Rini's posts with tag: resensi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag resensi
LinkUlasan Mbak Leila Tentang Happy-Go-LuckyJul 16, '08 10:43 PM
for everyone
Link: http://niwanda.multiply.com/journal/item/304/Bacaan_Juni_2008

..dan beberapa bacaan lainnya. Matur nuwun, Mbak Lei:)

ReviewReviewReviewReviewWaterworldJun 21, '08 11:34 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Science Fiction & Fantasy
Selain Dances With Wolves, inilah film Kevin Costner yang saya sukai karena karakternya unik dan tidak menebar pesona sebagai pria yang menjerat lawan jenis di mana-mana.
Sudah berulang kali ditayangkan di TV, saya nonton sampai tamat baru dua hari lalu di Trans. Imajinasinya tentang dunia yang terendam banjir raksasa sudah hebat. Belum lagi aneka properti dan makhluk mutan berinsang yang sampai ujung film tidak jelas kenapa (mungkin korban teknologi dan ulah manusia yang kacau?)

Suka banget sama Enola si kecil yang suka gambar dan polos. Dari keseluruhan, ada dialog yang paling mengesankan ketika si pelaut dikatai Enola karena tak banyak bicara.

"Kamu pernah dengar suara dunia? Tentu saja tidak, karena kamu terlalu berisik dan selalu banyak bergerak."

sumber foto: wikipedia


ReviewReviewReviewGet MarriedMay 8, '08 3:40 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Comedy
Tak sempat ke bioskop (dan emang nggak suka sih, pada dasarnya), ternyata bulan lalu DVD originalnya sudah nangkring di sebuah mini market dekat rumah kakakku.
Tema yang diusung adalah pernikahan alias mencari jodoh. Mungkin terdengar klise dan tradisional, seorang anak ingin membahagiakan ibunya yang shock karena kepikiran masa depan anak perempuan satu-satunya. Saya lebih bisa nerima kata-kata si ibu bahwa dia ingin tenang jika anaknya ada yang bertanggungjawab (suaminya gitu..).

Cukup segar, sih. Tapi dibanding karya-karya Pak Musfar yang lain, saya nggak terlalu puas. Akhir ceritanya sudah ditebak, meski mungkin akan mengecewakan jika Nirina menikah dengan Agus Ringgo. Tapi terlalu banyak kata makian kasar di sepanjang film. Okelah, itu potret pergaulan jaman sekarang. Tapi nggak usah pake binatang, gitu lho..maunya saya..

Kemudian yang bikin rada bete, tawuran yang begitu bombastis.
Dialog-dialognya sih lumayan untuk mikir, dan perjalanan mencari rumah dukun juga cukup lucu.

Blog EntryLomba Resensi Novel Asma NadiaApr 16, '08 4:18 AM
for everyone
nyomot dari info di MP Dedew

Gramedia Pustaka Utama mengucapkan
selamat kepada Asma Nadia atas
terpilihnya Istana Kedua sebagai
pemenang Islamic Book Fair Award 2008

kategori buku fiksi.

Dan sebagai wujud apresiasi kami,
Gramedia Pustaka Utama bekerja sama
dengan Forum Lingkar Pena mengadakan
lomba resensi novel Istana Kedua.

Persyaratan dan ketentuan lomba sebagai
berikut.

Syarat umum:
* Lomba terbuka untuk warga negara
Indonesia.

* Resensi berupa karya asli, bukan
terjemahan atau saduran.

* Resensi yang ditampilkan di surat
kabar atau majalah diutamakan namun
tidak menutup kemungknan untuk resensi
di media lainnya (blog / Website) di
Indonesia.

* Peserta boleh mengirim lebih dari satu
resensi.

* Lomba ini tidak berlaku bagi karyawan
PT Gramedia Pustaka Utama dan
keluarganya.

Syarat khusus:
* Kirimkan bukti pemuatan resensi (boleh
berupa fotokopinya)

* Sertakan biodata peresensi plus foto,
serta fotokopi tanda pengenal peresensi
(KTP/Kartu Pelajar) ke:

PANITIA LOMBA RESENSI NOVEL ISTANA KEDUA

Redaksi Fiksi PT Gramedia Pustaka Utama
Gedung Gramedia Lt. 3
Jl. Palmerah Barat 33-37
Jakarta 10270

cantumkan "LOMBA RESENSI NOVEL ISTANA
KEDUA"di pojok kiri atas amplop.

* Bukti resensi
selambat-lambatnya 30 September 2008
(cap pos)

Hadiah:

Juara 1: Rp 1.000.000,- + paket buku
senilai Rp 500.000,-
Juara 2: Rp. 500.000,- + paket buku
senilai Rp 400.000,-
Juara 3: Rp 300.000,- + paket buku
senilai Rp. 300.000,-
7 pemenang hiburan mendapatkan paket
buku @ Rp.100.000,-

Pemenang akan diumumkan pada bulan
Desember 2008 di website Forum Lingkar
Pena (www.lingkarpena. net) dan website PT Gramedia Pustaka
Utama (www.gramedia. com).

Untuk keterangan lebih lanjut hubungi
 53677834 psw 3213/3249.

Blog EntryLomba Resensi Buku Indiva Media KreasiApr 15, '08 7:46 PM
for everyone

Sumber : blog penerbit Indiva ini

Lomba Resensi Buku Indiva 2008
Jangan cuman jadi pembaca pasif! Kritisi yuk, buku-buku yang kamu baca. Nah, dalam rangka Milad Pertama, Penerbit Indiva Media Kreasi menggelar acara yang spektakuler banget: LOMBA RESENSI BUKU INDIVA 2008.

Caranya, guampang bangets…Kamu pilih satu dari buku-buku ini:
De Winst (Afifah Afra)
Pilkadal di Negeri Dongeng (Tundjungsari)
Kata Orang Aku Mirip Nabi Yusuf (15 Penulis FLP Jawa Tengah)
and The Star is Me (Afifah Afra)
Best Seller Sejak Cetakan Pertama (Agus M. Irkham)
Jangan Jadi Perempuan Cengeng (Pipiet Senja dkk.)
Agar Ngampus Nggak Hanya Status (Rabiah Al Adawiyah)
Road to Happines (Asa Mulchias)
Bikin resensinya, boleh ketik komputer, boleh tulis tangan (tapi jangan kayak tulisan resep dokter getoo...), maksimal 5 halaman kuarto, spasi 1,5 font 12.

Kirim atau antar langsung ke alamat ini...Kantor Indiva Media Kreasi: 
Jl. Anggur VII No. 36 C Jajar, Laweyan, Surakarta
Atau TBD (Toko Buku Diskon) Indiva, Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura (Ruko depan lampu merah/ gerbang kampus UMS)

Jangan lupa cantumin alamat, biodata singkat, fotokopi identitas yang masih berlaku dan struk (nota) pembelian buku tersebut.R
esensi ditunggu sampai tanggal 30 September 2008 (cap pos)! Pemenang akan diumumkan di website www.indiva.mediakreasi.blogspot.com, diiklankan di Majalah Annida edisi November 2008 dan di Indiva Magazine.

Disediakan hadiah yang lumayan banget buat ngisi tabungan:
Juara I: Rp 750.000
juara II: Rp 600.000
Juara III: Rp 450.0003 
Juara Harapan: @ Rp 250.000

Pengin informasi lebih jelas? Hubungi saja bagian promosi PT Indiva Media Kreasi, Aris Adenata (0271-7589916). atau email ke indiva_mediakreasi@yahoo.co.id atau indiva.mediakreasi@gmail.com


ReviewReviewReviewHead Over HeelsFeb 24, '08 7:44 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Romantic Comedy
Bagi Amanda Pierce (Monica Potter), tak mungkin ada laki-laki yang
sempurna. Ia sudah begitu patah hati, meski memutuskan untuk segera
mencari tempat tinggal sendiri begitu mengetahui bahwa teman kerjanya,
Lisa, adalah penyuka sesama jenis. Amanda merasa hidupnya akan dilanda
kesepian sepanjang masa seperti rekan-rekan kerjanya yang lajang
sampai tua, setelah memergoki kekasihnya berselingkuh.

Oleh sebab itu, ia berusaha keras menampik getaran hatinya ketika
berjumpa dengan Jim Winston (Freddie Prinze Jr). Pria yang bekerja
sebagai eksekutif bidang fashion itu tinggal di seberang apartemen
Amanda yang dihuninya bersama empat orang supermodel. Walaupun Jim
sangat menawan, Amanda mati-matian menghindar lantaran curiga bahwa
lelaki itu membunuh seseorang.

Sebenarnya Amanda memperoleh lemari kecil mereka yang disulap sebagai kamar,
sebab para model itu mengkhususkan ruangan besar untuk dijadikan
tempat pakaian dan perlengkapan lainnya. Karakter empat model yang berlainan etnis ini
amat menarik. Tidak seperti cerita-cerita klise, mereka sangat ringan tangan dan
bersahabat terhadap Amanda. Mereka mendandaninya, meminjamkan pakaian,
memberikan saran-saran dan berusaha melindunginya saat mencium
ketidakberesan pada diri Jim. Bersama teman-teman barunya ini, Amanda
mengenal apa yang disebut daftar tunggu para pria dan betapa mereka
berlomba-lomba membayari makan malam mereka di restoran mahal. Bahkan
tanpa celetukan Roxana, yang berasal dari Rusia, Jim takkan memperoleh
petunjuk mengenai konspirasi orang-orang jahat yang mengancam nyawa
mereka.

Perekrutan Amanda dan teman-temannya menjadi model peragaan busana
secara tak sengaja terbilang masuk akal. Walaupun peragaan yang
diselingi kejar-kejaran itu sukses, Amanda tak lantas meninggalkan
pekerjaannya sebagai ahli restorasi lukisan dan bergabung dengan empat
kawannya di dunia serba glamor itu. Sebuah adegan yang sebenarnya
menjijikkan (baca: jangan sampai ditonton sambil makan) menunjukkan
bahwa pria seelok Jim pun punya kekurangan. Film ini membuat saya
banyak tertawa, termasuk adegan opsir polisi yang meledek para model
ini tak dapat berhitung.


sumber foto: wikipedia


ReviewReviewReviewWhatever It TakesFeb 24, '08 7:41 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Comedy
Butuh waktu cukup lama bagi seseorang untuk menyadari bahwa hatinya
sudah terpaut pada orang yang tidak jauh-jauh dari tempatnya berada.
Demikianlah yang terjadi pada Ryan Woodman (Shane West) dan sahabat
sekaligus tetangganya, Maggie Carter (Marla Solokoff). Ryan sibuk
tergila-gila kepada primadona sekolah, Ashley Grant (Jodi Lynn
O'Keefe) yang tak pernah menaruh perhatian kepadanya. Untuk itu ia
menerima tawaran Chris Campbell (James Franco), sepupu Ashley, yang
berniat memikat Maggie.

Karakter paling menonjol jelas Chris seorang. Ia sekadar penasaran
karena Maggie selalu menolaknya dan merupakan satu-satunya gadis yang
belum dikencaninya (di tempat tidur). Ryan mempromosikannya
mati-matian, mengubah Chris sesuai karakter yang diharapkan
sahabatnya, sementara ia sendiri perlahan menyadari bahwa Ashley tidak
sehebat dugaannya dulu. Gadis itu kasar, angkuh, dan anehnya malah
memohon-mohon tatkala Ryan meninggalkannya. Guna mengikuti siasat
Chris, Ryan harus menghina kawan-kawan baiknya sendiri padahal Chris,
Ashley dan gerombolannya bahkan selalu memanggilnya 'Brian'.

Film ini mengekspos kenakalan-kenakalan remaja yang sedang memuncak di
usia menjelang akhir SMA. Ryan berusaha membalas pukulan pelatih
softballnya yang selalu meledeknya 'ibu-ibu' atau 'Nona' karena
pukulannya sering meleset. Ada Cosmo yang menghendaki pesta dansa
sebagai momen meledakkan cita-cita menjadi 'anak badung' dan menaikkan
pamornya di depan lawan jenis. Meski endingnya sudah dapat diterka,
film yang diadaptasi dari drama Cyrano de Bergerac ini lumayan juga
(kecuali bagian-bagian jijiknya..wekk). Mungkin karena itulah
'Whatever It Takes' mendapat nominasi Teen Choice Awards untuk
kategori film komedi.

sumber foto: wikipedia




ReviewReviewReviewReviewThe JackalFeb 19, '08 7:44 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Action & Adventure
Voila! Bisa nonton sampai tamat juga akhirnya, setelah lama menanti.
Alhamdulillah iklannya di Trans semalem nggak segambreng amat, jadi
selesainya nggak terlalu larut.

Bruce Willis main film action? Itu biasa. Jadi antagonis, pun bukan
hal baru. Tapi Richard Gere tidak memerankan laki-laki penebar pesona
penjerat hati wanita seperti dalam Pretty Woman, Autumn in New York,
dan Dr.T and the Women? Perlu ditelusuri lebih lanjut.

Peringatan: mengandung bocoran

Jackal adalah sebutan seorang pembunuh bayaran top berskala
internasional, yang sebelumnya diragukan keberadaannya. Ketika ia
disewa oleh seorang pembunuh lain dari Rusia untuk menghabisi Direktur
FBI, tak ada jalan lain bagi tim yang melindunginya kecuali meminta
bantuan eks penembak IRA, Declan Mulqueen. Tawar-menawar terjadi,
sebab hanya Mulqueen dan kekasih lamanya, Isabela Zancona, yang pernah
melihat wajah Jackal.

Film ini mempesona dalam banyak hal, antara lain penyamaran Bruce
Willis. Ia benar-benar menghayati peran sebagai lelaki tak
berperasaan, menembak orang sambil makan, menjadikan perancang senjata
sebagai kelinci percobaan dalam uji kecepatan senjata itu sampai
tewas, menembak Mayor Koslova sambil berbaring santai di sofa dan
berkata, "Wow, darahmu hampir hitam. Artinya peluru bersarang di
hatimu. Tekan di sini agak keras, untuk menghentikan pendarahannya.
Kau punya waktu 20 menit lagi. Tapi kalau tak tahan, angkat saja
tanganmu."

Lalu Koslova menjawab, "Bila Declan membunuhmu, ingatlah padaku."

Karakter Declan sendiri lain daripada yang lain. Bila sudah berjanji,
ia akan menepatinya. Tak peduli Isabela menggenggamkan kunci untuk
kabur, ia tetap mengikuti misi sampai selesai.

Jelas, film ini berlumuran darah di mana-mana. Yang paling saya ingat
adalah pesan berkode dari Jackal, "You could never protect your
women."

sumber foto: wikipedia


ReviewReviewReviewReviewJerry MaguireFeb 17, '08 2:01 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Tema: 8
Profesi agen olahraga terbilang unik untuk diangkat, dikemas
sedemikian rupa dengan bahasan perihal etos kerja, persahabatan dan
cinta terhadap keluarga.

Tom Cruise: 8
Film ini menampilkan akting terbaiknya selain Interview with the
Vampire. Suatu saat menjadi Jerry yang begitu percaya diri terutama
saat menyampaikan pernyataan misi sebagai ekspresi kegelisahannya
terhadap situasi kantor, kali lain 'melorot' sebagai lelaki yang
bangkrut dan mempertaruhkan muka hingga disebut 'pria yang sedang ada
di bawah' oleh kakak iparnya, Laurel (Bonnie Hunt). Sukar dibayangkan
jika Tom Hanks atau John Travolta, yang ditawari lebih dulu,
menerima peran ini (sesuai data wikipedia).

Renee Zellwegger: 8
Cantik di setiap kesempatan, total dalam segala tindakan. Saya
tersentuh sekaligus kagum saat Dorothy meminta Jerry meninggalkannya
saja, mengakui kesalahannya 'menjerat' pria itu melalui putranya dan
menjawab pertanyaan Jerry: "What do you want? My soul?" dengan tegas,
"Why not? I deserve that."

Jonathan Lipnicki: 8,5
Bocah mungil dengan senyum menawan ini merupakan salah satu faktor
pendorong saya nonton JM berulang-ulang. Saat ia melemparkan bola
dengan sekuat tenaga, memeluk Jerry dan menciumnya, kemudian berbisik,
"You said 'fuck'. I won't tell." Manisnya..

Cuba Gooding, Jr: 8,5
Selalu memukau. Sebagai Rod Tidwell yang emosional, keras kepala,
menandak-nandak gila di lapangan setelah terbanting dalam
pertandingan, dan sangat mencintai keluarganya. Ia lebih dari pantas
memenangkan Oscar untuk Best Supporting Actor dari film ini.

Bahkan karakter mentor Jerry menambah poin plus, dengan pesan-pesan
singkat seputar pekerjaan. Khususnya kalimat terakhir, "I don't have all the answers.
In life, to be honest, I've failed as much as I've succeeded."

sumber foto: http://en.wikipedia.org/wiki/Jerry_Maguire


ReviewReviewReviewReviewAt First SightFeb 15, '08 11:16 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Ini film Val Kilmer yang paling saya sukai, selain Batman kala ia
berpasangan dengan Nicole Kidman (tetapi Batman urutan kedua). Mas
Agus sangat menyenanginya gara-gara memerankan Jim Morrison. Ia selalu
keliru antara Val dengan Kurt Russell, yang memang lumayan mirip.

Saya juga tertarik menyimak akting Mira Sorvino dalam film drama,
karena imejnya sebagai pemain action setelah berduet dengan Chow
Yun-fat lumayan sulit dilupakan.

Dengan dalih cinta, kita kerap berkehendak mengubah seseorang tanpa
menyadari bahwa orang itu sudah cukup berbahagia dengan keadaannya.
Begitu pula Amy Benic yang terus mendorong Virgil Adamson untuk
memperoleh penglihatannya kembali. Serem banget melihat adegan
operasinya, juga memperhatikan bekas-bekas merah di sekitar mata
Virgil kemudian.

Saya menangkap kesan bahwa Amy berbuat demikian karena malu terhadap
Duncan (Steven Weber), mantan suami sekaligus mitra bisnisnya. Tetapi
kemudian ia dihadapkan pada sebuah kenyataan sekaligus pelajaran: apa
yang kita inginkan tidak selalu menghasilkan kebahagiaan atau
kehidupan yang lebih baik setelah kita dapat mewujudkannya. Setelah
dapat melihat, hubungan Amy dan Virgil diwarnai ketegangan. Ia terus
bertanya apa makna tatapan Amy, terguncang melihat Amy mengecup mantan
suaminya di pesta ulang tahun, dan tersiksa karena setiap saat
membicarakan matanya.

Ada baiknya saya nonton ulang film ini, karena dulu melewatkan
pertemuan Virgil dengan ayahnya. Itulah pangkal persoalannya. Virgil
merasa Amy terlalu mendesaknya, seperti sang ayah yang kemudian kecewa
dan meninggalkan keluarga.

At First Sight, yang diangkat dari kisah nyata, benar-benar menawan.
Lebih dari sekadar cerita cinta.

sumber foto: http://en.wikipedia.org/wiki/At_first_sight


ReviewReviewReviewReviewLove ActuallyFeb 15, '08 11:14 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Romantic Comedy
Saya sudah menonton film ini sekitar 4 tahun yang lampau, tapi kurang
menikmatinya karena ditingkahi keributan dua keponakan yang sedang
saya asuh waktu itu. Meskipun demikian, saya masih ingat sebagian
besar jalan ceritanya.

Love Actually, yang posternya cukup mirip dengan poster film Berbagi
Suami (menurut majalah Djakarta!), menghadirkan banyak aktor Inggris.
Ada Hugh Grant, sudah pasti ada Colin Firth. Kedua aktor ini agak
sering muncul bersamaan dalam satu film, kecuali (seingat saya) dalam
What A Girl Wants dan Two Weeks Notice.

Cerita keseluruhan dapat diintip di
http://en.wikipedia.org/wiki/Love_actually, tempat saya mendownload
foto poster film ini. Keragaman karakter dan plot menjadikan Love
Actually mengasyikkan untuk diikuti, sampai kemudian dipertemukan
keterkaitan satu sama lain di bagian akhir.

Poin istimewa:

1. Colin Firth memerankan seorang penulis. Saya baru menyadarinya
ketika nonton kemarin. Adegan paling keren adalah ketika Jamie menulis
di sebuah meja di tempat terbuka, kemudian kertas-kertasnya
diterbangkan angin hingga masuk ke kolam. Adegan keren kedua, sewaktu
Aurelia bertanya dengan bahasa Portugis dan bahasa tubuh mengenai
apakah cerita yang ditulisnya, dan Jamie menerangkan bahwa ia
mengarang novel thriller dengan kisah pembunuhan.

2. Sungguh menakjubkan betapa cinta mendobrak perbedaan bahasa.
Kendati menggunakan bahasa masing-masing, obrolan Jamie dan Aurelia
sangat nyambung. Jamie bilang saat mengantarkan gadis itu pulang
adalah favoritnya setiap hari, sementara Aurelia bilang selalu sedih
meninggalkan lelaki itu. Betapa romantisnya tatkala Jamie melamar
Aurelia dan susah payah belajar bahasa Portugis, sementara gadis itu
ternyata juga sudah belajar bahasa Inggris.

3. Keterusterangan Mark melalui tulisan di kartu pada malam Natal di
ambang pintu Juliet. "To me you are perfect," wow. Dan ini tidak
berlanjut menjadi sebuah affair.

4. Tangisan Karen di kamar ketika mengetahui bahwa kalung yang
dibelikan suaminya bukan untuk dirinya. Ikut sedih dan tertekan karena
ia harus menyembunyikan luka itu dari anak-anaknya. Tidak heran bila
Emma Thompson menyabet Empire Award for Best British Actress dan
Evening Standard British Film Award for Best Actress untuk aktingnya
di film ini.

5. Kegelisahan Perdana Menteri yang menyadari dirinya menaruh hati
pada bawahannya. Hugh Grant mengekspresikan hal itu dengan baik
sekali.

6. Dialog Daniel (Liam Neeson) dengan anak tirinya yang sangat akrab.
Dengan sabar ia membiarkan Sam berlatih drum di kamar. Sam tanpa ragu
bertanya, "Bagaimana kehidupan cintamu sendiri?" kemudian Daniel
mengatakan, "Kalau Claudia Schiffer meneleponku, aku terpaksa harus
mengusirmu dan kau akan jadi gelandangan."

Minus:

1. Kisah Sarah (Laura Linney) dan Karl (Rodrigo Santoro) menyebalkan.
Sedih banget karena seluruh isi kantor, termasuk bos dan si lelaki itu
sendiri, sudah tahu perasaan cintanya serta menunjukkan tanda-tanda
memiliki rasa serupa tetapi tak dapat berbuat apa pun kecuali
memendamnya.

2. Pemotongan di sana-sini. Memang agak kagok menayangkan film ini di
televisi pada jam 18.30. Tetapi bila belum pernah nonton, kita takkan
tahu bahwa kekasih Jamie berselingkuh dengan saudaranya sendiri
sehingga ia memutuskan pergi ke Prancis sebelum bertemu Aurelia. Kisah
Colin yang berambisi menjadi dewa seks di Amerika pun sebaiknya
dipotong habis saja karena jadi sangat membingungkan, sedangkan
ditampilkan utuh memang tak mungkin.


ReviewReviewReviewReviewReviewHitchFeb 14, '08 8:14 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Romantic Comedy
Alasan saya menonton ulang film ini di Trans TV
dan menerobos jam malam (tamatnya
hampir jam 12 karena iklan segambreng) adalah:
1. Will Smith adalah aktor favorit saya, bahkan paling favorit di
jajaran bintang film Hollywood seangkatannya
2. Waktu pinjam DVDnya beberapa tahun lalu, saya belum nonton bagian
awalnya.

Karena ini bukan film baru, saya tidak akan mencuplik ceritanya.
Tetapi langsung pada catatan-catatan khusus keistimewaan Hitch di mata
saya.
1. Tema yang sederhana menjadi luar biasa. Hitch bukan sekadar mak
comblang (atau istilahnya date doctor), tetapi konsultan yang
berkarakter. Ia tidak mau melayani klien yang sekadar mencari pasangan
one night stand, tetapi hanya mereka yang benar-benar jatuh cinta.

2. Tidak ada adegan menjijikkan, seperti kebanyakan film komedi
lainnya, antara lain 'Along Came Polly' yang saya tonton sebelumnya di
stasiun TV lain.

3. Romantisme bagi pasangan yang sudah dewasa dapat dinyatakan dengan
banyak hal. Saya ikut terharu saat Sara Melas terisak menghadapi tanda
tangan kakek buyutnya (walaupun suara tangisnya agak aneh), melonjak
senang saat ia menerima bingkisan berisi sejenis walkie-talkie,
tersenyum menyimak dialog yang tidak 'to the point' di kafe.

4. Adegan slapstick ditempatkan dengan halus dan proporsional. Lucu
banget deh waktu Albert Brenneman joget-joget, panik saat menelepon
Allegra dan ternyata langsung diangkat, rebutan memberikan pulpen
sampai menjepit tangan bosnya, dan menarik isi jambangan sampai
berhamburan dan membuatnya terjungkal.

5. Pertengkaran Sara dengan Hitch menunjukkan betapa kita gemar
mengungkit kekurangan pasangan. "Dengan senang hati aku akan
mengajakmu makan di restoran sea food!" sembur Sara. "Kenapa tidak kau
ambil pisaumu, Tukang Jagal?" Hitch tak kalah sengit.

6. Para karakternya, termasuk Allegra Cole, ditampilkan sangat manusiawi.
Ia malu karena tak bisa bersiul dan dansa. Hitch tetap gelagapan
mengutarakan isi hatinya kepada Sara, sebaliknya Sara memaki dirinya
sendiri di balik bantal sofa ketika mendapati Hitch pergi di pagi hari
dan mengira ia tidak akan datang lagi.

7. Kalimat Hitch yang menyentuh tatkala menghadapi Sara di acara temu
jodoh. "Inilah yang membuat jatuh cinta begitu sulit." Kemudian sebuah
penekanan, "Because of that man, I had a job. HAD a job!" Juga
perselisihannya dengan Albert. "Love is my life," ujar Hitch. "No,
love is your job!" tampik Albert.

8. Kekontrasan yang memukau antara dua profesi. Sara bertugas
mengungkap 'kebenaran' (ala kolumnis gosip) sedangkan kode etik
pekerjaan Hitch mengharuskannya merahasiakan klien-kliennya.

9. Unsur-unsur pengetahuan Hitch mengenai wanita jauh lebih mengena
dibandingkan karakter Mel Gibson dalam 'What Women Want'. Wanita akan
merasakan jika pasangannya tidak fokus, wanita ingin didengarkan,
wanita ingin ditanggapi.

10. Eva Mendes adalah pasangan paling 'sempurna' untuk Will Smith
(selain Denzel Washington di sebuah film yang saya lupa judulnya).
Inilah film mereka berdua yang paling merebut hati saya. Bahkan adegan
penutupnya yang ceria membuat Hitch super spesial.

sumber foto: http://en.wikipedia.org/wiki/Hitch_(film)


ReviewReviewReviewReviewPursuedFeb 5, '08 9:16 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Mystery & Suspense
Nonton di Global TV, 5 Februari 2008, jam 20.00

Jasa headhunter biasa digunakan perusahaan-perusahaan untuk mencari
eksekutif yang cocok menduduki jabatan tertentu. Dalam film yang
diproduseri Andrew Stevens ini, Vincent Palmer (Christian Slater)
menggunakan segala cara dengan penafsirannya sendiri. Ia menekan,
mengintai, mengintimidasi, mengancam, dan berbuat lebih parah daripada
kekasih gelap yang diputuskan ataupun seorang penggemar yang
membuntuti idolanya.

Sasarannya adalah Ben Keats (Gil Bellow), pakar teknologi yang melejit
dengan temuannya dan mengembangkan perusahaan VizTrax bersama
mitranya, Franklin (Michael Clarke-Duncan). Vincent melamar Ben untuk
RazNet dengan iming-iming kompensasi menggiurkan, akan tetapi pria itu
sangat loyal pada bisnis yang dirintisnya. Karena tak mau diabaikan,
Vincent mengincar keluarga Ben. Ia mendekati istrinya, Emily (Estella
Warren) dan putrinya, Alison, serta merebut hati mereka dengan
berbagai hadiah seraya meyakinkan bahwa masa depan gemilang Ben akan
tercapai jika bergabung dengan RazNet.

Tatkala Ben meradang, Vincent tetap bermuka manis dan melakukan aneka
strategi. Ia menyebarkan gosip dalam VizTrax sehingga Ben dan timnya
saling mencurigai. Bahkan Ben memecat sekretarisnya yang telah bekerja
selama 6 tahun dan menyangka Emily tidur dengan Vincent. Belakangan
terungkap bahwa Vincent menderita kelainan jiwa yang sangat kronis
dan melakukan tindakan-tindakan sadis untuk mencapai keinginannya,
antara lain membunuh istri John Blakely, seorang eksekutif yang
didekatinya sebelum ini. Ia mengetahui segala kelemahan Ben, termasuk
kesulitan keuangan dalam keluarganya, penyakit yang diderita Franklin,
sampai konsep teknologi baru yang dirancangnya di VizTrax.

Siapa kaki-tangan Vincent di VizTrax dan benda-benda yang digunakannya
untuk menyelipkan video pengintai dapat diterka. Agaknya film
action-thriller ini disuguhkan secara terbuka sehingga ketegangan
berpusat pada upaya Ben melepaskan diri dan menyelamatkan keluarganya
dari kekejaman Vincent. Sangat menarik menyimak penampilan Christian
Slater sebagai seorang voyeur, sedikit menggelikan dan ironis karena
Vincet dapat mendeteksi keberadaan Ben yang menggagas teknologi
mencari orang hilang.

Selain genrenya, keasyikan Pursued bagi saya terletak pada hal-hal
berbau teknologi komputer di dalamnya. Unsur sains cukup proporsional,
dengan banyak pelajaran mengenai politik dalam bisnis.

foto: imdb.com


ReviewReviewReviewReviewBlood WorkFeb 3, '08 9:14 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Mystery & Suspense
Tiga kali film ini diputar di televisi, tiga kali itu pula saya
menontonnya tanpa merasa bosan.

Blood Work, yang disutradarai Clint Eastwood (merangkap pemeran
utama), diangkat dari novel berjudul sama karangan Michael Connelly,
peraih Edgar Award. Film misteri-thriller ini menghantarkan Eastwood
menyabet Future Film Festival Digital Award di Venice Film Festival.

Alkisah seorang mantan agen FBI bernama Terry McCaleb, yang kini
menjadi Sheriff. Ia menyelidiki pembunuhan terhadap dua orang yang
terjadi dalam waktu berdekatan. Saudara salah satu korban, Graciella
Rivers (Wanda de Jesus) bahkan mendatanginya untuk mencari tahu lebih
banyak. Saudaranya itu, Gloria, ditembak di sebuah toko saat
berbelanja.

Bersama tetangganya yang juga menetap di kapal, Buddy (Jeff Daniels),
Terry perlahan mengetahui bahwa pelaku tidak bermaksud merampok.
Dibantu sahabatnya, Detektif Jaye Winston, Terry mengumpulkan
data-data untuk membongkar tujuan si pembunuh sebenarnya. Ternyata di
antara mereka ada kaitan di masa lalu. Terry pun menemukan kesamaan
perilaku kedua korban, yang secara langsung berpengaruh pada dirinya.
Ia tak peduli kesehatannya mundur dan ditegur oleh sang dokter
(Anjelica Huston). Apalagi Terry mengetahui bahwa jantung Gloria
didonorkan pada dirinya.

Motif yang 'aneh' senantiasa menjadi daya pikat dalam sebuah film
thriller. Seringkali si pelaku sebenarnya berseliweran di depan hidung
pencarinya.

foto: http://en.wikipedia.org/wiki/Blood_Work_(film)


ReviewReviewReviewReviewView from the TopFeb 3, '08 9:11 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Adalah seorang gadis dari kota kecil, Donna Jensen (Gwyneth Paltrow),
yang bermimpi meraih masa depan di tempat lain. Harapannya sempat
kandas setelah sang kekasih, yang akan membawanya ke luar kota,
memutuskannya pada hari ulang tahun. Donna nyaris tenggelam dalam
keputusasaan tatkala menonton talkshow mengenai Sally Weston (Candice
Bergen), seorang pramugari senior di TV sebuah kafe.

Buku karangan Sally (inilah salah satu pesona film ini)
menggugah semangat hidup Donna untuk memberanikan diri menggapai cita-citanya kembali.
Ia merintis sebagai pramugari sebuah maskapai kecil, tempatnya
berkenalan dengan Sherry (Kelly Preston, istri John Travolta yang
tetap cantik jelita) dan Christine (Christina Applegate). Ketiganya
memburu karir yang lebih baik di maskapai besar Royal Airlines, tempat
Sally bekerja. Kendati gagal dalam ujian di luar dugaannya, Donna
mengecap kebahagiaan bersama Ted Stewart (Mark Ruffalo), seorang
mahasiswa sekolah hukum di Cleveland. Pertemuannya kembali dengan
Christine menyadarkan Donna bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada
ujiannya terdahulu.

Banyak sekali pelajaran moral dari film yang mengetengahkan tahap
realisasi impian ini. Itulah sebabnya saya bela-belain nonton di
Global beberapa hari yang lalu (pernah nonton di DVD pinjaman, tapi
harus dikembalikan sebelum selesai). Hikmah tersebut antara lain:

1. Jangan takut bermimpi, sesuai tagline film ini "Don't stop till you
reach the top."

2. Kehati-hatian, etika dan tatakrama sangat penting dalam pekerjaan
apa pun. Sungguh mengerikan saat Christine dengan leluasa meraup
barang-barang milik perusahaan padahal hal tersebut jelas dilarang
dalam buku panduan pegawai yang sangat ketat. Walau agak menggelikan,
sikap Sherry yang menyinggung perasaan John Whitney (Mike Myers) dalam
wawancara melontarkannya ke luar jalur yang seharusnya ia tapaki.

3. Impian sebesar apa pun harus dimulai dari nol. Karena itulah, Donna
bersedia mengawali karir di maskapai kecil.

4. Profesionalisme, di mana pun kita berada. Seperti John Whitney yang
tidak dapat menjadi pramugara karena kelainan mata meskipun hasil
tesnya gemilang dan Donna yang berhasil menjadi Employee of the Month
saat masih bertugas di Royal Express Cleveland.

5. Hati-hati mencerna pesan seseorang. Donna menduga ia harus
'menyingkirkan' Ted yang dicintainya demi kesuksesan, padahal Sally
mengatakan, "Every pilot needs a co-pilot." Maka dengan penuh
pengertian, Sally menggantikan shift Donna agar gadis itu dapat segera
menjumpai Ted.

6. Selalu ada jalan tengah yang terbaik untuk semua pihak bila kita
mau realistis dan menyadari apa yang terpenting bagi diri sendiri.
Penutup film ini menawarkan jalan keluar yang mengesankan bagi Donna
dan Ted. Tetap berkarir dan berbahagia. View from the Top bukan film
yang menyarankan seorang wanita menjadi egois untuk merengkuh
cita-citanya. Melalui keluarga Ted yang hangat, Donna memahami bahwa
ada rumah yang penuh cinta dan tidak dihiasi perselisihan seperti
ibunya dengan ayah tirinya dulu.

Catatan khusus: Mark Ruffalo tampaknya berbakat menjadi pria baik hati
yang ditinggalkan sejenak untuk kemudian diraih kembali. Ini sudah
ketiga kalinya, setelah 13 Going 30 dan Rumors.
Mike Myers luar biasa. Saya tidak tahan menonton ulahnya di Austin
Powers, namun karakter John Whitney dimainkannya dengan cemerlang.
Instruktur yang cerdas, tegas, sekaligus pasien terapi Anger
Management yang tiap kali meledak langsung membunyikan lonceng kecil
dan berkata lembut, "I'm a little bird.."

sumber foto: http://en.wikipedia.org/wiki/View_from_the_top


ReviewReviewReviewThe ReturnFeb 3, '08 12:37 AM
for everyone
Category:Movies
Genre: Mystery & Suspense
PERINGATAN: mengandung bocoran

Tanpa bocoran ini, film The Return akan sukar dimengerti. Sarah Michelle Gellar
memerankan Joanna, seorang sales representative perusahaan produsen
truk yang berkeliling dari kota ke kota. Karirnya terbilang sukses,
namun tidak dengan kehidupan pribadinya. Joanna diteror oleh Kurt
(yang dalam sinopsis disebut-sebut sebagai mantan pacarnya),
saingannya di kantor. Ia juga kerap mendapat bayangan mengerikan
mengenai seorang pria misterius yang suka mengintai dan membuatnya
melukai diri sendiri dengan torehan pisau lipat. Kebiasaan ini terjadi
sejak Joanna berumur 11 tahun sehingga ia tak bisa dekat dengan sang
ayah.

Setelah sukses melakukan suatu transaksi bisnis, Joanna mendatangi La
Salle, Texas. Ia pernah tinggal di sana sewaktu masih kecil dan
mendapati tempat-tempat yang familiar dengan bayangannya selama ini,
termasuk gambar kuda laut dalam sketsa yang merupakan bagian penting
di tempat kejadian. Gudang pertanian di rumah Terry Stahl (Peter
O'Brien), pria yang dikenalnya di bar dan menolongnya dari ancaman
pemerkosaan Kurt. Terry dikucilkan oleh masyarakat sekitar karena diduga
membunuh istrinya sendiri, Annie, lima belas tahun silam.

Di gudang itu, bayangan Joanna bertambah utuh. Annie dibunuh oleh
seorang pria, tepat seperti orang yang membuntuti dan memanggilnya
'Sunshine' selama ini. Bagaimana ia bisa tahu padahal tidak saling
mengenal? Pada malam Terry membawa Annie yang sekarat ke rumah sakit,
mobil yang dilarikannya menabrak mobil lain yang tengah berhenti di
sebuah persimpangan jalan. Mobil itu milik ayah Joanna, dan di
dalamnya Joanna kecil tengah meregang nyawa akibat suatu penyakit
(kemungkinan demam). Keduanya meninggal pada saat bersamaan, namun
arwah Annie menitis ke raga Joanna sehingga ia kembali hidup dan
menuntaskan persoalannya dengan si pembunuh di La Salle.

Penjelasan keterkaitan Annie dengan Joanna ini cukup menarik, akan
tetapi banyak hal yang terabaikan dalam The Return. Pertama, motif si
pembunuh tetap menjadi tanda tanya. Apakah dia sekadar iseng membunuh
perempuan cantik yang mengabaikan sapaannya di jalan? Kedua, Terry
sekarang dan 15 tahun lalu sama sekali tak terlihat berbeda. Ketiga,
tidak ada dialog atau adegan yang menerangkan bahwa Kurt adalah mantan
kekasih Joanna. Namun
yang paling mengesalkan, mengapa seseorang atau karakter utama dalam
film (yang kebetulan wanita pula) selalu berlari ke tempat gelap yang
kemudian malah mengurungnya ketika dikejar orang jahat? Kalau dua saja
dari tiga poin yang mengganggu di atas dibuat logis, maka The Return
berhak mendapat lima bintang.

sumber foto: wikipedia


Blog EntryResensiku di Batam Pos 13 JanuariJan 14, '08 8:21 PM
for everyone
Kali ini yang dimuat adalah resensi buku How to Write and Market A
Novel
terbitan Kolbu. Pada edisi yang sama, Virgin Mary tampil di
rubrik Info Buku. Alhamdulillah:-)


ReviewReviewReviewReviewNanny 911Dec 6, '07 7:50 AM
for everyone
Category:Other
Baru minggu kemarin saya sempat (dan ingat) nonton Nanny 911 di Metro TV.
Pada episode ini, pasangan Sylvie dan John menghadapi kesulitan dengan
empat anak mereka. Putri satu-satunya berumur 7 tahun, sedangkan
ketiga putra mereka berumur kisaran 2-5 tahun. John seorang
videografer freelance yang menganggap diri sibuk sehingga lebih sering
duduk daripada membantu istrinya menangani pekerjaan di rumah. Hal ini
yang dilihat Yvonne, nanny berpengalaman 15 tahun asal Inggris yang
ditugaskan untuk memecahkan masalah mereka. Mungkin latar belakangnya
itu tepat dengan kasus anak-anak John dan Stevie yang kurang mengenal
tatakrama. Mereka sering melawan sang ibu, apa lagi melihat ayah
mereka kurang menghargainya.

Perkawinan Stevie dan John di ujung tanduk, padahal mereka akan
memperingati hari jadi ke-10. Saya pribadi tak bisa membayangkan
ketabahan seorang istri dan ibu yang setiap hari membereskan ruangan
mirip kapal pecah hasil karya anak-anaknya, jeritan di meja makan, dan
masih banyak lagi.

Program ini menarik bukan sekadar dalam penanganan anak-anak, namun
khususnya dalam merekatkan keharmonisan suami-istri. Sepertinya memang
baru terjadi pada John dan Stevie. Semoga saja tidak ada PH Indonesia
yang tergiur menirunya.

ReviewReviewReviewReviewRadioNov 25, '07 11:01 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Drama
Sebenarnya film yang diangkat dari kisah nyata ini tidak murni drama, melainkan bernuansa sport. Alkisah James Kennedy (Cuba Gooding Jr) yang terbelakang mendapat perhatian dan tempat di masyarakat berkat perkenalannya dengan pelatih Jones (Ed Harris). Pemuda yang dipanggil Radio ini (karena begitu gemar mendengarkan radio) bekerja sangat rapi dan teliti sehingga layak menjadi asisten pelatih. Terkadang aktivitas berlatih pun dijadikannya permainan.

Keputusan Jones mengundang kecaman kalangan tertentu yang menyindirnya mendirikan klub sosial, antara lain bankir sekaligus ayah bintang tim football dan basket yang dilatihnya. Si bocah keemasan pun bersiasat untuk menyingkirkan Radio dan membuat orang menganggapnya berbahaya.

Tak ada yang lebih indah dari kepedulian kepada orang lain. Betapa mengharukan dukungan istri dan anak Jones pada hubungan akrab sang pelatih yang begitu menyayangi Radio, karena suatu rasa bersalah di masa kecilnya. Film yang sangat berbobot. Dua jempol untuk Cuba Gooding Jr.

Catatan: nonton di Trans 7 minggu lalu


ReviewReviewReviewReviewMississippi BurningNov 17, '07 10:36 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Mystery & Suspense
Tahu film ini waktu SMP dan masih langganan Majalah Film yang berformat tabloid. Tapi karena belum cukup umur, baru berkesempatan nonton di Pekan Film Oscar Trans 7 minggu lalu.
Film yang diangkat dari kisah nyata kematian tiga pekerja bidang HAM di Mississippi ini sangat bagus. Mengupas isu rasisme, walau bertabur kesadisan. Ada pemuda kulit hitam yang dikebiri, ada agen FBI yang pura-pura balas dendam, ada suami yang menghajar istrinya karena membocorkan perbuatan jahatnya. Tapi duet Willem Dafoe dan Gene Hackman luar biasa.
Acung jempol pada adegan tiruan Klu Klux Klan yang mengejar dan menakut-nakuti sang deputi.


Pages:12345
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help