Rini's posts with tag: komik lokal
 Membaca tak dapat dipisahkan dari menulis. Saya rasakan benar itu. Dalam dua pekan 'libur' untuk keluarga kemarin, saya tetap membaca buku dan menyisihkan sedikit waktu menulis. Baru saja menjejak rumah  kakak di Soreang, Tiki menelepon. Paket buku dari Jakarta, katanya. Berhubung dekat dengan kantornya, saya minta tolong Mas Agus mampir mengambilkan. Terpesona deh melihat ketiga komik Sube produksi Pragat Comic ini. Ahmad Zeni dan kawan-kawan sukses menelurkan karya di jagat komik Singapura. Saya tak paham sehuruf pun bahasa Tamil yang digunakan, tapi tetap senang dengan semangat dan pencapaian mereka. Di bagian dalam ada tulisan 'buat Rinurbad' lho. Hehehe.. Ada pula sebuah komik independen, Pendekar X, yang merupakan bahan referensi untuk suatu naskah yang dipercayakan kepada saya. Senangnya hatiku:-) Hatur nuhun, Zen. 
 Petualangan saya di dunia komik independen berawal pada tahun 2005. Browsing dan berkomunikasi dengan seorang penggagas komik strip indie, Wisnoe Lee, yang kemudian berkembang pada kerjasama penulisan cerita. Saya ingat betul saat itu belum bergabung dengan milis perkomikan yang senantiasa riuh.
Dengan konsep dasar Mas Wisnoe, saya menulis naskah komiknya. Menggelikan juga permulaannya. Saya kasih contoh 7 halaman dulu karena nggak pede, dan dibilang kependekan. Lalu saya diberi kesempatan kedua, serabutan memanjangkannya. Heboh deh, karena bolak-balik ke warnet di komplek seberang untuk mengirimkannya via email. Saat itu beliau belum sesibuk sekarang dan masih bisa dikontak melalui SMS pula.
Di situ saya merasakan 'keuntungan' suka nonton film action. Walaupun ada bumbu dramanya juga, ide utama Namaku Bram adalah action. Saya lupa siapa yang menyematkan judul:p tetapi Bram merupakan sosok seorang pemuda yang menyukai Bruce Lee dan ingin melawan kesewenang-wenangan preman. Saya sangat menikmati proses penulisannya hingga berkembang menjadi seratusan halaman dalam tempo seminggu. Mungkin karena pada dasarnya saya kurang ahli membuat deskripsi, sedangkan format naskah komik terbilang singkat dan bermuatan banyak dialog. Seluruh sumber daya saya kerahkan sebagai referensi. Bahkan teori penulisan naskah komik dari sebuah studio di Bandung sampai lecek karena saya buka-buka untuk memastikan bahwa panel yang ini dizoom sekian, tampak belakang, VCU, atau BCU, atau malah LS.
Namaku Bram tamat dalam sepuluh episode. Yang pertama diolah oleh Jagoan Studio, disulap menjadi 'Blacan'. Rel ceritanya jauh berbeda, tapi merangkum intisari skenario komik saya. Pengalaman ini menjadi bekal kala berkecimpung di penulisan komik selanjutnya. 
Tidak banyak memang kontribusi saya dalam proyek komik independen ini, selain menulis naskah untuk satu jilid berwarnanya yang belum lagi terbit. Tapi saya merasa ikut bahagia dan bangga membaca posting informasi berikut di milis. Dibawah ini adalah daftar para nominator 10 kategori Kosasih Award. Jika tak ada halangan, pemberian penghargaan akan disampaikan di Bentara Budaya Jakarta, 16 Agustus 2007 (waktu menyusul). Penyelenggaraan dibantu oleh Telkomsel (penyediaan piala Sri Asih terbuat dari perak dan buku katalog), yang pada kesempatan yang sama akan menandatangani MOU dengan komunitas komik Indonesia untuk kerjasama komik ponsel yang akan datang. Juga akan ada video conference langsung dari kediaman pak R.A Kosasih dengan lokasi acara, dimana Bapak Komik Indonesia akan menyampaikan sambutannya. Here goes.... NOMINASI ARTIKEL/ KRITIK/ TULISAN KOMIK TERBAIK: 1. Menjual Komik Indonesia: Paham dan Salah Paham, Seno Gumira Ajidarma, Kompas, 1 November 2000 2. Komik dan Kenyataan, Hikmat Darmawan, Koran Tempo Minggu, suplemen Ruang Baca, 24 Juni 2007 3. Sastra Film dalam Komik Teguh Santosa, Seno Gumira Ajidarma, Kompas, 15 Desember 2002 NOMINASI MAJALAH KOMIK TERBAIK: 1. Wizard Indonesia 2. Sequen 3. Splash NOMINASI KOMIK CYBER TERBAIK: 1. Tita's Playground, Dwinita Larasati, http://esduren.multiply.com 2. Gibug dan Oncom, Wisnoe Lee, http://www.gibug.com NOMINASI KOMIK TERAPI TERBAIK: 1. Mereka Yang Mengungsi, Candra Gautama dan Nur Zain Hae, Baris Baru dan Oxfam GB, 2002 2. Keberanian, Harapan dan Cita-cita, Mario Diaz, Kompilasi Jogja 5,9 SR, Arus Kata Press, 2007 3. Pak Gempa, Endik Koeswoyo dan Diyan Bijac, Kompilasi Jogja 5,9 SR, Arus Kata Press, 2007 4. Mat Jagung, Radhar Panca Dahana, Diyan Bijac, Widyartha & Akademi Samali, Koran Tempo Minggu, 2006 s/d sekarang 5. Asa, Azisa Noor, Kompilasi Jogja 5,9 SR, Arus Kata Press, 2007 NOMINASI KOMIK INDIE TERBAIK: 1. Old Skull, Atonk, 2003 2. Fight Me, Eko Nugroho, 2004 3. Cinta Itu Bullsyit, Djair Warni, 2007 4. Canberra, Rowal, n/a 5. Jangan Takut, Kompilasi, 2006 NOMINASI SAMPUL KOMIK TERBAIK: 1. Tekyan, Yudi dan Arief, Balai Pustaka, 2000 2. Gina (vol. 2) nomor 1, Gerdi WK, Kelompok Penggemar Gina, 2005 3. Amien Rais: Jejak Langkah Bersejarah, A. Luqman dan Gelar Soetopo, Nirmana, 1999 4. The Konyol, Eko Nugroho, Orakel, 2005 5. Mereka Yang Mengungsi, Candra Gautama dan Nur Zain Hae, Baris Baru dan Oxfam GB, 2002 NOMINASI GAMBAR KOMIK TERBAIK: 1. Tidur Panjang, Beng Rahadian, Kompilasi Jogja 5,9 SR, Arus Kata Press, 2007 2. Keberanian, Harapan dan Cita-cita, Mario Diaz, Kompilasi Jogja 5,9 SR, Arus Kata Press, 2007 3. Karung Mutiara Al-Ghazali, Hermawan dan Jitet Koestana, Kepustakaan Populer Gramedia, 1997 4. Panggil Aku Wartini Saja, Mail dan Cahyo Baskoro, n/a NOMINASI CERITA KOMIK TERBAIK 1. Yellow Mellow, Endjink, 2006 2. Tidur Panjang, Beng Rahadian, Kompilasi Jogja 5,9 SR, Arus Kata Press, 2007 3. Keberanian, Harapan dan Cita-cita, Mario Diaz, Kompilasi Jogja 5,9 SR, Arus Kata Press, 2007 4. Tekyan, Yudi dan Arief, Balai Pustaka, 2000 NOMINASI KARAKTER KOMIK TERBAIK: 1. Hamid, Tekyan, Yudi dan Arief, Balai Pustaka, 2000 2. Pak Gempa, Pak Gempa, Endik Koeswoyo dan Diyan Bijac, Kompilasi Jogja 5,9 SR, Arus Kata Press, 2007 3. Sukab, Sukab: Intel Melayu, Seno Gumira Ajidarma dan Zacky, Kepustakaan Populer Gramedia, 2002 4. Kapten Kilat Khusus, Oyas, Iput dan Ipot, Kompilasi the Factory Outlet Boys, Terrant Books, 2004 NOMINASI KOMIK TERBAIK: 1. Tekyan, Yudi dan Arief, Balai Pustaka, 2000 2. Panggil Aku Wartini Saja, Mail dan Cahyo Baskoro, n/a 3. Suatu Saat Sebelum dan Sesudah Si Dul Mati, Didoth, n/a Siapakah pemenang masing-masing kategori Kosasih Award 2007? Siapa nominator yang anda unggulkan? Nantikan seremoni Kosasih Award 2007, tgl 16 Agustus nanti di Bentara Budaya Jakarta. a/n Tim Kurator Kosasih Award 2007 Surjorimba Suroto, Ade Darmawan, Hartono Soenarto & Arief Ash-Shiddiq
Lama tidak mendengar berita dari art director saya, pagi ini sebuah emailnya mendarat di inbox. Ternyata rumah sekaligus studionya terendam banjir Jakarta tempo hari setinggi dua meter, dan banyak komik karyanya tergerus..termasuk..sebuah serial komik anak yang saya tulis naskahnya  belum jelas nasib softcopynya, karena saya pun tak sampai hati menanyakan keadaan komputer-komputer beliau. Haduuuuh Gusti Pangeran, nyuwun pangapunten..
 | Category: | Books | | Genre: | Comics & Graphic Novels | | Author: | Nura |
Saya tidak akan mengomentari gambar dalam komik indie ini. Selain tidak kompeten untuk itu, bagi saya kualitas gambar dalam komik merupakan nomor dua. Cerita adalah prioritas. Bagian awal cerita ini agak monoton dikarenakan alurnya yang lurus alias kronologis dan tidak ber-flashback ria. Ditambah lagi pemakaian dialog yang cenderung baku sehingga balon kata menjadi penuh. Saya menduga ceritanya mengenai lorong waktu, yang bisa disebut tema relatif. Artinya, saya suka cerita seperti itu bila disajikan menarik seperti Quantum Leap dan bisa juga enek kalau seperti film Back to the Future yang sampai bersekuel-sekuel itu. Tetapi dari daftar tokoh, sudah dapat diduga bahwa BtMW berbau dunia lain. Alkisah, seorang pelajar SMA bernama Rama tersedot ke alam gaib setelah mengenakan sebuah kalung yang terlempar (atau dilemparkan) seorang dukun santet ke dalam mobilnya. Menghilangnya Rama membuat panik sang ibu, yang di sini disebut Mamah, dan teman-teman akrabnya. Sementara di alam lain, Rama berusaha menemukan jalan untuk pulang ke dunia manusia dengan bantuan keluarga seorang penemu bernama Dr. Gergazz. Sentilan-sentilan kocak yang cukup pedas merupakan daya tarik komik ini. Rama terkejut karena makhluk-makhluk gaib yang berpapasan dengan dirinya justru takut. Menurut mereka, para jin sesungguhnya takut pada manusia karena manusia memiliki akal. Sedangkan mereka yang suka mengganggu adalah jin jahat alias iblis. Nura menyisipkan humor-humor sepanjang cerita, meski tidak terlalu berhasil. Apalagi adegan (maaf) Nura dan teman-temannya terhanyut ingus raksasa. Hiiih, jijik banget kayak film komedi Amerika aja! Yang lebih terasa kesegarannya adalah kecurigaan Putri Cemeti kepada Raja alam gaib yang ingin berduaan dengannya, padahal ternyata sang penguasa hanya ingin dikeroki. Proses kembalinya Rama ke dunia fana semakin asyik diikuti ketika akhirnya ia bertemu penguasa alam gaib. Di situlah ia mengetahui hal-hal yang sebenarnya sudah banyak diungkap soal jin dan manusia dari mulut sang penguasa. “Jin dan manusia dipisah sampai hari kiamat! Tapi iblis bebas menembus batas untuk menggoda manusia dalam kesesatan dengan milyaran cara! Termasuk klenik! Pusaka-pusaka yang mengandung mistik! atau perdukunan! Itu ajar syetan untuk menjerumuskan manusia! Termasuk pembuka dua dunia yang mudah dibuat secara turun-temurun!! Di pustaka iblis semua informasi lengkap! Di duniamu ada! Tapi pernah terjadi penghapusan besar-besaran di Baghdad!” (hal. 110-111). Tanda seru yang banyak ini cukup mengganggu. Akan tetapi, seperti beberapa bagian novel Narkobar, saya mendapati dialog lain yang juga menarik yaitu perihal manusia yang kesurupan setan (hal. 112). Nura menggambarkan bahwa penghuni alam gaib ada juga yang rakus seperti manusia. Ini diwakili oleh pelayan Dr. Gergazz yang menghubungi stasiun-stasiun televisi untuk meliput keberadaan manusia di rumah tuannya. Nama-nama stasiun TV itu, yang berbondong menyerbu untuk mengetahui apakah manusia menyeramkan seperti dugaan mereka, mengingatkan saya pada tayangan-tayangan horor di televisi kita. Cerita ditutup dengan akhir yang memikat, tetapi malah dikacaukan oleh komik strip percintaan Ugi dan Noera. Sebaiknya kedua kisah ini disisipkan di tengah-tengah saja.
sumber foto: pragatcomic.com 
Link: http://www.gibug.comKomik indie yang kemudian digandeng major label, si tukang bajaj. karakter khasnya Wisnoe Lee.
| |