Rini's posts with tag: teknologi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag teknologi

LinkFree Download AVG 8.0Jun 21, '08 11:40 PM
for everyone
Link: http://fs3.filehippo.com/7749/655f3c80dbaa4751a2b0f9a8a6f1577e/avg_fre...

Perbaharuilah AVG 7.5 Anda, karena updatenya tidak akan tersedia lagi tanggal 25 Juni ini. FYI ukuran file 45 MB

Blog EntryKawan LamaJun 20, '08 4:42 AM
for everyone
Bukan Kawan Lama yang perusahaan apa pula itu, tapi sobat yang sudah lama tak sua di YM.

Seperti biasa, dia masih 'gila'. Kirain udah 'sembuh':p Saat saya bertanya dengan seterus-terang Phillips, "Loe ngerti perangkat infra red nggak?" Dia menjawab, "Doh, ditanya soal IT sama orang IT."

Hwadoh.

Blog EntryJalan Lain ke MultiplyJun 18, '08 6:33 PM
for everyone
Seorang saudara mengontak, katanya tidak bisa mengakses multiply
'terlalu jauh'. Ia bisa login, bisa lihat update reply, tapi anehnya setiap
kali mengklik halaman (misalnya blog) yang dikomentari tadi selalu
error. Padahal tadinya selamat-selamat saja, sewaktu pertama kali
connect.
Untuk telepon CSR, dia males nerangin kasus panjang lebar. Saya juga:p
(kalau mau menduga bahwa pihak provider memblokir MP, tapi masa'
diblokir sebagian aja. Kontennya nggak ada yang 'bahaya' pula).
Begitu diperhatikan, memang ganjil buanget. Lihat PM bisa, cek
invitation juga bisa, tapi buka halaman depan blognya saja tidak. Dan
ini berlaku untuk MP-MP para kontaknya.

Daripada pusing, saya teringat sebuah informasi mengenai mobile
multiply yang pernah dibaca sekilas sekitar tahun lalu. Alhamdulillah,
komputer saudara saya ini diinstall browser Opera selain Firefox.
Masukkan http://multiply.com/m ke web address, tembus deh.

Memang agak repot, karena langsung memunculkan halaman update dari
para kontak. Settingnya tak bisa diubah jadi Mine seperti MP regular
view. Tak apalah. Saudara saya berpikir, itung-itung hemat koneksi.
Nggak liat gambar, nggak liat warna-warni tak masalah. Langsung
bookmark URL di atas.

Yang direply baru juga tak kelihatan. Solusinya, saya sarankan saudara
itu membuka secara regular dulu di Firefox (atau salah satu tab
Operanya). Kemudian buka daftar konten (misalnya blog) melalui MP
Mobile di tab lain, dan klik yang sudah dikomentari tadi. Bila nun
jauh di sana (posting lama), apa boleh buat mesti ngubek
berhalaman-halaman..karena sampai kini saya belum menemukan jalan
pintas untuk itu. Yang reguler buka di warnet saja kapan-kapan.

Kekurangan lain, posting content di browser dengan mode mobile ini
hanya untuk blog. Tanpa menu macam-macam seperti bentuk font, insert
picture, dan tag. Saudara saya memandang praktisnya sih, toh selama
ini ia lebih banyak posting via email. "Biar nggak lupa waktu ngempi,"
katanya.

Kapan-kapan saya ingin tanyakan masalah ini ke MP admin. Tapi bukan
sekarang. Kepala lagi puyeng abis..:(


Blog EntryKaver Buku di PonselJun 17, '08 9:26 PM
for everyone
Kebanyakan wallpaper di ponsel, menurut saya, tidak terlalu
bersahabat. Yang animasi berpotensi besar memboroskan baterai,
sedangkan yang biasa rata-rata berwarna menyilaukan. Dokter mata
menganjurkan saya meminimalisir pemakaian ponsel berwarna, maka selain
menurunkan kontras dan cahaya di LCD, saya biasa menggunakan wallpaper
berwarna adem atau cenderung kelam. Mirip tampilan di desktop
komputer, deh.

Ketika ingin menaruh kaver buku di LCD, tak bisa tidak harus
menayangkan gambar yang terang. Ini spontan saja, karena saya nggak
suka menaruh foto diri di LCD. Lumayan juga sih, bisa promosi kalau
ketemu orang dan membicarakan karya baru. Namun fungsi utama wallpaper
ini (kaver buku Buntu Menulis yang masih dalam proses cetak) adalah
melecut semangat saya biar nggak melempem setiap hari. Untuk
mengembangkan ide, mencoret-coret konsep, mencatat ilham, melanjutkan
tulisan, atau merevisi.

Fotonya buram karena digicam saya terbatas kemampuannya dan rada-rada
disengaja..atas permintaan Mas Agus:)



ReviewReviewReviewReviewMS 200 (CDMA)Jun 17, '08 2:13 AM
for everyone
Category:Computers & Electronics
Product Type: Cell-phones
Manufacturer:  Motorola
Ponsel CDMA Korea ini menarik perhatian saya karena bentuknya
memiliki garis maskulin khas Motorola: serba kotak dan maskulin. Dari
jauh tampak mirip korek api. Baterainya model tempel dan relatif mudah
dilepaskan. Antenanya 'boongan' alias tak bisa ditarik memanjang, tapi
sinyal dengan Flexi di lingkungan saya yang lumayan berangin cukup
mantap dibuatnya.

Fitur menarik lain ialah LCD eksternal, memainkan animasi lucu-lucu
bila flip ditutup. Terdapat kamera yang standar banget, dalam arti
masih kalah oleh Zyrex saya yang pakai baterai chargeran dan 2 MP
doang. Foto-fotonya praktis untuk mejeng saja di dalam, sebab kabel
datanya susah dicari. Kurang bagus di tempat gelap, walaupun ada
flash. Ada pengaturan resolusi dan tambahan frame yang cute.
Untuk display, saya paling suka wallpaper berupa kalender. Selain
beda, animasi hanya memboroskan baterai HP CDMA yang memang cepat
drop.

Tombol menunya ringkih, sehingga harus hati-hati memijitnya. Namun
powernya sensitif, tekan sedikit sudah menyala. Bila terbiasa dengan
Motorola, tidak akan bingung mencari keypad untuk mengkapitalkan huruf
atau menekan spasi. Rada-rada ribet memang, untuk menampilkan simbol
harus tekan options, Ok, lalu pilih satu per satu. SMSnya disertai
huruf Pin Yin, serasa di film Korea banget deh:-)

Asyiknya lagi, ringer MS 200 tak kalah dari HP mahal. Ada suara
burung, kereta api, kokok ayam, serta sejumlah remix musik klasik.
Untuk menjaga keawetan keypad, beralih menu dengan menekan angka
sesuai urutan. Misalnya Bell (Ringtone) pijit 1, Display pijit 2, dst.
Dengan memasukkan entry kontak di memori telepon, kita bisa mengatur
melodi yang berbeda untuk setiap orang atau grup.

Ponsel ini sebenarnya bisa Internet juga. Tapi menunya membingungkan,
entah karena hanya untuk ber-kabel data ria atau memang hanya
dipergunakan mengecek email (U-Mail) yang tentu saja berbau Korea.
Satu hal lagi yang mungkin mengganggu bagi pemakai ponsel pada umumnya
(tapi tidak bagi saya) adalah tiadanya delivery report SMS.


Blog EntryMenoleh 'Dunia Lain'Jun 17, '08 12:45 AM
for everyone
Di samping ngoprek komputer, hobi saya lainnya yang tak terlalu
berkaitan dengan tulis-menulis adalah otak-atik ponsel. Seperti halnya
komputer, saya gagap berurusan dengan hardware. Berani membuka baterai
(jika ponsel hang) atau mengganti simcard pun setelah sebuah ponsel
berumur lebih dari enam bulan di tangan kami.

Saya pernah menekuni hobi ini dengan amat serius.
Siemens M55 saya sampai habis dicincang karena ganti casing
transparan, error phonebooknya (entry hilang semua tanpa sebab), dan
saya mengalami 'kecelakaan' karena salah membidik kamera bawaannya
sehingga blitz mengenai mata. Lumayan tuh, ongkos ke dokter
bolak-balik. Ditambah obat tetesnya yang bikin nangis guling-guling
karena kesakitan.

Sekitar 3 tahun lalu, minat pada bidang ini mereda. Saya mulai keteter
dan kebalap ponakan-ponakan dalam urusan pergigibiruan (bluetooth
maksudnya), infra merah, Java, Symbian, dan seterusnya. Mereka terus
bereksperimen, sampai menginstall software khusus pengusir nyamuk
segala. Bahkan belum lama ini si Tengah memperoleh software Bluetooth
Hack yang dapat mengendalikan ponsel orang lain (dalam jarak dekat)
dan menguras habis pulsanya untuk telepon serta membaca inbox SMSnya.

Saya dan Mas Agus terlanjur menapakkan sebelah kaki di dunia satu ini.
Saat ramai registrasi kartu perdana, saya duduk di depan meja dengan
ponsel berjejer di rumah sepupu. Penghuni rumah ada enam orang dan
masing-masing punya ponsel lebih dari satu. Kebayang deh jereng mata
dan pegelnya meregistrasi satu demi satu, apalagi tiap operator
memiliki format berbeda. Ada yang kasih nomor registrasi, ada yang
tidak. Tapi seneng juga sih, dapat imbalan spaghetti dan JCo..hehehe..

Dalam perjalanan ke Jakarta April lalu, kedua teman Mama spontan
meneriakkan nama saya untuk urusan Combo nomor masing-masing.
Alamak..kesannya kita tahu segala, deh. Udah biasa banget ditelepon
atau SMS saudara, teman atau Mama dengan kalimat, "Hpku anu anu
anu..kenapa ya?"

Makin sulit menjauhkan diri ketika baru-baru ini seorang relasi yang
sudah akrab sekali meminta saya memeriksakan GPRS di PDA-nya. Ia tak
mau tahu saya sudah amnesia dengan oprekan PDA itu, katanya, "Kan dulu
sukses connect juga sama Rini." Pengen menciut jadi miniatur dan
kabur..tapi oke, deh. Otak-atik gatewaynya, berhasil.

Beberapa hari belakangan saya dan Mas Agus dapat pekerjaan berbau
lapangan (halah) untuk tes koneksi Internet dengan beberapa kartu
CDMA untuk keperluan seorang klien. Mondar-mandir ke service dan CSR,
telepon sampai panas, nguping pelanggan lain kalau-kalau masalahnya
sama, kembung deh nyedot AC yang bikin mata perih. Saya sering ngerem
di 'lab' (sok gaya banget:p), membandingkan kecepatan kartu A dan kartu
B. Ponsel dan kabel berserakan. Untuk urusan ini, saya bisa tahan
melek sampai hampir pagi. Lupa waktu, kayak kalau asyik baca dan
nulis. Semua perangkat boleh dibawa pulang karena akan lebih
meyakinkan mengujinya di tempat kami yang mirip gua lantaran susah
sinyal. Lagipula saya nggak akan bisa konsentrasi di tempat lain.
Suara printer aja bisa bikin kesel kalau sedang fokus mendengarkan
pengarahan operator.

Seru juga sih, buat penyegaran dan ngasah otak. Tinggal bagian yang
paling males, bikin laporan. Catatan saya bertebaran, harus
dikumpulkan lagi deh..


Blog EntryMomotaro ke KampusMay 17, '08 8:35 PM
for everyone
Kemarin sore kami turun gunung, sempat terhenti menonton rombongan
Lengser Art yang menyuguhkan kuda renggong di dekat salah satu
komplek. Mereka baru akan berangkat dan sudah mulai menari-nari. Dobel
bonus deh, soalnya kami juga nonton kesenian ini hari Rabu lalu.
Menurut pengalaman semasa KKN dan ngekos dulu, orang Sumedang suka
hajatan hari Rabu.

Langsung menuju warnet Kubus di Jatinangor, sebelah Hotel Citra Papan
yang disebut Mas Agus 'hotel balong'. Enak memang di warnet ini. Lega,
kenceng, dan pelayanannya oke. Pas daftar di resepsionis,
alhamdulillah dapat yang lesehan. Di pojok lagi, bisa nyender ke
tembok.

Kali ini Mas Agus memenuhi permintaan saya: ngelencer ke kampus! Mau
motong lewat Unwim dekat halte Damri, weh..ditutup. Mungkin jalan kaki
sih bisa, tapi kendaraan cuma bisa sampe BNI dan Mandiri. Sebelahnya
ada jalan juga yang lagi dibangun. Eks kebun jagung yang dulu sering
jadi jalan motong dari dekat GOR menuju Damri. Mulailah saling ejek
antar jurusan. "Kelasnya kamu mah mana pernah jalan sini," ledek Mas
Agus. "Nggak ada tuh sejarahnya anak Prancis jalan kaki." Tentu saja
saya nggak mau terima, wong dulu sering mblusuk ke situ meski
deg-degan karena pohonnya serba rapat dan takut salah belok:p

Akhirnya muter deh ke gerbang utama yang dipadati kaki lima itu. Wow,
pohon-pohon yang dulu masih kecil sekarang sudah rimbun sepanjang
jalan. Trotoar jadi teduh semua. Sayang kami nggak bisa masuk Fasa
lantaran sepi dan dijaga satpam (di mana-mana ada portal). Tapi sempat
lihat jalan belakang kantin yang dulu terkenal dengan sebutan Tanjakan
Mesra. Di seberang bunderan, gedung FKU yang pas madep kamar mayatnya.
Dulu sering dipake uji nyali jaman ikutan panitia opspek, gelap geto
loh..

Belok kanan, mengagumi Student Center. Terus ke Fapet, yang sebelahnya
ada Milk Shop dan Kandang Kelinci. Di dekat kebun, tampak beberapa mahasiswa
sedang praktikum dengan bimbingan seorang cowok ganteng yang kami asumsikan
sebagai kakak pembina atawa asisten lab. Terjadilah reka adegan oleh
dua alumni iseng di seberang jalan, di atas motor.

Saya mendubbing ucapan salah satu mahasiswi dalam hati: "Nggak apa-apa
deh, bela-belain Sabtu sore naik ke kampus. Demi kakak pembina yang
keren."
Mas Agus melanjutkan: "Kak, aku jomblo."
Saya: "Aku padamu, Kak. Bagaimana dengan Kakak?"
Sebelum mereka menyadari ulah kami, cabs deh.. melintasi Faperta yang
rindang dan sejuk. Jauuuh deh dengan terakhir kali kami di sini.

Karena nggak direncanakan, saya nggak bawa digicam. Foto ini diambil
di ujung jalan dekat rumah, untuk memperlihatkan betapa cerahnya cuaca
kemarin sore. Kapan-kapan kami akan ke sana lagi pada hari kerja,
nangkring di Kansas alias Kantin Sastra.


Blog EntryHari Pertama NgewarnetMay 15, '08 5:40 AM
for everyone
Kemarin masih 'ngewarnet' informal alias nebeng akses di rumah sepupu. Penuh dengan 'risiko', di ruang kerja dia karena sering dilewatin orang. Anak-anak kalo pulang juga langsung masuk ke situ menuju lorong ruang tengah.
Mau pindah ke kamar tengah? Busyet deh, jejak browsing anak-anak yang terdiri dari game, musik de el el segambreng. Takut keclose jadinya. Ditambah lagi mouse wireless, gapteknya dirikuw.. Di kamar si Sulung? Ribut oleh ABG-ABG yang main PS dengan segala kehebohannya. Halah..
Puas sih, dari beberapa jam itu sudah bisa cek email, chat dengan beberapa sahabat, bantu kakak sepupu ngoprek setting internet PDA-nya yang tak mau konek juga karena salah setting gateway, kemudian makan whities (brownies putih) nyaris setengah piring dan menemani si Tengah nonton film jadul John Travolta di HBO. Seru deh, bisa 'meracuni' dia untuk ikutan ngefans cowok ini..hahahaha..
Abis Maghrib, nyempetin nongkrong berdua di Ujungberung. Aih, serasa makan malam di..manaaa gitu (kayak sering dinner aje). Sampai rumah jam 20.00, nyungsep di kasur!! Walhasil, bangun subuh dengan segar dan penuh stamina untuk menyelesaikan semua kerjaan rumahtangga. Di antaranya nyuci baju sebelum berubah jadi setrikaan tujuh bakul (pinjem istilah Mbak Poppy). Penuh tantangan karena dalam prosesnya 'bertemu' dua ekor cacing yang lumayan panjangnya., kemudian masakan saya agak gosong..sementara Mas Agus berkutat dengan rak buku buatannya sendiri di teras, yang dikomentari para tetangga 'mirip lemari'.
Sore ini, turun gunung lagi deh. Menikmati warnet baru di Jalan Percobaan Cileunyi. Rada lambat memang, tapi mantap deh suasananya...hening banget! Ruang duduknya bak lobi kantoran. Dan di daftar yang tertempel di sebelah monitor, tertera sejumlah larangan di antaranya Dilarang Mengganggu User Lain.
Asyik juga, online sambil mendengarkan suara bus AKAP (Antar Kota Antar Propinsi) yang lalu-lalang. Ide pun tumbuh subur di kepala. Tralala..


Blog EntryKarena Saya Bukan Pecandu..May 14, '08 2:00 AM
for everyone
Semua telah berlangsung secara bertahap. Membatasi download kecuali update anti virus, membatasi chatting dengan install Instant Messenger jadul, mengalihkan ke HP, mengurangi posting di MP (meski awalnya karena 'tuduhan' robot dari MP sendiri), membatasi email belaka...kemudian membuka telinga lebar-lebar pada keluhan Mas Agus perihal seringnya saya online daripada jalan-jalan dengan beliau..

Kemudian bermunculan banyak alasan lain. Maka..
setelah saya berhasil menginjak pedal rem untuk belanja buku, kini saatnya saya diet online. Bukan puasa, yang sekali buka kayak balas dendam dan buntutnya jebol-jebol juga. Disiplin hanya berlaku pada diri saya dengan 'kekerasan'. Demi kesehatan, demi keselamatan perekonomian, demi konsentrasi pada pekerjaan, dan demi-demi yang lainnya (demikianlah).

Terima kasih pada sahabat-sahabatku yang senantiasa mendukung dan mengarahkan pada kebaikan, pada Geng Kompor: Kang Iwok, Nunik, Dedew, Nad..yang telah memberikan semangat, pengertian terhadap prioritas berkeluarga dan contoh baik secara langsung maupun tidak, bahwa kita nggak akan mati meski 'hanya' berselancar di warnet. Paling oke deh masukan dari bapak dan sesama ibu-ibu erte ini.. Doakan ya..

Linkhitam dan putih - Color CodeMay 12, '08 1:27 AM
for everyone
Link: http://r1d0aja.multiply.com/journal/item/44

untuk cari tahu Color Code..warna-warni untuk ditampilkan di blog kita:)

Blog EntryKala Multiply LumpuhApr 10, '08 11:38 PM
for everyone
Alhamdulillah, blokir sudah dilepas. Ada hikmahnya memang, selama MP hanya dapat diterobos lewat jalan belakang dan tak bisa posting apa pun..saya bisa istirahat.

Pasca perhelatan nikah kakak hari minggu lalu, rasanya capeknya tak hilang-hilang. Semua kegiatan (baca: kerjaan) dibekukan sementara. 

 Sempat sih kirim satu naskah ke penerbit, ngacir ke warnet di sela kesibukan tugas panitia. Bikin satu esai, tapi malas nenteng flashdisk karena pernah kesetrum. Banyak alesan ya..

Blog EntryProses Kelahiran Buku Tips Nyaman Berponsel RiaMar 20, '08 3:58 AM
for everyone
Seorang gadis remaja yang sedang mengendarai motor tertabrak sebuah mobil. Disinyalir pengemudi mobil tersebut tengah membaca SMS dan tidak melihat adanya si gadis di depan.
Korban kecelakaan tersebut adalah keponakan saya.

Banyak peristiwa mengenaskan terjadi sehubungan dengan penggunaan ponsel yang tidak pada tempatnya. Salah satunya, yang pernah saya saksikan, adalah penjambretan ponsel tatkala si empunya berhaha-hihi sambil teleponan di pinggir jalan. Itulah sekelumit sisi 'seram' dalam dunia selular yang mengasyikkan, saat saya sedang getol-getolnya mengikuti tren (dengan penyesuaian kantong yang rada-rada maksa). Ponsel 'canggih' saya terakhir, Siemens M55 sampai teler karena saya jadikan barang percobaan. Tes kecepatan GPRS, ulik-ulik ringtone, dan entah berapa kali ganti casing.

Tahun 2005 adalah puncak 'kegilaan' tersebut. Nongkrong di warnet subuh dan tengah malam, aktif di forumponsel, berbalas posting di milis ponsel, belum lagi dana mengalir untuk sejumlah bacaan yang relevan. Puas memang berbagi ilmu, bahkan jadi rujukan harga pasar setiap kali saudara dan keponakan hendak membeli ponsel baru. Pernah juga jadi tukang reparasi amatiran, mulai dari ngeset koneksi GPRS sampai mencarikan PUK operator tertentu.

Hobi yang lumayan bikin kantong bolong (meski cukup bermanfaat) itu disalurkan dalam sebuah naskah. Jalannya terjal dan berliku. Ditolak sebuah penerbit, kemudian saya ajukan ke penerbit lain dan tiada kabar selama 9 bulan. Setelah berhasil mengontak pihak redaksinya untuk menarik naskah itu, ia meminta dikirim ulang dan membacanya dalam 5 hari. Hasilnya menggembirakan, tetapi memang belum jodoh rupanya..banyak kendala, termasuk kesulitan finansial, yang menyebabkan naskah ini mengendap selama setahun lebih.

Dengan komunikasi intensif, editornya berbaik hati menyerahkan kembali sang naskah tanpa menuntut penggantian apa pun meski sudah disetting dan dibuatkan cover. Apa yang terjadi benar-benar di luar kekuasaan kami semua. Saya baru saja berbincang-bincang dengan manajer redaksi Akar Media dan beliau berkenan meninjau naskah tersebut. Tanpa menunggu lagi, saya kirimkan langsung ke emailnya. Revisi telah dilakukan pada beberapa bagian agar tetap up to date, misalnya membahas CDMA dan Ring Back Tone. Juga sedikit menyenggol 3G. Yang penting, suguhan buku ini diperuntukkan semua kalangan. Tidak teknis, malah sangat umum. Saya menyisipkan masalah privacy dalam penggunaan ponsel, hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pengemudi, dan persoalan yang kerap dikeluhkan seperti layanan pascabayar, etika ponsel dalam berbisnis, borosnya pulsa karena SMS dan membawa ponsel ke tempat service.

Hanya dalam hitungan hari, Akar Media menyatakan acc. Ketika saya menanyakan, naskah sedang disetting. Saya berlega hati karena judulnya yang dulu standar banget telah diubah sesuai harapan. Singkatnya waktu menyebabkan profil tak sempat direvisi, begitu pula ucapan terima kasih dan contoh-contoh ponsel yang disebut dalam beberapa kasus. Namun seperti kata Mas Agus, "Biarin aja ponselnya jadul, kan di sub judulnya nggak bikin kantong kempes."






Blog EntrySebuah Spam di FolderkuMar 12, '08 7:41 PM
for everyone
Pagi ini, mumpung koneksi lancar, saya bersih-bersih account email
melalui web. Ingin cek folder Trash-nya karena saking rapatnya
sang filter, terkadang email dari teman yang isinya bukan spam pun
digolongkan Junk dan langsung masuk kotak.

Di baris pertama yang tampil, sebuah email membuat saya ngakak. Nama
pengirimnya tak dikenal. Subject berbunyi: ARE YOU DEAD OR ALIVE?
(pakai huruf kapital, kayaknya isinya juga begitu). Kalo nggak sayang
waktu dan pulsa, ingin rasanya menjawab: I'M HALF-DEAD AND GONNA
HAUNT YOU. WATCH YOUR BACK.

sumber foto: sxc.hu


Blog EntryCtrl+H dan Auto CorrectFeb 27, '08 9:42 PM
for everyone
Word, sebagai salah satu aplikasi yang paling sering kami gunakan,
memiliki wilayah menu lumayan banyak. Salah dua di antaranya adalah
perintah Replace All (Ctrl+H) dan Auto Correct.

Kami sama-sama pernah dipusingkan oleh ulah seseorang yang mencoba
potong kompas dengan main Replace All. Kebayang jika dia mengganti
semua 'maka' dengan 'jadi' begitu saja, padahal dalam naskah tersebut
ada pula 'maka' yang tidak berdiri sendiri. Misalnya 'makan' menjadi
'jadin' dan 'memakan' jadi 'mejadin'. Menggunakan Ctrl+H harus sangat
hati-hati. Lebih baik si 'maka' itu di Find Next satu per satu
kemudian di'Replace' bila kata yang bersangkutan memang perlu diubah.
Repot sih jelas, tapi daripada bikin kekacauan. Saya merasakan manfaat
kerepotan ini tatkala terdapat kesalahan ketik, contohnya beberapa
kata 'maka' saya tik 'mka'. Nggak mungkin di-replace all, jika ada
kata 'Perumka' misalnya. Bisa-bisa ikut berubah.

Auto Correct sangat membantu ketika saya harus mengetik suatu kata
berkali-kali, biasanya peristilahan yang ejaannya lumayan sulit
semisal 'resilience' dalam naskah terjemahan psikologi atau nama
tempat dan nama tokoh yang panjang. Ribetnya kala menghadapi nama yang
rada-rada mirip, contohnya Nyonya Robin disingkat 'nyr'. Ternyata ada
'Nyonya Rino'. Bila 'Nyonya Rino' tidak disingkat 'nyrn', 'Nyonya
Robin' yang diubah singkatannya menjadi 'nyrb'. Seringkali singkatan
yang melebihi tiga huruf sukar diingat, jadi bolak-balik buka catatan.

Naskah selesai, pekerjaan sudah berganti, terkadang masalah masih
muncul gara-gara si Auto Correct ini karena saya jarang ingat
(tepatnya: males) menghapus semua singkatan yang digunakan dalam
pekerjaan terdahulu. Tetapi yang masih bikin jengkel sampai sekarang,
dan ini bukan perbuatan saya, ialah kata 'cuma'. Kenapa sih selalu
jadi 'Cuma' secara otomatis?

foto: sxc.hu



Blog EntryJatuh Cintaku Pada KomputerFeb 27, '08 9:41 PM
for everyone
Mulanya sewaktu saya masih SMA. Nggak inget sama sekali tipe dan merk
komputer pertama itu, yang jelas kami menyebutnya si jangkrik. Repot
makenya. Masih pake DOS, nyalain dengan disket segede alaihim.

Ketika komputer yang lebih baik datang, adik saya tergila-gila ke
pameran. Bawa brosur inilah, nanya program itulah. Saya sempat masuk
rumah sakit karena keasyikan ngoprek software gambar (baru bisa Paint)
dan WordArt, ditambah Mp3-an sampai malam untuk menemani ngerjain
tugas. Yang paling konyol, urusan dengan printer dot matrix. Saya
pernah ngirim naskah ke majalah pake continuous form dan fontnya
segede semut:p Pernah bolak-balik ke service lantaran nyangka ada
kerusakan, padahal hanya karena font yang dipilih bukan True Type!
Nggak terhitung oleh-oleh virus yang diperoleh dari disket.

Saya mulai ketularan otak-atik software setelah bisa nginstall
sendiri. Itupun sudah komputer yang kesekian. Pernah dijual ke
pedagang, nggak tahunya sama sekali nggak nyala waktu dites:p Ditawar
deh, meskipun harganya masih masuk akal. Bahkan relatif tinggi untuk
komputer jadul kalo dilego sekarang.

Paling semanget nungguin antaran perangkat komputer yang dipilih
bareg di pameran. Makanya kecewa banget pas melek sampe jam sepuluh
malem, nggak tahunya pihak toko bilang bahwa mereka balik lagi karena
di jalan menuju rumah terhalang hajatan besar. Jalur ditutup.

Saat berlangganan ISP dial-up pertama kalinya 8 tahun lalu, adik saya
masih getol setup semuanya sendiri. Karena penasaran, dia ulangi
langkah-langkahnya sementara saya udah nyerah dan tidur. Setelah itu,
saya ngebalap dia dalam hobi satu ini. Dimulai dengan email, chatting
MIRC, dan update antivirus. Pernah mengganggu seorang sahabat untuk
mendetect modem yang mendadak trouble melalui telepon..ke HPnya.

Urusan komputer, saya paling males baca buku. Pernah kursus beberapa
aplikasi dasar untuk ngisi waktu dan hasilnya nihil..selain
dikomentarin guru, "Kamu ngetiknya kayak setan." Saya lebih suka
praktek dan kalau bingung, tanya teman atau baca manual book.
Kadang-kadang tanya di milis atau googling mencari pemecahan suatu
kasus.

Sekitar tahun 2002, saya baru berani format harddisk sendiri. Sukses,
dengan kecerobohan fatal..semua data penting milik Mas Agus raib.
Lucunya, setup Windows malah baru berani tahun-tahun kemarin.
Pasalnya, komputer yang disetup saat itu milik sodara. Makan waktunya
lumayan, namun kami sama-sama belajar dan mengerti bahwa selama proses
nggak boleh asal enter atau pilih 'Yes'.

Kesengsem komputer dan Internet bikin saya melirik hobi yang terkait:
ngoprek ponsel. Pernah kemakan trend (meski tak pernah sampai beli PDA
yang jutaan, pokoknya angka satu juta aja udah bikin melotot deh)
hingga tahun 2005. Ikutin berita dari milis, forum dan tabloid. Sempat
dijadikan rujukan harga oleh sodara-sodara yang mau beli
ponsel. Nyobain GPRS, nyicipin koneksi gratis sebuah operator dan
menjelajahi menu beberapa merk.

Komputer juga mewarnai hubungan saya dengan Mas Agus. Dia cenderung
menaruh minat pada hardware, sedangkan saya di software. Dia terbiasa
dengan keyboard untuk bekerja, sementara saya kelimpungan kalo nggak
ketemu mouse.

Sekarang sih udah keteteran dalam soal komputer dan ponsel. Meski
kadang-kadang masih diskusi dengan para keponakan, mereka jauh lebih
jago masalah bluetooth, irda, dan aneka pernak-pernik lain. Saya nggak
pernah nyolok ponsel ke komputer dan menikmati kedamaian 'one by one'
dengan Mas Agus di rumah (maksudnya dia di PC, saya di laptop).
Biarlah saya jadi orang jadul yang parno, yang penting sesuai dengan
kebutuhan dan keselamatan..kantong:p

sumber foto: sxc.hu





Blog EntryLomba Blog Balai Bahasa BandungJan 24, '08 9:23 PM
for everyone
sumber: milis FLP

Balai Bahasa Bandung akan menyelenggarakan Kompetisi Blog pada tahun
2008 untuk memperingati 80 tahun Sumpah Pemuda, 100 tahun Kebangkitan
Nasional, dan Tahun Bahasa. Tema : Kebahasaan dan Kesastraan Peserta :
Umum Waktu : 1 Januari -- 20 September 2008 Informasi lebih lanjut
hubungi Balai Bahasa Bandung

Kompetisi Blog PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Admin
Friday, 04 January 2008

LOMBA BLOG

KEBAHASAAN DAN KESASTRAAN INDONESIA

BALAI BAHASA BANDUNG 2008



1. Penjelasan tentang Lomba

1. • Lomba ini berkenaan dengan blog yang sepenuhnya tentang bahasa
dan sastra Indonesia.

1. • Tema blog adalah "Menuju bahasa dan sastra Indonesia yang
mencerdaskan dan meninggikan kemanusiaan"

1. • Lomba bertujuan untuk menyumbangkan gagasan untuk pengembangan
dan pembinaan bahasa dan sastra Indonesia.

1. • Lomba ini mengajak para penggubah blog (blogger) untuk
menuangkan aspirasi, gagasan, dan pengetahuan tentang bahasa dan
sastra Indonesia melalui media blog.

2. Ketentuan Lomba

1. • Lomba ini terbuka bagi siapa saja. Jumlah, latar belakang
usia, pendidikan, dan kewarganegaraan, serta domisili peserta tidak
dibatasi. Namun, berkenaan dengan hadiah uang yang disediakan oleh
panitia, pajak dan biaya transfer/pengiriman ditanggung oleh peserta
pemenang.

1. • Kompetisi blog ini akan berlangsung sejak 1 Januari – 20
September 2008.

1. • Pemutakhiran (updating) dilakukan dengan pemajangan (posting)
artikel.

1. • Penggubah blog dapat berinteraksi dengan pembaca dan
mengembangkan diskusi tentang isu kebahasaan dan kesastraan Indonesia.
Interaksi dan diskusi itu dapat dianggap sebagai pemutakhiran.

1. • Peserta bebas berkreasi untuk mengembangkan tema lomba sejauh
tidak dimaksudkan untuk menyerang pribadi, mengeksploitasi pornografi,
atau memicu konflik SARA..

1. • Foto atau bentuk grafis lain dapat digunakan untuk menunjang
isi ataupun tampilan blog sejauh tidak bersifat mempromosikan produk
atau jasa secara komersial. Penggunaan foto atau gambar tidak boleh
melanggar hak cipta (copy rights).

1. • Penyelenggara berhak menganulir materi blog yang tidak sesuai
dengan tema atau mengarah ke pornografi atau konflik SARA (suku,
agama, ras, dan antargolongan)

1. • Materi yang diikutsertakan pada kompetisi blog ini (artikel
ataupun foto/gambar) akan menjadi hak milik Balai Bahasa Bandung.
Materi terpilih akan menjadi salah satu artikel yang akan mengisi
Laman balaibahasabandung.web.id.

1. • Keputusan tentang pemenang adalah hak prerogatif Balai Bahasa
Bandung dan tidak dapat diganggu-gugat.

3. Syarat Lomba

1. • Isi blog dibatasi hanya pada masalah kebahasaan dan/atau
kesastraan Indonesia.

1. • Pembahasan boleh difokuskan hanya pada aspek tertentu dari
bahasa dan sastra Indonesia.

1. • Isi blog terutama memuat gagasan penggubah blog, yang dapat
berupa pengembangan tanggapan pembaca.

1. • Setelah melewati proses registrasi, peserta harus
memutakhirkan (meng-up date) blognya secara berkala dengan pemajangan
artikel ataupun diskusi/interaksi dengan pembaca.

1. • Pemutakhiran blog dilakukan sampai dengan tenggat waktu yang
telah ditetapkan oleh penyelenggara kompetisi.

1. • Memasang button secara permanen pada blog yang
didaftarkan. Button dapat dipasang di header, di sidebar, atau di
footer; tetapi bukan sebagai bagian dari posting. Button juga
seharusnya ditampilkan di setiap halaman posting dan page yang relevan.


informasi dapat dilihat di : balaibahasabandung.web.id


4. Dasar Penilaian

1. • Originalitas gagasan penggubah blog

1. • Nilai ilmiah gagasan penggubah blog

1. • Kreativitas penggarapan materi yang sesuai dengan tema dan
tujuan lomba

1. • Popularitas blog, yang ditunjukkan dengan banyaknya tanggapan

5. Juri:

1. • Pakar Bahasa dan Sastra

1. • Pakar IT



6. Hadiah

Hadiah yang akan diterima pemenang kompetisi blog adalah (sebagai
berikut.):
Juara1 : Rp5.000.000

Juara II : Rp4.000.000

Juara III : Rp3.000.000

* Pengumuman pemenang kompetisi blog ini akan dilakukan pada
tanggal 28 Oktober 2008.

Catatan:
Selama masa kompetisi, penyelenggara tidak melayani pertanyaan tentang
hal lain kecuali tentang masalah teknis ke pos-el (e-mail):
admin@balaibahasabandung.web.id.




Artikel yang dimuat di tabloid PC Plus, Februari 2001 ini adalah hasil
stres. Saya dan seorang sahabat sedang sama-sama dilanda kekalutan
pada suatu hari, saya memikirkan skripsi yang tak kunjung selesai
sedangkan sahabat dengan lamaran dan tes-tes perekrutan yang tidak
berkelanjutan.

Kami menghabiskan hari itu dengan jalan-jalan, bahkan tur keliling
warnet di Bandung. Tidak seluruh Bandung sih, tapi hampir semua warnet
yang berjejer di ruas jalan Buahbatu kami datangi. Mulai dari bilik
kecil di ujung sebuah ruko (yang tarifnya tiga ribu per jam), ruangan
luas dan nyaman dengan interior ala kafe, warnet penuh anak sekolah
yang temaram kayak lampu disko, sampai tempat besar yang lapang dan
lesehan sampai-sampai anak SD pun berlarian di dalamnya. Kami juga
menyambangi warnet di belakang kantor pos. Leletnya minta ampun, nggak
ada satu situs pun kebuka. Kemudian singgah di daerah Dago,
berseberangan dengan tempat main games online yang lagi ngetren waktu
itu. Bener-bener ngabisin uang untuk coba koneksi di sana-sini. Nggak
inget pula apa aja yang diakses, pokoknya bukan buka email atau
chatting.

Apa yang saya temui dari jalan-jalan itu dituangkan dalam artikel ini
dan dikirimkan ke PC Plus. Nggak nyangka dimuat juga, bahkan ada
pembaca yang menghubungi saya dan menduga saya punya warnet:p


Blog EntryFeature: Tiada Teknologi yang SempurnaJan 12, '08 7:03 AM
for everyone
Dimuat di SDA Indonesia, Agustus 2007

Seorang wanita mengeluhkan layanan operator CDMA yang baru digunakannya selama sebulan. SMS sering terlambat sampai, bahkan kadang-kadang tidak masuk ke inboxnya sama sekali. Akibatnya, ia diprotes oleh para kenalan dan kerabat. Keberadaan ponsel yang seharusnya memudahkan komunikasi ternyata malah menciptakan persoalan baru. Untuk apa punya ponsel apabila tidak dapat dihubungi?

Sebenarnya layanan yang digunakan wanita ini cocok dengan profesinya sebagai ibu rumahtangga, terutama dari segi tarif. Akan tetapi di samping trouble di atas, keterbatasan penggunaan CDMA di wilayah tertentu juga dipandang sebagai kelemahan. Fitur pendukung supaya nomor tersebut tetap dapat dipakai di luar kota masih dianggap merepotkan sebab ia harus memberitahukan nomor baru tersebut kepada kontak-kontaknya.

Idealnya, konsumen adalah raja. Tetapi tak dapat dipungkiri bahwa slogan itu sulit direalisasikan di negeri ini. Maka kita harus pintar-pintar memilih produk atau jasa teknologi yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi.

Kita sering enggan meminta informasi secara terperinci kepada penyedia layanan ketika tengah mempertimbangkan membeli atau berlangganan suatu produk. Selain sempitnya waktu (apalagi bila berada di counter yang ramai pengunjung), kadang-kadang perilaku petugas yang berada di garda depan tidak memungkinkan untuk bertanya A sampai Z. Memang tidak semua staf penjualan seperti itu. Saya pernah menjumpai seorang pedagang yang terlihat menguasai benar produk di tokonya. Bahkan tanpa diminta, ia menawarkan layanan purna jual dengan kalimat khas, “Kalau ada apa-apa, datang saja ke sini.” Lebih lanjut, ia menyatakan kesediaan untuk memberi keterangan kepada siapa pun yang berkunjung ke toko tersebut asalkan mau bertanya. Wajar saja karena jika penjaga outlet sudah membeberkan kekurangan suatu produk sejak awal, tentu akan berdampak negatif pada penjualan barang-barangnya.

Kesalahan paling umum masyarakat Indonesia adalah terpukau pada iklan. Kita tak dapat sepenuhnya meminta pertanggungjawaban produsen atau pihak pembuat promosi yang merumuskan kalimat penarik hati secara bombastis. Rasanya belum pernah terjadi seorang staf Customer Service membeberkan kekurangan jasa dan produk yang ditawarkan kepada konsumen, baik sebelum yang bersangkutan ini berlangganan maupun sudah.

Salah satu langkah efektif ialah tidak terburu nafsu. Jangan terpancing oleh informasi pengurangan tarif yang didengungkan berkali-kali, apalagi dalam iklan berdurasi singkat. Alihkan perhatian dari angka atau huruf berukuran besar di layar televisi atau halaman media cetak, kemudian cari keterangan tambahan yang biasanya kecil-kecil. Sejumlah promosi menyertakan tanda bintang di akhir kalimat, umumnya berbunyi “Syarat dan Ketentuan Berlaku”. Pastikan mengetahui apa yang dimaksud syarat dan ketentuan ini lebih mendetil. Barangkali kita harus menggunakan suatu merk atau tipe ponsel, mengaktifkan layanan GPRS, atau mengisi pulsa dalam jumlah minimal yang ditetapkan untuk memperoleh bonus.

Pendekatan kepada penjual di outlet-outlet biasanya bermanfaat, apalagi bila kita sudah berlangganan. Walaupun mengusung semangat dagang, penjual bersedia memberikan sedikit bocoran sejauh tidak terlampau merugikan kedua belah pihak (terutama pengecer dan produsen). Belum lama ini seorang pemilik outlet menginformasikan kepada saya bahwa wilayah kediaman kami belum terjangkau sinyal sebuah operator baru yang tengah naik daun. Keterangan tersebut sangat berguna meskipun mengungkap fakta yang aneh tapi nyata. Mengapa kartu perdana operator itu dijual di kawasan yang belum tercakup dalam jaringan?

Yang terpenting, kita harus menyadari bahwa teknologi adalah buatan manusia. Kita tak mungkin mengharapkan kesempurnaan. Bayangkan biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh layanan seluler berkualitas nomor satu dengan sinyal stabil, suara bening, tarif murah, akses internet handal, dan aneka fasilitas lainnya.

Produk yang ada di pasaran sekarang ini saling melengkapi. Jika kantong tidak gembur sehingga memiliki lebih dari satu nomor (dengan operator berlainan) atau lebih dari satu ponsel justru mengganggu anggaran, pastikan pilihan kita sudah tepat. Setiap layanan menawarkan kelebihan masing-masing berikut kekurangan yang perlu dicermati dan dimaklumi.

Kebutuhan manusia terus berkembang, termasuk dalam komunikasi. Kalau dulu kita mementingkan tarif hemat, bisa jadi sekarang layanan akses internet merupakan prioritas kebutuhan. Begitu pula sebaliknya. Sah-sah saja bila keputusan kita berubah di lain kesempatan.


Blog Entry Mempromosikan Buku di Dunia MayaJan 7, '08 8:34 PM
for everyone
1. Kumpulkan cover buku karya kita (jika lebih dari satu) dalam satu
album. Pastikan bahwa album tersebut 'strategis' dan mudah diakses
oleh pengunjung blog. Misalnya di album Multiply, dapat diatur agar
album muncul di halaman utama.

2. Bila mempunyai account friendster, update selalu foto di dalamnya
dengan cover buku karangan kita. Hal ini juga berlaku untuk artikel
atau karya fiksi yang dimuat di media cetak.

3. Jadikan cover buku sebagai headshot Multiply atau foto utama dalam
profil friendster.

4. Pastikan komputer yang kita gunakan bebas dari virus apabila
memasang signature email yang mencantumkan judul karya. Saya pernah
diserang virus ganas (namanya KAK worm) yang memakan habis seluruh
data di komputer ketika menggunakan signature email beberapa tahun
lalu.

5. Suntinglah signature email apabila daftar karya kita sudah cukup
banyak. Cantumkan judul buku terbaru saja atau link ke blog yang
memajang seluruh karya kita.

6. Hindari hard marketing dan tindakan-tindakan yang tidak
menyenangkan seperti crossposting ke sejumlah milis mengenai penerbitan
buku baru kita, apa lagi jika penerbit yang bersangkutan telah mengabarkannya lebih
dahulu. Dunia maya amat sempit. Satu orang dapat berlangganan beberapa
milis sekaligus, dan tentu akan menjengkelkan melihat posting
informasi yang sama di milis-milis tersebut pada waktu bersamaan.
Lebih-lebih jika komposisi teksnya sekadar copy-paste, tidak berbeda
sehuruf pun.

7. Posting dengan elegan. Jangan sampai pembaca/anggota milis
merasa diteriaki untuk membeli. Menurut saya, kalimat promosi paling
'ramah konsumen' adalah yang ditata dengan bahasa setengah resmi atau
resmi sekalian. Usahakan posting tidak terlalu panjang dan kelewat
menggebu-gebu sehingga memadamkan minat pembacanya.

8. Ucapkan terima kasih setiap kali seorang member milis/pengunjung
blog menyatakan minatnya untuk membaca buku kita. Jangan kesal apabila
ia membaca buku pinjaman teman, keluarga, atau bahkan di
perpustakaan/rental buku. Hargai kesediaannya meluangkan waktu
mengapresiasi apa yang telah kita tuliskan.

9. Sesekali googling dengan keyword judul buku kita. Apabila menemukan
resensi, sapalah penulisnya dan sampaikan keinginan kita untuk
mencantumkan link resensi tersebut dalam blog.

10. Proses kreatif senantiasa menarik untuk disimak, seperti halnya
behind the scene sebuah film. Ceritakan tahap-tahap penggarapan buku,
darimana ide awalnya kita peroleh, langkah pemilihan judul, bahkan
sampai penggodokan di penerbit.

11. Beritakan dalam blog mengenai diskon dari toko buku online,
misalnya, atau diskon di toko-toko tertentu. Tidak ada salahnya
menginformasikan rak tempat buku kita berada di sebuah toko buku,
karena tidak jarang peletakan buku tidak sesuai kategori sehingga
menyulitkan calon pembeli.

Mudah-mudahan tip ini bermanfaat.


Pages:1234
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help