Rini's posts with tag: menyunting

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag menyunting
Blog EntryMalam Pemburuan, Novel Remaja Islami EditankuJul 5, '08 8:19 AM
for everyone
..sudah terbit. Alhamdulillah, hari ini kiriman jatah penyunting dari
Pustaka Insan Madani sudah saya terima.
Novel ini dihiasi ilustrasi hitam-putih di setiap babnya. Berikut
sinopsis kaver belakang:

Sejak kecil, Handoyo harus mengenyam kepahitan hidup. Ibunya
meninggal, ayahnya larut dalam duka berkepanjangan, sehingga ia harus
putus sekolah dan menjadi orangtua untuk adik-adiknya yang masih
membutuhkan kasih sayang. Penderitaan masih mengoyaknya kala sang ayah
menikah lagi dan membuang mereka bertiga ke dalam hutan.

Kehadiran seorang lelaki budiman yang berteman dengan harimau membalut
luka batin Handoyo, Sekar dan Ningsih. Tetapi kebahagiaan mereka
berakhir karena orang tua angkatnya itu menghembuskan nafas di tangan
para pemburu yang ingin merusak hutan. Sanggupkah Handoyo meraih
kembali masa depannya sekaligus memperjuangkan kelestarian alam dari
orang-orang serakah?

Malam Pemburuan ditulis oleh Varuni Dian W., salah satu juara lomba
menulis cerita Departemen Agama.
Kisah di balik dapur penyuntingan menyusul.


Blog EntryNgedit BarengMar 2, '08 5:31 AM
for everyone
Saya dan Mas Agus bekerja di wilayah yang berbeda, sehingga kecil
kemungkinan bisa saling 'mempengaruhi'. Kalo saya lagi mandeg dan memintanya
meneruskan tulisan satu halaman saja, ia akan bilang, "Kamu ngeledek,
ya?" Sebaliknya, saya angkat tangan membaca literaturnya yang serba
ilmiah. Terkadang saya meminta Mas Agus membaca kemudian menjelaskan
dengan bahasa yang lebih saya pahami.

Waktu senggang -- dalam arti tidak sedang sama-sama menghadapi tenggat
rapat-- amat langka bagi kami. Maka kemarin sore, saya duduk di
sebelahnya memperhatikan layar komputer. Bukan naskah editan Mas Agus
yang sedang dikerjakan, melainkan formulir untuk keperluan iuran RT.

Sebelum diprint, saya berkomentar, "Kayaknya tulisan di bawah itu
kurang enak, deh. 'Demi kelancaran semua pihak, pembayaran paling
lambat tanggal 10'." Menurut saya, kalimat tersebut kurang tegas.
Tidak perlu alasan untuk menekankan pembayaran tepat waktu. "Jadi
gimana?" Mas Agus bertanya.
"'Iuran harap dibayar paling lambat tanggal 10'," jawab saya. Kemudian
Mas Agus mengubahnya. Alhamdulillah, pihak pengurus RT tidak komplain
terhadap koreksi tersebut.

foto: sxc.hu







Blog EntryFlu OtakFeb 21, '08 6:58 PM
for everyone
Sejauh ini, novel yang sedang saya garap belum memuaskan. Si penulis
dan si editor sedang bertarung dalam batin saya, dengan hasil akhir
kemenangan berpihak pada si editor. Saya bertindak sebagai pembaca
yang cerewet dan terus bertanya di bagian ini dan itu: kenapa? gimana?
kok bisa gini? kapan?

Mas Agus yang sedang bertempur dengan kerjaannya pun jadi sasaran.
Bahkan istilah flu otak di atas juga 'gubahan' dia. Mulanya kami
ngobrol masalah komposisi diksi dan frasa yang bikin darah tinggi.
Dia cerita bahwa penulisan 'Sementara menurut X' dicoret oleh editor
kepala. 'Sementara' dan 'sedangkan' tak boleh berada di awal kalimat.
Yang boleh adalah 'Sementara itu, menurut X..'

Saya sendiri ngomel masalah temuan 'membicarakan tentang'. 'Berbicara
tentang' memang tepat, tapi tidak yang sebelumnya. Persisnya begini:
'Ia ingin berbicara tentang prestasi anaknya belakangan ini'.
Seringkali malah maksa jadi 'Ia ingin membicarakan tentang prestasi
anaknya belakangan ini' (resapan dari 'talk about').
Padahal yang benar, 'Ia ingin membicarakan prestasi anaknya belakangan
ini'. Kasus serupa adalah frasa 'memikirkan perihal'.

Obrolan beralih topik. Mendadak Mas Agus bilang, "Kalo hanya bilang
salah tapi nggak ngasih tahu yang bener, ya nggak bener itu namanya."
Saya protes, "Duh, nggak enak kalimatnya!"
Ia terbahak dan berkilah, "Dasar S.L kamu mah! Bukan S.S!"
S.L - Sarjana Linguistik, sedangkan S.S - Sarjana Sastra.

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryDi ManaFeb 20, '08 11:32 PM
for everyone
Serapan dari bahasa Inggris yang begitu saja (istilah kami dalam bahasa Sunda
'sakaba-kaba') kerap menghasilkan kalimat yang kurang pas. Misalnya
'Seorang dokter gigi yang berpengalaman tahu bagaimana menenangkan
anak yang ketakutan'. 'Bagaimana' dapat diganti menjadi 'cara', karena
lazimnya kata tanya berada pada kalimat tanya yang diakhiri tanda baca
'?'.

Tetapi yang paling sering muncul dan bikin gregetan adalah 'di mana'.
Harus diakui, kerap sulit juga menemukan kata pengganti. 'Ia pergi ke
suatu tempat di mana keluarganya merasa tentram' dapat diubah menjadi
'Ia pergi ke suatu tempat yang membuat keluarganya merasa tentram'
meski terasa kurang cocok benar, karena fungsi 'suatu tempat' tampak
berubah oleh frasa 'yang membuat'. Lebih pusing lagi bila nemu kalimat
'Hari itu adalah hari di mana aku bertemu dengan guru terbaik di kota
kami'. Maunya saya mengganti dengan 'Hari itu, aku bertemu dengan guru
terbaik di kota kami'. Namun klien tidak selalu setuju. Katanya kurang
dramatis.

Kadang-kadang kita harus pasrah dan meredam keinginan untuk melakukan
koreksi. Untuk masalah satu ini, saya salut pada kesabaran Mas Agus
yang bisa dikatakan selalu menghadapi persoalan demikian kala
menyunting teks-teks ilmiah. Kadar sabar saya sendiri mungkin tak
sampai setengahnya:p

sumber: sxc.hu


Blog EntryDari Naskah Editan Mas AgusJan 28, '08 1:57 AM
for everyone
Saya menemukan kalimat yang menarik.

'Imajinasi menyediakan suatu saluran menuju masa depan yang positif
bagi anak-anak yang tinggal di dalam lingkungan yang stresful (Rubin,
1996)'.


Blog EntryBekerja, Bersabar, MenungguJan 27, '08 6:45 PM
for everyone
Menulis cerpen

Paling lama: 3 hari
Paling cepat: 3 jam

Pemuatan cerpen

Paling lama: tiga bulan
Paling cepat: sepuluh hari

Menulis artikel

Paling lama: seminggu
Paling cepat: 2 jam

Pemuatan artikel

Paling lama: 3 bulan
Paling cepat: seminggu

Menulis buku

Paling lama: setahun
Paling cepat: tiga minggu

Pemberitahuan layak terbit

Paling lama: 2,5 tahun
Paling cepat: lima hari

Penerbitan naskah menjadi buku

Paling lama: setahun
Paling cepat: sebulan

Menyunting

Paling lama: 1,5 bulan
Paling cepat: 3 hari

Penerbitan naskah yang disunting

Paling lama: 3 bulan
Paling cepat: 1 bulan

Menerjemahkan buku

Paling lama: 2 bulan
Paling cepat: seminggu

Penerbitan naskah yang diterjemahkan

Paling lama: 3 tahun (bahkan lebih, alias sampai sekarang belum
terbit)
Paling cepat: sebulan



Blog EntryDatangnya Dua Buku BaruJan 26, '08 11:47 PM
for everyone
Sebetulnya nggak baru-baru amat, setidaknya yang satu adalah buku non
fiksi how to ukuran saku hasil suntingan saya akhir tahun kemarin.
Rupanya tim penerbit Exceed menambahkan ilustrasi lucu-lucu di
dalamnya. Dengan begitu, buku tetap asyik dibaca.

Yang satu lagi kumpulan cerpen Tembang Bukit Kapur hasil Ajang Kreasi
Kumcer Escaeva-Bukukita, khusus saya pesan dari penerbitnya langsung.
Kepincut banget sama covernya. Buku itu sudah selesai saya baca dan
resensinya diposting bersamaan dengan jurnal ini.

Sebetulnya saya menerima dua paket. Tetapi paket kedua terlalu
pribadi untuk dibahas dan dipublikasikan. Isinya hadiah ulang tahun
yang dikirim lebih awal oleh seorang sahabat baik. Seneng banget, deh!


Blog EntryBuku Editanku Segera TerbitJan 16, '08 3:35 AM
for everyone
Buku non fiksi terbitan Exceed, lini Escaeva, yang saya sunting sekitar akhir tahun lalu akan segera terbit. Berikut ini covernya. Ingin tahu lebih lanjut? Klik di sini.

Blog EntrySeputar Karya-karyakuJan 10, '08 7:38 AM
for everyone
Memenuhi janji pada Mbak Roostinah, saya akan memaparkan sepercik
kesan mengenai masing-masing karya. Beberapa sudah diceritakan di
jurnal terpisah, jadi saya akan menuturkan selebihnya saja.

Kumpulan Cerpen Lebaran dan Tahun Baru Valens. Tujuh cerpen saya
terpilih dalam buku ini. Saat itu saya diminta menulis sebanyak
mungkin dan membawa belasan ke kantor redaksi. Keputusan diambil oleh
dua orang yang berwenang dan membaca bergantian. Mengesankan karena
saya masih menggunakan disket untuk menyimpan file naskahnya. Dan yang
saya ingat, sekretaris redaksi menyukai cerpen berjudul Sandal Sinta
yang diilhami pengalaman pribadi saya semasa kecil.

Jatuh Bangun Cintaku. Seperti halnya The Real Dezperate Housewives,
saya hampir lupa telah mengirimkan esai ketika Mbak Asma
mengumumkannya di milis. Penantian sekitar enam bulan tidak terasa
karena tahun itu saya sedang asyik ngomik. Esai Idola Bergitar adalah
pengalaman yang menggelikan sekaligus penuh pelajaran. Entah apa
komentar teman-teman SMP jika membacanya, hahaha..

Kumpulan Cerpen Tiga Belas. Ini pengalaman menyunting pertama dan
langsung ketemu fiksi. Kumpulan cerpen, pula. Penerbit Malka baru akan
meluncurkannya. Saat-saat menyunting lebih merupakan kegiatan membaca
karena kedua penulis sudah matang dalam berbahasa dan berolah ide.

Kisah Kehidupan. Pengalaman menyunting buku terbitan Avatar Press ini tak terlupakan.
Pemilik gagasan
memberi pengarahan untuk menguntai kisah-kisah nyata dalam urutan
peristiwa: esai pertama mengenai kelahiran dan penutup tentang
kematian. Termasuk di dalamnya esai saya, Sabar yang Romantis. Tulisan
tersebut menceritakan hari-hari permulaan mengayuh bahtera rumahtangga
bersama Mas Agus. Dengan sedikit daur ulang, esai yang pernah gugur
di proyek berbeda ini lolos seleksi.

Lelaki yang Menangis. Kendati idenya sudah lama menghuni benak saya,
pengejawantahannya memakan waktu karena saya tidak ingin melahirkan
naskah yang bombastis dan sensasional. Pilihan jatuh pada penerbit
Akar Media, lini populer Mirqat. Keseluruhan naskah yang melalui
linangan airmata dalam penggarapannya ini memuaskan sebab bersih dari
sentuhan korektor. LYM adalah sebentuk teguran bagi diri sendiri,
bahwa seorang istri, anak, orangtua, tante, atau apa pun posisinya
harus berhati-hati dalam bertindak dan memperlakukan anggota keluarga.

Nama-nama Islami Pilihan Untuk Si Buah Hati. Terbitnya sang ilham
sungguh merupakan rahmat, dan akan sangat dimudahkan bila Sang Maha
Pintar telah berkehendak. Buku ini merupakan hasil pengendapan dan
renungan panjang, riset sejumlah besar bacaan termasuk referensi
online, yang alhamdulillah...berkembang terus hingga sekarang. Tahukah
Anda kapan idenya menampakkan diri? Saat saya membaca suatu edisi
Matabaca yang mengupas kesuksesan Imelda Akmal, sang penulis seri
arsitektur!

Rahasia Sukses Bekerja Tanpa Kantor. Judul aslinya Bekerja Tanpa
Kantor. Naskah yang diselesaikan dalam tempo sebulan ini menghadiahkan
pembelajaran bahwa saya harus lebih teliti dan cermat menyunting isi
sebelum proses penerbitan terjadi. Buku tersebut debut saya, sebuah
kenangan berarti dalam jalur kepenulisan sekaligus kemantapan saya
menjadi seorang freelancer.

Spirituality in Work. Undangan menjadi kontributor datang ketika saya
sedang lahap-lahapnya menulis non fiksi, khususnya esai dan bertema
dunia kerja. Berbagai pengalaman ngantor sampai menjadi penerjemah
lepas saya tuangkan dalam empat artikel, yang lolos dalam kumpulan
cerita terbitan Pustaka Inti tersebut.

Nello. Sebuah kerja penulisan ulang (istilah Read! adalah menggubah)
yang cukup 'menyesakkan'. Pasalnya, saya tak henti-henti menangis
membaca kisahnya. Saat mengetik sub plot kematian Kakek Nello, saya
berjuang menahan airmata karena dalam ruangan yang sama ada keponakan
dan ibu saya.

The Lost Princess of Oz. Lebih dikenal dengan judul Wizard of Oz.
Pertama kali mendengarnya semasa SMA, kala menggemari Radio Oz.
Kemudian sepenggal frasa yang tertera di sebuah halaman buku Menjadi
Penerbit. Ceritanya sangat imajinatif namun logis, sehingga saya
terdorong menjadikannya subjek dalam esai Apresiasi Dongeng komunitas
Apresiasi Sastra.

Kumpulan cerpen Sahabat. Menulis kumpulan cerpen adalah impian
semenjak dulu kala, akan tetapi kesempatan baru mampir tahun kemarin
kendati tidak diterbitkan untuk umum. Saya sangat bersyukur karena
cerpen-cerpen lama dalam arsip serta beberapa yang kalah lomba dapat
disertakan di buku ini. Pemilihan nama pena Rinurbad pun atas
keputusan penerbit.



Blog EntryAntara Menulis, Menyunting, dan MenerjemahkanJan 9, '08 2:37 AM
for everyone
Dunia freelancer memungkinkan kita memiliki banyak tangan (atau kaki?)
seperti seekor laba-laba. Saya tertarik pada tulis-menulis sejak
kecil. Menerjemahkan adalah dampak minat saya pada bahasa asing yang
tumbuh di masa SMP. Menyunting, dengan sendirinya, adalah bagian dari
kedua kegiatan ini.

Ke mana pun pergi, label penulis-lah yang melekat pada diri saya
selaku profesi. Tidak menulis sehari seperti menempatkan saya jadi
'pengkhianat' (sebagaimana omong-omong ringan saya di blog Daniel),
'koruptor' atau anak sekolah yang sedang mbolos. Tetapi kevakuman itu
tak dapat dihindari, karena ada sesuatu yang dinamakan prioritas.
Bukan berarti menulis tidak penting. Justru karena pentingnyalah, saya
memilih beristirahat sewaktu sakit dan tidak memaksakan diri meraih
pulpen serta kertas (paling-paling hasilnya tulisan tangan yang
keriting). Karena penting pula, saya memilih cuci mata di alam sekitar
dan mengisi kepala dengan baca buku (atau berburu buku) serta bertemu
orang-orang tersayang.

Ketiga aktivitas di atas memiliki kesamaan: bersentuhan dengan buku
dan komputer. Dua hal yang saya cintai. Dua hal yang membuat Mas Agus
terkadang 'dinomorduakan' (semoga tidak lagi), sekaligus merekatkan
hati kami. Dua hal yang menjadikan
saya orang rumahan dan begitu berat hati untuk melangkah ke luar.
Ketiga-tiganya saling menunjang. Bukan kebetulan, bila jam terbang
saya menulis, menyunting dan menerjemahkan naskah fiksi pun masih
sedikit.

Jarangnya saya bersentuhan dengan naskah fiksi kerap dipertanyakan.
Memang, pada zaman remaja dulu, terminologi 'pengarang' lebih dikenal
daripada 'penulis'. Apa itu penulis? Samakah dengan juru tulis di
kantor kelurahan? Dosen pembimbing saya pun masih bertanya, "Apa yang
kamu tulis?" ketika mengetahui saya bekerja di sebuah perusahaan IT.

Latar belakang pekerjaan saya dulu memupuk spesifikasi yang tak sengaja
terbentuk selaku penulis non fiksi. Bukan mencari kambing hitam
(lagian nggak doyan daging kambing:p), pilihan jurusan sewaktu kuliah
pun berpengaruh. Sebagai mahasiswa spesialisasi linguistik, saya
hampir tak pernah berurusan dengan novel (atau istilah Prancisnya:
roman), puisi, dan drama. Objek penelitian skripsi saya pun buku
biografi.

Sampai kini, keinginan menulis novel tetap ada kendati seringkali
hanya menjadi niat (alias rencana tak jadi). Saya masih suka membaca
novel, bahkan fiksi-lah yang mendominasi koleksi buku saya. Menyunting
dan menerjemahkan novel, saya tak kalah tergiurnya. Di hard disk masih
tersimpan satu folder penuh gagasan, sebuah janin novel yang sudah
mencapai 70 halaman dan tidak tahu mau diapakan, serta dua naskah
lainnya yang juga mengalami masa hibernasi sampai entah kapan. Saya
tak mau memaksakan diri. Mungkin saya masih lebih sering menggunakan
otak kanan, melakukan apa yang saya senangi untuk dinikmati.
'Hanya' menjadi penulis non fiksi, yang sesekali menulis cerita anak,
pun tetap membuahkan kebahagiaan dan rasa syukur. Buku-buku saya yang
akan terbit tetap non fiksi. Ilham yang menghuni kepala sekarang ini
mayoritas non fiksi juga.

Maka, hendak jadi apakah saya tahun ini? Penulis, penyunting,
penerjemah? Saya ingin berkembang dalam ketiga-tiganya jika Allah
mengizinkan, karena
semuanya mengandung ilmu pengetahuan dan pengalaman tak ternilai.


ddd
dThumbnaild
ddd
Ada yang belum terbit, ada juga beberapa yang nggak punya covernya karena 'hanya' menjadi proofreader. Tapi semuanya pengalaman berharga, kok:-)

Blog EntryRupa-rupa dalam PenyuntinganNov 29, '07 7:35 PM
for everyone
1. Baru saja membaca sebuah halaman web, ternyata apa yang tertulis di
naskah plek dengan isi link tersebut sampai titik komanya.
2. Menerima catatan koreksi dari klien penerbit, tapi deg-degan
membacanya.
3. Ditelepon lima menit sekali oleh teman sesama penyunting yang lagi
lembur soal EYD, padahal saya dan Mas Agus sedang santai-santai di
rumah.
4. Dalam pengarahan, penerbit mengatakan bahwa target pembaca adalah
umum sedangkan bahasa penulis bergaya super gaul.
5. Sampai selesai satu esai, belum ngerti maksud yang ingin
disampaikan si penulis.
6. Diheranin Mas Agus saat mendapati saya kerja dari belakang
(maksudnya mulai bab terakhir).
7. Menyunting naskah yang ditulis duet, tapi dalam Ucapan Terima Kasih
terkesan ditulis oleh satu orang.
8. Penulis bilang sudah direvisi, namun ternyata masih sama persis
dengan aslinya.
9. Menyarankan penulis via SMS untuk mengubah nama seseorang dalam
naskah karena masih berpotensi menimbulkan ketersinggungan.
10. Mendapati kalimat super panjang tanpa subjek, bukan dalam naskah
fiksi atau terjemahan.
11. Jontor memeriksa ejaan footnote yang bertaburan hampir di setiap
halaman.
12. Lembur ngedit sampai pagi sementara di luar musik dangdut bikin
pecah kuping.
13. Terngiang-ngiang frasa atau kalimat ajaib dalam naskah, sampai
ketemu naskah suntingan lainnya.
14. Menyunting biodata sepanjang dua puluhan halaman dalam naskah
karya rame-rame.
15. Kasus paling mengenaskan: naskah esai lima halaman yang muter-muter
dibabat jadi satu setengah halaman.


Blog EntryJe Me Sens Mieux..Nov 29, '07 1:02 AM
for everyone
..atau tepatnya, puas dan pede, setelah menyelesaikan sesuatu. Belum
tuntas bener sih, tapi yang penting sudah ada kemajuan.

Pagi ini jadwal dibalik. Ngedit dulu, diseling baca referensi dan baca
sebuah naskah untuk diberi testimoni, kemudian chat dengan beberapa
teman dan relasi. Sekalian pengarahan penyuntingan dan menarik email,
sih. Habis itu nonton Metallica di VH1, lalu mandi.

Mungkin karena bawaannya udah seger, nerjemahin terasa lancar banget.
Salah-salah ketik sih jelas, tapi nambah 3 halaman hari ini nggak
makan waktu terlalu lama kayak kemaren. Mungkin juga jari-jari tangan
udah terbiasa kerja keras di keyboard PC.

Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.


Blog EntryMendownload File Editan..Nov 26, '07 1:14 AM
for everyone
..bermega-mega. Tumben yahoo yang tiarap, jadi gmail difungsikan. Sambil mengerjakan terjemahan dan chatting, sedap..

Blog EntryIl y a Longtemps que J'attendais Ce Moment Nov 25, '07 7:25 PM
for everyone

Dapat kesempatan menyunting naskah buku IT. Hourra, hourra! Sewaktu klien memberikan detil informasinya, saya semakin antusias. 

IT adalah cinta pertama saya, jadi mungkin ini yang dibilang CLBK, hehehe..


Blog EntryKelar Ngedit..Hore, Hore!!Nov 20, '07 8:51 PM
for everyone
Alhamdulillah, dapat kepercayaan menyunting naskah lagi. Jenisnya yang
sudah lama saya idam-idamkan, yakni fiksi. Remaja pula.

Seneng banget karena naskah ini sudah 'berbentuk', tinggal dipoles
sedikit-sedikit. Ceritanya sangat enak dinikmati. Setting di pedesaan,
tengah hutan (serasa nyeritain diri sendiri deh..) dan ada unsur silatnya.
Seru!

Penutup diubah, sinopsis beres. Semoga novel ini segera terbit. Amin.


Semalam nonton Tin Cup di Trans7 sekilas, liat Roy McAvoy (Kevin
Costner) di lapangan golf bilang pada Romeo, "Ambilkan aku stik nomor
3." Ide bagus nih untuk menghidupkan suasana lain sewaktu berkutat
dengan naskah.
Saya nggak ngerti golf, dan biarpun nggak punya asisten, pura-pura
jadi dokter bedah lebih seru. Bayangkan saya masuk ke ruang operasi
dalam keadaan serba steril, menyalakan lampu dan mendekati meja.

Saya melirik monitor di salah satu sudut
ruangan. Denyut jantung dan tekanan darah 'pasien'
stabil, siap..kling! Saya ambil pisau.

Catatan medis pagi ini:
1. Tujuh halaman terjemahan telah melampaui masa kritis
2. Dua halaman terjemahan masih dalam pengaruh bius lokal
3. Tujuh belas halaman editan sudah diamputasi


Blog EntryUn Truc Important Disparu..Nov 19, '07 9:22 PM
for everyone
Kemaren sore saya iseng-iseng nyalain laptop. Barangkali ada keajaiban
terjadi. Tapi kondisinya memang sudah kronis.

Saat itu saya mulai mengingat apa aja yang belum sempat dicopy dan
ikut lenyap. Sebuah lagu yang baru didownload, kapan-kapan bisa dicari
lagi. Foto-foto..bisa motret lagi. Alamat email, yah insyaAllah ada
beberapa yang masih hafal. Penyakit males nggak boleh dipiara, harus
mulai nyatetin alamat email di buku telepon nih.

Saya cek flashdisk dan PC..oh la la!! Hasil koreksi editan buku yang
diemail minggu lalu oleh klien penerbit belum sempet diselamatkan,
padahal belum dibaca. Duh aduuh..sewaktu beliau OL di YM, saya
mengakui keteledoran itu. Syukurlah ia berbaik hati mengirimkan
ulang begitu ada waktu nanti. Malu banget. Maaf ya, 'Simon'.


Blog EntrySeorang Editor Harus Kuat Iman..Oct 31, '07 6:25 AM
for everyone
Tadi sore, di YM, saya melihat seorang teman editor lepas memajang
status 'mengedit naskah berbunga-bunga yang membuatku merencanakan
pembunuhan'. Tak sangka, saat menghadapi bagian akhir naskah yang saya
sunting, saya merasakan hal serupa.

Kirain saya salah lihat. Tapi dalam naskah ini, sebuah kalimat muncul
di hampir setiap alinea. Setiap halaman.

Kadang-kadang, setelah ngedit saya sakit kepala. Sekarang, saya
berharap tidak kehilangan akal sehat. Nggak bisa lagi menganggap kekeliruan itu
sebagai hiburan.

Syukurlah sudah selesai, tinggal tunggu evaluasi penerbit. Katanya,
beliau akan bertindak seperti Simon dalam American Idol. Monggo,
monggo..


Sekarang saya mau makan..makan..makan enak dan makan yang banyak!



Blog EntryJam Kerja yang Tidak BiasaOct 30, '07 11:47 PM
for everyone
Kemarin nyoba memulai sore, pas hujan sedang lebat-lebatnya. Horeee!! Dapat 20an halaman menyunting, sambung malamnya.. adem banget, enak karena ditingkahi OST Korea yang sayup-sayup. Berpikir jadi tenang sambil membaca sana-sini. Pagi ini, bangun sebelum adzan Subuh sampai Mama heran. Padahal sih karena suami mau pergi pagi banget..:p Jam 6.30, saya sudah heboh dengan lagu Cake dan Simple Plan, disusul Linkin Park..dapet deh 20 halaman lagi. Suasana penuh semangat yang menyenangkan:) Ditemani gorengan Karang Tineung yang enak bangeeet..

Pages:1234
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help