Rini's posts with tag: kutipan
 'Namanya juga pendatang baru. Tentu masih banyak coba dan salahnya. Dan kebanyakan pendatang baru adalah penerbit yang bermodal idealisme dan keberanian. Minim ilmu. Baik mengenai lalu lintas keuangan maupun strategi pemasaran. Manajemen kertasnya pun buruk. Jika penerbit demikian menyalahi penulis, tidak bisa serta-merta kita sebut sebagai kekurangajaran. Tergantung, apakah ketidakbenaran itu dilakukan secara sengaja atau tidak. Kalau sengaja berarti zalim. Kalau tidak, berarti ya sekadar belum profesional saja.
Menghadapi penerbit macam demikian, penerbit harus mempunyai stok kesabaran yang tak berwatas. Bentuk kesabaran itu adalah keikhlasan untuk bermuka tebal. Jangan berputus harap untuk terus menanyakan laporan penjualan dan royalti. Itu dilakukan dalam rangka mendidik penerbit agar profesional. Mengingatkan mereka bahwa dalam bisnis kepercayaan, kejujuran sangat penting. Penerbit sesekali boleh saja melakukan kesalahan tapi tetap harus jujur, tidak boleh bohong.' (halaman 86) 
 "Lo kok nggak banyak berubah sih, Dil?"
"Maksud lo?" Astaga, dialog norak ala sinetronku keluar lagi! Mestinya, aku bilang begini: nggak banyak berubah gimana? Tapi, sudah terlanjur, eh, telanjur.
"Ya..lo masih kurus aja, dan penampilan lo masih cupu gitu."
Aku masih tidak percaya dengan yang barusan kudengar. Halo?! Sopan dikit dong! Siapa lo? Lama nggak ketemu, sekalinya ketemu bikin orang naik darah dan pengin ngasah golok. Lo oke? Jangan-jangan dia juga berpikir, semua orang harus pakai behel biar dianggap modis. Urghhh!
(halaman 18-19) 
 ...waktu yang telah saya sia-siakan tanpa sungguh-sungguh berjuang, sama halnya dengan membiarkan 'kabut' di depan mata terus menipu. Tak ada alasan buat saya untuk terus tergolek di ranjang dengan selimut kemalasan.' (halaman 191) 
 Untungnya, banyak teman sesama IQ ngepas mengambil kuliah yang sama. Melihat anak seangkatan biarpun tidak kenal tiba-tiba hari-hari jadi cerah. Ada teman senasib, yang bangkotan dan tante-tante nggak hanya aku saja huehehehehe. Dosen kan hobinya mengincar muka lama kayak kami. Pake ditanya macam-macam kayak saksi ahli gitu. Duile pak, kalau sudah ahli mah kami tak bakal mengulang atuh da! (halaman 180-181) 
 Buku cerita anak pertama-tama harus memberikan kenikmatan membaca. "Anak-anak dulu kalau membaca sampai masuk ke kolong supaya tidak diganggu," kenangnya tentang masa kecil ketujuh anaknya. Sukanto dan istrinya membuat anak-anak mereka tak bisa dipisahkan dari buku. "Buku memberikan kebebasan anak untuk berimajinasi, berbeda dengan televisi yang bersifat mendikte," lanjut Pak Kanto. (halaman x-xi)
Saya ini 'selamat' karena 'digembala' Ibu," ujarnya, tersenyum. "Dia keras, disiplin, dan tak bisa ditawar dalam prinsip. Rapor anak boleh merah, tetapi tidak akhlaknya.. (halaman xi)
Paragraf terakhir ini mengingatkan saya kepada mendiang Ibu (mertua saya). Persis benar dengan cara beliau mendidik putra-putrinya. Kami semua merasa sangat kehilangan. 
 'Salah satu komoditas zaman sekarang yang paling berharga adalah waktu. Sebanyak apa pun peralatan canggih yang kita beli, buku yang kita beli, atau kursus yang kita ikuti, tidak ada solusi kilat untuk kesibukan.' (halaman 20) 
 "Ceritakan padaku sebuah kisah!" adalah harapan lazim setiap pembaca. "Bikin aku peduli, senang, takut..." dan malanglah penulis yang tidak mengerti pesan itu.' (halaman 13)
'Penulis yang mengabaikan pengharapan pembaca akan merugikan diri sendiri, dan pembaca yang mengabaikan kecakapan teknis penulisanya tidak akan menemukan signifikansi cerita yang dibacanya. Hargai pembacamu! Mungkin inilah perintah yang tepat untuk semua penulis... Namun, para pembaca juga harus didesak: Hargai penulismu! Kemitraan, itu intinya.' (halaman 14) 
 'Hari semua orang memiliki jumlah jam yang sama. Jika kamu ingin mengerjakan sebuah tugas istimewa, seperti mengarang cerita, kamu harus meluangkan waktu khusus untuk itu. Dan meluangkan waktu biasanya berarti kamu harus mengambilnya dari bagian kehidupanmu yang lain. Mematikan televisi. Berlatih menulis tiga puluh menit sehari sebagai ganti main Marimba. Mengatur menyelesaikan PR dan ritual waktu tidur secara lebih efisien. Sebuah cerita bukan sebuah berkah yang diberikan saat kamu sedang memikirkan hal lain. Ia adalah sebuah proyek yang harus kamu garap secara cermat dan hati-hati.' (halaman 19-20) 
 sumber: evene.fr
Je n'ai jamais eu de chagrin qu'une heure de lecture n'ait dissipé.
Tiada kesedihan yang lebih besar bagiku daripada vakum membaca selama satu jam. [Montesquieu]
Quand je pense à tous les livres qu'il me reste à lire, j'ai la certitude d'être encore heureux.
Tatkala memikirkan semua buku yang akan kubaca, aku yakin masih merasakan kebahagiaan. [Jules Renard]
Les livres ont les mêmes ennemis que l'homme : le feu, l'humide, les bêtes, le temps, et leur propre contenu.
Buku memiliki musuh yang sama dengan manusia: api, kelembaban, binatang, cuaca, waktu, dan isinya sendiri. [Paul Valéry]
Peu de livres changent une vie. Quand ils la changent c'est pour toujours
Beberapa buku mengubah kehidupan. Perubahan itu terjadi untuk seterusnya. [Christian Bobin]
Une pièce sans livres, c'est comme un corps sans âme.
Sebuah ruangan tanpa buku bagaikan tubuh tanpa jiwa. [Cicéron]
Un livre est une fenêtre par laquelle on s'évade.
Buku adalah jendela untuk melarikan diri. [Julien Green]
Il ne s'agit pas de beaucoup lire, mais de bien lire.
Yang penting bukan banyak membaca, tapi membaca dengan 'baik'. [Aristippe]
foto: sxc.hu 
 sumber: L'art d'écrire, evene.fr
L'écriture est la peinture de la voix.
Tulisan adalah ucapan yang dilukiskan. [Voltaire]
L'écriture est un exercice spirituel, elle aide à devenir libre.
Tulisan adalah latihan batin, membantu kita membebaskan diri. [Jean Rouaud]
Le récit n'est plus l'écriture d'une aventure, mais l'aventure d'une écriture.
Cerita bukan lagi tulisan mengenai petualangan, melainkan petualangan tulisan. [Jean Ricardou]
Dans l'écriture, la main parle ; et dans la lecture, les yeux entendent les paroles.
Saat kita menulis, tangan yang berbicara; ketika kita membaca, mata mendengarkannya. [Eugène Géruzez]
foto: sxc.hu 
 sumber: Etre écrivain, www.evene.fr
L'écrivain original n'est pas celui qui n'imite personne, mais celui que personne ne peut imiter.
Penulis sejati bukanlah yang tidak meniru siapa pun, melainkan yang tak dapat ditiru oleh siapa pun. [François René de Chateaubriand]
L'écrivain est celui qui cherche autant en lui qu'en les autres.
Penulis adalah orang yang mencari jawaban dalam dirinya dan orang lain. [Antonio Soler]
Un écrivain, c'est un inventeur. Il doit être capable de recréer totalement un univers à lui.
Seorang penulis adalah seorang penemu. Ia harus mampu membangun kembali alamnya sendiri secara utuh. [Anthony Burgess]
Tous les grands écrivains sont des grands lecteurs de dictionnaires : ils nagent à travers les mots.
Semua penulis besar ialah pembaca kamus yang hebat: mereka 'berenang' di antara kata-kata. [Umberto Eco]
On est écrivain quand on a quelque chose à dire et qu'on est le seul à pouvoir dire.
Kita adalah penulis bila memiliki sesuatu untuk diungkapkan dan yang hanya dapat diutarakan oleh kita sendiri. [Pierre Baillargeon]
foto: sxc.hu 
 sumber: 30 raisons de lire, evene.fr
L'originalité d'un auteur dépend moins de son style que de sa manière de penser.
Orisinalitas seorang penulis lebih terlihat pada cara berpikirnya, bukan gaya menulisnya. [Anton Tchekhov]
La véritable Université de nos jours, est une collection de livres.
Sekolah kehidupan kita yang sejati adalah buku yang kita miliki. [Thomas Carlyle]
Lire et être curieux, c'est la même chose.
Membaca sama dengan merasa penasaran. [Pascal Quignard]
Si vous jugez le livre, le livre vous juge aussi.
Bila Anda menghakimi sebuah buku, buku itu juga menghakimi Anda. [Stephen King]
Lire à deux, c'est quand même mieux, que de regarder la télévision.
Membaca berdua pun lebih baik daripada nonton TV. [Jean-Marie Poupart]
Le temps de lire, comme le temps d'aimer, dilate le temps de vivre.
Seperti saat mencinta, saat membaca memperpanjang umurku. [Daniel Pennac]
Un livre a toujours deux auteurs : celui qui l'écrit et celui qui le lit.
Sebuah buku selalu memiliki dua penulis: orang yang menulisnya dan yang membacanya. [Jacques Salomé]
foto: sxc.hu 
 Orang bilang hidup ini mengasyikkan, tapi aku lebih suka membaca. --Logan Pearsall Smith
Dapatkan ilmu sebanyak mungkin dari menulis dan membaca --Lord Acton
Buku adalah hadiah yang dapat dibuka lagi dan lagi --Garrison Keillor
Anda menyadari telah membaca sebuah buku yang bagus ketika menutup halaman terakhir dan merasa kehilangan seorang teman. -- Paul Sweeney
Hidup takkan terasa sepi saat kita membaca. -- Sydney Smith
Menulislah agar dimengerti, berbicaralah agar didengar, membacalah agar berkembang. --Lawrence Clark Powell
Diterjemahkan dari berbagai sumber Foto: sxc.hu 
 Kita tidak ingin surat kita terlihat seperti halaman diary atau autobiografi, misalnya 'Keadaanku sejauh ini'. Hindari mengawali kalimat dengan 'Aku' (walaupun boleh saja menggunakannya sesekali!)
(halaman 12) 
 - Tips
Sangat dianjurkan menulis jenis cerita yang kalian sukai.
Bacalah buku dengan genre berbeda sebanyak mungkin. Makin banyak membaca, makin meningkat kemampuan menulis kalian.
(halaman 5)

 Dalam penulisan puisi, menggambarkan atau membandingkan sesuatu seolah-olah seperti hal lain disebut metafora, yakni pemakaian kata sebagai lukisan atau gambaran suatu persamaan atau perbandingan misalnya, 'angin adalah singa yang mengaum'.
(halaman 10) 
 Meresensi Buku Cerita atau Buku Bergambar
Beritahukan lokasi cerita dan gambarkan karakter-karakter utamanya kepada pembaca. Jelaskan hubungan antarkarakter tersebut. Apakah mereka satu sekolah atau bertemu secara kebetulan? Jelaskan plotnya, tapi jangan terlalu detail. Lalu, berikanlah pendapat kalian tentang buku itu. Apa yang kalian sukai dari ceritanya? Plotnya meyakinkan? Karakternya masuk akal? Memesona? Jika disertai ilustrasi, bagian apa yang kalian sukai? Apakah ilustrasi tersebut sesuai?
(halaman 12) 
 'Keberanian adalah Mau mengakui kau takut Lalu berusaha mengatasi rasa takut
Keberanian adalah Mau mengakui kau lemah Lalu berjuang meningkatkan kekuatan
Keberanian adalah Mau mengakui kau salah Lalu berkata, "Maafkan aku. Tak akan kuulangi."
(halaman 43) 
 'Yang penting bukan penderitaan yang telah ditimpakan pada kita, melainkan kepedihan yang berhasil kita atasi.' (halaman 434) 
 'Ketika siapa saja yang minum bersama saya mengatakan bahwa mereka "pernah menulis" atau "ingin menulis", terkadang saya bertanya cerita apakah yang akan mereka tulis. Pada umumnya, mereka tidak bisa memberikan jawaban. Saya merasa hal ini membingungkan. Bahkan saat itu --dan sejak itu semakin mejadi-jadi-- saya merasa ada sesuatu yang lucu dalam cara masyarakat melahirkan orang yang sanggup dan sekaligus ingin menjadi penulis, tetapi tak mampu memberikan sesuatu pun. Mengapa orang-orang ingin "menulis" jika secara terbuka dan jujur mereka mengakui tidak memiliki sesuatu apa pun untuk disampaikan? Tak dapatkah mereka melakukan sesuatu yang lain? Apa artinya hasrat untuk melakukan sesuatu jika tidak berbuat apa pun?' (halaman 169) 
| |