Rini's posts with tag: menulis

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag menulis
Blog EntryGanjar PranowoJul 17, '08 8:17 AM
for everyone

Kemampuan berimajinasi saya dalam mendeksripsikan fisik suatu karakter
dalam fiksi terbilang lemah. Jika merujuk pada orang-orang yang pernah
dikenal, maka referensinya akan 4 L (Lu Lagi, Lu Lagi). Maka saya
menggunakan sosok yang berseliweran di media, tentu sesuai preferensi
pribadi.

Wilayah minat saya dalam hal ini, khususnya karakter pria, terfokus
pada mereka yang sangat Timur (apa ya istilahnya? Tak begitu paham
dengan Kaukasia dan ras-ras). Jarang sekali saya menggambarkan pria
atau wanita berdarah Barat, baik indo maupun murni. Yang paling sering
dijadikan objek adalah aktor-aktor Korea, hahaha.. Salah satunya Jo In
Sung, yang dengan 'agak terpaksa' dipinjam ciri fisiknya untuk sebuah
cerpen berjudul Hitam Manis dalam kumcer Sahabat.

Bila sedang iseng, saya menjumput paras lokal dari tayangan TV. Ini
sangat sulit karena para pemain sinetron remaja, misalnya, tampak
serupa dengan potongan rambut dan gaya berpakaian mereka. Puncak
keisengan adalah 'meminjam' Gary
Iskak (buka kartu nih, Mbak Leila). Saking insidentilnya, saya tidak
ingat untuk karya fiksi mana dia ditempatkan.

Belakangan, saya kerap menemani Mas Agus nonton TV. Tindakan yang
sungguh kontra produktif ini dicoba-relevankan dengan pekerjaan. Apa
yang saya dapat? Karakter fisik simpatik Ganjar Pranowo, sekertaris
Fraksi PDIP yang belakangan ini sering tampil di televisi. Bahkan Mas
Agus setuju bahwa dia ganteng:-) Tapi bukan berarti kami simpatisan
partai berlambang kepala banteng itu, lho:p

sumber foto: www.dpr.go.id


Blog EntryYang Ditolak, Yang DiterimaJul 15, '08 11:44 PM
for everyone
Dalam beberapa hari ini, saya mendapat berbagai kabar. Sebuah draft
dinyatakan tidak sesuai dengan sebuah penerbitan cukup ternama,
setelah menanti hampir empat bulan lamanya. Tidak mengejutkan kendati
ini penolakan ke-4 (atau ke-5?). Naskah fiksi memang harus menembus
seleksi ekstra di tengah pertarungan bisnis penerbitan yang dihimpit
kenaikan harga kertas sekarang ini. Saya akan merombaknya sedikit nanti,
sambil memikirkan penerbit lain yang dirasa cocok untuk itu.

Sementara itu, sebuah draft lain di-acc setelah melalui empat kali
revisi. Sebuah kenikmatan tersendiri untuk saya yang tergolong kurang
sabaran ini, ditambah genrenya yang jarang saya sentuh. Saya diminta
melanjutkan ke tulisan berikut, namun..filenya hilang. Dasar pikun
dimakan sendiri:p, syukurlah penyeleksi masih menyimpan arsip arahan
terakhir dan mengirimkan kembali ke email saya.

Kepikunan belum berakhir. Saat teman-teman Blogfammers heboh oleh
pengumuman Komedi Cinta 2 Gradien-Blogfam kemarin, saya masih sibuk
mengingat judul cerpen yang diikutsertakan waktu itu. Kang Iwok-lah
yang menyegarkan kembali memori sekaligus menyampaikan bahwa cerpen
saya lolos seleksi. Alhamdulillah, setelah tersungkur di
Komcin 1. Terima kasih pada pihak panitia dan kawan-kawan yang memberi
semangat selama ini. Untuk pertama kalinya, saya satu buku dengan
penulis komedi favorit saya (yang dodol bangets): Jeng Dedew.

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryMata Pedih dan PegalJul 9, '08 11:31 PM
for everyone
..karena hari Senin lalu ngegeber sebuah naskah komik. Penulis keras
kepala model saya nggak pernah mau membiarkan tulisan lama jadi
residu. Obrak-abrik folder (yang sekarang hang melulu, sepertinya ada
penyakit) dan permak sana-sini..jadilah. Lunas satu hutang.

Hari kedua mata masih sakit karena..kelamaan ngegoodreads! Rela deh
dicemberutin Mas Agus lantaran (merasa) bersalah sampai menahan lapar
segala. Saya terpukau oleh deretan bacaan seorang penulis senior yang
mencapai 3000 buku dari aneka genre. Beliau tidak gengsi melalap novel
pop, teenlit, komik Jepang, keren abis deh!

Oleh sebab itu, kemarin saya beristirahat. Usai makan malam, nonton
Molly di Trans7 sama keponakan. Film anak-anak yang bermutu dengan
latar belakang perang, ceritanya sederhana namun amat berbobot. Saya
membahas semua adegan setiap kali iklan dengan ponakan (aturan di
rumah kami: nonton TV jangan sampai membungkam komunikasi). "Anak
perempuan begitu deh, banyak masalah kecil tapi jadinya rumit," saya
menjelaskan.

Nulis lagi jeda, tapi baca buku jalan terus. Sudah tamat dua buku,
tapi masih mikir-mikir untuk resensinya. Semalam menyalakan Dynabook
begitu keponakan tidur (kesannya anak bayi, ye..padahal sudah 20 tahun
lebih), mencoba kerja sebentar dan.. ngantuk deh:p


Blog EntryDibiarkan 100% Atau Diedit?Jun 30, '08 8:27 AM
for everyone
Ada tiga kasus yang pernah saya alami seputar pemuatan naskah dalam
format buku atau artikel.

1. Tulisan dibiarkan begitu saja, termasuk kesalahan ejaan dan
ketidaksinambungan paragraf. Saya jadi malu hati.

2. Tulisan diedit sebagian, tapi lumayan melenceng. Mungkin di mata
editor jadi lebih baik/sesuai, namun gayanya bukan saya banget.

3. Tulisan diedit nyaris seluruhnya. Tak ada bekas-bekas coretan saya
di situ, tenggelam..sampai saya tak dapat mengenali goresan saya yang
asli.

Berhubung komunikasi dengan editor tak selalu dapat terjalin karena
berbagai hal, satu-satunya jalan terbaik untuk mengantisipasi semua
ini adalah menyunting sendiri alias menyerahkan draft 'sesempurna'
mungkin ke tangan penerbit/redaksi media.

Anda sendiri lebih suka yang mana? Dibiarkan apa adanya berikut segala
kekeliruannya atau diedit habis?

sumber foto: sxc.hu



Blog EntryHarus Revisi LagiJun 28, '08 9:56 PM
for everyone
Alhamdulillah, draft saya tak dikembalikan. Cukup dengan catatan
singkat yang saya pahami. Suka serem membayangkan draft itu di-resend,
ingat cerita guru-guru di Malory Towers yang mengembalikan PR sampai
dikerjakan dengan benar..

Merenung semalaman, memikirkan saran-saran untuk mengubah sedikit
naskah itu. Sedikit, tapi harus mikir keras. Ada panggung manten sunat
dekat rumah, semoga tak bising seharian. Mana mungkin saya minta
pengertian hanya karena seorang pekerja tak lazim (baca: freelancer)
butuh konsentrasi di hari Minggu. Besok bersih-bersih rumah, kakak
dari Demak hendak berkunjung. Rencananya, Mama juga.

Bantu Mas Agus nyuci dulu, kali ya..

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryRevisi adalah Mata Rantai Proses BelajarJun 26, '08 7:19 AM
for everyone
Judulnya kayak kolom koran gini, ya?:)
Setelah berkali-kali mengalami permintaan revisi dalam perjalanan
kepenulisan saya, baru sekarang dapat menikmati dan melihat garis
perak di balik awan (mengutip dialog Stuart Little 2). Saya memperoleh
bimbingan yang sangat terperinci, tidak remang-remang, dari seorang
penulis berjam terbang tinggi dan sangat 'handap asor' (low profile
versi Sunda). Kritiknya jauh dari meminderkan saya yang masih baru
ini.

Dari beliau, saya belajar terminologi baru: logika miring. Suatu
kejutan dalam alur cerita, reaksi tak diduga, kata-kata yang tak
terpikirkan sehingga orang yang menyimak terus didorong rasa
penasaran. Masih dengan bijaknya, beliau mengatakan perihal cerita
yang tidak bergerak alias masih berformat dialog biasa di sana-sini.
Saya membaca berulangkali, untuk memahaminya.

Saya akan terus berusaha dan terus belajar. Semoga.

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryTak Ada yang Lebih Melegakan..Jun 26, '08 6:18 AM
for everyone
..daripada menyelesaikan revisi. Inilah yang bikin mutung kemarin,
khawatir listrik mati sampai malam. Membayangkan dan coret-coret, tak
bisa karena baru print satu materi.

Listrik nyala, konsentrasi sudah buyar lantaran Dynabook mendadak tak
mau detect USB. Oprek-oprek sampai capek..tidur deh.
Alhamdulillah 19 halaman rampung pagi ini, pukul 9.30.

Biasanya saya ngempi dulu baru kerja, dengan alasan
pemanasan..sekarang dibalik. Ngempi sebagai insentif kerja, hehehe..


sumber foto: sxc.hu


Blog EntryLolos di Proyek Menulis HTRJun 25, '08 4:37 AM
for everyone

Terima kasih banyak-banyak pada Kang Iwok dan Dedew yang telah ngabarin, saya udah lupa ngikut proyek ini..

Begitu listrik nyala, langsung meluncur ke pengumuman ini. Alhamdulillah.


Blog EntryJudul BerjudulJun 23, '08 8:08 PM
for everyone
Terilhami oleh posting Dedew, saya ingin bercerita sedikit mengenai
perubahan judul dalam karya berupa artikel atau buku.
Alhamdulillah, sebagian besar tulisan saya yang berbentuk esai dan
cerpen sejauh ini 'lolos' judulnya. Beberapa di antaranya adalah:
1. Sandal Sinta (cerita anak)

2. Ketika Lala Benci Sekolah (cerita anak)

3. Gairah Warnet Kota Kembang (artikel)

4. Asal Bos Senang (artikel karir)

5. I'm Gonna Make You Love Me (cerpen dewasa)

6. Satu Sangkar Dua Burung (cerpen remaja)

7. Pengantin Santai (esai)

Justru artikel pertama saya yang dimuat di HU Pikiran Rakyat-lah yang
diubah judulnya. Itu dikarenakan tulisan saya mengenai Sharon Stone
digabungkan dengan tulisan orang lain mengenai Mira Sorvino. Hasilnya
jauuuuh dari konsep awal, menjadi:
Siapakah Wanita yang Paling Seksi,
Sharon Stone atau Mira Sorvino?
Waks..untung nama saya disingkat dan
ditulis kecil di akhir artikel.

Ulasan film pada tahun 2000 di koran yang sama pun berubah total,
dicocokkan dengan 'penyesuaian' oleh redaktur di bagian akhir artikel.
Saya lupa judul aslinya, yang pasti mengandung kata 'Arogansi Amerika'
dan disulap jadi End of Days Hanyalah Khayalan Sineas Amerika.

Buku Rahasia Sukses Bekerja Tanpa Kantor semula berjudul
Bekerja Tanpa
Kantor
. Penerbit membicarakan perubahan ini lebih dahulu, dan
alasannya cukup dipahami. Nama-nama Islami Pilihan Untuk Si Buah Hati
juga kreasi editor, seperti halnya Tips Nyaman Berponsel-ri
a. Tidak
masalah, mengingat judul dari saya masih standar banget dan kurang
'menohok' perhatian. Happy-Go-Lucky awalnya adalah Kutu Loncat.
Setelah melalui diskusi dengan editor, saya menambahkan sub judul
Bekerja dengan Cinta dan disetujui.

Sebuah draft non fiksi kumpulan esai yang pernah diproses di sebuah
penerbit tiga tahun lalu dikritik habis penjudulannya oleh editor.
Saya tak bisa mengatakan judul aslinya, sebab sedang disiapkan untuk
dicetak oleh penerbit lain:) Yang terang, editor di penerbit
sebelumnya menilai pilihan judul saya - terutama untuk esai-esai di
dalamnya - seperti film Indonesia jaman dulu. Wajar saja karena
penerbit itu memproduksi buku-buku berkaver dan judul serba gaul. Toh,
ketika saya alihkan, penerbit yang sekarang tidak bermasalah dengan
ketentuan judul saya. Namun bukan berarti saya menarik naskah tersebut
karena judul semata, lho:)

Intinya, perubahan judul selalu bisa dibicarakan kenapa dan bagaimana.
Ada subjektivitas menyangkut kemenarikan suatu pokok bahasan.
Sejauh alasan editor dapat diterima, berubah tidak jadi soal. Kalau
menyangkut media cetak, memang sulit, mungkin karena tenggat harian
sehingga tak sempat berkomunikasi dengan penulis.





Blog Entry1 Jam, 980 KataJun 22, '08 7:48 PM
for everyone
Mas Agus harus berangkat pagi-pagi sekali hari ini. Daripada kesiangan
atau kaget dibangunkan alarm, saya bangun jam 4.

Usai beres-beres belakang, Dynabook dinyalakan. Pagi yang tenang bikin
pikiran jernih. Masih ngantuk sih..tapi alhamdulillah deadline hari
ini tercapai. Sebuah draft esai sepanjang 980 kata diberangkatkan.

Sekarang? Waktunya sarapan.

sumber foto: sxc.hu


LinkWrite? Right! - The Importance of PunctuationJun 22, '08 12:55 AM
for everyone
Link: http://arynsis.multiply.com/journal/item/47

Untuk pembaca, penulis, editor, penerjemah, pelajar yang menekuri pelajaran bahasa Indonesia, mahasiswa, siapaaaaa saja...

Blog EntryPikun Abiiiis!!Jun 21, '08 11:39 PM
for everyone

Jantung mau copot sewaktu melihat isi sebuah folder. Apakah saya tak sengaja mendelete sebuah sub folder draft yang sangat penting? Gimana nggak penting, naskahnya sedang dalam perjalanan dan dibaca editor. Gawatt..

Syukurlah isi Flashdisk saya menyerupai harddisk cadangan. Saking ramenya, petugas warnet bingung ketika saya mintai tolong ngecek sebuah file yang sudah dicopy dari salah satu komputer. Itupun sudah saya buang sebagian..hehehe..

Begitu copy folder yang raib tadi, baru sadar..lho? Sebenarnya tidak hilang, tapi ganti nama dan icon. Untuk file yang belum jelas nasibnya, saya menggunakan icon berbentuk tanda tanya. Hwaduhhhh..ampun.


Blog EntryTo Do List Berkurang, Hore!!Jun 21, '08 9:05 PM
for everyone
Leganya..setelah berjibaku mengelola waktu dengan pemadaman bergilir, USB hub yang mendadak rusak dan sakitnya Mas Agus,  beberapa PR tergarap juga. Ini hasilnya:
                                     (sumber foto: sxc.hu)
1. Menyerahkan satu draft novel remaja sepanjang 19 ribu kata. Dibuzz oleh editor sebuah penerbit waktu online di YM. Kepadanya juga, saya layangkan satu draft non fiksi sepanjang kurang-lebih sama.

2. Sebuah esai sepanjang 1133 kata. Ngopreknya hampir seharian dari nol, dan ganti judul 3 kali.

3. PR terbesar: revisi sebuah draft cerita sepanjang 19 halaman. Nulis ulang dari awal, selesai dalam 3 jam. Belum bisa cerita genre dan proyeknya secara detil. Yang jelas, draft ini rampung setelah saya mereset pikiran bahwa saya sedang menulis sesuatu yang baru dan bukan revisi.

Alhamdulillah. Sekarang bisa konsentrasi pada tugas ini
dan ini.

Blog EntryJika Harus Memilih...Jun 19, '08 2:38 AM
for everyone
..terutama berdasarkan sejumlah kejadian belakangan ini, saya lebih
senang menulis non fiksi. Bukan berarti fiksi tidak menarik, akan
tetapi ketertarikan saja tidak cukup. Di wilayah perfiksian, saya
masih pede kalau menulis cerita anak dan cerpen (atau kumpulan
cerpen). Novel sih tobat, deh.

Bicara soal genre, saya sudah menyadari keterbatasan di..komedi!! Bila
menulis kisah berbau tragedi, misteri, bersedih-sedih ria..hayyuk lah.

Yang tidak pernah terlintas untuk dicoba ialah puisi. Kalo nekad, bisa
diketawain sama kucing tetangga..weoooowwww..

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryRe Vi SiJun 18, '08 6:50 PM
for everyone
Yang namanya revisi selalu lebih berat dibandingkan menulis sesuatu
yang baru. Seperti halnya menyunting naskah (walaupun karya sendiri)
dan ternyata perubahannya sepanjang jalan kenangan.

Yang namanya (penulis) freelance juga kudu siap dengan perubahan
dadakan, sejauh masih masuk akal tentu. Di tengah keasyikan menulis
draft baru, ealah..draft yang kemarin mesti dirombak. Tekan Pause deh.
Walaupun entah kapan Resume-nya. Ingat sudah bagus.

Berjuang melawan sakit kepala yang menghunjam di kala PMS (deuh,
Rinurbad paling jago deh bikin alasan). Konsentrasi, berpikir keras,
merangkai logika cerita, menelisik plot..

Jdarrrrrrr!!! Ada anak-anak main petasan di belakang rumah, yang
memang kosong. Duh, pengen mites rasanya. Bunyinya beruntun.

Saya berkacak pinggang dan buka pintu samping. Terjadilah adegan
kejar-kejaran, termasuk dengan anak yang rebutan layangan putus.
Pasang wajah bengis, tak perlu banyak berkata supaya mereka ngerti
bahwa saya sangaaaat terganggu. Dicap gahar? Biarin deh. Kalo lagi
PMS, rasanya kepingin makan orang:> Apalagi di tengah situasi genting
memperbaiki tulisan. Semua Hambatan-Ancaman-Tantangan-Gangguan harus
diberantas.

Hmm, sampai mana tadi ya? Langkah penting dalam revisi: save as
sehingga terbentuklah draft 1-draft 2- atau revisi 1 dan sebagainya
(amit-amit deh kalo sampai revisi lebih dari sekali). Ini bekal waktu
nyusun skripsi, yang seringkali bolak-balik ke konsep awal yang
tadinya dibilang salah.

Keterangan foto: waktu mati lampu


Blog EntryHasil Bertapa Jun 6, '08 4:15 AM
for everyone
Dua minggu sudah berpisah dengan koneksi Internet, dan meminimalisir tatap muka dengan layar komputer kecuali benar-benar perlu..hasilnya??
Berat badan sepertinya meningkat, hihihi..nggak nyambung amat ya.

Saya sudah mencapai sejauh ini:
  1. Naskah fiksi remaja kira-kira 60 halaman (lupa tepatnya, udah ditinggal beberapa hari)
  2. Naskah non fiksi 100-an halaman, dan penerbit memberikan komentar cepat bin lengkap (asyiknya!) untuk..direvisi
Lumayan deh, mengingat jam terbang yang lebih banyak berurusan dengan kasur (tidur, nonton TV, baca, dan sakit) serta bercabang-cabang pikiran kepada suami yang sakit (gantian pula), kakak yang ngidam super parah, ibu yang juga anjlok kondisinya.. dan aneka rupa permasalahan yang cukup meriah.

Alhamdulillah.


Blog EntryNulis, Nulis, Nulis!May 24, '08 1:05 AM
for everyone

Semua ada hikmahnya. Daripada mikirin beberapa urusan yang terpengaruh
dampak kenaikan BBM, mendingan nulis. Meski badan sakit, otak masih
aktif merangkai-rangkai kalimat dan paragraf. Lagipula enaknya
kegiatan ini, bisa dilakukan tanpa berisik sambil menunggui suami yang
kurang sehat kemarin. Suara ketak-ketik jam dinding dan nyanyian
jangkrik nggak bikin ngantuk, malah tambah semangat.

Wuuusssssh..naskah non fiksi saya melaju. Maaf ya teenlitku, diperam
dulu sampai ada 'kling' lagi. Si Tengah bete memasuki hari libur
pertamanya, sampai-sampai ia minta izin Mbaknya (pengasuh)
untuk ngepel rumah dan dijawab dengan tegas, "Nggak." Akhirnya ia
membersihkan kamar mandi ketika Mas Agus pulang.

Permintaan si Tengah untuk menemaninya akhir pekan ini pun saya tolak.
Maaf Nak, di samping masih lemas karena haid yang deras
(dia sendiri juga haid sih, makanya rewel:p),
Tantemu ini tak ingin beranjak dari naskah yang sudah masuk halaman 74.
Pokoknya jangan coba-coba ganggu kalau saya sedang konsentrasi
nuliiiiis..!

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryAku Memforsir, Maka Aku TeparMay 22, '08 11:16 PM
for everyone
Juntay. Demikian istilah yang populer jaman SMA (kapan itu ya?
Hmm..15-16 tahun lalu kah?)
Naskah teenlit sudah bertambah beberapa ratus kata, itupun masih pake
acara berkerut kening. Kayaknya kecepetan deh..

Di tengah lamunan, menyeruak sebuah ide baru. Nggak bisa dibendung,
dan...begitulah bedanya menulis fiksi dengan non fiksi..langsung
soooooorrrrr...tidak terasa mencapai 30 halaman! Lupa makan dan
istirahat siang.

Dan esoknya, kemarin pagi tepatnya, saya ambruk. Kepaksa deh
mengganggu Mas Agus yang baru tidur jam 5.30. Kepala kayak dihantam
martil panas. Membuka mata aja susah, apalagi bangkit dari tempat
tidur. Mau ke kamar mandi yang hanya lima langkah, merayap-rayap..

"Makanya kalo liatin laptop itu jangan kayak liatin pacar!" ucap Mas
Agus dengan tampang kusut seraya menyiapkan sarapan dan obat. Lumayan
susah untuk tidur nyenyak, tapi alhamdulillah sorenya kepala sudah
meringan. Campur aduk sih, shock juga kali dapat kabar Teteh yang
lagi-lagi ngedrop dan harus bedrest. Nyetrum kah?

TV sudah sehat, maka kami nonton Uda Faisal lagi dengan serunya
(setelah Mas Agus lelap sampai jam setengah dua siang). Disusul film
New York Minutes, meskipun rada bosen liat si kembar Mary Olsen
dan..(namanya aja nggak apal). Mumpung lagi nulis naskah remaja, biar
tambah menghayati..hohoho..

Kelar film, nyungsep di bantal. Mata setengah merem, HP berbunyi-bunyi
(sementara jangkrik di ruang tengah menari-nari). "Udah, matiin," kata
mas Agus tegas. "Kapan tidurnya kalo tuling-tuling terus?" Begitulah
bunyi SMS saya menurut dia, hehehe.. Nurut, aaah.

sumber foto: sxc.hu


Blog Entry7570 Kata!May 19, '08 7:33 AM
for everyone

Kabar naskah teenlit saya hari ini: sudah mencapai 7570 kata (nggak
mau ngitung halaman lagi, supaya kenikmatannya tak terganggu).
Hopla! Hopla!

Cerita berbelok lumayan jauh dari outline. Muncul karakter baru, dan
konflik berubah drastis. Lumrah, sih..sekarang saya hendak merenung
dulu untuk melanjutkan bab kelima.

sumber: sxc.hu


Blog EntryTiga Esai, 6 Halaman NovelMay 18, '08 6:34 PM
for everyone
Kemarin saya baru mulai menekuri Dynabook menjelang sore. Mungkin ini
hikmahnya TV rusak. Begitu urusan rumahtangga (baca: masak, beberes,
nyetrika) kelar, langsung nyari kegiatan lain yang bermanfaat. Nulis?
Bukan, tidur siang.

Lepas Ashar, baru deh ketak-ketik-ketuk. Alhamdulillah, tiga esai
kelar. Ini buah membaca buku-buku bergenre serupa yang dengan cling
memancing gagasan. Setelah itu melanjutkan novel. Tak terasa nambah 6
halaman. Hourra! Ingin menandak-nandak karena dapat mencapai halaman
21 tanpa menangis darah. Airmata memang keluar, soalnya ngantuk. Oh,
pantas. Udah jam sembilan.

sumber foto: sxc.hu


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help