dan berbicara.

 Saya masih harus belajar banyak menulis fiksi, tetapi semua yang pernah saya kerjakan menorehkan kesan tersendiri. Non fiksi jauh lebih banyak namun sudah terwakili oleh beberapa foto di album. Mohon maaf kepada teman-teman yang telah memberikan komentar di entri terdahulu, sebelum saya merapikan dan mengeditnya di sini.
2008
- Dongeng anak - sebuah majalah di Bandung
- Cerpen teknologi untuk anak - sebuah majalah di Bandung
2007
- Kisah-kisah Teladan II, cerita anak muslim, duet dengan Agus Hadiyono - proyek Bapusda Jabar
- Kumpulan cerpen remaja Hitam Manis, proyek Bapusda Jabar
- Kisah-kisah Teladan I, cerita anak muslim, duet dengan Agus Hadiyono - proyek Bapusda Jabar
- Cerita pengantar tidur untuk proyek perpustakaan sekolah - Puspaswara
- Ghostwriter cerita anak untuk komik
2006
- Juri Apresiasi Cerpen Arjuna Apresiasi-Sastra
- Cerpen Satu Sangkar Dua Burung, ShopnShop, Surabaya
- Novel komik Melodrama Bintang, TextPict Studio
2005
- Juri pameran komik online Merdeka Komik Kita 2005 Rekamatra
- Naskah komik Jabang Tutuka Gugur
- Naskah komik Pengantin Bratasena
- Anggota tim penulis skenario sinetron seri Semoga Lekas Sembuh, EMGE Creative Room, Jakarta
- Naskah komik Kakek Bejo: Maling Kondang, Text n Pict Studio, Jakarta
- Juara I Lomba Menulis FanFiction Gebyar Komik dan Buku UPINet, Bandung
- Cerpen Jodoh Jelita, antologi Milad FLP terbitan Darussalam
- Naskah komik Lazuardi
2004
- Naskah komik Saliyah - Studio Rekamatra, Jakarta
- 15 cerpen terbaik (Ketika Lala Benci Sekolah) Lomba Cerita Hak Anak Plan International Indonesia
- Naskah komik Dakocan - Local Studio, Jakarta
- Naskah komik Gibug episode 10 - Local Studio
2003
- Naskah komik Namaku Bram - Local Studio
Sumber keterangan editor di forum diskusi ini. Silakan klik dan register untuk lebih jelasnya.
Anda bisa mengirimkan naskah komik dalam bentuk : • Data Digital • Art Work (Manual) di kertas A-4 (ukuran 19,8 x 29,7 cm) • Teks dalam balon sudah di input ke disket dengan menggunakan program Word.
Catatan : Naskah yang diserahkan ke redaksi harus disertai dengan data-data yang lengkap : Nama, alamat rumah, sekolah, nomor telepon, no HP, sisipkan juga perangko balasan.
Sebelum naskah diterbitkan, pengarang harus mengadakan asistensi dengan editor, untuk masalah : • Naskah Cerita: Isi cerita, sinopsis. • Ilustrasi • Cover (merupakan tanggung jawab pengarang)
Catatan : • Redaksi berhak mengevaluasi naskah komik yang masuk. Jika ada koreksian, naskah komik akan dikembalikan ke pengarang untuk dilakukan perbaikan (asistensi). • Asistensi bisa terjadi berulang kali sampai di ACC oleh redaksi. Setelah naskah komik ACC maka selanjutnya adalah proses produksi. • Sebelum naskah komik siap cetak, editor akan mengirimkan ke pengarang untuk di-ACC. • Jika naskah komik berseri, maka naskah akan diterbitkan setelah redaksi menerima naskah tersebut sampai tamat. • Pengarang diberi kewenangan untuk membuat iklan komik yang akan diterbitkan. Iklan tersebut akan dipasang di halaman belakang komik (apa saja).
Penilaian Naskah:
Dari Redaksi dan Pemasaran penilaian meliputi : • Cerita : Cerita belum pernah dimuat di media lain dan tidak meniru tema cerita yang ada. • Bahasa : Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar (boleh di seling dengan bahasa pergaulan). • Ilustrasi : Hasil karya sendiri. • Cover : Mempunyai Selling Point.
Catatan : Elex Media Komputindo tidak menerbitkan cerita yang mengandung unsur SARA, kekerasan, politik.
Hal-hal yang menyebabkan Naskah Komik di tolak :
• Ilustrasi meniru dari komik yang sudah diterbitkan sehingga kurang konsisten. • Naskah cerita meniru dari komik yang sudah diterbitkan. • Naskah komik mengandung unsur SARA, kekerasan, politik. • Pengarang tidak mencantumkan data diri dengan lengkap. Kalau adegannya pakai berdarah-darah boleh aja asalkan tidak terlalu berlebihan.
| |