Rini's posts with tag: terjemahan
| Category: | Books | | Price: | Rp 65.000,00 |
Mohon diabaikan tanda For Sale itu. Saya memposting sebagai kabar promosi.
Naskah ini dikerjakan berdua dengan Mbak Ary Nilandari sekitar 3 tahun lalu, saya sebagai co-translatornya. Diterbitkan oleh Arkan. Dilengkapi ilustrasi foto, kertas glossy, dan hardcover. Click a thumbnail to enlarge:
Minggu lalu saya menerima paket dari Rani. Salah satunya buku Keajaiban Al Quran (Harun Yahya), hasil terjemahan duet dengan Mbak Ai dan diterbitkan Arkan (grup Sygma). Sudah lupa karena hampir 4 tahun sejak dikerjakan bareng. Senang deh menimang buku hard cover bertaburan foto ini. Tapi belum sempat membaca ulang. Pengen nyari file terjemahannya dulu, untuk melihat sejauh mana disesuaikan oleh editor. Rani membuat saya makin bahagia hari itu (saya inget banget, Jumat) dengan dua buku barunya. Kisah 25 Nabi yang berilustrasi warna-warni. Membukanya hati-hati sekali. Hatur nuhun, Ran. 
Kemarin adik saya telepon, ada paket dari Mizan katanya. Novel King Sulaiman yang dua hari lalu saya timang-timang di Togamas (lirik Kang Iwok). Senangnyaaa..jadi endorser, hehehe.
 Kami baru saja selesai brunch ketika terdengar suara motor memasuki halaman. "Kiriman, kali," kata saya pada Mas Agus, yang menyongsong Pak Pos dengan handuk membelit kepala. Petugasnya tinggi besar, lain dengan yang biasa datang kemari. Walah..ternyata bapak ini dari kantor Pos Asia Afrika berhubung paketnya ekspres. Bukan dari Cileunyi yang sudah saya hafal suaranya:)
Tak sabar membuka kemasannya, eng ing eng..La Tahzan dari Nopi:-). Tepat sesuai kebutuhan saya. Sempat saya bacakan beberapa bait syair di dalamnya dan Mas Agus berkomentar, "Terjemahannya bagus banget, tuh."
Makasih ya, Nop..semoga Nopi selalu diberkahiNya dalam setiap tarikan nafasmu. Amin. 
 Baru-baru ini saya merevisi terjemahan cerita anak berdasarkan hasil koreksi naskah asli dari editor penerbitannya. Memang ada beberapa catatan yang saya sampaikan ketika mengirimkan terjemahan pertama kalinya.
Merujuk koreksian editor itu, saya mencek kembali kalau-kalau terjemahan tempo hari perlu disesuaikan. Untuk itu, saya berkomunikasi dengan penulis naskahnya. Ini kesempatan yang jarang sekali. Alhamdulillah saya mengenal cukup baik penulis cerita yang saya terjemahkan itu sehingga bertanya-tanya pun lebih mudah.
Misalnya ketika tokoh dalam sebuah cerpen diubah menjadi anak laki-laki. Saya mendapati kalimat yang janggal, anak tersebut mengipas-ngipaskan tangan karena kepanasan. Lewat telepon, saya berkata pada sang penulis, "Kayaknya anak cowok nggak pernah kipas-kipas deh." Ia tertawa dan langsung mengubahnya menjadi 'mengelap keringatnya'.
Tidak semua penulis dapat dihubungi, tetapi perubahan yang dilakukan editor relatif tidak banyak. Cerpen saya sendiri mengalami penyederhanaan kata pada suatu paragraf. Satu lagi ilmu baru.
sumber foto: sxc.hu 
 'Salah satu komoditas zaman sekarang yang paling berharga adalah waktu. Sebanyak apa pun peralatan canggih yang kita beli, buku yang kita beli, atau kursus yang kita ikuti, tidak ada solusi kilat untuk kesibukan.' (halaman 20) 
 Diurutkan berdasarkan daya ingat belaka, bukan kualitas alih bahasanya.
1. Stardust (Neil Gaiman). Novel pertama yang 'mengajak' saya membaca fantasi.
2. Century (Sarah Singleton). Pas sehingga kehadiran nuansa horor menjelma dalam tiap halamannya.
3. Putri Sirkus dan Lelaki Penjual Dongeng (Jostein Gaarder). Tanpa penerjemah yang berbobot, mustahil karya elok ini dapat disimak dengan nikmat.
4. The Highest Tide (Jim Lynch). Satu kata saja: keren.
5. The Expected One (Kathleen McGowan). Hasilnya mempesona.
6. Novel-novel Sidney Sheldon. Penerjemahnya turut berjasa memperkokoh kedudukan karya Mr. Sheldon di hati saya.
7. Novel-novel Sophie Kinsella, khususnya Can You Keep A Secret? Renyah dan mengalir.
8. Does My Head Look Big In This? (Randa Abdel Fattah). Kontribusi penerjemah membuahkan novel remaja yang menawan.
9. Serial Anastasia Krupnik (Lois Lowry). Kesan yang ditinggalkan luar biasa.
10. Samurai, Jembatan Musim Gugur (Takashi Matsuoka). Penghayatannya 'dapet'.
11. What's Your Story? (Marion Dane Bauer). Penerjemahan yang menyatu dengan gaya tutur penulisnya.
12. Misteri Burung Merah (Sharon Creech). Bikin saya pengen baca karya Creech yang lain.
13. Momo (Michael Ende). Dengan segala hormat pada Pak Hendarto Setiadi.
14. Penokohan dan Sudut Pandang (Orson Scott Card). Membuat buku sarat ilmu ini sedap dibaca.
15. Harga Sebuah Impian alias Chicken Soup for the Writer's Soul. Te o pe, deh:-)
sumber foto: http://danielcmahendra.wordpress.com 
 | Category: | Books | | Genre: | Other | | Author: | Celia Warren |
SMS dari Nunik Utami pagi ini: 'Ya ampun, bukunya enaak bgt! Cakeeeep bgt! Seneng bgt bs jd penerjemah buku keren begini.' http://nunikutami.multiply.com
 "Ceritakan padaku sebuah kisah!" adalah harapan lazim setiap pembaca. "Bikin aku peduli, senang, takut..." dan malanglah penulis yang tidak mengerti pesan itu.' (halaman 13)
'Penulis yang mengabaikan pengharapan pembaca akan merugikan diri sendiri, dan pembaca yang mengabaikan kecakapan teknis penulisanya tidak akan menemukan signifikansi cerita yang dibacanya. Hargai pembacamu! Mungkin inilah perintah yang tepat untuk semua penulis... Namun, para pembaca juga harus didesak: Hargai penulismu! Kemitraan, itu intinya.' (halaman 14) 
 'Hari semua orang memiliki jumlah jam yang sama. Jika kamu ingin mengerjakan sebuah tugas istimewa, seperti mengarang cerita, kamu harus meluangkan waktu khusus untuk itu. Dan meluangkan waktu biasanya berarti kamu harus mengambilnya dari bagian kehidupanmu yang lain. Mematikan televisi. Berlatih menulis tiga puluh menit sehari sebagai ganti main Marimba. Mengatur menyelesaikan PR dan ritual waktu tidur secara lebih efisien. Sebuah cerita bukan sebuah berkah yang diberikan saat kamu sedang memikirkan hal lain. Ia adalah sebuah proyek yang harus kamu garap secara cermat dan hati-hati.' (halaman 19-20) 
 Di tengah persiapan ngunduh mantu, saya dan Mas Agus mencuri waktu ke toko buku. Pilihan jatuh ke Togamas, karena untuk ke BBC Surapati terlalu jauh. Langit sudah gelap.
Begitu tiba di pintu kasir, saya sudah terpikat pada pengumuman BAYAR SETENGAH HARGA. Belok kanan, aha..! Beberapa buku terbitan Mizan, termasuk dua judul yang sudah lama saya cari (dan dengan sabar saya nantikan diskonnya:p)
Dapatlah tiga buku ini untuk dibawa pulang, dengan harga 37500 saja. Mas Agus sampai acung dua jempol karena kagumnya atas kesuksesan saya menginjak rem kuat-kuat untuk tidak menuruti nafsu belanja dan membeli yang benar-benar diperlukan.

 Kemarin bolos seharian, hitung-hitung penyegaran. Tidur tengah malam, bangun jam 5 pagi dengar suara alarm karena Mas Agus mesti meluncur pagi-pagi sekali. Lalu duduk manis di depan laptop.
Syukur alhamdulillah, seluruh terjemahan dan PR menulis cerita anak pun kelar jam sembilan. Langsung kirim ke email editor tercinta.
Cucian numpuk, tapi masih ngantuk nih. Tidur dulu ah..
sumber foto: unknown 
  Menjenguk materi ini mengingatkan saya pada para keponakan, yang kerap mengeluh jika mengerjakan tugas sekolah berupa makalah, pidato atau laporan buku. Dengan tekad memenuhi kebutuhan mereka, saya berusaha menerjemahkan sebaik mungkin. Buku karya Anne Faundez ini paling saya senangi karena topiknya menyangkut penulisan non fiksi. Bukan berarti menerjemahkannya menjadi mudah seratus persen. Saya mengotak-atik Dangerzone menjadi ZonaRawan, Jones' Journey Jeopardy menjadi Jebakan Jalan untuk Joni agar aliterasinya utuh, dan ' wd like 2 c my band m'bers agn menjadi inginbtm anggota2 band sy lg. Cukup leluasa. Editor kebanyakan melakukan sentuhan pada pemilihan nama-nama. Misalnya Elsa Lidya menjadi Elsa Lukman, Johan Marga mungkin terdengar aneh sehingga diganti Juno Bim, dan klub olahraga Unggul menjadi Primajava. Di bagian lain, Mama dan Papa dikonversi jadi Ayah dan Ibu. Panekuk dianggap kurang populer dan diubah menjadi ayam goreng. Hal-hal seperti ini terkesan 'sepele' tetapi merupakan bekal penting di kemudian hari. 
 Dari keempat buku, puisi adalah sesuatu yang benar-benar 'baru' bagi saya. Saya membaca naskah aslinya sambil belajar, dan manggut-manggut ketika menerjemahkannya. Bisa dikatakan ini buku yang paling sulit, mengingat saya tak pernah bersentuhan dengan puisi. Tahu haiku pun hanya sekilas, dari milis Apsas. Adaptasi berlangsung pula di sini. Setelah konsultasi dengan editor, saya mendapat pijakan bahwa puisi sekalipun tak boleh diubah. Maka saya harus bengong cukup lama ketika menyesuaikan puisi di halaman 8 (teks aslinya mengenai salju atau musim dingin) menjadi hujan, tetapi unsur lainnya tak boleh diganti. Tiap bait mengandung satu nama hari dan semuanya berima dua-dua. Contohnya sebagai berikut: Hari Senin diguyur hujanAir menggenang di semua saluranSelasa, angin sungguh kencangMematahkan cabang-cabang Persoalan lain timbul kala saya menghadapi clerihew (halaman 12). Kalang-kabut saya mengubek wikipedia dan googling. Saat tahu bahwa clerihew adalah puisi jenaka, saya ingin menangis. Menghasilkan teks bernada lucu sungguh tidak mudah, ditambah lagi clerihew mengandung aturan suku kata dan berima. Untuk mendapatkan ide pengubahan puisi, saya keliling-keliling ruangan, bolak-balik ke depan dan belakang, kadang sambil loncat satu kaki. Begitu banyak usaha untuk memutuskan bahwa 'naked' diterjemahkan 'hanya pakai baju dalam'. Kendati demikian, banyak sekali yang saya pelajari dari naskah ini. Keseluruhannya menarik. Salah satunya soal asonansi, seperti ' Kucingkuning berkeliling di tanah kering' (halaman 20). Alhamdulillah, koreksi editor di buku ini hampir tidak ada. 
 Inilah buku yang paling cocok dikonsumsi orang dewasa, selain anak-anak. Menggarapnya teramat menyenangkan (bukan berarti yang lain tidak). Saya mendapat banyak masukan seputar penulisan fiksi: mengumpulkan ide, menciptakan karakter, dan sudut pandang serta alur cerita. Di halaman 12, terdapat contoh karakter bernama Grandpa Gregor. Sesuai sifatnya yang gaul dan suka mendengarkan musik di Mp3 player, saya mencari nama yang keren tapi berwibawa. Pilihan saya jatuh pada Alex, nama seorang klien yang menghubungi lewat telepon pada waktu itu. Jadilah Kakek Alex umur 70 tahun, padahal klien saya jauh lebih muda:p  Lima halaman kemudian, saya menemukan frasa ' Kenneth Grahame's gentle,friendly Reluctant Dragon.' Konteksnya simbol hewan dengan karakter berlawanan dari stereotipe. Berhubung penulis dan karyanya ini kurang familiar bagi anak-anak Indonesia, saya menggantinya dengan 'kera yangsakti dalam legenda Tiongkok, Kera Sakti'. Sebelumnya saya mempertimbangkan Hanoman, tapi ragu-ragu. 
 Pekerjaan ini saya dapatkan 'tidak sengaja'. Mbak Andar dari penerbit Tiga Serangkai memposting lowongan freelance di milis bahtera. Tadinya saya pikir, akan kalah saing dengan para ahli bahasa senior di sana. Alhamdulillah, Mbak Andar menanggapi email saya. Setelah bincang-bincang singkat, termasuk kesanggupan menerima materi dalam format PDF dan kecocokan jadwal, saya memulai tugas ini. Melihat pictorial book yang begitu ceria, saya bertambah semangat. Mengetahui seri buku ini menyangkut tulis-menulis pun sudah memompanya ke level tertinggi. Saya bisa belajar tentang penulisan non fiksi untuk anak-anak dan menyerap suguhan penulis lebih dulu. Tantangan pertama adalah penyesuaian jumlah karakter, agar sebisa mungkin muat dalam gambar-gambar mulai dari lingkaran, kotak, dan sebagainya. Saya sempat berkonsultasi dengan seorang kawan desainer grafis di sebuah majalah bergambar ibukota. Di situlah alotnya, sampai-sampai saya melupakan satu poin: mengubah beberapa hal bernuansa luar negeri dan mengadaptasinya agar dipahami oleh pembaca Indonesia. Masukan itu saya ingat benar untuk ketiga buku berikutnya. Bahasan tentang surat terkesan tidak menonjolkan sesuatu yang baru, meski disertai topik email yang sekarang lebih ngetrend. Tetapi buku ini menjelaskan hal-hal yang perlu diketahui ketika menulis surat formal pula, termasuk ucapan terima kasih bila menerima hadiah yang kurang disukai. Hmm, itu sering terjadi pada saya. Boleh juga. Topik yang lumayan memeras otak saya ialah Surat Rahasia (halaman 26). Asyik sebenarnya, orang dewasa saja suka pakai kode-kodean. Bisakah Anda menebak isi surat di bawah ini? Pisang adalah buah Lena, siang hari ini temanku Leah dan aku tolongtak akan bisa temui lagi segera. Jika Jul tidak ada lagi di rumahseminggu, ke sumur!Bagian favorit saya adalah penulisan surat fantasi. Seru membayangkan anak-anak (atau kita) menulis surat dengan pena bulu. 
 Kita tidak ingin surat kita terlihat seperti halaman diary atau autobiografi, misalnya 'Keadaanku sejauh ini'. Hindari mengawali kalimat dengan 'Aku' (walaupun boleh saja menggunakannya sesekali!)
(halaman 12) 
 - Tips
Sangat dianjurkan menulis jenis cerita yang kalian sukai.
Bacalah buku dengan genre berbeda sebanyak mungkin. Makin banyak membaca, makin meningkat kemampuan menulis kalian.
(halaman 5)

 Dalam penulisan puisi, menggambarkan atau membandingkan sesuatu seolah-olah seperti hal lain disebut metafora, yakni pemakaian kata sebagai lukisan atau gambaran suatu persamaan atau perbandingan misalnya, 'angin adalah singa yang mengaum'.
(halaman 10) 
 Meresensi Buku Cerita atau Buku Bergambar
Beritahukan lokasi cerita dan gambarkan karakter-karakter utamanya kepada pembaca. Jelaskan hubungan antarkarakter tersebut. Apakah mereka satu sekolah atau bertemu secara kebetulan? Jelaskan plotnya, tapi jangan terlalu detail. Lalu, berikanlah pendapat kalian tentang buku itu. Apa yang kalian sukai dari ceritanya? Plotnya meyakinkan? Karakternya masuk akal? Memesona? Jika disertai ilustrasi, bagian apa yang kalian sukai? Apakah ilustrasi tersebut sesuai?
(halaman 12) 
 Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu datang juga. Siang ini saya dan Mas Agus meluncur ke Tisera mencari seri Asyiknya Menulis. Langsung ketemu di rak paling depan dari arah kasir. Saya membelai-belainya dengan penuh sayang, karena setelah sekilas membuka..sedikit saja yang kena koreksi editor. Alhamdulillah. Mumpung ke toko buku, saya menyambar Catatan Hati di Setiap Sujudku karena ingin baca tulisan Nunik dan memenuhi janji pada keponakan tersayang.. Ayat-ayat Cinta! Alhamdulillah dia sudah dipinjami trilogi Laskar Pelangi, jadi tak perlu dibelikan lagi:p  Langsung deh potret-potret dan membalik-balik perlahan halaman 365yang dijemput dari agen dalam perjalanan pulang. Nanti saya akan cerita 'di balik layar' keempat buku ini.
| |