Rini's posts with tag: prancis

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag prancis
Blog EntryPuisi Cinta Bahasa PrancisMar 29, '08 3:59 AM
for everyone
sumber: poèmes d'amour, evene. fr

Doutez, si vous voulez, de celui qui vous aime,
D'une femme ou d'un chien, mais non de l'amour même.

Jika kau mau, sangsikanlah orang yang mencintaimu,
baik seorang wanita maupun seekor anjing,
tapi jangan sangsikan cinta itu sendiri.
[Alfred de Musset]


Il y a des larmes d'amour qui dureront plus longtemps
que les étoiles du ciel.

Air mata cinta mengalir lebih lama daripada
munculnya bintang di langit.
[Charles Péguy]

O ma mère et ma nourrice ! Toi dont l'âme protectrice
Me fit des jours composés Avec un bonheur si rare,
Et qui ne me fus avare Ni de lait ni de baisers !

Duhai ibunda yang memberiku makan! Sosok pelindung
yang menjalin hari demi hariku dengan kebahagiaan nan langka,
membuatku rakus akan air susu dan belaian!
[Théodore de Banville]


foto: wikimedia


Blog EntryMembaca dalam Kutipan PrancisMar 29, '08 3:59 AM
for everyone
sumber: evene.fr

Je n'ai jamais eu de chagrin qu'une heure de lecture n'ait dissipé.

Tiada kesedihan yang lebih besar bagiku daripada vakum membaca selama
satu jam.
[Montesquieu]

Quand je pense à tous les livres qu'il me reste à lire,
j'ai la certitude d'être encore heureux.

Tatkala memikirkan semua buku yang akan kubaca,
aku yakin masih merasakan kebahagiaan.
[Jules Renard]

Les livres ont les mêmes ennemis que l'homme :
le feu, l'humide, les bêtes, le temps, et leur propre contenu.

Buku memiliki musuh yang sama dengan manusia:
api, kelembaban, binatang, cuaca, waktu, dan isinya sendiri.
[Paul Valéry]

Peu de livres changent une vie.
Quand ils la changent c'est pour toujours

Beberapa buku mengubah kehidupan.
Perubahan itu terjadi untuk seterusnya.
[Christian Bobin]

Une pièce sans livres, c'est comme un corps sans âme.

Sebuah ruangan tanpa buku bagaikan tubuh tanpa jiwa.
[Cicéron]

Un livre est une fenêtre par laquelle on s'évade.

Buku adalah jendela untuk melarikan diri.
[Julien Green]

Il ne s'agit pas de beaucoup lire, mais de bien lire.

Yang penting bukan banyak membaca, tapi membaca dengan 'baik'.
[Aristippe]

foto: sxc.hu


Blog EntryMutiara Prancis Seputar Seni MenulisMar 29, '08 3:58 AM
for everyone
sumber: L'art d'écrire, evene.fr

L'écriture est la peinture de la voix.

Tulisan adalah ucapan yang dilukiskan.
[Voltaire]

L'écriture est un exercice spirituel,
elle aide à devenir libre.

Tulisan adalah latihan batin, membantu kita membebaskan diri.
[Jean Rouaud]

Le récit n'est plus l'écriture d'une aventure,
mais l'aventure d'une écriture.

Cerita bukan lagi tulisan mengenai petualangan,
melainkan petualangan tulisan.
[Jean Ricardou]

Dans l'écriture, la main parle ;
et dans la lecture, les yeux entendent les paroles.

Saat kita menulis, tangan yang berbicara;
ketika kita membaca, mata mendengarkannya.
[Eugène Géruzez]

foto: sxc.hu


Blog EntryKutipan Prancis Tentang PenulisMar 29, '08 3:58 AM
for everyone
sumber: Etre écrivain, www.evene.fr

L'écrivain original n'est pas celui qui n'imite personne,
mais celui que personne ne peut imiter.

Penulis sejati bukanlah yang tidak meniru siapa pun,
melainkan yang tak dapat ditiru oleh siapa pun.
[François René de Chateaubriand]

L'écrivain est celui qui cherche autant en lui qu'en les autres.

Penulis adalah orang yang mencari jawaban dalam dirinya
dan orang lain.
[Antonio Soler]

Un écrivain, c'est un inventeur.
Il doit être capable de recréer totalement un univers à lui.

Seorang penulis adalah seorang penemu.
Ia harus mampu membangun kembali alamnya sendiri secara utuh.
[Anthony Burgess]

Tous les grands écrivains sont des grands lecteurs
de dictionnaires : ils nagent à travers les mots.

Semua penulis besar ialah pembaca kamus yang hebat: mereka 'berenang'
di antara kata-kata.
[Umberto Eco]


On est écrivain quand on a quelque chose à dire
et qu'on est le seul à pouvoir dire.

Kita adalah penulis bila memiliki sesuatu untuk diungkapkan
dan yang hanya dapat diutarakan oleh kita sendiri.
[Pierre Baillargeon]

foto: sxc.hu


Blog EntryKutipan Prancis tentang MembacaMar 29, '08 2:48 AM
for everyone

sumber: 30 raisons de lire, evene.fr

L'originalité d'un auteur dépend moins de son style
que de sa manière de penser.

Orisinalitas seorang penulis lebih terlihat pada cara berpikirnya,
bukan gaya menulisnya.
[Anton Tchekhov]

La véritable Université de nos jours,
est une collection de livres.

Sekolah kehidupan kita yang sejati adalah buku yang kita miliki.
[Thomas Carlyle]

Lire et être curieux, c'est la même chose.

Membaca sama dengan merasa penasaran.
[Pascal Quignard]

Si vous jugez le livre, le livre vous juge aussi.

Bila Anda menghakimi sebuah buku, buku itu juga menghakimi Anda.
[Stephen King]

Lire à deux, c'est quand même mieux,
que de regarder la télévision.

Membaca berdua pun lebih baik daripada nonton TV.
[Jean-Marie Poupart]

Le temps de lire, comme le temps d'aimer,
dilate le temps de vivre.

Seperti saat mencinta, saat membaca memperpanjang umurku.
[Daniel Pennac]

Un livre a toujours deux auteurs :
celui qui l'écrit et celui qui le lit.

Sebuah buku selalu memiliki dua penulis:
orang yang menulisnya dan yang membacanya.
[Jacques Salomé]


foto: sxc.hu


Blog EntryMengenal Antoine de Saint ExupéryMar 27, '08 6:33 AM
for everyone

Antoine Jean-Baptiste Marie Roger de Saint Exupéry lahir di Lyon,
putra ketiga dari lima bersaudara dalam keluarga bangsawan. Setelah
gagal dalam ujian akhirnya, ia belajar arsitektur di École des
Beaux-Arts. Ketika menunaikan wajib militer, Saint Exupéry dikirim ke
Strasbourg dan mengikuti pelatihan pilot. Karena keluarga tunangannya,
novelis Louise Leveque de Vilmorin, keberatan sang pilot bergabung
dengan angkatan udara maka ia menetap di Paris dan menjadi pegawai
kantoran. Pertunangan itu gagal dan Saint Exupéry tidak berhasil dalam
pekerjaan mana pun. Ia menerbangkan pesawat lagi pada tahun 1926.

Karya-karya Saint Exupéry dekat dengan penerbangan, di
antaranya Vol de Nuit yang memenangkan Prix Femina tahun 1931.
Satu-satunya yang berbeda adalah Le Petit Prince (1943), dongeng
berilustrasi tentang pertemuan seorang pilot asing dengan pangeran
muda dari asteroid.
Ia terus menulis dan menjadi pilot sampai Perang Dunia II pecah.

Saint Exupéry menghilang dalam tugas terakhirnya setelah meninggalkan
landasan udara di Korsika, tanggal 31 Juli 1944. Seorang wanita
melaporkan jatuhnya sebuah pesawat di Teluk Carqueiranne suatu malam
bulan Agustus. Sesosok tubuh berseragam militer Prancis ditemukan dan
dimakamkan di tempat yang sama. Tahun 1998 seorang nelayan mendapati
gelang rantai perak milik Saint Exupéry. Rumornya, mayat sang pilot
terseret arus laut. Peristiwa ini dijadikan karya fantasi oleh penulis
komik Hugo Pratt dan diberi judul Saint Exupéry : le dernier vol (1994).

Kalimat terkenal pilot yang menemui ajalnya di usia 43 tahun itu ialah
Nous n'héritons pas de la terre de nos ancêtres, nous l'empruntons à nos enfants.
(Kita tidak mewarisi Bumi dari leluhur, tapi meminjamnya dari
anak-anak kita).

sumber: wikipedia





Blog EntrySehelai Kisah Guy de MaupassantMar 26, '08 9:47 PM
for everyone

Henri René Albert Guy de Maupassant lahir di Château de Miromesnil,
dekat perairan Seine, tanggal 5 Agustus 1850. Ia salah satu perintis
cerita pendek modern dan dikenal dengan kekhasannya: gaya bertutur
yang ringkas.

Potensi sastra dalam diri Guy mengalir dari ibunya, Laure Le
Poittevin. Sang ibu adalah teman novelis Gustave Flaubert dan sangat
menggemari karya-karya klasik, terutama Shakespeare. Guy sangat
berbakti kepada ibunya, yang membesarkan ia dan adiknya, Hervé,
setelah bercerai.

Guy keluar dari seminari di Yvetot karena berseberangan dengan agama.
Ia menuntut ilmu di Lycée, Rouen, dan memperlihatkan prestasi baik
dalam puisi serta aktif dalam teater.
Di bawah asuhan Gustave Flaubert beberapa tahun kemudian, Guy
mengawali karir di bidang jurnalisme dan sastra. Di rumah Flaubert, ia
berjumpa Émile Zola dan novelis Rusia Ivan Turgenev.

Di sela kesibukannya sebagai editor beberapa surat kabar ternama
(Le Figaro, Gil Blas, Le Gaulois dan l'Echo de Paris),
Guy menulis novel dan cerpen. Fiksi pendek perdananya, Boule de Suif
(1880), langsung meraih sukses gemilang. Periode 1880-1891
adalah masa produktif Guy.
Ia menerbitkan 2-4 kumpulan cerpen tiap tahun. Kombinasi bakat dan
kemampuan bisnis membuatnya makmur. Kumcer La Maison Tellier (1881)
bahkan memasuki cetakan ke-12 dalam dua tahun. Novel pertamanya, Une
Vie (1883) terjual sebanyak 25 ribu eksemplar dalam tempo kurang dari
setahun. Novel berikutnya, Bel Ami (1885), dicetak 37 kali dalam 4
bulan. Guy memenuhi pesanan penerbit dan terus menulis tanpa kesukaran
berarti.

Pria yang tidak suka bergaul ini menyenangi suasana tenang,
kesendirian dan meditasi. Guy bepergian ke Sisilia, Inggris, Algeria,
dan selalu membawa naskah baru begitu kembali. Ia berlayar dengan
yacht pribadi yang dinamai 'Bel Ami'. Salah satu sahabat dekatnya
ialah Alexandre Dumas, fils.

Guy merupakan satu dari sedikit warga Paris yang tidak menaruh minat
pada Menara Eiffel. Ia makan di restoran bagian dasarnya hanya supaya
tidak melihat menara itu. Bersama 45 seniman Paris lainnya, Guy
menulis surat protes terhadap pembangunan Eiffel kepada Menteri
Pekerjaan Umum saat itu.

Cerpen-cerpen Guy de Maupassant mengandung plot yang cerdas. Kisah
tentang perhiasan palsu ("La Parure", "Les Bijoux") karangannya
mengilhami Somerset Maugham ("Mr Know-All", "A String of Beads").
Guy juga menikmati penulisan genre realis dan fantasi.
Karya-karya fiksinya pun memperlihatkan minat pria ini terhadap psikiatri.

Pada masa-masa akhir hidupnya, ia kian suka menyendiri. Guy divonis
gila dan menutup mata sebulan sebelum ulang tahunnya yang ke-43. Di
batu nisannya, ia menulis 'Aku mendambakan segalanya dan tak menyukai
apa pun.'

disarikan dari: http://en.wikipedia.org/wiki/Guy_de_Maupassant
(termasuk foto)


Blog EntryLes Bijoux (Bagian 1)Mar 26, '08 9:46 PM
for everyone
Inilah tiga paragraf pertama cerpen Guy de Maupassant yang
termasyhur.

M. Lantin ayant rencontré cette jeune fille,
dans une soirée, chez son sous-chef de bureau,
l'amour l'enveloppa comme un filet.

Tuan Lantin bertemu dengan gadis ini suatu petang di rumah wakil
kepala kantornya.
Seketika ia tak ubahnya remaja yang dilanda asmara.

C'était la fille d'un percepteur de province, mort depuis plusieurs années.
Elle était venue ensuite à Paris avec sa mère, qui fréquentait
quelques familles bourgeoises de son quartier dans l'espoir
de marier la jeune personne. Elles étaient pauvres et honorables,
tranquilles et douces. La jeune fille semblait le type absolu de
l'honnête femme à laquelle le jeune homme sage rêve de confier sa vie.
Sa beauté modeste avait un charme de pudeur angélique,
et l'imperceptible sourire qui ne quittait point
ses lèvres semblait un reflet de son coeur.

Ayah gadis itu seorang petugas pajak tingkat provinsi dan telah
wafat beberapa tahun lampau. Si gadis kemudian pindah ke Paris
bersama ibunya, yang mengunjungi beberapa keluarga borjuis di
wilayah tersebut guna mencarikan jodoh untuk putrinya.
Mereka miskin namun terpandang, tak
banyak bicara dan lemah-gemulai. Si gadis tampak sangat jujur, sesuai
pasangan impian Tuan Lantin. Kecantikannya yang bersahaja memancarkan
pesona bak malaikat nan pemalu, dan senyum lembut lagi tulus senantiasa
tersungging di bibirnya.

Tout le monde chantait ses louanges;
tous ceux qui la connaissaient répétaient sans fin:
«Heureux celui qui la prendra. On ne pourrait trouver mieux.»

Semua orang melontarkan pujian tanpa henti, terutama mereka yang mengenal gadis
itu."Berbahagialah orang yang menjadi suaminya. Tak ada wanita yang
lebih baik dari dia."

sumber: manybooks.net




Blog EntryIdiom Bahasa PrancisMar 25, '08 9:07 PM
for everyone

Avoir bon dos - tidak mudah tersinggung

Avoir d’autres chats à fouetter - ada hal penting lain yang harus
dilakukan

Avoir le coeur sur la main - dermawan

Comme un éléphant dans un magasin de porcelaine - bagaikan rusa masuk
kampung

Coûter les yeux de la tête - sangat mahal

Ça me dit quelque-chose - Mengingatkan pada sesuatu

Ça me prend la tête - Itu membuatku gila

Ça ne tient pas debout - Hal itu tidak masuk akal

ça passe ou ça casse - take it or leave it

En un clin d’œil - dalam sekejap

Être avec le pamplemousse - yakin pada diri sendiri

Être un singe sur un branche - berada di rumah, tempat asal

Faire la sourde oreille - mengabaikan

Faire quelque chose à la barbe de quelqu’un - melakukan sesuatu
diam-diam

Jetter l'éponge - menyerah

Ce ne sont pas vos oignons - Bukan urusanmu

Se casser la tête - Menghadapi banyak persoalan

Tomber dans les pommes - Pingsan

Voler de ses propres ailes - berdiri di atas kedua kaki sendiri



sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_idioms_in_the_French_language






Blog EntrySekilas Tentang Alexandre DumasMar 25, '08 8:34 PM
for everyone
Nama asli pengarang The Count of Monte Cristo (Le Comte de
Monte-Cristo
) ini adalah Dumas Davy de
la Pailleterie. Alexandre Dumas, père (dalam bahasa Inggris berarti
Senior), demikian ia dikenal, lahir tanggal 24 Juli 1802 di desa
Villers-Cotterêts, sebelah timur laut Paris. Ia kerap dilecehkan
karena neneknya dari pihak ayah adalah mantan budak dan berdarah
Afro-Karibia.

Walaupun masa kecilnya sulit akibat kemiskinan, Dumas sukses sebagai
penulis naskah drama dan novelis pada tahun 1840-an. Ibunya tak mampu
memberikan pendidikan yang cukup baik namun minat bacanya tak
terbendung. Dumas membaca apa saja sebisa mungkin. Ketika berumur 20
tahun, ia dan ibunya pindah ke Paris. Berkat koneksi sang ayah, yang
petinggi militer, Dumas muda memperoleh pekerjaan di kantor duc
d'Orléans. Di sela pekerjaannya, ia mulai menulis artikel untuk
majalah dan naskah teater.

Tahun 1840, naskah keduanya yang berjudul Christine meraih sukses
besar sehingga Dumas dapat sepenuhnya menjadi penulis. Setelah menulis
banyak naskah teater yang mendapat sambutan baik, barulah ia beralih
pada novel. Cerdiknya, pria yang bergaya hidup besar pasak daripada
tiang ini menulis ulang salah satu naskah drama menjadi novel
serial perdananya. Ini dilakukan Dumas setelah melihat tingginya
permintaan surat kabar terhadap cerita bersambung.

Dalam berkarya, ia banyak dibantu orang lain. Salah satunya, Auguste
Maquet. Maquet-lah yang mengkonsep plot The Count of Monte Cristo dan
berkontribusi dalam The Three Musketeers (Les Trois Mousquetaires),serta
sekuelnya. Saat bekerja, Maquet mengajukan plot dan menulis draft sedangkan
Dumas menambahkan detil, dialog dan bab-bab akhir.

Pada tahun 1851, Dumas melarikan diri ke Brussel untuk menghindari
penagih utang. Ia melakukan perjalanan ke Rusia dan menjadi terkenal
di sana. Toh, sikap orang-orang yang rasis tidak berubah. Bahkan
lama setelah ia berpulang di Puys, tanggal 5 Desember 1870.

Karya terakhir penulis roman tentang Marie-Antoinette ini baru
dipublikasikan tahun 2005. Judulnya Le Chevalier de Sainte-Hermine (The Knight
of Sainte-Hermine
). Novel yang diterbitkan secara berseri ini hampir
rampung menjelang kematian Dumas. Kisahnya menyangkut Perang Trafalgar
dan menjelaskan penyebab wafatnya Lord Nelson. Dua setengah bab
terakhir ditulis oleh murid Dumas, Claude Schopp, yang mengambil
sumber dari catatan awal sang pengarang.

Tanggal 30 November 2002, President Jacques Chirac memerintahkan makam
Dumas dipindahkan dari tempat kelahirannya ke Panthéon of Paris
bersama orang-orang berprestasi gemilang lain. Dalam upacara yang diliput televisi
itu, peti mati sang penulis yang dilapisi kain beludru biru digotong oleh
empat pria berkostum Musketeers. Penghormatan ini dilakukan mengingat
karya Alexandre Dumas paling banyak dibaca orang dibandingkan penulis
Prancis terkemuka lainnya. Buah penanya diterjemahkan dalam hampir 100
bahasa dan menginspirasi lebih dari 200 film (termasuk The Man in the
Iron Mask
).

Kediamannya, le Château de Monte Cristo, di luar Paris telah
direstorasi dan dibuka untuk umum.

sumber: wikipedia





Blog EntryAlexandre Dumas yang LainMar 25, '08 8:34 PM
for everyone
Membicarakan Alexandre Dumas tidak lengkap jika tidak membahas
putranya yang satu ini. Alexandre Dumas, fils (junior) lahir dari
hubungan gelap sang novelis dengan seorang penjahit bernama
Marie-Laure-Catherine Labay. Ia diakui sang ayah pada umur 7 tahun dan
hukum waktu itu memperkenankan Dumas senior mengambil si kecil dari
ibunya. Kesedihan tersebut mengilhami Dumas junior untuk menciptakan
karakter wanita bernasib malang dalam karya-karyanya. Bahkan dalam
naskah drama berjudul Le fils naturel (The Illegitimate Son), ia
mengemukakan opini bahwa pria yang mempunyai keturunan di luar nikah
berkewajiban mengakui anaknya secara hukum dan memperistri kekasih
gelapnya.

Tahun 1844, Dumas junior pindah ke Saint-Germain-en-Laye dan menetap
di sana bersama ayahnya. Ia berjumpa Marie Duplessis, seorang wanita
penghibur, yang menginspirasinya menulis novel romantis La dame aux camélias
(The Lady of the Camellias). Novel ini diadaptasi ke dalam drama
dengan judul bahasa Inggris Camille dan menjadi landasan opera Verdi,
La Traviata, pada tahun 1853. Camille sukses besar meski Dumas junior
mengaku mengadaptasinya lantaran butuh uang.

Pada tahun 1874, ia diterima di Académie française dan memperoleh
penghargaan Légion d'honneur dua puluh tahun setelahnya.

Alexandre Dumas fils meninggal pada usia 71 tahun dan dimakamkan di
Cimetière de Montmartre, Paris. Secara kebetulan, kuburannya hanya
berjarak seratus meter dengan Marie Duplessis.

sumber: wikipedia


LinkCandide by Voltaire - Free eBookMar 25, '08 5:53 PM
for everyone

Blog EntrySegumpal Komentar BacaanJan 4, '08 6:02 AM
for everyone
Sewaktu istirahat tadi siang, saya berkesempatan chatting dengan
adik-adik Gemuruh. Syukurlah, mereka menyukai apa yang saya berikan.
Si Tengah malah duluan membicarakan Virgin Mary. "Aku lagi baca dan
baru sampe bab empat. Bagus, enak dibaca kok," katanya. Wah, senyum
lebar lagi saya sama Mas Agus. Berarti hasil 'berantem' kami mengena
di hati pembaca usia remaja:)

Ia juga bilang, "Aku dah baca Query Pita dan Upit Kejepit. Rame." Wah,
ini anak kecepatan bacanya boleh juga..padahal baru tadi pagi ibunya
terbang ke Bali. Beberapa saat kemudian, adiknya ikutan muncul dan
berkata, "Tante, buku Ulyssesnya bagus. Aku dah sampe bab 14.
Makasiiih, ya." (Nulisnya sih 'makasih yaph', dasar ABG:p)

Jumat yang menyenangkan.

foto: Take A Seat by Michael Gwarf, dari CD Advertech Media 01


Marketplace ItemFor Sale: Virgin MaryJan 4, '08 12:02 AM
for everyone
Category:   Books
Price:   Rp 51.000,00

Penulis: Marek Halter
Penerbit: Edelweiss, November 2007

Dari novel Prancis bertajuk Marie. Sebuah sudut pandang dalam fiksi mengenai Maria, ibunda Yesus. Potret seorang wanita yang tegar dan tangguh dengan pendirian dan sifatnya yang cenderung memberontak.
FYI, ini sekadar upaya promosi, saya tidak melakukan penjualan atau menyimpan stok.


Click a thumbnail to enlarge:
 


Blog EntryBersukacita Untuk Virgin MaryJan 1, '08 7:48 PM
for everyone
Kemarin kami bertemu seorang teman baik, memenuhi janji sebelum ia
terbang ke Bali besok. Tanpa diminta, ia menceritakan kesannya
terhadap Virgin Mary.

"Benar-benar sebuah cerita yang enak dibaca, bahasanya nggak bikin
pusing kepala," ia berkata sungguh-sungguh. "Aku kalo baca nggak mau
mikir terlalu berat, tapi menikmati." Bisa dimaklumi sebab selain
merupakan ibu rumahtangga yang cukup sibuk, beliau juga berwirausaha
dan menjadi bendahara komite sebuah sekolah menengah atas.

Wah, berbunga-bunga deh rasanya. Saya yakin beliau tulus, karena kalo
mau ngritik juga terus terang. Pernah ada buku saya yang dikomentari
kurang enak di bagian-bagian tertentu (walaupun ngasih tahunya tetap
santun di kuping dan hati, nggak bikin sebel deh). Mas Agus nyengir
lebar, "Bu, mau kenalan sama tukang editnya?"

"Nggak," kenalan kami ini tertawa. "Kebayang deh kalian berantemnya
untuk menghasilkan kalimat-kalimat sebaik ini."

Kami ikut tergelak. Memang sebuah kerja keras dalam arti sebenarnya.
Untuk pertama kalinya, saya dan Mas Agus benar-benar 'ribut' soal ide
sewaktu mengolah hasil terjemahan novel ini.

Semoga pembaca lain pun berpendapat sama, amin:)


Blog EntrySatu Setengah Bulan Bersama MaryDec 17, '07 9:58 PM
for everyone
Menerjemahkan Virgin Mary adalah anugerah tak terlupakan sepanjang
hidup. Bukan berarti yang lain tak berkesan, namun kesempatan ini
mengukir kenangan tersendiri karena tiba menjelang bulan suci yang
istimewa.

Awalnya, saya mendapati posting di pasarbuku tentang lowongan
penerjemah freelance bahasa Prancis. Salah satu poinnya amat menarik
hati, yakni 'pria atau wanita, tidak ada batasan umur'. Memang tidak
ada lowongan freelancer yang (rasanya) menetapkan umur, namun posting
tersebut terlihat cemerlang saja.

Setelah membaca CV dan email saya, Pustaka Iiman memberikan tes yang
ternyata beberapa halaman awal Virgin Mary. Hari-hari itu heboh karena
saya sedang kurang sehat dan langsung menumpuk kamus di kasur.
Syukurlah, saya dapat menyelesaikannya dalam 4 hari. Kabar baik datang
sekitar dua minggu kemudian setelah urusan right rampung.

Saya mengerahkan konsentrasi yang kian lama kian besar porsinya,
terutama di tengah-tengah naskah. Di sela proses itu, saya
mengintip-intip profil Marek Halter (yang sebagian besar dalam bahasa
Prancis), mencocokkan peristilahan dengan beberapa teman Katolik
sekaligus mencari referensi mulai dari peta sampai ayat-ayat Alkitab.
Kamus Prancis-Prancis merupakan perangkat super penting karena
ternyata jauh lebih lengkap dibandingkan Prancis-Indonesia.
Kandungannya termasuk peta (yang tetap bikin puyeng tujuh puluh
keliling karena menggunakan ejaan Prancis), tokoh-tokoh, yah..semi
ensiklopedia deh. Alhamdulillah Mas Agus sedang mengumpulkan bahan
untuk penulisan cerita anak muslim dan memperoleh rujukan sejumlah
istilah. Contohnya Sanhadurim untuk Sanhedrin, kalangan pejabat yang
mengeruk pajak dari rakyat atas nama kepentingan agama.

Nama saja sudah memiliki banyak versi, baik nama diri maupun tempat.
Sepphoris adalah Safuria, Tiberiade adalah Tiberias, Joseph
d'Arimathie menjadi Joseph d'Arimatea, Guiora disederhanakan menjadi
Giora, pula ada dua karakter bernama sama: Miriam dan Miryem. Saya
mengubahnya menjadi Maria dan Maryam, namun kebijakan penerbit
menerapkan ejaan Inggris: Mary dan bukan Maria.

Pekerjaan ini menyedot emosi. Saya menghabiskan banyak tisu saat Mary
histeris oleh kematian Abdias, kala ia mengetahui bahwa Halwa sahabat
karibnya meninggal dunia, deg-degan ketika Joachim berada di antara
hidup dan mati, serta tegang tatkala Mary dikecam gara-gara mengandung
tanpa suami.

Waktu yang disepakati untuk menggarap penerjemahan buku ini adalah
satu setengah bulan, tetapi alhamdulillah saya dapat menyelesaikannya
beberapa hari sebelum tenggat (termasuk revisi).


Blog Entry'Virgin Mary' Vient d'Arriver Chez NousDec 1, '07 2:06 AM
for everyone
Salah satu kebahagiaan seorang penerjemah buku adalah tatkala menerima
hasil karyanya yang sudah diproduksi. Novel Marek Halter ini sampai di
tangan saya setengah jam yang lalu, berikut surat pengantar dari
penerbit.

Nama saya di halaman dalam tertera: Rini Nur Badariah. Ini risiko
menyingkat id 'rinurbad'. Saya baru menimang dan melihat sekilas kata
yang diubah, nanti akan dibaca ulang untuk mengetahui sejauh mana
hasil terjemahan saya disunting.


LinkParlez Francais!Nov 29, '07 9:00 PM
for everyone
Link: http://www.parlezfrancais.net

Untuk belajar bahasa Prancis

Blog EntrySinopsis Virgin MaryNov 24, '07 3:05 AM
for everyone
Miriam adalah putri tunggal seorang tukang kayu bernama Joachim dan
istrinya yang bernama Hannah. Mereka tinggal di Galilea pada masa
pendudukan bangsa Israel oleh kekaisaran Roma.

Miriam berbeda dengan anak perempuan lainnya. Ia pemberani dan cepat
dewasa. Tanpa memberitahu orangtuanya, Miriam menyembunyikan Barabbas
dari pengejaran tentara di rumah mereka.

Hidup Miriam dan keluarganya berubah tatkala Joachim melawan petugas
pajak Herodes yang merampas lilin pusaka Hulda, seorang tetangga
mereka yang sudah tua.

Selanjutnya, silakan baca novel tersebut:)


Blog EntryTentang Marek Halter, Penulis Virgin MaryNov 24, '07 3:04 AM
for everyone
Sumber: wikipedia
Foto: http://uejflyon.free.fr

Marek Halter adalah novelis Prancis-Yahudi. Ia lahir di Polandia pada
tahun 1936. Ketika Perang Dunia II meletus, Halter dan orangtuanya
melarikan diri dari Ghetto Warsawa dan terbang ke Uni Soviet, melewati
masa penghabisan perang tersebut di Rusia dan Uzbekistan. Pada tahun
1946, ia ditunjuk untuk berangkat ke Moskow dan memberikan bunga
kepada Stalin.

Keluarga itu kembali ke Polandia pada tahun 1948 lalu bermigrasi ke
Prancis dua tahun kemudian. Mereka menetap di Paris. Halter
mempelajari pantomim dengan bimbingan Marcel Marceau dan mencari
nafkah sebagai pelukis. Banyak karyanya dipamerkan di ajang
internasional.

Halter mulai menulis pada tahun 70-an. Karyanya antara lain 'The
Madman and the Kings' (meraih Prix d'Aujourd'hui tahun 1976), 'The
Messiah', 'The Mysteries of Jerusalem', 'The Book of Abraham' (1986)
dan sekuelnya, 'The Children of Abraham' (1990), 'The Wind of the
Khazars' (2003), 'Sarah' (2004), Zipporah (2005) dan 'Lilah' (2006).
Ia juga menulis buku 'The Jester and the Kings: a Political Biography'
(1989) dan 'Stories of Delivrance: Speaking with Men and Women Who
Rescued Jews from the Holocaust' (1998).

Kini Halter memimpin French college yang didirikannya di Moskow tahun
1991 bersama Andrei Sakharov.


Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help