Rini's posts with tag: korea film
 | Category: | Movies | | Genre: | Action & Adventure |
Yi Gwak (Jung Woo-seong) adalah seorang pembasmi setan. Penduduk mengira kemampuan melihat setan adalah milik Yon-hwa (Kim Tae-hee), kekasihnya, sehingga menganggapnya penyihir dan membakarnya hidup-hidup. Dalam dukanya, Yi Gwak direkrut oleh Ban Chu sebagai kepala pasukan Chuyongdae, pembasmi setan kerajaan. Ban Chu mempunyai dendam terhadap pemerintah karena istrinya yang sedang hamil diperkosa anak-anak pembesar. Sang istri bunuh diri, namun setelah lama berselang, Ban Chu tidak memperoleh keadilan yang diharapkannya. Oleh sebab itu ia mengerahkan para Chuyongdae untuk menyerang ibukota.
Yi Gwak seorang yang menolak. Karena suatu insiden, ia terdampar di Midheaven (Jungcheon), suatu tempat antara Dunia dan Surga. Di sana para roh bersemayam selama 49 hari sampai tiba saatnya reinkarnasi. Di Jungcheon pula Yi Gwak bertemu So-hwa (Kim Tae-hee), yang tidak lain Yon-hwa namun telah melupakan dirinya. Sebagai seorang Chunin, So-hwa tidak memiliki ingatan atau kesedihan apa pun.
Untuk menebus ketidakberdayaannya di dunia, Yi Gwak melindungi So-hwa dari ancaman Ban Chu dan para roh Chuyongdae. Mereka ingin merebut Batu Suci yang dipercayakan kepada So-hwa. Sang Chunin bertugas menjaga Midheaven, termasuk gerbangnya agar tidak disusupi setan. Namun Ban Chu berkeinginan menggunakan Batu Suci untuk mengubah Dunia.
Di samping efek khusus dan fotografi yang menawan, pesona film ini terletak pada detil ceritanya. Sebagai manusia yang tak semestinya berada di Jungcheon, Yi Gwak tak dapat mencium bau bunga atau mengecap rasa makanan. So-hwa tidak dikisahkan sebagai makhluk lemah sebagaimana dirinya di dunia dahulu, namun ia memiliki kemampuan untuk bertarung meski dengan bantuan Batu Suci. So-hwa juga menegur para roh di Jungcheon karena tak pernah rela melepaskan kenangan semasa hidup mereka. Kepercayaan masyarakat tradisional Korea kental sekali di sini, tatkala So-hwa berkata, "Bila kalian tak mau melepaskan ingatan itu, kalian takkan dapat bereinkarnasi."
Bukan film Korea jika tidak menguras airmata. Sungguh menyentuh kala Yi Gwak terpaksa menghabisi saudara-saudara seperjuangannya di Chuyongdae dan memegang plat nama mereka setelah roh masing-masing binasa. Ia juga merelakan dirinya ditembus pedang Hyo, Chuyongdae yang mencintainya, dan merasuk ke 'raga' So-hwa.
DVD The Restless dilengkapi video musik dan greeting dari para pendukung. Jung Woo-seong tanpa riasan ternyata ganteng sekali:-) 
Beberapa hari yang lalu Mas Agus membawakan DVD sepulang dari suatu urusan di kota. Ia tahu betul saya sangat suka film Korea, sehingga belakangan nonton lagi Lovers in Paris di Indosiar (biarpun rada bures dan sering ketinggalan).
Begitu pegang DVD yang satu ini, saya terkejut. "Mas, ini kan film horor?" kata saya. "Wong judulnya aja Epitaph." Mas Agus bilang, "Maaf deh, nggak ngeh. Pokoknya main ambil aja tadi." Di sampul DVD yang ada di rumah, posternya nggak seperti ini. Tokoh-tokoh berjejer dan ada satu yang berupa bayang-bayang. Klasik film horor Asia, rambut panjang, muka pucat dan baju putih.
Ngintip di wiki, dapet sinopsis dan foto poster ini. Halah..serem, merinding, ngeri. Sambil ngumpulin nyali, nonton The Restless dulu deh. Yang ini film klasik fantasi Korea dan aktornya favorit saya, Jung Woo Seong si suami baik hati di A Love to Remember.   
|  | Ada yang DVDnya udah mejeng di kotak sejak lama, ada yang mesti nyari dulu..nggak tahu kapan:( |
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Menurut saya, So Ji-sub lebih pantas memerankan karakter ‘berandal’ yang urakan ketimbang eksekutif berstelan jas. Tapi bukan yang cengengesan seperti perannya di Glass Shoes. Aktingnya di MISA bisa dikatakan sempurna, dengan segala propertinya. Dari Melbourne yang keras, si badung Cha Moo-hyuk ini berniat melancarkan balas dendam kepada ibu kandungnya di Korea. Moo-hyuk sengaja mendekati putra ibunya itu, seorang penyanyi kesohor bernama Yoon yang menderita gangguan jantung. Ia menjadi manajer Yoon dan tetap dibenci oleh sang ibu yang sangat protektif. Di mata Moo-hyuk, ibunya melakukan dua kesalahan besar. Ia membuang dirinya dan adik kembarnya, gadis yang kemudian mengalami keterbelakangan mental, sewaktu masih bayi demi karir di dunia film. Rencana Moo-hyuk terusik oleh seorang gadis, Eun-cha (lupa nama aktrisnya), kekasih Yoon yang sekuat tenaga menjaga kekasihnya. Ayah Eun-cha adalah kakak ipar ibu Yoon sekaligus sopir pribadinya. Di kemudian hari, ayahnya itu menjadi saksi kunci mengenai apa yang terjadi antara ibu Yoon dan Moo-hyuk serta anak-anaknya. Kisah cinta Moo-hyuk dengan Eun-cha sebaiknya dikesampingkan saja. Saya tidak tertarik mengetahui mengapa mereka bisa saling mencintai. Tema hubungan ibu-anak yang dihadirkan MISA menjadikannya teramat sangat menarik dibandingkan drama seri lain yang pernah saya tonton. Ditunjang musik yang sangat melodius, saya sempat bersimbah airmata ketika Moo-hyuk meminta ibunya memasak dan memakannya sambil menangis diam-diam. Juga ketika Moo-hyuk divonis sekarat oleh dokter karena peluru nyasar di tengkorak kepalanya. Sungguh kasihan ibu Moo-hyuk, mempunyai dua putra yang siap dijemput maut dan putri yang sendirian membesarkan anak laki-laki tanpa mengetahui ayah kandungnya. Apa yang akan dilakukan Moo-hyuk tatkala mendapati bahwa Yoon adalah anak angkat sang ibu? Suatu hari kelak, saya akan mencari DVDnya. Satu kata saja untuk drama ini, merveilleux.

 | Category: | Movies | | Genre: | Romantic Comedy |
Mungkin kalau di Indonesia, akan dijuduli Pernikahan Dini atau Pernikahan ABG sehingga terkesan negatif. Padahal Sweet 18 mengetengahkan perkawinan tradisional Korea yang berdasarkan perjodohan. Kali ini antara gadis lulusan SMU usia 18 tahun, Jung-suk (Han Ji-hye) dan seorang jaksa berusia 28 tahun, Kwon Yuk-jun (Lee Dong-gun). Performa pasangan kekasih di dunia nyata ini patut diacungi jempol. Walau masih belia, Jung-suk berusaha mengendalikan emosi terutama di hadapan mantan kekasih suaminya, pengacara Ga-young (Lee Da-hae). Ia tetap mempercayai Yuk-jun dan memendam kecurigaan selagi Ga-young memanas-manasinya. Di lain pihak, Yuk-jun sebagai cucu tertua keluarga bangsawan berusaha membuat istrinya nyaman dan percaya diri. Apa lagi kakak perempuannya yang belum menikah selalu nyinyir terhadap Jung-suk. Pendek kata, meski cinta belum tumbuh, Yuk-jun senantiasa memperlakukan istrinya dengan baik dan penuh kesantunan. Saya ngakak abis sewaktu sang jaksa mendapati istrinya ajep-ajep di klub malam bersama beberapa teman, padahal saat itu jaksa Kwon sedang minum dengan koleganya di dunia hukum. Han Ji-hye yang ceria dan tampil sebagai tokoh antagonis dalam ‘Summer Scent’ sukses memerankan gadis remaja yang polos. Satu hal yang diprotes para penikmat drama Korea ialah sebutan ‘Bapak’ yang melenceng dari versi aslinya, yang seharusnya ‘Paman’.

 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Serial yang sangat heboh, karena saya sukar melewatkan satu episode pun. Bahkan keponakan saya bercerita bahwa ibu temannya khusus mengoleksinya dan ia membocorkan akhir kisah kepada saya:p ‘What Happened in Bali’ (demikian judul lainnya) menuturkan jatuh-bangun seorang gadis yang ditipu orang ketika menjalani profesi guide di Bali (Ha Ji-won). Cerita selanjutnya agak mudah diterka, ia meminjam uang dalam jumlah besar kepada salah satu turis yang dipandunya dan kebetulan seorang pengusaha muda (Jo In-Sung). Perbuatannya menghancurkan harga dirinya sendiri sebab si pengusaha tak mau melepaskannya, namun di lain pihak tak berdaya memberontak dari ancaman keluarga yang tak mau memberikan restu. Cinta segi empat dalam drama ini lebih ribet sebab wanita yang dijodohkan dengan JIS sebenarnya menaruh hati pada pemuda lain, mantan kakak kelasnya (So Ji-sub). SJS, yang bekerja sebagai manajer di perusahaan JIS, terus ditekan atasannya karena cemburu. Apa lagi SJS tinggal di sebelah kamar sewaan HJW dan juga jatuh cinta kepada gadis itu. SJS pula berani mengkritik JIS sebagai pria pengecut yang serakah sehingga HJW menderita. Menonton drama seri ini membuat saya kesal dan gemas, karena HJW terkesan begitu pasrah. Ia seringkali tidak tegas, padahal JIS yang berkarakter manja di sini nampak memperlakukannya sebagai simpanan dibandingkan kekasih. Satu hal yang mengesankan adalah betapa mempesonanya aktor Korea tatkala sedang menangis, membuat hati trenyuh dan sama sekali tidak ‘menodai’ citra seorang pria yang mesti tampil gagah. Saya suka endingnya. Memories of Bali benar-benar tak terlupakan.

 | Category: | Movies | | Genre: | Romance |
Dari judulnya saja sudah dapat ditebak, tema besar drama seri ini adalah kisah cinta. Rumus klasik pria kaya yang tidak direstui orangtuanya karena memilih gadis miskin yang tinggal di atap bangunan dalam gang. Cerita menjadi sarat sebab mereka bertemu di Paris, kala si gadis cantik (Kim Jung-eun) bekerja sebagai pembantu di rumah sang eksekutif muda (Park Shin-yang) untuk menghidupi dirinya dan menambah biaya kuliahnya di sekolah film. Menariknya lagi, sang eksekutif adalah duda yang masih bersahabat baik dengan mantan istrinya nan jelita. Di kemudian hari, keponakan sang eksekutif (Lee Dong-gun) menaruh hati pada sang mahasiswi dan persaingan berlangsung sengit di negeri asal mereka, Korea. Poin istimewa dari film seri yang benar-benar cocok untuk orang dewasa ini (terlebih usia PSY tidak bisa dibilang muda sehingga ia pantas disebut ahjussi) ialah sikap tegas dan pendirian pasangan tersebut untuk memperjuangkan cinta mereka. PSY yang matang dan berpengalaman tidak mudah dipengaruhi serta berani melawan perjodohan yang diatur keluarganya, sedangkan KJE tidak bersedia dihina rivalnya. Perseteruan bisnis dicampurkan pula dalam adonan cerita hingga sang keponakan mengetahui siapa paman terkasihnya sebenarnya. Beberapa adegan favorit: 1. PSY mencopot cincin dari jari ‘tunangannya’ dan melemparkannya jauh-jauh. 2. KJE menangkap tangan ibu rivalnya yang hendak menamparnya. 3. PSY menarik tangan KJE di hadapan ayahnya dan berkata, “Ini adalah ayahku, beri salam padanya. Ayah, inilah wanita yang kusukai.” 4. Ketika LDG mengetahui penyebab ibunya membencinya dan memperlakukan pamannya sangat lain. Dalam film ini, LDG berpenampilan sangat lain dari citranya yang biasa. Anak muda urakan yang serba impulsif, jauh dari imej rapi dan berwibawa. Cinta segitiga mendapat porsi yang menantang, tak ada yang lebih tampan atau lebih ‘jelek’. Meski akhirnya dikemas mengecewakan, saya tetap sangat menyukai Lovers In Paris dan marah banget ketika sinetron jiplakannya yang berjudul Pacar Khayalan ditayangkan belum lama ini.

 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Inilah drama seri Korea pertama yang saya tonton, dan kalau tidak salah yang pertama kali ditayangkan di layar kaca. Kisah mengharukan antara seorang sales komputer (Jang Dong-gun) dan teman sekantornya (Kim Hyun-ju). KHJ kembali berperan melankolis. Semula ia tertatih-tatih mencintai rekan kerjanya sebelah tangan, sebab si pria masih merindukan kekasih lamanya yang sudah menikah. Kemudian sakit kanker menghantamnya sehingga KHJ bahkan harus melupakan impiannya menjadi presenter televisi. JDG tersadar akan perasaannya pada si gadis dan menikahinya agar dapat merawatnya. Saat-saat memilukan tergambar kala teman sekantor mereka yang diam-diam mencintai KHJ memberikan hadiah sepuluh juta dollar agar gadis itu dapat memperoleh perawatan terbaik. Namun ketimbang masuk rumah sakit, KHJ memilih perjalanan ke tempat yang indah. Dalam bulan madu mereka itu, ingatannya perlahan sirna oleh penyakit. KHJ tidak ingat bahwa ia telah menikahi kekasihnya. Episode menjelang akhir terus menjebol kran airmata saya, termasuk saat adik KHJ berdiri melepas abunya di tepi sungai dan berkata, “Kakak kejam, dari dulu ia selalu meninggalkan aku!” Inilah salah satu penampilan JDG yang terbaik, sebab dalam drama seri Model, saya memandangnya mengecewakan. Entah dalam All About Eve.
Keterangan: gambar ini adalah cuplikan film Glass Shoes, yang juga dibintangi KHJ, sebab petikan dari DoY tidak saya peroleh.

    | OLD BOY | Oct 27, '07 12:12 AM for everyone |
 | Category: | Movies | | Genre: | Mystery & Suspense |
Tidak mengherankan apabila film ini meraih penghargaan melalui penilaian Quentin Tarantino selaku salah satu juri dalam sebuah festival internasional. Seperti Pulp Fiction dan karya Tarantino lainnya yang bernafas serupa, sebaiknya penderita sakit jantung tidak menonton Old Boy. Kehidupan Oh Dae-su (Choi Min-sik) seperti layang-layang putus. Sejenak ia berada di kantor polisi, kemudian dijemput dan kehilangan waktu. Mendadak ia bertemu seorang perempuan muda yang merawat dan menjadi kekasihnya. Setiap saat, ODS seperti diintai seseorang yang terus menghubunginya melalui telepon. Agar terbebas dari teror itu, ia berusaha mengungkap jati diri orang tersebut yang kemudian menghantarkannya pada sebuah sakit batin lain. Film ini sadis luar biasa, penuh darah di sana-sini. Saya sendiri melompati sejumlah adegan karena tak sanggup menyaksikannya. Bahaya hipnotis, itulah yang diusung oleh Old Boy. Namun sukar saya terima kesalahan ‘kecil’ ODS, yakni membongkar hubungan inses sepasang sepupu, hingga ia harus membayarnya dengan kacau-balau di bawah pengaruh hipnotis selama lima belas tahun dan terperangkap dalam hubungan inses pula dengan putri kandungnya. Tapi begitulah orang sakit. Akting Choi Min-sik jempolan banget, menyampaikan gundah gulananya setelah si pelaku hipnotis melarikan diri dengan kematian.

 | Category: | Movies | | Genre: | Other |
Saya, suami, dan keponakan menonton film ini di komputer seraya nyaris menahan nafas. Betapa tidak, film yang sangat nyeni ini tidak disertai dialog sepatah kata pun. Sungguh menarik menyimak Jae Hee (aktor utama serial My Sassy Girl) memerankan karakter yang sama sekali berbeda. Ia mencari nafkah dengan memasuki rumah-rumah kosong. Caranya menyebarkan brosur dan meneliti rumah mana yang brosurnya terus menumpuk tanpa diambil. Dengan kunci palsu, lelaki muda ini masuk dan menikmati segala fasilitas di dalamnya. Untuk ‘membalas budi’, ia membersihkan rumah bahkan mencuci pakaian kotor jika ditemukannya. Bagian ini mengingatkan saya pada dongeng tradisional Indonesia. Si pemuda mendapati seorang wanita yang sama sekali tidak berbicara sehingga rumah yang dimasukinya terkesan kosong tanpa penghuni. Rupanya perempuan itu menderita tekanan batin karena disiksa suaminya. Bisa ditebak, akhirnya si pemuda bersimpati pada penderitaan wanita itu dan membawanya serta dalam petualangannya. Sepandai-pandainya tupai melompat, suatu saat jatuh juga. Si pemuda dan kekasihnya dipergoki pemilik rumah dan dijebloskan ke dalam penjara. Wanita itu diambil kembali oleh suaminya yang mempunyai kekuasaan. Cara si pemuda meloloskan diri dari tahanan sangat memukau, karena sekali lagi, ia melakukannya tanpa bersuara. Bagaimanakah akhir film ini? Silakan tebak dari posternya.

 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Saya menonton drama ini beberapa tahun lalu di Trans TV sekitar jam 3 sore. Serial yang juga dikenal dengan judul Glass House tersebut memperkenalkan ciri-ciri khas cerita film Korea, yakni 'pemerasan' airmata.
Kisah cinta segiempat antara seorang pria tampan yang menjabat eksekutif sebuah perusahaan produsen ponsel (Han Jae Suk) dengan bawahannya, karyawati baru (Kim Hyun-ju), serta supir truk berandalan (So Ji-sub) dan pimpinan perusahaan tempat sang eksekutif bekerja yang kebetulan kakak kandung karakter KHJ. Cerita bertambah jlimet karena sang eksekutif menaruh dendam kepada keluarga pimpinannya, namun berutang budi kepada gadis itu. Sementara KHJ, yang baru diketahui identitasnya setelah lama berpisah dengan sang kakak, menderita kanker dan berada dalam keadaan sekarat.
Airmata tak henti-henti saat KHJ berjuang melawan dampak kemoterapi bersama SJS, yang di sini tengil banget. Juga ketika ia memutuskan hubungan dengan HJS serta mengundurkan diri dari perusahaan tanpa mengatakan sakit yang diidapnya. Sementara saudara angkat dan pasangan suami-istri yang membesarkan KHJ dulu mengincar harta keluarga mereka, gadis itu nekad menerima lamaran SJS tanpa menghiraukan status sosial yang berbeda. Apakah sampai di situ saja kesedihan pasangan ini? Tentu tidak.
Sayangnya, saya nggak menemukan Glass Shoes 2. Juga tidak ditayangkan di TV. 
   | 18 vs 29 | Oct 26, '07 8:50 PM for everyone |
 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Drama yang episodenya singkat ini cukup memusingkan. Sebenarnya kisah yang memaparkan Hye Chan (Park Sun Young) mengalami amnesia sudah memadai untuk digali lebih jauh, namun peralihan antara Hye-chan dewasa dan Hye-chan remaja (karena ia merasa dirinya baru berumur 18 tahun) membuat plot sukar dinikmati. Belum lagi segambreng flashback semasa dirinya dan suaminya, Kang Sang-young (Ryu Soo-young) masih sekolah. Kepandiran Hye-chan dieksploitasi, membuat kening saya berkerut. Saat ia berkeras menulis skenario, misalnya. Atau berakrab-ria dengan seorang pemuda yang masih remaja. Saya makin sebal kala aktris kolega Sang-young (Park Hye-chan, sahabat Jang Geum dalam Jewel In the Palace) terkesan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Cerita kian bertumpuk. Saya lupa bagaimana akhirnya. Tapi begitulah kesan saya, puyeng.. sumber foto: http://wiki.d-addicts.com/18_vs._29
 | Category: | Movies | | Genre: | Romantic Comedy |
Ulasan drama seri ini saya tulis ulang setelah menghapus resensi sebelumnya yang kurang maksimal. Duet kompak Rain (alias Bi), si penyanyi cute abis dengan model imut-imut Song Hye Gyo sukses mencuri perhatian saya, ibu saya, bahkan keponakan saya yang sampe kena typhus karena nonton DVDnya berulang-ulang menjelang ujian SD. Meski temanya adalah kisah cinta, Full House diramu berdasarkan kisah awal sebuah rumah indah yang nyaris lolos dari kepemilikan Han Ji Eun (SHG). Pernikahan dengan bintang film Lee Young Jae yang dimaksudkan untuk menyelamatkan rumah cantik itu (sampai sekarang saya masih terbayang-bayang ruang kerjanya yang menghadap pemandangan mempesona) menjerumuskan penulis muda ini ke dalam berbagai konflik. Karakter Young Jae yang temperamental, kekasih masa lalunya, sekaligus kehadiran pemuda lain yang sempat menggoyahkan Ji Eun untuk meninggalkan suami pura-puranya. Salah satu adegan paling mengesankan dari drama romantis nan segar ini adalah ketika Young Jae menari dan menyanyi untuk menghibur Ji Eun yang lagi ngambek. 'Hukuman' ini pun pernah dikenakan kepada Ji Eun. Poin plus lain adalah OSTnya, terutama yang berjudul 'Romance'. Kabarnya, Full House 2 sedang diproduksi. Meski belum jelas apakah SHG dan Rain dilibatkan kembali, rasanya tidak sabar menunggu tayangannya. sumber foto: http://wiki.d-addicts.com/Full_House
 Ngintip sinopsis Hello, My Lady siang ini..wow, episode terakhir! Berakhir bahagia, pula. Seru banget. Ketawa-tawa sampai kisah yang diangkat dari novel Kimchi Mandu ini berakhir dengan pernikahan kedua tokoh utamanya.
Suasana hati jadi semakin gembira. Horeeee..! 
 ..kerja di oret-oretan saja, sampai mata sudah tidak semerah banteng ngamuk. Lumayan perih dan sakitnya, bikin migren. Sewaktu hujan, saya nonton film Korea di Indosiar. Udah lama nggak nonton. Pas yang diputer drama komedi Hello My Lady (judulnya gitu amat ye? tapi seru, kok). Terhibur, deh, dan..dapet ilham sebagai bonus. FYI, foto ini dapat dari Yahoo! Auction. 
Semula saya hendak umumkan ini di Welcome Greeting, tapi Customize Site Toolnya sedang error jadi saya tulis di sini saja. Mulai hari ini semua yang berbau Korea, termasuk tentunya resensi film Korea, akan saya posting di blog ini. Supaya tidak simpang siur, tujuannya dan tidak mengusik relevansi tema blog. Sebagian materi sudah dicopy ke sana, tetapi tidak saya hapus karena sudah banyak yang memberi komentar di sini. Jadi singkatnya, resensi film mulai hari ini hanya akan mengupas non Korea. Mungkin akan jarang updatenya, sebab 90% tontonan saya berbau Korea  Selamat menikmati dan terima kasih atas waktu kunjungannya.
 | Category: | Movies | | Genre: | Romantic Comedy |
Sumber foto: koreanwiz.org Pasca 18 vs 29 yang nggak jelas juntrungannya itu (karena saya udah keburu bosan untuk liat endingnya), saya tertarik nonton akting Kim Jung Eun meski tidak semenggemaskan karakternya dalam Lovers in Paris. Saya tidak tahu nama-nama pemeran cowoknya (meski pernah didrop sinopsis oleh teman via email), namun opini seorang Hallyu mania karib saya bahwa PL tidak seru tak menyurutkan niat saya untuk menonton. Pasalnya, terlanjur bete berharap ada Korean series lain di ANTV pengganti Little Bride, eh malahan Warkop..!:( Memang penampilan KJE di sini sangat lain, terlalu anggun dan jadinya kurang cantik (tapi menarik, kata si Sulung). Maklumlah dia jadi putri, maka saya sibuk menjelaskan aspek positif drama Korea yang satu ini pada anak-anak. Saya bilang, itulah istimewanya. Semua pemain berubah total agar karakternya lebih terjiwai, nggak kayak pemain sinetron yang begitu-begitu lagi dan monoton performanya. Kami menduga ini komedi romantis biasa, sampai si Bungsu enggan menonton dengan alasan “kedewasaan” (maksudnya terlalu dewasa untuk dia yang masih kelas 5 SD). Tapi tidak juga..ada unsur psikologis, yang sangat saya sukai. Hee-Soo takut tidur dengan kamar digelapkan karena pernah dikurung oleh kakaknya semasa kanak-kanak. Woo-jin lah yang mengajarkannya melawan rasa takut itu, sehingga dengan sifat-sifatnya yang memikat, sang playboy layak mendapatkan cinta. Sementara teman masa kecil Hee-Soo (Chan-Ho) tampak menghiba-hiba. Si Tengah menilai aneh penampilannya kala mengenakan jas dipadu celana bermuda kotak-kotak pada acara makan malam yang ditata romantis. Sejauh ini kami masih main tebak-tebakan dan mendukung Woo-jin sebagai pendamping Hee-Soo (Lulunya dari mana ya?). Kami juga satu suara soal rambut ikalnya yang cute, hehehe..

| |